Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Bisnis Media Online di Indonesia AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Muhammad Alfikrah Firlian
Jurnal Perspektif Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i1.1090

Abstract

Studi ini meneliti tren publikasi penelitian tentang model bisnis media online di Indonesia dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Saat ini, belum banyak penelitian tentang model bisnis media online yang menggunakan analisis bibliometrik sebagai metode kerja. Sehingga, metode analisis bibliometrik yang digunakan pada studi ini juga menjadi pembeda, sekaligus kebaruan dari penelitian-penelitian model bisnis media online terdahulu, terutama dengan melihat metode atau pendekatan yang digunakan. Metadata dari mesin penyimpan Google Scholar digunakan untuk mengumpulkan 128 artikel dan diekstraksi menjadi 43 artikel terpilih. Dengan menggunakan perangkat VOSviewer, studi ini berupaya untuk mengidentifikasi penulis dan kata kunci yang paling sering digunakan sebagai fokus penelitian pada topik terkait. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan pencarian komprehensif melalui pemanfaatan metadata yang ada pada artikel penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bibliometrik melalui analisis co-authorship (penulis dan jaringan kepenulisan bersama) dan co-occurrence (kata kunci). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada publikasi terkait secara signifikan yang menyoroti bagaimana media online dan strategi yang digunakan untuk tetap bertahan pada posisi bisnisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi kepenulisan dan elaborasi serta eksplorasi beragam kata kunci membantu mempolakan tren penelitian model bisnis media online sehingga kajian akademik tentang topik ini bisa semakin kaya.
Pelatihan Cakap Digital Guna Mengantisipasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Untuk Forum Osis Padang Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Rian Surenda; Muhammad Al Fikrah Firlian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1369

Abstract

Kuantitas yang tinggi menuntut keterampilan digital yang juga tinggi. Faktanya, konsekuensi tingginya aktivitas masyarakat di internet adalah munculnya beragam persoalan. Sementara itu, dalam menghadapi muculnya potensi-potensi permasalahan dibutuhkan kecakapan digital yang mumpuni. Berdasarkan uraian tersebut, melalui anggota Forum OSIS Padang, tim pengabdi melakukan analisis kebutuhan tentang kejahatan digital yang akrab dengan mereka dan sekiranya membutuhkan kecapakan digital yang tinggi. Hasilnya, fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi fokus utama yang memerlukan perhatian dan kecakapan. Tujuan pelaksanaan program pengabdian ini adalah untuk membangun hard skill dan soft skill peserta dalam pemanfaatan teknologi digital, utamanya dalam mengantisipasi kekerasan berbasis gender online. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang siswa yang berasal dari beragam sekolah di Kota Padang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi atas tiga kegiatan utama, yaitu pre-program, program, dan post-program. Pada kegiatan pre-pogram dan post-program, kegiatan diimplementasikan dalam bentuk pre-test dan post-test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan anggota Forum OSIS Padang sebelum dan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan. Pada program utama, kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta dengan membagi materi berdasarkan konsep pengenalan, upaya preventif, dan mitigasi. Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan September 2024 ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta terutama untuk menghadapi KBGO. Sebagai gambaran dari hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan dalam hal pemahaman tentang pentingnya consent (persetujuan) satu sama lain, peningkatan pengetahuan tentang bentuk-bentuk kejahatan siber yang melingkupi kekerasan berbasis gender online, serta peningkatan pengetahuan tentang mekanisme yang bisa diambil dalam merespons komunikasi yang mengarah pada kekerasan seksual.
Terjebak Tren: Gaya Hidup Konsumtif Generasi Z di Era Media Sosial Ayunda Pratiwi; Ayu Adriyani
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1488

