Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru Aminullah Aminullah; Hartoni Hartoni
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15796

Abstract

Perkebunan kelapa sawit berperan penting dalam perekonomian Indonesia sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Kotabaru, khususnya Kecamatan Pamukan Utara, merupakan sentra produksi kelapa sawit terbesar dengan kontribusi mencapai 25,5% dari total produksi kabupaten. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, petani kelapa sawit swadaya menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan harga, keterbatasan akses modal, serta tantangan alokasi tenaga kerja dan pengeluaran rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curahan tenaga kerja, sumber pendapatan, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani sawit swadaya di Kecamatan Pamukan Utara. Penelitian ini dilakukan di Desa Mulyoharjo, Desa Harapan Baru, dan Desa Kalian, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Random Sampling , yang melibatkan 70 rumah tangga petani sawit swadaya dari populasi 233 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja rumah tangga petani sawit swadaya terdiri dari 60,86 HKO/bulan untuk on-farm , 11,36 HKO/bulan untuk off-farm , dan 11,71 HKO/bulan untuk non-farm , dengan total 84,67 HKO/bulan. Pendapatan rumah tangga petani sawit swadaya diperoleh dari usahatani sebesar Rp4.160.928/bulan, off-farm sebesar Rp1.167.857/bulan, serta pendapatan non-farm sebesar Rp1.032.142/bulan, sehingga total pendapatan mencapai Rp6.360.928/bulan. Pengeluaran rumah tangga petani sawit swadaya terdiri dari pengeluaran pangan sebesar Rp2.233.731/bulan dan pengeluaran non-pangan sebesar Rp1.200.424/bulan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara curahan tenaga kerja, pendapatan, dan pengeluaran sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi petani sawit swadaya.
Analisis Keputusan Konsumen terhadap Pembelian Buah dan Sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru Rafael Roy Thomson Hutapea; Hartoni Hartoni
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16196

Abstract

Pergeseran pola belanja masyarakat dari pasar tradisional ke ritel modern mendorong penelitian ini untuk menganalisis proses keputusan pembelian, kepuasan, dan atribut prioritas konsumen buah dan sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 90 responden di tiga gerai (A. Yani km 19, A. Yani km 29, dan Trikora 2) dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara deskriptif serta menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan proses keputusan pembelian dipicu oleh kemasan praktis, dengan kesegaran produk dan kecepatan layanan menjadi faktor evaluasi utama. Tingkat kepuasan konsumen di semua gerai termasuk kategori "puas" (rentang skor CSI 73,315–78,989). Namun, analisis IPA mengidentifikasi bahwa atribut keramahan staf, kecepatan layanan, dan efisiensi kasir menjadi prioritas utama untuk perbaikan karena dianggap sangat penting oleh konsumen tetapi kinerjanya masih rendah. Dengan demikian, direkomendasikan agar Indomaret Fresh memfokuskan peningkatan kualitas pada aspek pelayanan SDM untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, sambil mempertahankan kekuatan pada kualitas produk dan kebersihan gerai.
Studi Aplikasi Sistem Resi Gudang di Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala Hartoni Hartoni; Umi Salawati; Dolok Saribu
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21918

Abstract

The study is purposed: (1) to describe the SRG application carried out by the committee; (2) to identify the problems faced by SRG manager: (3) to excavate the obstacles encountered by farmers in using the SRG; and (4) to calculate cost and revenue margin of rice farming of the farmer as SRG user Descriptive analysis was used to answer the purpose. Several stages should be passed to issue the warehouse receipt which is time consuming and highly bureaucratic. As a result, only small rice farmers use the facility. Furthermore, the time to store the yield in the warehouse is not fit to the farmers need. Based on cost margin, the highest cost margin is spent by farmer from Desa Anjir Seberang Pasar I while Desa Tebing Rimbah, Berangas Timur, and Desa Lok Rawa are the lower. On contrary, the highest revenue margin are received by farmers from Desa Tebing Rimbah, Desa Berangas Timur, and Desa Lok Rawa; while farmers in Desa Anjir Serapat Pasar l received smaflest revenue margin.
Analisis Zona Fleksibilitas Harga Pada Produk Beras Lokal di Lahan Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito) Hartoni Hartoni; Karimal Arum Shafriani; Yusuf Azis; Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Sarbaini Sarbaini
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22352

Abstract

Produksi padi di Kabupaten Barito Kuala sebesar 219.962,68 ton atau 21,36 persen dari total produksi padi di Kalimantan Selatan. Besarnya produksi padi di Kabupaten Barito Kuala didukung dengan potensi lahan sawah yang sangat luas, berupa lahan pasang surut. Potensi besar produksi padi lokal di Kabupaten Barito Kuala ini menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh Kelompok Mayang Maurai di Kabupaten Barito Kuala untuk memberikan nilai tambah pada produk padi, menjadi beras berkemasan, yaitu Beras Cap Jembatan Barito. Selama ini, sistem penetapan harga penjualan Beras Cap Jembatan Barito hanya dengan melalui perhitungan biaya produksi yang dilihat dari harga pokok produksi dengan penambahan keuntungan. Tujuan penelitian untuk menghitung harga pokok produksi, menganalisis kisaran harga yang dapat diterima konsumen, serta menganalisis rentang harga optimum (zona fleksibilitas harga. Responden dari pihak produsen yaitu 3 orang anggota kelompok dan sampel yang diambil dari konsumen dilaksanakan dengan metode convenience sampling sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan yakni Optimal Price Minimum, Customer Price Maximum dan analisis zona fleksibilitas harga. Hasil perhitungan harga pokok produksi Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito dengan pendekatan metode full costing menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi aktual. Range of Acceptable Prices (RAP) yang diterima konsumen terhadap Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito yakni berkisar antara Rp16.857/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Zona fleksibiltas harga pada produk Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito sangat kecil yakni terletak pada rentang Rp18.037/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Kecilnya zona fleksibilitas, salah satu penyebabnya adalah pengambilan data penelitian dilaksanakan pada saat harga gabah kering giling yang diproduksi berada pada kondisi yang cukup tinggi, sebagai akibat belum adanya panen raya.