Claim Missing Document
Check
Articles

Aktualisasi Cerita Malin Kundang dalam Membangun Karakter Bangsa Desy Mardhiah; Nasrullah Nasrullah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 03 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i03.18975

Abstract

This paper analyzes the legendary folktale from West Sumatra, the story of Malin Kundang. The story recounts the tale of a young man who leaves his hometown to seek his fortune and returns successful; however, he refuses to acknowledge his identity, thereby disowning his impoverished mother. This paper examines the story's contemporary relevance as an effort to revitalize national character amidst the myriad narratives circulating today. Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis method is employed in this study. The analysis reveals the following: (1) The narrative constructs a strong character set against the backdrop of the community's social structure; (2) The ideology within the Malin Kundang story highlights a paradox between the protagonist's achieved identity and the identity expected of him by others, serving as a key narrative draw; this ideology is dominated by the matrilineal and religious worldview of the Minang people; (3) Originating in West Sumatra, the Malin Kundang story has gained national acceptance due to its embodiment of universal themes such as *merantau* (migrating for success), social mobility, and social status; (4) The Malin Kundang story makes a significant contribution to shaping national character in an era where many contemporary narratives have lost their meaning.
Pola Hubungan Nelayan, Pemilik Kapal, dan Tengkulak Sebagai Kemiskinan di Dusun Pasar Gompong Fajar Pebrilian Of Sayeda; Desy Mardhiah
Jurnal Perspektif Vol 9 No 3 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i3.1585

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pola hubungan nelayan, pemilik kapal, dan tengkulak sebagai kemiskinan di Dusun Pasar Gompong. Penelitian ini penting untuk diteliti karena memiliki potensi kelautan cukup besar, namun belum mampu memberikan kesejahteraan yang layak bagi mayoritas penduduknya yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Teori yang digunakan untuk menganalisis ialah teori ketergantungan oleh Andre Gunder Frank. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan tipe studi kasus, yakni, melihat fenomena secara mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan  dokumentasi. Pemilihan  informan  memakai  teknik purposive dengan jumlah informan 15 orang, dengan kriteria nelayan tradisional aktif, tengkulak atau pemodal lokal yang berperan dalam distribusi hasil tangkapan, tokoh masyarakat atau pemuka adat yang memahami struktur sosial dan sejarah ekonomi desa, perangkat desa atau aparat pemerintahan lokal yang mengetahui kebijakan dan program terkait kesejahteraan masyarakat pesisir. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan pola hubungan sebagai penyebab kemiskinan tersebut ialah: 1) Penyedia hasil tangkapan dan penjualan eklusif, 2) Ikatan rantai hutang, 3) Ketergantungan hidup dengan resiko yang tidak setara. Pola hubungan ini disebut pola hubungan sosial antara dua pihak atau lebih yang tidak setara.