Penelitian ini menjelaskan pola hubungan nelayan, pemilik kapal, dan tengkulak sebagai kemiskinan di Dusun Pasar Gompong. Penelitian ini penting untuk diteliti karena memiliki potensi kelautan cukup besar, namun belum mampu memberikan kesejahteraan yang layak bagi mayoritas penduduknya yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Teori yang digunakan untuk menganalisis ialah teori ketergantungan oleh Andre Gunder Frank. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan tipe studi kasus, yakni, melihat fenomena secara mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai teknik purposive dengan jumlah informan 15 orang, dengan kriteria nelayan tradisional aktif, tengkulak atau pemodal lokal yang berperan dalam distribusi hasil tangkapan, tokoh masyarakat atau pemuka adat yang memahami struktur sosial dan sejarah ekonomi desa, perangkat desa atau aparat pemerintahan lokal yang mengetahui kebijakan dan program terkait kesejahteraan masyarakat pesisir. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan pola hubungan sebagai penyebab kemiskinan tersebut ialah: 1) Penyedia hasil tangkapan dan penjualan eklusif, 2) Ikatan rantai hutang, 3) Ketergantungan hidup dengan resiko yang tidak setara. Pola hubungan ini disebut pola hubungan sosial antara dua pihak atau lebih yang tidak setara.