Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Elemen

ANALISIS BRIKET SEKAM BAKAR PRESS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Kurnia Dwi Artika; Adhiela Noer Syaief; Marlia Adriana; Ika Kusuma Nugraheni; Yusuf Tri Abidin
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.181

Abstract

Briket adalah jenis bahan bakar yang diolah dari energi biomassa. Penggunaan biomassa arang sekam padi dalam penelitian ini. Tujuan untuk mengetahui kualitas briket terhadap suhu, waktu penyalaan, densitas, kadar abu dan kadar air, dengan diameter 35 mm dan tinggi 20 mm, berat rata-rata 14 gram. menggunakan perekat tepung tapioka dengan campuran sebesar 12% dan 25%. Hasil briket olahan mesin press untuk setiap butirnya memiliki nilai densitas, kadar abu, kadar air secara berturut-turut adalah 0,45 g/cm3, 4,1 %, dan 50 %, dan pembakaran 1 briket bisa mencapai suhu maksimal 396 ˚C, dan suhu konstan 300 ˚C selama 22 menit, serta lamanya pembakaran secara keseluruhan adalah 50 menit.
PENGUJIAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PIROLISIS HDPE DAN PREMIUM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN SUHU MESIN SEPEDA MOTOR 110 CC Ika Kusuma Nugraheni; Fikli Maulana
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.112 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i1.87

Abstract

Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor diikuti semakin meningkatnya jumlah konsumsi bahan bakar. Ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin mengalami penurunan. Bahan bakar yang berasal dari minyak bumi tidak bisa diperbaharui. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif yaitu bahan bakar nabati atau biofuel. Penggunaan minyak pirolisis HDPE sebagai campuran premium pada mesin 4 langkah dengan tujuan untuk mengetahui konsumsi bahan bakar dan temperatur mesin. Plastik HDPE (High density polyethylene) adalah plastik yang terbuat dari minyak bumi, plastik ini membutuhkan 1,75 kg minyak bumi untuk memproduksi 1 kg plastik HDPE. Plastik HDPE ini memiliki sifat yang keras dan juga tahan terhadap suhu tinggi plastik ini juga tahan terhadap bahan kimia. Plastik HDPE menggunakan angka 2 sebagai simbol plastik tersebut dan juga plastik jenis ini dapat di daur ulang. Objek penelitian yang digunakan untuk campuran minyak pirolisis HDPE dan premium adalah sepeda motor Yamaha JupiterZ 110cc. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsumsi bahan bakar dan suhu mesin sepeda motor terhadap penggunaan bahan bakar campuran pirolisis HDPE dan premium. Dengan menggunakan waktu 1 menit, 2 menit dan 3 menit dengan putaran mesin 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm dengan campuran bahan bakar yang digunakan adalah B0, B5, B10, B15, dan B20. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa, campuran bahan bakar B5 lebih baik dari segi konsumsi bahan bakar dengan konsumsi bahan bakar sebanyak 0.24 Liter/Jam dan suhu mesin terendah 55 oC.
PENGUJIAN BAHAN BAKAR BIOFULL HASIL PIROLISIS BOTOL PLASTIK PADA SEPEDA MOTOR Purnomo Nurdianto; Ika Kusuma Nugraheni; Reza Taufiqi Ivana
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.048 KB) | DOI: 10.34128/je.v3i1.8

Abstract

Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah Negara Indonesia, minyak bumi masih menjadi penggerak utama perekonomian dunia, minyak bumi merupakan sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui. Disatu sisi sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1907, kebutuhan plastik terus meningkat hingga mengalami kenaikan rata-rata 200 ton per tahun, Plastik yang sudah menjadi sampah berdampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia, karena tidak dapat terurai dengan cepat dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Salah satu alternatif penanganan sampah plastik adalah dengan mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan metode pirolisis, pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, yang dihasilkan dari proses pirolisis adalah arang (char), minyak, dan gas. Cairan dari hasil pirolisis inilah yang akan digunakan sebagai campuran bahan bakar, setelah diketahui kandungan dari bahan bakar hasil pirolisis kemudian diuji coba menggunakan mesin sepeda motor empat tak satu silinder merek Honda Beat 108 cc. Untuk mengetahui kandungan emisi gas buang dengan variasi bahan bakar premium murni, dan campuran bahan bakar dengan variasi perbandingan 95% premium berbanding 5% biofuel, dan 80% premium berbanding 20% biofuel, setelah di uji coba hasil percampuran bahan bakar premium dan biofuel ini masih layak digunakan karena masih di bawah nilai ambang batas berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006.
PENGARUH VARIASI PELUMAS DAN KECEPATAN MESIN TERHADAP SUHU MESIN PADA SEPEDA MOTOR 150 CC Muhammad Saili Madliyani; Ika Kusuma Nugraheni; Kurnia Dwi Artika
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.683 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i2.104

