Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Transformasi Ekonomi di Era Network Society: Penggunaan Gopay Sebagai E-Wallet Okvita, Kristin Okvita; Muhammad Zulrifky Ramadhan; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.34

Abstract

Network Society merupakan salah satu dari banyaknya teori yang digagas oleh para ahli untuk menjelaskan perubahan dan fenomena aktivitas komunikasi yang terjadi di kalangan masyarakat jaringan. Network Society Theory atau yang lebih dikenal sebagai teori masyarakat jaringan ini merupakan teori yang pertama kali dikenalkan oleh Mc Luhan dalam konsep global village electronic age miliknya. Teori ini lalu dikembangkan lagi dan kemudian dikemukakan oleh Manuel Castells. Dalam penelitiannya Castells memberikan wawasan mendalam tentang cara masyarakat dan interaksi sosial dibentuk oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sampai pada transformasi ekonomi yang terjadi dikalangan masyarakat jaringan, salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi GoPay sebagai E-Wallet, yang menjadi fokus penelitian pada artikel ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana peran dan dampak penggunaan GoPay sebagai e-wallet pada masyarakat jaringan di Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari karena memberikan pemahaman tentang dampak dan perubahan ekonomi yang dialami masyarakat selama menggunakan GoPay sebagai E-Wallet untuk bertransaksi, belanja hingga mengelola keuangan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode studi pustaka untuk mendapatkan data serta informasi yang relevan yang bersumber dari buku, artikel, hingga penelitian terdahulu mengenai topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GoPay sebagai E-Wallet memberikan dampak perubahan pada perilaku konsumen serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat jaringan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.
Analisis Kasus Ketergantungan Manusia Terhadap Media Digital dalam Media System Dependency Theory Rahayu, Luthfiyyah; Muhammad Rizky; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.35

Abstract

Kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan makin tingginya jumlah pengguna smartphone dan akses internet dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini jumlah pengguna yang aktif di media sosial yang ada di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Banyaknya pengguna aktif smartphone dan media sosial seperti yang disebutkan sebelumnya, intensitas penggunaan ponsel juga meningkat sehingga keterikatan pada ponsel cerdas juga meningkat dan sulit untuk mengendalikan kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel yang dikenal dengan phubbing. Penelitian ini untuk mengeksplorasi dinamika dari hubungan ketergantungan terhadap media yang intens dan luas antara individu dengan ponsel. Metode pengumpulan data berupa survei kemudian dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan penggunaan ponsel meningkatkan intensitas penggunaan ponsel sehingga menimbulkan efek kognitif, afektif dan perubahan perilaku. Media merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, namun media memiliki efek terhadap masyarakat baik secara langsung maupun tidak. Dalam Media System Dependency Theory tiga paradigma yang digunakan media untuk mengetahui efek dari media tersebut.Paradigma pertama, yang disebut paradigma efek kuat(Direct Effects Models),media dikatakan memiliki kekuatan luar biasa besar sehingga anggota khalayak yang terisolasi dan anonim dari khalayak massa ini akan menyerah segera. Paradigma kedua yaitu efek minimalis atau biasa dikenal juga dengan paradigma efek terbatas(Limited Effects Models), media terlihat dalam control khalayak atas selektivitas. Paradigma ketiga efek kumulatif (Cumulative Effects Models), masyarakat terlalu berpotensi terhadap media dalam paparan pada terbatas. Saat ini peneliti teori efek media telah cukup berkembang sampai pada tingkatan beberapa subarea khusus penelitian.
Perkembangan Teknologi Informasi Menciptakan Inovasi di Bidang Transportasi Online: Ojek Online Annatasya; Hasmira, Mira Hasti; Difo Hanggoro; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Nasywa Salsabila Kamal
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.39

Abstract

Kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi informasi telah merusak banyak industri, termasuk sektor transportasi. Lahirnya layanan ojek online adalah bukti nyata tentang seberapa cepat inovasi dapat mengubah cara transportasi konvensional dilakukan. Ojek online menawarkan cara yang praktis, nyaman, dan terjangkau untuk orang-orang di kota melalui aplikasi mobile. Sistem sosial mengadopsi ojek online setelah menyebar melalui saluran komunikasi digital, menurut teori difusi inovasi. Keuntungan relatifnya, kompatibilitas, dan kemudahan penggunaan telah mempercepat adopsinya. Persaingan mendorong inovasi, meskipun menghadapi masalah seperti konflik dengan regulasi dan transportasi konvensional. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi ojek online tersebar dengan cara yang paling efektif. Secara keseluruhan, ojek online menunjukkan cara teori difusi inovasi dapat menjelaskan bagaimana inovasi diterima masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi menyebar dan diterima oleh masyarakat dengan menggunakan teori difusi inovasi. Penelitian menunjukkan bahwa ojek online memiliki fitur penting seperti keunggulan dan kemudahan penggunaannya, yang membuatnya diterima masyarakat. Komunikasi adalah bagian penting dari proses difusi inovasi, menurut penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang seberapa pentingnya mendukung inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menggunakan teori difusi inovasi, penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi, dalam hal ini layanan ojek online, menyebar dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji penyebaran dan adopsi inovasi layanan ojek online di Indonesia berdasarkan teori difusi inovasi.
Terjebak Tren: Gaya Hidup Konsumtif Generasi Z di Era Media Sosial Ayunda Pratiwi; Ayu Adriyani
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1488

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengubah pola perilaku Generasi Z, terutama dalam hal konsumsi yang semakin dipengaruhi oleh tren digital dan kebutuhan akan pengakuan sosial, sehingga mendorong ketertarikan penulis untuk meneliti fenomena maraknya gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda yang terlihat khususnya melalui praktik menghadiri konser, mengikuti tren viral, serta membagikan pengalaman tersebut di media sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup konsumtif Generasi Z di era media sosial serta memahami peran FOMO dalam mendorong perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Kota Padang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang 2 orang berstatus sebagai mahasiswa, 2 orang berstatus sebagai pekerja, dan 1 orang berstatus belum bekerja. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis juga diperdalam menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard, khususnya konsep konsumsi sebagai tanda dan konsumsi sebagai simbol, untuk memahami makna sosial di balik praktik konsumsi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang konstruksi realitas konsumsi melalui konten visual. Konsumsi tidak lagi didasarkan pada kebutuhan fungsional, melainkan pada upaya membangun citra diri, memperoleh validasi sosial, dan mempertahankan eksistensi di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa gaya hidup konsumtif Generasi Z merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi antara media sosial, tekanan kelompok sebaya, dan kebutuhan pembentukan identitas.