Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah
Progam Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Penggunaan Benih Unggul Inpari-32 Bersertifikat Terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya Khairul Akbar; Indra Indra; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23366

Abstract

Abstrak. Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu sentra lumbung padi Nasional terutama bagi Provinsi Aceh dengan luas tanam setiap tahun yang mencapai ±15.891 hektar dengan hasil produksi mencapai 101.731,50 ton. Rata-rata dari petani di Kecamatan Meureudu menggunakan benih unggul Inpari-32 yang bersertifikat yang merupakan jenis varietas unggul dari pemerintah yang diberikan kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan produktivitas dan pendapatan antara petani yang menggunakan benih unggul jenis Inpari-32 bersertifikat dengan petani yang tidak menggunakan jenis benih bersertifikat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sampel penelitian ini berjumlah 154 sampel (80 sampel dari petani pengguna benih Inpari-32 bersertifikat dan 74 dari petani pengguna benih yang tidak bersertifikat). Untuk mengetahui adanya dampak penggunaan varietas unggul bersertifikat dengan benih non-sertifikat pada usahatani padi sawah terhadap pendapatan petani perlu dilakukan uji beda antara dua populasi yang berbeda dengan menggunakan uji independent sample t-test, yang bertujuan untuk membandingkan antara satu populasi dengan populasi yang lainnya. Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling (area sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas usahatani padi sawah di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya antara petani pengguna jenis benih unggul Inpari-32 bersertifikat dengan petani yang tidak menggunakan jenis benih unggul bersertifikat, produktivitas petani pengguna benih unggul Inpari-32 bersertifikat relatif lebih tinggi daripada petani pengguna benih tidak bersertifikat dan pendapatan rata-rata dari petani responden pengguna benih varietas unggul Inpari-32 bersertifikat sebesar Rp22.075.735/hektar/Musim Tanam (MT), dibandingkan dengan petani yang menggunakan benih yang tidak bersertifikat yaitu sebesar Rp16.441.335/hektar/Musim Tanam (MT).The Impact of Using Inpari-32 Certified Superior Seeds on the Productivity and Income of Rice Farmers in Meureudu District, Pidie Jaya RegencyAbstract. Pidie Jaya Regency is one of the national rice storage centers, especially for Aceh Province with an annual planting area of ± 15,891 hectares with production reaching 101,731.50 tons. On average, farmers in Meureudu District use certified superior Inpari-32 seeds, which are superior varieties from the government given to farmers. The purpose of this study was to look at productivity and income comparisons between farmers who use certified superior Inpari-32 seeds and farmers who do not use certified seeds. This research was conducted in Meureudu District, Pidie Jaya Regency. There were 154 samples in this study (80 samples from farmers using certified Inpari-32 seeds and 74 from farmers using non-certified seeds). To determine the impact of using certified superior varieties with non-certified seeds in lowland rice farming on farmers' income, it is necessary to carry out a different test between two different populations using the independent sample t-test, which aims to compare one population with another. The technique or sampling used in this study is cluster sampling (area sampling). The results of this study indicate that there are differences in the productivity of lowland rice farming in Meureudu District, Pidie Jaya Regency between farmers who use certified superior Inpari-32 seeds and farmers who do not use certified superior seed types, the productivity of farmers using certified superior Inpari-32 seeds is relatively higher than farmers who use non-certified seeds and the average income of respondent farmers using certified Inpari-32 superior variety seeds is IDR 22,075,735/hectare/planting season (MT), compared to farmers who use seeds that are not certified, which is IDR 16,441,335/ hectare/planting season (MT).
Pengaruh Modal, Lama Usaha, Tingkat Pendidikan dan Implementasi Digital Marketing Terhadap Pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh Putri Melania; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24545