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengubah pola perilaku Generasi Z, terutama dalam hal konsumsi yang semakin dipengaruhi oleh tren digital dan kebutuhan akan pengakuan sosial, sehingga mendorong ketertarikan penulis untuk meneliti fenomena maraknya gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda yang terlihat khususnya melalui praktik menghadiri konser, mengikuti tren viral, serta membagikan pengalaman tersebut di media sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup konsumtif Generasi Z di era media sosial serta memahami peran FOMO dalam mendorong perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Kota Padang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang 2 orang berstatus sebagai mahasiswa, 2 orang berstatus sebagai pekerja, dan 1 orang berstatus belum bekerja. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis juga diperdalam menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard, khususnya konsep konsumsi sebagai tanda dan konsumsi sebagai simbol, untuk memahami makna sosial di balik praktik konsumsi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang konstruksi realitas konsumsi melalui konten visual. Konsumsi tidak lagi didasarkan pada kebutuhan fungsional, melainkan pada upaya membangun citra diri, memperoleh validasi sosial, dan mempertahankan eksistensi di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa gaya hidup konsumtif Generasi Z merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi antara media sosial, tekanan kelompok sebaya, dan kebutuhan pembentukan identitas.
Analisis Wacana Kritis (AWK) Jurnalisme Berperspektif Gender Pada Artikel Pemilu 2024 di Konde.co Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Eda Elysia; Ilma Wulandari; Muhammad Al Fikran Firlian
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.18389

Abstract

This article addresses the lack of a gender perspective in the media. This study employs a qualitative approach, using a case study framework, to analyse news articles on women’s issues and the general election published on Konde.co. These articles were analyzed using Sara Mills’ critical discourse analysis model. This study aims to analyse how Konde.co practices gender-sensitive journalism, specifically in 11 articles covering women’s issues and the 2024 general election. Most previous research has focused on gender bias in mainstream media. Thus, this study seeks to fill that research gap with a clear novelty: a focus on the portrayal and narratives of women during the 2024 general election on Konde.co, as well as an analysis of gender bias in alternative media in practical political reporting. This study concludes that, in the articles examined, Konde.co portrays women as active subjects with the authority to narrate their experiences and perspectives. Women are also depicted as actors capable of conducting critical analyses of various issues. The texts also position readers as parties who are guided to understand and support women’s experiences. Theoretically, this research contributes to the development of communication studies, particularly regarding gender representation and the role of alternative media. The practical implication of this study is to promote fairer and more gender-sensitive journalism practices in Indonesia.
Analisis Feminist Standpoint Theory: Perempuan Sebagai Objek Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Nisrina Alifah Yuliandra; M. Tsaqif Al Hakim; Miftahul Jannah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Syifa Chairunnisa Viandra
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana film tersebut terkait dengan teori feminisme. menganalisis permasalahan gender terutama tokoh perempuan yang ada di dalam film dan dengan memahami kasus tenggelamnya kapal van der wijck dengan mengkaitkan teori feminist standpoint theory agar peneliti dapat menganalisis dan memahami bagaimana perempuan dipersentasikan dalam film tersebut dan bagaimana melihat konflik yang terjadi dalam masyarakat adat minangkabau di dalam film serta bagaimana kasus tersebut terkait dengan paham patriarki yang dianut oleh pemerintah. Pentingnya penelitian ini karena membantu memahami bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan Kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana itu terkait dengan teori feminisme. Hasil penelitian ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam masyarakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi setara dengan laki-laki. Film juga menceritakan hal yang dialami oleh perempuan, serta sosok perempuan yang lemah dan tak berdaya, sedangkan laki-laki dipresentasikan sebagai sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannya.
Penerapan Agenda Setting Theory dalam Podcast Youtube Deddy Corbuzier Episode Ragil Mahardika Nadia Kirana Velisa Velisa; Nadiva Nadiva; Najwa Nabilah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.32

