Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Habitat dan Kelimpahan Kerang Dara (Anadara granosa) di Zona Intertidal Pantai Sepahat Kabupaten Bengkalis Chusnul Khotimah Arramadani; Muhammad Fauzi; Eko Prianto
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7837

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peranan penting sebagai habitat berbagai biota akuatik, salah satunya kerang dara (Anadara granosa) yang bernilai ekonomis tinggi dan berpotensi sebagai bioindikator lingkungan. Namun, degradasi habitat akibat abrasi pantai, pencemaran, dan kerusakan ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Bengkalis dapat memengaruhi kelimpahan kerang dara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik habitat dan kelimpahan kerang dara (Anadara granosa) di zona intertidal Pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek garis dan kuadrat pada tiga subzona intertidal (upper, middle, dan lower). Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, salinitas, dan pH secara in situ, sedangkan analisis fraksi sedimen dan kandungan bahan organik dilakukan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 31–32°C, salinitas 29–32 ppt, dan pH 6,0–6,25 yang masih sesuai untuk kehidupan A. granosa. Jenis sedimen didominasi oleh lumpur berpasir dengan kandungan bahan organik tertinggi pada zona middle. Kelimpahan tertinggi juga ditemukan pada zona middle dengan rata-rata 3,2 ind/m². Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kandungan bahan organik sedimen dan kelimpahan kerang dara (r = 0,81). Hal ini mengindikasikan bahwa A. granosa lebih menyukai substrat halus yang kaya bahan organik sebagai habitat hidupnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya kerang dara dan perencanaan konservasi wilayah pesisir secara berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis.
Population Biology and Utilization Status of Motan Fish (Thynnichthys thynnoides) in Lake Karangan, Pelalawan Regency, Riau Aida Rama Rani; Eko Prianto; Muhammad Fauzi
SIMBIOSA Vol 15, No 1 (2026): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v15i1.9375

Abstract

The motan fish (Thynnichthys thynnoides) is one of the economically important fish species found in the waters of the Kampar River, including Lake Karangan, Rantau Baru Village, Pangkalan Kerinci Sub-district, Pelalawan Regency. Fishing activities that take place almost year-round, coupled with the use of fishing gear with relatively small mesh sizes, are thought to place pressure on motan fish stocks. This study aims to analyse biological parameters and determine the exploitation status of the motan fish in Lake Karangan. The research was conducted from January to March 2026 using a survey method involving sampling of fishermen’s catches. Population parameter analysis was performed using the FISAT II software, whilst the exploitation status was analysed using the Length-Based Spawning Potential Ratio (LB-SPR) method. A total of 242 motan fish were collected, ranging in length from 95–169 mm. The results of the study indicate that motan fish exhibit a negative allometric growth pattern with a b-value of 2.8205. The growth parameters obtained were asymptotic length (L∞) 175.35 mm, growth coefficient (K) 0.610 per year, and t0 of -0.31 years. The values for total mortality (Z), natural mortality (M), fishing mortality (F), and exploitation rate (E) were 2.50; 0.82; 1.69; and 0.67 per year, respectively. The results of the LB-SPR analysis indicate a first-capture length (SL50) of 105.92 mm, a first-maturity length (Lm50) of 109 mm, and a Spawning Potential Ratio (SPR) of 16%. These values indicate that the exploitation status of motan fish in Lake Karangan is in the ‘over-exploited’ category; therefore, management efforts are required through the regulation of catch sizes and the use of more selective fishing gear to support the sustainability of motan fish stocks.