Abstract

Abstrak. Digital marketing merupakan bentuk pemasaran modern yang dapat mencapai tujuan dengan cara yang lebih mudah dan lebih cepat. Penggunaan digital marketing juga dapat membantu pelaku UMKM mempromosikan dan mampu memperluas pasar. Terdapat perbedaan antara pelaku UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan pelaku UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh modal, lama usaha, tingkat pendidikan dan implementasi digital marketing terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh dan menganalisis perbedaan pendapatan UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji mann whitney. Metode penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Populasinya sebanyak 525 orang, responden yang mengimplementasikan digital marketing sebanyak 23 responden dan responden yang tidak mengimplementasikan digital marketing sebanyak 20 responden. Hasil dari penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel modal dan implementasi digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Sedangkan variabel lama usaha dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Hasil analisis uji mann whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh.The Influence of Capital, Length of Business, Education Level and Implementation of Digital Marketing on MSME Income in Banda Aceh CityAbstract. Digital marketing is one of the modern marketing techniques that can help entrepreneurs achieve their goals of increasing sales efficiently and faster. Digital marketing can also help MSME entrepreneur to promote and expand their market. There is a difference between MSME entrepreneurs who implement digital marketing and MSME entrepreneurs who do not implement digital marketing in their businesses. This study aims to determine the business capital, how long the business has been running, education level and implementation of digital marketing on MSME income in Banda Aceh City and analyze the differences in the income of MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh. This study was analyzed using multiple linear regression analysis and the Mann-Whitney test. In this study, purposive sampling is the sampling method with a population of 525 people. The respondents can be divided into two groups: (1) those who implement digital marketing are 23 respondents and (2) those who do not are 20. The results of the multiple linear regression analysis studies show that the variables of the business capital and digital marketing implementation significantly affect the income of MSMEs in Banda Aceh. At the same time, the variables of the duration of business and education level have no significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh. The Mann-Whitney test analysis results show significant differences between MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh.
Perbandingan Tingkat Produktifitas dan Pendapatan Petani Kopi Arabika Yang Melakukan Pemangkasan dan Rutin Dengan yang Tidak Rutin di Kecamatan Bener Kelipah Zulkarnain Zulkarnain; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Romi Alpian
Jurnal Agrisep Vol 21, No 2 (2020): Volume 21 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v21i2.17218

Abstract

Dalam rangka upaya untuk meningkatkan produksi kopi arabika, sehingga produktivitas kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dapat meningkat dimasa yang akan datang, maka perlu para petani kopi di Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan pengusahaan pembudidayaan kopi secara professional, khususnya dalam pola perawatan secara rutin salah satunya yaitu pemangkasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pemangkasan terhadap tanaman kopi arabika, untuk mengetahui sistem pemangkasan yang telah diimplementasikan di Kabupaten Bener Meriah dan membandingkan perbedaan produktivitas dan pendapatan petani kopi arabika yang yang telah melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan petani yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif yang diperoleh melalui hasil pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara secara langsung dengan petani. Sedangkan untuk mengetahui perbandingan produktivitas dan pendapatan usahatani kopi yang melakukan pola perawatan dalam bidang pemangkasan secara rutin dan tidak rutin, digunakan metode uji hipotesis dua sampel saling bebas dengan menggunakan program SPSS versi 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kegiatan pemangkasan yang dilakukan hanya sebatas pada pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi (pemeliharaan), sedangkan pada pemangkasan rejuvinasi (peremajaan) hanya sebesar 13% dari 30 petani responden yang melakukan kegiatan pemangkasan secara rutin dengan metode yang digunakan yaitu metode full stumping (potong habis), model pemangkasan yang diimplementasikan yaitu model pemangkasan berbatang tunggal (single stem), rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang dilakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang tidak dilakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 1:1.95 dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang melakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 2.5:7.4.In an effort to increase Arabica coffee production, so that the productivity of Arabica coffee in Bener Meriah Regency can increase in the future, it is necessary for coffee farmers in Bener Meriah Regency to conduct professional coffee cultivation, especially in the pattern of routine care, one of which is pruning. This study aims to find out how the activities of pruning against Arabica coffee plants, to find out the pruning system that has been implemented in Bener Meriah Regency and compare the differences in productivity and income of Arabica coffee farmers who have done pruning techniques regularly with farmers who do not routinely prune techniques . The analytical method used is descriptive statistical data analysis obtained through the results of primary data collection through direct observation and interviews with farmers. Whereas to compare the productivity and income of coffee farming that carries out a pattern of care in the routine and non-routine pruning field, the two sample samples are mutually independent using the SPSS version 16. The results obtained from this study are limited to pruning activities in trimming the form and trimming production (maintenance), while the rejuvenation pruning (rejuvenation) is only 13% of the 30 respondent farmers who conduct pruning routinely with the method used, namely the full stumping method (cut out), trimming models that are implemented namely the model single stem pruning, the average productivity of per-hectare in coffee plants routinely pruned is not the same as the average productivity per hectare in coffee plants that are not routinely pruned with a ratio of 1: 1.95 and average pen the results obtained by farmers from the results of coffee farming that do pruning techniques routinely are not the same as the average income obtained by farmers from the results of coffee farming who do not do pruning techniques routinely with a ratio of 2.5: 7.4.