Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Identifikasi Intensitas Aktivitas Kerja Awak Kapal Purse seine di Perairan Selat Malaka Suci Asrina Ikhsan; Sri Yenica Roza; Ratih Purnama Sari; Roma Yuli F. Hutapea; Muhammad Zaki Latif Abrori
Jurnal Airaha Vol 11 No 01: June 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.841 KB) | DOI: 10.15578/ja.v11i01.328

Abstract

Work intensity measures how much to do an activity that uses a measurement scale. The intensity of work in doing a lot of work causes the crew to become tired, reduces performance and concentration, and affects the crew's safety. Fatigue and reduced concentration at work have the potential to cause work accidents. The work intensity of the crew on the operation of purse seine fishing gear is influenced by the stages of work activity. The stages of this activity consist of primary and secondary activities. The purpose of this research is to find out the work intensity of crew activities on the operation of purse seine fishing gear in the waters of the Malacca Strait (WPP 571). The method used is hierarchical task analysis. The high intensity of work on purse seine vessels is when carrying out fishing operations. The fishing is in the 5th stage, namely hauling or lifting the net. Using purse seine gear, work on fishing vessels has 56 primary and seven secondary activities. The total work intensity (IKT) on the purse seine operation is 2501 OA (activity person), the high work intensity and rest time on the purse seine ship still meet the STCW Manila amendment.
KAJIAN PENGELOLAAN PERIKANAN GILLNET BERBASIS EKOSISTEM PADA DOMAIN SOSIAL DAN EKONOMI DI PERAIRAN DUMAI Ratih Purnama Sari; Roma Yuli F Hutapea; Suci Asrina Ikhsan; Rangga Bayu Kusuma Haris; Ratu Ratu Sari Mardiah; Mathius Tiku
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pengelolaan perikanan di Kota Dumai termasuk kedalam WPP NRI 571 yaitu wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Andaman. Selat Malaka umumnya memiliki produktivitas tinggi, wilayah padat nelayan, dan aktivitas eksploitasi sumberdaya ikan (SDI) dilakukan secara intensif. Kekuatan pengelolaan sumberdaya perikanan terletak pada masyarakat dengan potensi sosialnya dan pemerintah dengan kebijakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi pengelolaan perikanan gillnet berdasarkan indikator pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (EAFM). Penelitian ini dilakukan di daerah sekitar wilayah Perairan Dumai. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Kecamatan Selinsing, Purnama, Medang Kampai, dan Mundam. Analisis penelitian dengan pendekatan ekosistem ini dibatasi pada domain ekonomi yang terdiri dari 3 indikator, yaitu: (1) Pendapatan rumah tangga, (2) Rasio tabungan, (3) kepemilikan aset, dan domain sosial yang terdiri dari 3 indikator yaitu: (1) Partisipasi Pemangku Kepentingan, (2) Konflik Sosial, (3) Pemanfaatan Pengetahuan Lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Berdasarkan survei dan analisis yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa pendapatan rumah tangga perikanan (RTP) nelayan di Kota Dumai kurang dari rata-rata Upah Minimum Regional (UMR). Penilaian terhadap rasio tabungan (Saving Ratio) rata-rata tidak bernilai negatif. Penilaian terhadap kepemilikan aset dapat dikatakan bernilai tetap/tidak ada peningkatan. Konflik antar nelayan dapat terjadi selama 2 hingga 4 kali dalam kurun waktu satu tahun, artinya frekuensi sedang. Adanya upaya dari para stakeholders untuk mendampingi para nelayan dalam pengelolaan sumberdaya ikan namun masih perlu dioptimalkan. Pengetahuan lokal masyarakat nelayan gillnet terkait alat tangkap, daerah penangkapan, peraturan tentang wilayah penangkapan sudah ada, namun masih belum efektif dilakukan untuk pengelolaan yang berkelanjutan.