Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Bale Tani and Alang in the Perspective of Science, Local Wisdom and Community Religiosity “Gumi Sasak” Lombok (Preliminary Study in the Development of Science Learning Devices Based on Local Wisdom and Islamic Values) Kurniawan Arizona; Gunawan; Ahmad Harjono; Joni Rokhmat; Agus Ramdani; AA Sukarso
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4542

Abstract

The existence of "Bale Tani" and "Alang" in the present time is now rarely encountered, as they have been replaced by more modern buildings and storage spaces. This research aims to examine "Bale Tani" and "Alang" from a scientific perspective, as well as to explore their significance in terms of local wisdom and the religious beliefs of the Sasak tribe on Lombok Island. This study employs a qualitative method through an in-depth investigation. Researchers directly engage in fieldwork to conduct observations, interviews, and document the objects of study. The research data's credibility is enhanced through triangulation techniques (multiple sources and methods) and supported by relevant reference sources. From a scientific standpoint, both "Bale Tani" and "Alang" are structures designed for disaster mitigation (such as earthquakes and floods) and to protect stored items from humidity, thus preserving them. Based on local wisdom and religiosity, this research reveals several aspects. Notably, their exceptional architectural design and unique forms, which are distinct to Pulau Lombok and not found elsewhere. Their multifunctional nature is highlighted, serving as spaces for storage, rest, gatherings, seating, cooking, and other activities. The alignment of "Bale Tani" towards the east facilitates the determination of the Qibla direction for prayers. The "Alang," functioning as storage for harvest yields, carries the significance of expressing gratitude among the Sasak tribe to their deity for the bestowed sustenance. Consequently, the Sasak community practices frugality by storing their harvest in the "Alang" as a manifestation of this gratitude.
Hubungan Penalaran Moral dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Kelas XII SMAN 1 Labuapi Menggunakan Pendekatan Isu Socio Scientific Pada Materi Sistem Reproduksi Sesy Dwi Oktadila; Agus Ramdani; Tri Ayu Lestari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14676

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, namun dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi permasalahan degradasi moral remaja yang ditandai dengan meningkatnya kenakalan dan pelanggaran norma sosial akibat kurangnya penalaran moral dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembelajaran yang mengaitkan sains dengan isu sosial, seperti pendekatan socio scientific issues (SSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi, dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 56 siswa dari kelas XII A dan XII B. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes penalaran moral yang diadaptasi dari teori penalaran moral sebanyak 8 soal, serta tes kemampuan pengambilan keputusan yang diadaptasi dari General Decision Making Style (GDMS). Data dianalisis menggunakan uji prasyarat, kemudian pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (r = 0,485; p = 0,000), yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penalaran moral siswa, semakin baik pula kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk mengembangkan penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa.