Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT Fadli Irsyad; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.563 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.39-45.2015

Abstract

Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff).  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1) dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah). Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha), Lambung Bukit (42,27 ha), Gunung Sarik (86,32 ha), Kuranji (60,20 ha), dan Lubuk Minturun (64,45 ha).Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT. 
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SALIBU DAERAH SUMATERA BARAT Rahmi Awalina; Delvi Yanti; Fadli Irsyad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.90-95.2021

Abstract

Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain; 1) tinggi pemotongan batang sisa panen, 2) varietas, 3) kondisi air tanah setelah panen, dan 4) pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi padi salibu pada daerah Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survai dan pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi air tanah setelah panen, tinggi pemotongan batang padi sisa panen, varietas, dan produksi lahan. Lokasi penelitian adalah beberapa daerah di Propinsi Sumatera Barat yang diambil secara acak. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragamnya yaitu one way anova dengan post test uji Duncan  pada taraf α = 0.05.  Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu waktu panen dan tinggi potongan batang padi sisa panen berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan padi salibu. Kondisi air tanah pada saat panen berpengaruh pada produksi lahan. Kadar air yang optimum saat panen adalah kondisi lembab.
APLIKASI FOTO UDARA UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI SAWAH KOTA SOLOK DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT TANPA AWAK Fadli Irsyad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.779 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.86-92.2017

Abstract

Peningkatan produksi beras sangat berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Usaha pencapaian ketahanan pangan sebagian besar difokuskan pada peningkatan kemandirian (self-sufficiency) pangan di masing-masing wilayah, baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan nagari/desa. Potensi sawah di suatu wilayah perlu dihitung untuk menghitung produksi padi guna menganalisis ketahanan pangan wilayah. Perlu dilakukan identifikasi potensi luasan sawah sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan bagi instansi pemerintah. Salah satu daerah yang perlu dilakukan analisis potensi sawah yakni Kota Solok, yang menjadi salah satu sentral produksi beras di Provinsi Sumatera Barat. Luas areal sawah Kota solok adalah 1.233,80 ha (21,41%), dengan 393,40 ha adalah sawah irigasi, sawah tadah hujan atau non irigasi seluas 208,97 ha. Aplikasi foto udara untuk menghitung potensi sawah merupakan salah satu langkah dalam mengidentifikasi luasan dan produktifitas lahan sawah. Pengukuran luasan sawah yang tepat akan membantu dalam menganalisis produktifitas lahan sawah suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lahan sawah di Kota Solok. Selanjutnya diketahui potensi produktifitas lahan sawah yang ada di Kota Solok. Metode identifikasi potensi sawah dilakukan dengan mengambil foto udara menggunakan pesawat tanpa awak yakni DJI Phantom 3 Professional. Adapun tahapan dalam penelitian ini yakni : (i) Pengambilan foto udara menggunakan pesawat tanpa awak, (ii) Klasifikasi sawah, dan (iii) Analisis potensi sawah. Berdasarkan pengukuran luasan dengan menggunakan foto udara dan kombinasi citra udara Spot 5 maka diperoleh luasan sawah tahun 2015 yakni 811.58 ha. Telah terjadi penurunan luasan sawah dari 869.723 ha di tahun 2012 sebesar 6.68 % di tahun 2015. Hal ini menjadikan potensi produksi padi di Kota Solok menjadi berkurang. Total produksi padi di tahun 2015 untuk satu musim tanam didapatkan sebesar 2028.94 ton.
EVALUASI TEKNO-EKONOMI PEMANFAATAN BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN Fadli Irsyad; Delvi Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.039 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.73-79.2016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1). mengkaji parameter yang mempengaruhi laju produksi biogas, volume dan kualitas biogas yang dihasilkan. 2). menganalisis tingkat kelayakan ekonomi instalasi biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: pembangunan instalsi biogas digester plastik, pengamatan parameter yang mempengaruhi laju produksi biogas, serta analisis teknis dan ekonomis. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah aplikasi teknologi biogas digester plastik dengan bahan bahu kotoran ternak dengan kapasitas digester 4,71 m3, dapat menghasilkan produksi gas rata-rata 0,79 m3/hari.  Hasil ini setara dengan 0,211 liter minyak tanah. Secara ekonomi dibuktikan bahwa penerapan instalasi biogas digester plastik layak untuk dilakukan sebagai energi alternatif pedesaan. Nilai NPV yang dihasilkan dari instalasi biogas digester palstik jika dihitung dengan kesetaraan nilai minyak tanah adalah sebesar Rp 105.078. Nilai Net B/C yang dihasilkan pada tingkat diskont 9%, yaitu 1,23. Sedangkan nilai pengembalian investasi atau payback period sudah dapat dilunasi pada tahun ke-3 pada bulan ke-6.
Rancang Bangun Sistem Irigasi Tetes untuk Budidaya Cabai (Capsicum Annum L.) dalam Greenhouse di Nagari Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Eri Gas Ekaputra; Delvi Yanti; Deni Saputra; Fadli Irsyad
Jurnal Irigasi Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.458 KB) | DOI: 10.31028/ji.v11.i2.103-112

