Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Upaya Gastrodiplomasi Indonesia Terhadap Cina Sofie Zhafira; Kiky Rizky; Teguh Santosa
PRESIDENSI: Jurnal Politik dan Pemerintahan Vol. 2 No. 2 (2025): PRESIDENSI Volume 2 Nomor 2 (July - December) 2025
Publisher : Madani Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64019/presidensi.v2i2.72

Abstract

This research focuses on explaining how Indonesia's efforts to implement gastrodiplomacy towards China, especially through the Indonesia Spice Up The World program which took place in 2021-2024. Indonesia is a country rich in spices, so it has a diverse and rich cuisine. Although the relationship between Indonesia and China was once frozen, today the relationship between the two countries has developed and improved into a Comprehensive Strategic Partnership. China is known to be the first position country with the largest export value in Indonesia's export destination countries in the category of medicinal plants, aromatics, and spices in 2022. This research was conducted qualitatively with primary data collection techniques obtained through interviews with representatives from the Ministry of Tourism and Creative Economy and the Ministry of Foreign Affairs, as well as secondary data obtained through books, theses, journal articles, and news. This research uses the concepts of public diplomacy and gastrodiplomacy. This research found that Indonesia has made various gastrodiplomacy efforts including through the Indonesia Spice Up The World program conducted towards various countries including China. The program has not been able to achieve its targets due to various challenges and obstacles, especially in financing. In addition, until now the Indonesian government has not had a gastrodiplomacy program designed specifically for China alone.
Pemberdayaan Talenta Inklusif Masyarakat Desa Kepatihan Melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata dan Sport Tourism Desa Hijau Nuruddin Priya Budi Santosa; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Teguh Santosa; Agus Supriyoko; Fatkhul Imron; Retnoning Ambarwati; Eny Kusumawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8569

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah pertanian di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang belum dikelola secara optimal dan masih menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan sport tourism berbasis desa hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas awal masyarakat dalam memahami pengelolaan limbah pertanian yang bernilai ekonomi, (2) memperkuat talenta inklusif dalam kewirausahaan hijau, dan (3) menumbuhkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi desa berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, perangkat desa, dan perempuan tani. Data yang dikumpulkan meliputi hasil diskusi kelompok, catatan lapangan fasilitator, lembar identifikasi kebutuhan, dokumentasi kegiatan, serta rumusan rencana tindak lanjut peserta. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan tabulasi frekuensi sederhana dari temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 70% pelaku UMKM belum memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur dan lebih dari 60% limbah pertanian belum dimanfaatkan secara produktif. Setelah kegiatan, masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas awal yang terlihat dari meningkatnya pemahaman tentang potensi ekonomi limbah pertanian, pentingnya pencatatan keuangan digital sederhana, dan kemampuan menyusun rencana aksi kolektif. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok kerja tematik pada bidang eco-product, eco-tourism, dan green finance sebagai bentuk penguatan talenta inklusif dan kolaborasi desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inklusif efektif sebagai langkah awal untuk memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesadaran ekologis, dan membangun fondasi sosial-ekonomi bagi pengembangan agrowisata serta sport tourism berkelanjutan di Desa Kepatihan.