Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Karakteristik dan Kualitas Hidup pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Penderita Hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Lutfiatul Khusnia; Harvina Sawitri; Yuziani Yuziani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1318

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol memiliki risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi. Komplikasi tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup. Program Pengelolaan Penyakit hipertensi masuk ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional bernama Prolanis dengan tujuan agar pesertanya mencapai kualitas hidup yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan kualitas hidup peserta prolanis penderita hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Menggunakan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2021-Februari 2022 di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Sampel ditentukan dengan total sampling dengan jumlah 35 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas karakteristik responden adalah lansia awal (51,4%), jenis kelamin perempuan (91,4%), tidak bekerja (88,6%), pendidikan Sekolah Dasar (34,3%), dan status kawin (77,1%), serta lama menderita hipertensi dengan durasi ? 5 tahun (45,7%). Derajat hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 (40,0%). Kualitas hidup terbanyak berdasarkan tiap domain yang berada dalam kategori baik yaitu kesehatan fisik (57,1%), kesejahteraan psikologis (57,1%), dan hubungan lingkungan (51,4%), sedangkan hubungan sosial terbanyak dalam kategori sedang (42,9%). Perlu dilakukannya sosialisasi kepada peserta prolanis agar lebih komitmen dan aktif dalam mengikuti kegiatan prolanis sehingga didapatkan kualitas hidup yang lebih baik terutama domain hubungan sosial
Analysis Of Factors And Performance Of Puskesmas In Tb Case Finding In Lhokseumawe City yuziani yuziani; Annisa Uljannah; Harvina Sawitri; Mutia Maulina; Vera Novalia; Noviana Zara
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol19.SMUMM2.32113

Abstract

Tuberculosis is still a health problem in Indonesia and the world today. Aceh Province has the highest number of TB cases in Indonesia, and North Aceh district is the number one highest district in Aceh Province. One effort to reduce the morbidity rate caused by TB is TB case detection (Case Detection Rate/CDR) and the success rate of treatment. The high and low rates of TB case discovery are influenced by the performance of all managers of the TB disease control program (P2TB), which all related parties support. This research describes officers' performance finding tuberculosis cases at the Lhokseumawe City Health Center. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. Samples were taken from the total population, namely all officers responsible for TB at community health centres in Lhokseumawe, totalling 15 officers. The results of this research showed that the dominant gender was 86.7% female officers, 80% D3 education level, 100% good knowledge, 86.7% sufficient motivation of officers, 73.3% good leadership of the head of the community health centre, 86% good training for TB officers, 7%, case detection was 100% good, work period was more than two years 73.3%, and the achievement of TB case discovery was only one health centre that reached the standard. The conclusion from research conducted at the Lhokseumawe City Health Center is that many factors influence officers' performance in case finding.
Edukasi dan Skrining Kesehatan Kardiometabolik melalui Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan Profil Lipid Peserta Jalan Santai Anna Millizia; Rivhan Fauzan; Muhammad Husni Fansury Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy; Aryandi Darwis; Yuziani Yuziani; Nadia Aulia; Sherina Aditya; Alya Fadila; Mumtaz Alvira; Muhammad Ezyra; Muhammad Syifa Albi; Dafa Faruq
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26124

Abstract

Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang
Strategi Penanganan Tersedak pada Anak : Panduan Praktis Manuever Back Blow, Heimlich dan Alat Bantu Chocking Rescue Device di Desa Reuleut Timur Anna Millizia; Yuziani Yuziani; Rizka Sofia; Wizar Putri Mellaratna; Khairunnisa Z; Finaldi Aziro Adha; Reynaldi Alfredo
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8349

Abstract

Tersedak merupakan keadaan gawat darurat yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat mengakibatkan konsekuensi fatal akibat obstruksi saluran napas, sementara pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertolongan pertama yang tepat masih sangat terbatas. Berdasarkan observasi awal di Desa Reuleut Timur, ditemukan bahwa mayoritas orang tua dan pengasuh masih mengandalkan cara-cara tradisional yang tidak efektif dan berpotensi membahayakan ketika menghadapi kasus tersedak pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis masyarakat dalam menerapkan teknik pertolongan pertama tersedak yang aman dan efektif, mencakup manuver Back Blow, Heimlich, serta penggunaan Choking Rescue Device. Metode pelaksanaan berupa pelatihan partisipatif satu hari yang meliputi sesi edukasi interaktif menggunakan media visual, demonstrasi langsung oleh fasilitator terlatih, dan pelatihan hands-on menggunakan manekin bayi dan anak. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 43% menjadi 85% sehingga terjasi peningkatan 42 %. Peserta mampu mendemonstrasikan teknik pertolongan dengan benar dalam sesi praktik. Pembahasan hasil mengindikasikan bahwa pendekatan pelatihan komprehensif yang menggabungkan teori, demonstrasi, dan simulasi langsung terbukti efektif dalam menanamkan keterampilan pertolongan pertama yang kritis ini. Simpulan dari kegiatan ini adalah program pelatihan yang terstruktur berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani keadaan darurat tersedak pada anak. Untuk keberlanjutan program dibentuknya kader di tingkat komunitas dan diadakan pelatihan penyegaran secara berkala, sekaligus mereplikasi kegiatan serupa di daerah lain dengan adaptasi konteks lokal untuk memaksimalkan dampak pencegahan morbiditas dan mortalitas anak akibat tersedak.