Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mengidentifikasi Peran Platform Media Baru dalam Memfasilitasi dan Menghambat Penyebaran Revenge Porn Fitri Muliani; Azzizullah Cardova; Dirga Wira Sakti; Farelino Ernata; Habib Maulana; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.211

Abstract

Dengan kemajuan teknologi tindak pidana tidak hanya bisa dilakukan di dunia nyata tetapi juga bisa dilakukan di dunia maya salah satunya adalah revenge porn. Revenge porn atau porno balas dendam merupakan bentuk utama dari kekerasan berbasis gender online (KBGO). Tindakan ini merujuk pada penyebaran foto atau vidio intim seseorang tanpa persetujuan dari sang korban. Hal ini sering dilakukan oleh mantan pasangan yang sakit hati, sering kali dilakukan dengan motif balas dendam dengan tujuan untuk mempermalukan korban di ruang digital. Dengan kemajuan teknologi revenge porn dapat dilakukan dengan mudah melalui platform / aplikasi digital. Salah satu platform digital tersebut meliputi whatsapp, Instagram, telegram, dan tiktok. Pelaku bertujuan untuk membuat korban mengalami kerugian psikologis, sosial, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk mengidentifikasi platform digital yang memfasilitasi dan menghambat penyebaran revenge porn. Hasil penelitian ini menyimpulkan whatsapp dan Instagram memiliki system keamanan yang kurang terhadap konten foto atau video yang diupload oleh pengguna. Ini menyebabkan pelaku dapat dengan mudah menyebarkan dan mengupload materi visual korban. Baik di akun pelaku maupun di akun korban sendiri.
Fenomena AI Polaroid: Alasan di Balik Tren Visual yang Diikuti Remaja Ariiq Sean Qois; Fesra Cania; Hana Azzahra; Indah Reztu Putri; Irma Aulia; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.399

Abstract

Teknologi kecerdasan buatan (AI) belakangan ini berkembang sangat pesat sehingga membawa pengaruh besar bagi kehidupan remaja. Salah satu yang sedang ramai di media sosial terutama Tiktok dan Instagram adalah tren penggunaan aplikasi "AI Polaroid". Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tren AI Polaroid tersebut berpengaruh terhadap perilaku, cara pandang diri (persepsi diri), dan proses pembentukan identitas di kalangan remaja bahkan pembentukan makna setiap individu. Untuk mengetahuinya, kami menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan melakukan wawancara mendalam dengan tiga remaja yang aktif menggunakan AI Polaroid serta mengamati media sosial untuk menganalisis bagaimana kalangan remaja mengikuti tren tersebut, serta membaca penelitian lain yang berkaitan dengan dampak visual AI terhadap pembentukan diri remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya latarbelakang yang mempengaruhi remaja untuk mengikuti tren AI Polaroid dimana mereka menggunakan AI Polaroid karena visual yang dihasilkan menarik bahkan adanya hasil penggabungan foto dengan pasangan, idol bahkan orang yang telah meninggal serta alternatif dalam pembentukan diri serta pemaknaan dalam bentuk cinta dikalangan remaja. Tren ini ternyata juga memunculkan tekanan sosial agar remaja menampilkan versi diri mereka yang lebih ideal di dunia maya. Lebih jauh, fenomena ini menimbulkan beberapa masalah etika, seperti manipulasi gambar, pandangan yang keliru terhadap identitas diri, serta bahaya ketergantungan pada pengakuan atau validasi sosial (misalnya, jumlah like atau pujian). Kesimpulannya, tren AI Polaroid ini mencerminkan cara baru berkomunikasi menggunakan gambar (visual) di era digital. Hal ini perlu diimbangi dengan literasi media dan kesadaran di kalangan remaja akan manipulasi data. Tujuannya agar remaja dapat menggunakan AI bijak dan sesuai kebutuhan untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan.
Pola Komunikasi dalam Interaksi Daring pada Aplikasi Bumble Andika Rivansa; Atha Vayra; Athifah Farraz Zenika; Chelsi Anggraini Purwita; Devina Miranda Aulia; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.401

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu membangun dan mempertahankan hubungan, termasuk dalam proses mencari pasangan melalui aplikasi kencan online. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi digital memiliki peranan yang penting untuk membangun kedekatan emosional antar individu yang terlibat dalam hubungan daring. metode Penelitian yang digunakan pada paper ini menerapkan metode kualitatif melalui hasil observasi yang disertakan dengan dokumentasi serta analisis konten yang diperkuat dengan literatur pendukung untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pola komunikasi dalam aplikasi Bumble. Hasil penelitian terhadap pengalaman pengguna Bumble menunjukkan bahwa interaksi yang terbentuk di dalam aplikasi mencerminkan karakteristik utama komunikasi digital dan media baru. Namun, komunikasi dalam bumbble juga rentan tidak berlanjut. Banyak percakapan berhenti tiba-tiba, baik karena tidak adanya kecocokan, rasa bosan, ataupun ketidaknyamanan dalam berinteraksi. Pemanfaatan Bumble menunjukkan bahwa komunikasi digital dapat membangun hubungan sosial yang bermakna, meskipun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh kualitas interaksi, etika berkomunikasi, serta kesadaran pengguna dalam menggunakan platform tersebut.
Dinamika Tantangan dalam Praktik Street Photography di Era Digital Ramadhani Yussania; Fitri Khairani Daulay; Hafizhah Zulfha; Azalia Evandriani; Anggara Okta Syahputra; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.402

Abstract

Street photography merupakan jenis fotografi yang merekam aktivitas kehidupan sehari-hari di ruang publik secara spontan dan apa adanya. Dalam praktiknya, street photography menghadapi berbagai tantangan yang semakin berkembang, terutama seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membahas tantangan yang dihadapi fotografer jalanan dalam praktik street photography masa kini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur akademik, seperti artikel jurnal dan buku yang membahas street photography. Hasil kajian menunjukkan bahwa fotografer jalanan menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan, meliputi aspek etika, moral subjek, hukum, dan dampak teknologi. Tantangan etika muncul dari pertentangan antara kebebasan berekspresi fotografer dan penghormatan terhadap privasi serta martabat subjek foto. Dari sisi hukum, aturan mengenai fotografi di ruang publik berbeda-beda di setiap wilayah hukum, sehingga memengaruhi praktik fotografi yang dilakukan. Selain itu, perbedaan budaya menuntut fotografer untuk memahami norma dan aturan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Penyebaran foto melalui media digital juga menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab fotografer terhadap subjek dan komunitas yang difoto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik street photography masa kini membutuhkan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial, serta kesadaran fotografer terhadap dampak dari foto yang mereka ambil dan bagikan.