Abstract

Chili plants (Capsicum Annum L.) requires the availability of water in sufficient quantities and timely. The situation can be achieved by the application of drip irrigation system. This is due to the system can set the amount and timing in accordance with the water requirements of chili plants. This research was conducted in Nagari Biaro, District Ampek Angkek, Agam regency which aims to design a drip irrigation system that is suitable and appropriate for chili cultivation in the greenhouse. In this study, observations were conducted to the evapotranspiration of chili (ETC), technical testing, and feasibility analysis of drip irrigation systems. Based on the research results, highest ETc of 2.16 mm/day was occurred in the period from the beginning of the generative phase, with an average discharge droplets of 137.685 mm3/sec, the system operated for 0.84 hours/day to meet the water needs of chili plants. However, by considering the three parameters of technical feasibility, the system is still not feasible because there was only one that fits the required value, namely the distribution efficiency (91.49%). The uniformity (76.97%) and irrigation efficiency (74.37%) have not yet reached the minimum required value of 90%, this is caused by differences in head and the length of each channel, thus the pressure on the line was not uniform which causing varied discharge droplets.
RANCANG BANGUN PENCACAH LIMBAH TANDAN KOSONG SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Muhammad Iqbal Abdi Lubis; Andasuryani; Fadli Irsyad
Jurnal Agro Fabrica Vol. 2 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v2i2.127

Abstract

Agriculture’s waste is still minimum to utilized the one is empty fruit bunches (EFB), as like happened in the PT.XYZ (Xxx Yyy Zzz). EFB usually left rot into compost naturally which is need decomposition period 6 – 12months. This research aims to design chopper of EFB and carry out a technical examination of the toolperformance. Testing performed by using 5 kgs EFB at three repetition with the average of water content andfat content respectively 32.06 % and 7.46 %. The average of effective work capacity 81.46 kg/hr, chopped 43.33%, percentage do not chop 54.00 %, percentage of yield loss 2.67 %, measure the thickness of the chopping 0.5– 1 cm, 1 – 5 cm, 5 – 10 cm, and >10 cm consecutively was 64.53 %, 15.40 %, 9.21 %, and 10.85 %, therotational frequency 1,121 rpm, and noise level of chopper between 91.17 to 94.40 dB. Chopping use thischopper of EFB was 13 times more efficient than manual chopping and this research is still valid whencompared to the 2018 study.
Analisis Daya Dukung Lahan untuk Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Pasaman Barat Feri Arlius; Fadli Irsyad; Delvi Yanti
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 1 (2017): Volume 10, No. 1, April 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v10i1.7246

Abstract

Abstrak. Penambahan luas areal pengembangan sawah merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pasaman Barat yang dapat dilakukan dengan cara analisis daya dukung lahan untuk mengetahui potensi lahan, sehingga menghasilkan peta potensi lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Pasaman Barat yang dapat memberikan informasi tentang tingkat kesesuaian lahan, distribusi dan luasan lahan pengembangan sawah di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode scoring dan overlay menggunakan softwareArc Gis 10 pada bulan Maret – April 2015 di Kabupaten Pasaman Barat dan Laboratorium Teknik Sumber Daya Lahan dan Air, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas. Dari hasil analisis, diperoleh lahan yang memiliki potensi pengembangan luasan sebesar 148.865,76 ha. Lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan sawah tadah hujan di Kabupaten Pasaman Barat, yaitu dengan 114.536,64 ha atau 76,94% merupakan kelas sangat sesuai (S1) dan 34.329,12 ha atau 23,06% merupakan kelas cukup sesuai (S2). Namun dari hasil analisis neraca air pada lahan potensi pengembangan didapatkan nilai neraca air yang mengalami defisit akibat dari ketersediaan air dari curah efektif padi tidak mencukupi kebutuhan air tanaman selama pertumbuhan. Untuk memenuhi kekurangan kebutuhan air tersebut maka diperlukannya penjaminan air melalui irigasi. Analisys Land Support Power to Field Storage Receptacle In West PasamanAbstract. The addition land of development field is one of the way to maintenence food endurance in West Pasaman District can conducted by analyse land support power to identify potential land, it contains maps of potential field storage receptacle in West Sumatera district, that can give information about land suitability, distribute, and development land in West Pasaman district. This research was conducted by using scoring method and overlay using software ArcGIS 10 on March-April 2015 in West Pasaman District and Land and Water Resources Engineering Laboratory, Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agricultural Technology, Andalas University. From the analysis, land potencial can be developed is 148.865,76 ha. 114.536,64 ha or 76,94%, development land in West Pasaman District is classifid to extremly suit class (S1) and 34.329,12 ha or 23.06% is classified to suit class (S2). Although, water balance analysis in potencial development land decrease, beacuse of the availability of water from effective rain can not cover the plant need as a growth period. This research is needed To fill the decrease of water by using irrigation.
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH DI NAGARI PALANGKI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN SIJUNJUNG Delvi Yanti; Fadli Irsyad; Imelda Safitri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i4.705

Abstract

The factors influencing shallot production include the soil nutrient content. Efforts to increase shallot production can be achieved through optimal fertilizer usage. The use of inorganic fertilizers can disrupt the biological ecosystem balance of the soil. To address this, the utilization of organic fertilizers becomes essential as they are more environmentally friendly and utilize existing waste. Nagari Palangki, known for having the largest livestock market in West Sumatra, generally has a substantial number of livestock owners, thus having significant potential in providing organic fertilizer. The availability of organic fertilizer should support agricultural activities, especially shallot cultivation, in Nagari Palangki. Based on this premise, it's crucial to conduct education among the community regarding the utilization of organic fertilizer in shallot cultivation in Nagari Palangki. The activity aims to transfer knowledge to the community to enhance shallot production in Nagari Palangki, IV Nagari District, Sijunjung Regency. The target audience comprises the community involved in shallot cultivation. The implementation of activities related to the use of organic fertilizers in shallot cultivation in Nagari Palangki has been completed. The farming community responded positively to the knowledge transfer, with farmers even applying the materials given to their land. Furthermore, the waste from the livestock market in Nagari Palangki, IV Nagari District, Sijunjung Regency, holds substantial potential and supports the success of the shallot cultivation encouraged by the local government of Nagari Palangki.
ANALISIS TEKNIS TERHADAP RANCANGAN AWAL MINI SILO DRYER SUMBER PANAS LPG PADA PENGERINGAN GABAH Muhammad Iqbal Abdi Lubis; Fadli Irsyad; Renny Eka Putri; Halimatus Syahdia Hasibuan; Syahrizal Lubis; Rapon Anam; Annisa Lestari Simanjuntak
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.14522

Abstract

Produksi gabah kering giling di Sumatera Barat kerap terkendala pada saat musim penghujan karena dilakukan secara manual dengan memanfaatkan sinar matahari. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan penerapan teknologi pengeringan yakni alsintan pengering gabah tipe mini silo dryer dengan lengan pengaduk sebagai sumber panas dalam ruang pengering. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni hingga September 2023, dengan metode eksperimen. Rancang bangun mini silo dryer dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari pembuatan bak penampung gabah (silo) dan pengaduk pengering gabah. Proses ini akan disempurnakan apabila ternyata dalam hal pengujian teknis alatnya mengalami kendala. Hasil penelitian ini mealhirkan sebuah inovasi baru berupa alat pengering gabah tipe mini silo dryer dengan lengan pengaduk yang berfungsi untuk membalik gabah guna mengoptimalkan proses pengeringan, sekaligus penghantar udara panas kering (hot dry air) yang dihembuskan oleh blower dari ruang pembakaran (dengan prinsip konveksi paksa). Analisis teknis terhadap rancangan awal mini silo dryer sumber panas LPG pada pengeringan gabah ini membutuhkan waktu sebesar 8,5 jam untuk mengeringkan gabah dari kadar air 19,6%; 20,6%; dan 19,9% menjadi 13,9%; 14,1%; dan 13,8% dengan  kapasitas kerja efektif alat sebear 6,897 kg/jam. Pengembangan alat ini masih diperlukan untuk mendapatkan waktu pengeringan yang lebih minimum dan peningkatan kapasitas kerja efektif alat.
EDUKASI PEMBUATAN PETA POTENSI SEKTOR PERTANIAN BERBASIS PARTISIPATIF BAGI MASYARAKAT DI DESA BATU TANJUNG KOTA SAWAHLUNTO Fadli Irsyad; Delvi Yanti
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.582

Abstract

Batu Tanjung Village is located in Sawahlunto City, West Sumatra, which is better known as coal mines village. Therefore, its agricultural and livestock potential has not been developed and utilized optimally. Generally, the people work as farmers, however they do not know in detail about the potential of the agricultural and livestock sectors. This community service activity aimed to (1) explore the actual potential of the agricultural sector, and (2) mapping the potential of the agricultural sector on participatory base and GIS. The methods used in this activity were survey of agricultural potential, participatory mapping using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, SWOT analysis for developing strategies of agricultural and livestock sectors. The results of this activity show the superior potential of the village, namely rice (320 ha), rubber (76 ha), cocoa (9 ha), coconut (32 ha), and areca nut (35 ha). The potential for the food sector is almost evenly distributed in all hamlets in Batu Tanjung Village. Some of the leading potentials in the livestock sector in Batu Tanjung Village are buffalo (239), cows (141), purebred chickens (6264) and quail (996). The conclution of this activity shown the potential of the village's agricultural and plantation sectors, namely rice, corn, rubber, cocoa, areca nut and coconut which are spread throughout all hamlets in Batu Tanjung Village. The potential for the livestock sector are buffalo, cows and laying hens. Furthermore, this activity also produced a potential map of the agricultural, plantation and livestock sectors of Batu Tanjung Village with a scale of 1:120 and was submitted to the Head of Village.