Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bale Tani and Alang in the Perspective of Science, Local Wisdom and Community Religiosity “Gumi Sasak” Lombok (Preliminary Study in the Development of Science Learning Devices Based on Local Wisdom and Islamic Values) Kurniawan Arizona; Gunawan; Ahmad Harjono; Joni Rokhmat; Agus Ramdani; AA Sukarso
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4542

Abstract

The existence of "Bale Tani" and "Alang" in the present time is now rarely encountered, as they have been replaced by more modern buildings and storage spaces. This research aims to examine "Bale Tani" and "Alang" from a scientific perspective, as well as to explore their significance in terms of local wisdom and the religious beliefs of the Sasak tribe on Lombok Island. This study employs a qualitative method through an in-depth investigation. Researchers directly engage in fieldwork to conduct observations, interviews, and document the objects of study. The research data's credibility is enhanced through triangulation techniques (multiple sources and methods) and supported by relevant reference sources. From a scientific standpoint, both "Bale Tani" and "Alang" are structures designed for disaster mitigation (such as earthquakes and floods) and to protect stored items from humidity, thus preserving them. Based on local wisdom and religiosity, this research reveals several aspects. Notably, their exceptional architectural design and unique forms, which are distinct to Pulau Lombok and not found elsewhere. Their multifunctional nature is highlighted, serving as spaces for storage, rest, gatherings, seating, cooking, and other activities. The alignment of "Bale Tani" towards the east facilitates the determination of the Qibla direction for prayers. The "Alang," functioning as storage for harvest yields, carries the significance of expressing gratitude among the Sasak tribe to their deity for the bestowed sustenance. Consequently, the Sasak community practices frugality by storing their harvest in the "Alang" as a manifestation of this gratitude.
Hubungan Penalaran Moral dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Kelas XII SMAN 1 Labuapi Menggunakan Pendekatan Isu Socio Scientific Pada Materi Sistem Reproduksi Sesy Dwi Oktadila; Agus Ramdani; Tri Ayu Lestari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14676

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, namun dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi permasalahan degradasi moral remaja yang ditandai dengan meningkatnya kenakalan dan pelanggaran norma sosial akibat kurangnya penalaran moral dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembelajaran yang mengaitkan sains dengan isu sosial, seperti pendekatan socio scientific issues (SSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi, dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 56 siswa dari kelas XII A dan XII B. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes penalaran moral yang diadaptasi dari teori penalaran moral sebanyak 8 soal, serta tes kemampuan pengambilan keputusan yang diadaptasi dari General Decision Making Style (GDMS). Data dianalisis menggunakan uji prasyarat, kemudian pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (r = 0,485; p = 0,000), yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penalaran moral siswa, semakin baik pula kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk mengembangkan penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa.
Preliminary Study: Profile of Management of Practicum Activities Science at Middle School Level To Improve Higher Level Thinking Skills, Science Process Skills, and Scientific Attitudes Bakhtiar Ardiansyah; Agus Ramdani; Aliefman Hakim; Muh Makhrus; M. Yustiqvar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.6295

Abstract

This study aims to conduct a preliminary study related to the management of science practicum activities at the junior high school level throughout Mataram City. This preliminary study is to obtain an overview of the management of science practicum activities which includes practicum activity planning, implementation of practicum activities and practicum activity assessment. This study uses a qualitative approach with a case study type of research. The research sample consisted of science teachers and students of grades VIII and IX in 3 schools outside the urban areas of Mataram City. The sampling technique uses perposive sampling. Data collection methods used are observation, documentation and questionnaires and interviews. The results showed that the management profile of science practicum activities carried out in order to improve higher-order thinking skills, science process skills and scientific attitudes had reached 69.21 or in the Enough category. For science practicum planning it has reached 54.58 or in the less category. For the implementation of science practicums it has reached 73.43 or in the good category and for the assessment of science practicum activities it has reached 79.38 or in the good category. The results of this study recommend that science teachers apply various models of more effective science practicum implementation in order to achieve science learning outcomes through science practicum activities
A Bibliometric Analysis and Systematic Literature Review of Inquiry-Based Learning: Trends, Contributions, and Future Directions Kurniawan Arizona; Joni Rokhmat; Agus Ramdani; Gunawan Gunawan; Aa Sukarso; Ramdhani Sucilestari
Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 14, No 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.14.1.2026.88-102

Abstract

Inquiry-based learning (IBL) has become a widely recognized pedagogical approach that enhances student engagement through critical thinking, problem-solving, and hands-on exploration. This study conducted a bibliometric analysis and systematic literature review (SLR) of IBL research, using data from the Scopus database, covering articles published from 2001 to 2025. The analysis identified a significant increase in IBL publications starting in 2008, with a peak in 2020, reflecting growing global interest. The findings revealed that the United States and Indonesia were the top contributors, with substantial participation from countries like the United Kingdom, Germany, and China. Key institutions and authors played an important role in advancing IBL research, and interdisciplinary applications of IBL were observed beyond the social sciences. The study concluded by recommending further research to address the challenges in IBL implementation, enhance teacher training, and promote global collaboration, thus ensuring its continued development and impact in educational systems worldwide.
Sosialisasi Cara Penggunaan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model Inquiry Based Science Learning (IBSL) Sebagai Sumber Belajar Inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat Agus Ramdani; Jamaluddin; I Putu Artayasa; Kiki Rizki Mulia; Muhammad Yustiqvar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.13062

Abstract

Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model IBSL (Inquiry Based Science Learning) sebagai sumber belajar inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan draft media hingga menjadi media AR yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi; 3) Pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru; 4) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil mencapai tujuannya. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP IPA Kabupaten Lombok Barat dalam mengunakan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya E-Modul Augmented Reality (AR) dengan model IBSL. Guru-guru tidak hanya memahami konsep teoretis tetapi juga telah mampu secara praktis membuat draft hingga menghasilkan media AR yang siap digunakan di kelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kompetensi guru untuk mengembangkan sumber belajar inovatif.