Abstract

Agenda setting theory merupakan konsep dalam media massa yang berfokus pada bagaimana media memengaruhi topik dalam agenda publik dan juga menghitung seberapa besar media memengaruhi topik yang dianggap penting oleh publik. Artikel ini menyoroti penerapan agenda setting theory pada salah satu podcast YouTube Deddy Corbuzier yaitu episode Ragil Mahardika. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa isu-isu yang mendominasi dalam media berpengaruh terhadap pengaturan agenda publik, serta pemilihan isu tertentu dalam media dapat menarik perhatian serta membentuk persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan penelusuran dan pengumpulan data historis, serta konten terdahulu yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa episode Ragil Mahardika tersebut berhasil memengaruhi audiens secara dominan dalam sisi negatif, dibuktikan dengan kecaman para audiens melalui komentar pada media sosial karena, YouTuber tersebut menyajikan konten pasangan lawan jenis (LGBT) dan dianggap memberi panggung terhadap perilaku yang menyimpang tersebut. Seperti yang diketahui, di Indonesia pasangan lawan jenis (LGBT) mendapatkan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat, hal ini juga menjadi penyebab terjadinya kecaman dan komentar negatif dari pada audiens.
Transformasi Ekonomi di Era Network Society: Penggunaan Gopay Sebagai E-Wallet Kristin Okvita Okvita; Muhammad Zulrifky Ramadhan; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.34

Abstract

Network Society merupakan salah satu dari banyaknya teori yang digagas oleh para ahli untuk menjelaskan perubahan dan fenomena aktivitas komunikasi yang terjadi di kalangan masyarakat jaringan. Network Society Theory atau yang lebih dikenal sebagai teori masyarakat jaringan ini merupakan teori yang pertama kali dikenalkan oleh Mc Luhan dalam konsep global village electronic age miliknya. Teori ini lalu dikembangkan lagi dan kemudian dikemukakan oleh Manuel Castells. Dalam penelitiannya Castells memberikan wawasan mendalam tentang cara masyarakat dan interaksi sosial dibentuk oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sampai pada transformasi ekonomi yang terjadi dikalangan masyarakat jaringan, salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi GoPay sebagai E-Wallet, yang menjadi fokus penelitian pada artikel ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana peran dan dampak penggunaan GoPay sebagai e-wallet pada masyarakat jaringan di Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari karena memberikan pemahaman tentang dampak dan perubahan ekonomi yang dialami masyarakat selama menggunakan GoPay sebagai E-Wallet untuk bertransaksi, belanja hingga mengelola keuangan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode studi pustaka untuk mendapatkan data serta informasi yang relevan yang bersumber dari buku, artikel, hingga penelitian terdahulu mengenai topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GoPay sebagai E-Wallet memberikan dampak perubahan pada perilaku konsumen serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat jaringan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.
Analisis Kasus Ketergantungan Manusia Terhadap Media Digital dalam Media System Dependency Theory Luthfiyyah Rahayu; Muhammad Rizky; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.35

Abstract

Kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan makin tingginya jumlah pengguna smartphone dan akses internet dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini jumlah pengguna yang aktif di media sosial yang ada di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Banyaknya pengguna aktif smartphone dan media sosial seperti yang disebutkan sebelumnya, intensitas penggunaan ponsel juga meningkat sehingga keterikatan pada ponsel cerdas juga meningkat dan sulit untuk mengendalikan kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel yang dikenal dengan phubbing. Penelitian ini untuk mengeksplorasi dinamika dari hubungan ketergantungan terhadap media yang intens dan luas antara individu dengan ponsel. Metode pengumpulan data berupa survei kemudian dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan penggunaan ponsel meningkatkan intensitas penggunaan ponsel sehingga menimbulkan efek kognitif, afektif dan perubahan perilaku. Media merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, namun media memiliki efek terhadap masyarakat baik secara langsung maupun tidak. Dalam Media System Dependency Theory tiga paradigma yang digunakan media untuk mengetahui efek dari media tersebut.Paradigma pertama, yang disebut paradigma efek kuat(Direct Effects Models),media dikatakan memiliki kekuatan luar biasa besar sehingga anggota khalayak yang terisolasi dan anonim dari khalayak massa ini akan menyerah segera. Paradigma kedua yaitu efek minimalis atau biasa dikenal juga dengan paradigma efek terbatas(Limited Effects Models), media terlihat dalam control khalayak atas selektivitas. Paradigma ketiga efek kumulatif (Cumulative Effects Models), masyarakat terlalu berpotensi terhadap media dalam paparan pada terbatas. Saat ini peneliti teori efek media telah cukup berkembang sampai pada tingkatan beberapa subarea khusus penelitian.
Ekologi Media yang Efektif dalam Mempertahankan Eksistensi Media Informatif Konvensional di Era Globalisasi Nahdia Latifah Latifah; Muhammad Dzaky Putra Syahendri; Ayu Adriyani; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.37