Abstract

Pelumas berfungsi untuk memperkecil gesekan, pendingin, pembersih, mengurangi keausan dan membentuk lapisan minyak. Ada banyak pelumas yang dijual di pasaran dengan masing-masing spesifikasi yang berbeda-beda. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pelumas yang lebih cocok untuk kendaraan uji, mengetahui kenaikan suhu dan mengetahui perbandingan suhu. Dalam pengujian ini dilakukan uji beberapa pelumas untuk mengetahui kenaikan dan penurunan suhu dari pelumas yang digunakan. Pelumas yang dipilih memiliki perbedaan SAE yaitu standar kekentalan untuk pelumas yaitu SAE 10W-40 API SL, SAE 20W-40 API SJ, SAE 10W-40 API SJ, SAE 10W-30 SL JASO MA dan SAE 20W-50. Suhu awal mesin untuk pengujian adalah 70oCuntuk semua jenis pelumas yang digunakan. Suhu mesin tertinggi berada pada suhu 90oC. Pada pengujian ini RPM yang digunakan yaitu pada RPM 1500, 2000, 2500, 3000 dan 3500. Sebelum pengujian dilakukan kendaraan uji yang sudah diisi dengan pelumas yang baru harus dihidupkan terlebih dahulu agar pelumas dapat bersirkulasi didalam mesin. Pengujian kenaikan suhu dilakukan dengan menggunakan thermometer gun yang diarahkan pada silinder blok kendaraan uji, dan pengujian penurunan suhu menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu penurunan suhu. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa pelumas yang lebih cocok digunakan pada kendaaran uji adalah jenis pelumas semisintetik dengan kode SAE 10W-40/API SL dibanding dengan pelumas jenis lainnya. Pelumas yang tidak disarankan untuk digunakan pada kendaraan uji adalah jenis pelumas mineral dengan kode mineral SAE 20W-50, pelumas SAE 10W-40/API SL karena terbukti kenaikan suhunya paling lambat dibanding pelumas lain. Pada RPM 3500 suhu mesin mencapai 87oC dan waktu penurunan suhunya dari 87oC ke 70oC hanya memerlukan waktu 349 detik. Kenaikan suhu mesin sangat berpengaruh terhadap performa mesin karena apabila suhu yang terus mengalami kenaikan maka dapat mengakibatkan mesin mengalami overheat.
MODIFIKASI SOLAR MENJADI BAHAN BAKAR SETARA PERTAMINA DEX Ika Kusuma Nugraheni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.565 KB) | DOI: 10.34128/je.v1i1.23

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai modifikasi solar untuk dapat memiliki karakter menyerupai Pertamina DEX. Solar yang digunakan bersumber dari bahan bakar produk Pertamina yang dijual di pasaran. Uji karakter fisik menunjukkan kualitas Pertamina DEX lebih baik dibandingkan solar. Hasil analisis komponen bahan bakar menunjukkan bahwa kedua bahan bakar memiliki pola sebaran kromatogram yang serupa, hanya saja sebaran Pertamina DEX lebih sempit dibandingkan solar. Modifikasi dilakukan dengan menghilangkan fraksi ringan dan fraksi berat solar dengan cara distilasi. Hasil modifikasi dianalisis sebaran komponennya menggunakan kromatografi gas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  modifikasi solar menggunakan teknik distilasi menghasilkan 3 fraksi. Fraksi ini terpisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil modifikasi menunjukkan bahwa fraksi 2 dan 3 memiliki sebaran komponen yang serupa dengan Pertamina Dex.
PENGUJIAN EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN EMPAT TAK SATU SILINDER MENGGUNAKAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DENGAN ETANOL Ika Kusuma Nugraheni; Robby Haryadi
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.178 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.5

Abstract

Kelangkaan bahan bakar minyak dan kualitas udara yang semakin memburuk memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Meningkatnya volume kendaraan menambah kedua permasalahan menjadi semakin parah. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan bahan bakar alternatif yaitu etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari emisi gas buang yang terkandung (CO dan HC rendah) dari campuran etanol dengan premium, menganalisis bahan bakar dari campuran etanol dengan premium pada tiap varian untuk menentukan jumlah kandungan etanol yang tepat agar menghasilkan emisi gas buang yang baik. Sepeda motor empat tak satu silinder yang digunakan adalah sepeda motor Honda Beat 108cc tahun 2010. Bahan bakar yang digunakan untuk penelitian ini adalah premium murni (E0), campuran etanol 5% + premium 95% (E5), campuran etanol 10% + premium 90% (E10), campuran etanol 15% + premium 85% (E15), campuran etanol 20% + premium 80% (E20), dan pertalite sebagai pembanding. Etanol yang digunakan adalah etanol dengan kandungan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pencampuran etanol pada premium terhadap kandungan emisi gas buang. Kandungan emisi CO terendah dihasilkan bahan bakar campuran E10 yaitu sebesar 0,11% vol. Kandungan HC terendah dihasilkan bahan bakar campuran E15 sebesar 1567,6 ppm vol. Hasil penelitian ini masih di bawah nilai ambang batas emisi gas buang berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006. Penambahan etanol E10 adalah yang paling efektif dalam menurunkan kadar emisi gas buang yaitu sebesar 8%.
PENGUKURAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR BIOFUEL (PREMIUM dan BIOETANOL) TERHADAP KINERJA MESIN BENSIN 4 TAK Ika Kusuma Nugraheni; Muhammad Murviko Almahul Pratama
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.123 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i1.65

Abstract

Keterbatasan dan ketergantungan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak dan kualitas udara yang semakin memburuk memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Meningkatnya volume kendaraan menambah kedua permasalahan menjadi semakin parah. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan bahan bakar alternatif yaitu Bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan bioetanol pada premium agar menghasilkan emisi gas buang yang ramah lingkungan serta konsumsi bahan bakar yang rendah. Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah bioetanol 96% yang terbuat dari umbi kayu, premium murni serta kendaraan Honda Supra x 125cc tahun pembuatan 2010 yang masih menggunakan karburator. Penelitian ini menggunakan varian bahan bakar yaitu BE0, BE2, BE3,BE5, BE10,BE15,BE20, BE25 dan BE30 selain itu juga menggunakan variasi putaran mesin idle, 1000 dan 1400 rpm. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pencampuran bioetanol pada premium terhadap kandungan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar. Emisi gas buang terbaik pada putaran mesin 500 rpm berada pada bahan bakar BE2, bahan bakar BE10 pada putaran mesin 1000 dan Bahan bakar BE20 pada putaran mesin 1400 rpm. Konsumsi bahan bakar terendah pada putaran mesin 500 rpm pada bahan bakar BE25, putaran mesin 1000 pada bahan bakar BE10 dan pada putaran mesin 1400 pada bahan bakar BE30. Penambahan bioetanol minimal 20% dapat menghasilkan emisi gas buang yang baik dan konsumsi bahan bakar yang rendah.
UJI EMISI GAS BUANG PEMANFAATAN BAHAN BAKAR PIROLISIS HDPE PADA MOTOR BENSIN 4 TAK 1 SILINDER Vemby Wiwit Nurahman; Ika Kusuma Nugraheni; Anggun Angkasa B.P
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.675 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.46

Abstract

Plastik hingga saat ini masih merupakan bahan yang banyak digunakan oleh kalangan industri maupun rumah. Di Indonesia, konsumsi energi di berbagai sektor seperti transportasi, industri dan energi listrik untuk rumah tangga tercatat terus meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 5,2%, sebaliknya cadangan energi nasional yang semakin menipis menimbulkan kehawatiran a kan krisis energi di masa mendatang jika tidak ditemukan sumber-sumber energi yang baru. Pirolisis selain mampu mengolah plastik dengan aman, juga menghasilkan produk cair yang bisa menjadi alternatif sumber bahan bakar. Cairan dari pirolisis digunakan sebagai bahan campuran bahan bakar, setelah diketahui kandungan dari bahan bakar hasil pirolisis kemudian diuji coba menggunakan motor bensin empat tak satu silinder merek Jupiter Z 110 cc tahun pembuatan 2007. Pengujian dilakukan dengan variasi minyak pirolisis dengan bahan bakar premium murni, campuran bahan bakar variasi perbandingan 95% premium berbanding 5% biofuel, 90% premium berbanding 10% biofuel, 85% premium berbanding 15% biofuel, dan 80% premium berbanding 20% biofuel. Dengan metode ini di harapkan dapat mengurangi masalah sampah pada lingkungan dan juga dapat mengurangi keutuhan bahan bakar fosil, selain dapat mengurangi masalah sampah pemanfaatan limbah botol plastik ini juga diharapkan dapat menjadi bahan bakar alternatif di masa depan.
ANALISIS BRIKET SEKAM BAKAR PRESS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Kurnia Dwi Artika; Adhiela Noer Syaief; Marlia Adriana; Ika Kusuma Nugraheni; Yusuf Tri Abidin
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.181

Abstract

Briket adalah jenis bahan bakar yang diolah dari energi biomassa. Penggunaan biomassa arang sekam padi dalam penelitian ini. Tujuan untuk mengetahui kualitas briket terhadap suhu, waktu penyalaan, densitas, kadar abu dan kadar air, dengan diameter 35 mm dan tinggi 20 mm, berat rata-rata 14 gram. menggunakan perekat tepung tapioka dengan campuran sebesar 12% dan 25%. Hasil briket olahan mesin press untuk setiap butirnya memiliki nilai densitas, kadar abu, kadar air secara berturut-turut adalah 0,45 g/cm3, 4,1 %, dan 50 %, dan pembakaran 1 briket bisa mencapai suhu maksimal 396 ËšC, dan suhu konstan 300 ËšC selama 22 menit, serta lamanya pembakaran secara keseluruhan adalah 50 menit.