Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Adaptive Governance di Provinsi Banten Mahmud, Toni Anwar; Asmawi, Muhammad; Untari, Aryanti Dwi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v13i1.58707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi adaptive governance di Provinsi Banten dalam konteks desentralisasi yang asimetris dan ketimpangan kapasitas pembangunan antar wilayah. Perbedaan kapasitas fiskal antar kabupaten/kota berpotensi menimbulkan fragmentasi respons kebijakan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan 12 informan kunci yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dan tokoh masyarakat, serta dilengkapi dengan observasi terbatas dan analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptive governance di Provinsi Banten berkembang melalui tiga mekanisme utama, yaitu pembelajaran kelembagaan, kolaborasi lintas aktor, dan inovasi birokrasi berbasis digital. Pembelajaran kolektif melalui forum koordinasi kebijakan berperan dalam mengurangi fragmentasi respons kebijakan antar wilayah. Kolaborasi multi aktor memperkuat koordinasi lintas tingkat pemerintahan, sementara transformasi digital mendukung integrasi data pembangunan dan transparansi kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam sistem desentralisasi yang memiliki ketimpangan kapasitas antar wilayah, penguatan pembelajaran kolektif dan kolaborasi kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kapasitas adaptif pemerintahan daerah.
Game Based Learning: Alternative 21st Century Innovative Learning Models in Improving Student Learning Activeness Aryanti Dwi Untari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i2.11919

Abstract

Abstract: This study aims to provide alternative solutions for 21st century learning innovations in increasing student learning activity. Where the 21st century requires students to have skills and critical thinking skills, communication, collaboration, and creativity. Relevant learning to increase student learning activity is learning that is based on constructivist understanding through a student-centered learning approach, one of which is the game-based learning model. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. The data collected in this study include: observation results, interview results, documentation, and field notes. Data analysis refers to analytical techniques according to Miles, Huberman & Saldana (2014), namely using four stages of data analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of game-based learning models as innovative learning models of the 21st century provides a major role in increasing student learning activity. The potential for using games that can be integrated into the learning process is enormous. The activeness of student learning by using the game-based learning model applied in class X MAS Al-Khairiyah Pipitan Serang can be seen from the active involvement of students in the game, the courage to answer questions, express opinions, and meet the challenges of the game by collaborating with their team groups, being involved in activities solving problems both individually and in groups, constructing understanding independently, and reflecting on the learning activities that have been implemented. Based on these findings it can be understood that integrating games into a learning process through game-based learning is able to prepare students to face the challenges and skills needs of the 21st century.Keywords: Game Based Learning, Learning Innovation, 21st Century Learning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif inovasi pembelajaran abad 21 dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Dimana abad 21 menuntut peserta didik untuk memiliki kecakapan dan keterampilan critical thinking, communication, colaboration, dan creativity. Pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa ialah pembelajaran yang dilandasi oleh paham konstruktivistik melalui pendekatan student centred learning salah satunya ialah model pembelajaran game based learning. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: hasil observasi, hasil wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data mengacu pada teknik analisis menurut Miles, Huberman & Saldana (2014) yakni menggunakan empat tahap analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penggunaan model pembelajaran game based learning sebagai model pembelajaran inovatif abad 21 memberikan peran besar dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Potensi pemanfaatan game yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sangatlah besar. Keaktifan belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaan game based learning yang diterapkan di kelas X MAS Al-Khairiyah Pipitan Serang dapat dilihat dari keterlibatan aktif siswa dalam permainan, keberanian menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan memenuhi tantangan permainan dengan berkolaborasi bersama tim kelompoknya, terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah baik secara invidu maupun kelompok, mengkontruksi pemahaman secara mandiri, dan merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.Berdasarkan temuan ini dapat dipahami bahwa mengintegrasikan permainan dalam sebuah proses pembelajaran melalui game based learning mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan dan kebutuhan keterampilan abad 21.Keywords: Game Based Learning, Inovasi Pembelajaran, Pembelajaran abad 21
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pelatihan Hidroponik Yang Bernilai Ekonomis Bagi Masyarakat Desa Malabar Kabupaten Serang, Banten Toni Anwar Mahmud; Caca Afrianisa; Muhammad Arif; Maulana Yusup; Aryanti Dwi Untari
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.567

Abstract

Malabar Village, located in Bandung District, Serang Regency, is mostly utilized for settlements, agriculture, and plantations. With agricultural land becoming increasingly scarce, there is an urgent need for alternative farming methods. Hydroponics, a technique of growing plants without soil, offers a cost-effective and practical solution, especially for areas with limited land availability. The method of implementing this training activity begins with socialization activities about hydroponics, then continued with training activities and assistance in making hydroponics. Based on the results of the activities that have been carried out, there is a very good response from the residents. Although the residents are not familiar with the cultivation of plants with hydroponics using plastic bottles. Farming techniques such as hydroponics are new to the people of Malabar Village. This is because the people of Malabar Village are accustomed to farming or gardening conventionally or using soil planting media. Residents who are accustomed to farming traditionally welcome this new way. This project demonstrates that hydroponic farming is not only feasible but also affordable, requires minimal resources and offers potential economic benefits. This community empowerment activity was successfully implemented. After being given an understanding of the utilization of plastic bottle waste as a hydroponic growing medium, it can be seen that the skills and abilities of the community have increased in utilizing used bottles into hydroponic growing media, the equipment needed is easy, the manufacturing is simple, and the costs required are cheap. This activity supports the independence of residents in handling plastic bottle waste to be used as useful and valuable hydroponic planting media.