Abstract

Di era globalisasi, media massa informatif konvensional menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan eksistensinya. Tantangan tersebut seperti semakin redupnya minat masyarakat dengan kebutuhan yang semakin modern akibat pengaruh dari globalisasi. Penelitian ini mengkaji strategi ekologi media yang efektif bagi media tersebut agar tetap bertahan. Teori ekologi media menekankan pentingnya pengelolaan modal, jenis isi media, dan jenis isi audiens secara optimal. Studi kasus pada RRI Denpasar dan Selaparang TV menunjukkan bahwa memanfaatkan ketiga faktor tersebut merupakan kunci untuk bersaing dengan media baru. Namun, tantangan seperti sumber pendapatan terbatas, pergeseran preferensi audiens, dan perubahan perilaku konsumsi media juga harus diatasi dengan baik. Fenomena citizen journalism sebagai implementasi partisipatory media culture mengindikasikan perlunya mengintegrasikan peran aktif audiens dalam teori ekologi media. Media konvensional dapat beradaptasi dengan melibatkan audiens sebagai produsen konten alternatif dan menyajikan konten sesuai preferensi partisipatif audiens. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengelola media dalam mempertahankan eksistensi di tengah persaingan ketat di era globalisasi.
Perkembangan Teknologi Informasi Menciptakan Inovasi di Bidang Transportasi Online: Ojek Online Annatasya; Mira Hasti Hasmira; Difo Hanggoro; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Nasywa Salsabila Kamal
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.39

Abstract

Kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi informasi telah merusak banyak industri, termasuk sektor transportasi. Lahirnya layanan ojek online adalah bukti nyata tentang seberapa cepat inovasi dapat mengubah cara transportasi konvensional dilakukan. Ojek online menawarkan cara yang praktis, nyaman, dan terjangkau untuk orang-orang di kota melalui aplikasi mobile. Sistem sosial mengadopsi ojek online setelah menyebar melalui saluran komunikasi digital, menurut teori difusi inovasi. Keuntungan relatifnya, kompatibilitas, dan kemudahan penggunaan telah mempercepat adopsinya. Persaingan mendorong inovasi, meskipun menghadapi masalah seperti konflik dengan regulasi dan transportasi konvensional. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi ojek online tersebar dengan cara yang paling efektif. Secara keseluruhan, ojek online menunjukkan cara teori difusi inovasi dapat menjelaskan bagaimana inovasi diterima masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi menyebar dan diterima oleh masyarakat dengan menggunakan teori difusi inovasi. Penelitian menunjukkan bahwa ojek online memiliki fitur penting seperti keunggulan dan kemudahan penggunaannya, yang membuatnya diterima masyarakat. Komunikasi adalah bagian penting dari proses difusi inovasi, menurut penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang seberapa pentingnya mendukung inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menggunakan teori difusi inovasi, penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi, dalam hal ini layanan ojek online, menyebar dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji penyebaran dan adopsi inovasi layanan ojek online di Indonesia berdasarkan teori difusi inovasi.