Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 Sr (At 4x4) Nico Yudha Wardana; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20101

Abstract

Produksi mobil Indonesia tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 1,29 juta unit, meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 2 juta unit (Kemenprin, 1/16). Tingginya penjualan mobil tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa mobil. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada mobil Toyota fortuner 4.0 V6 SR (4X4 AT). Dalam penelitian ini, telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada mobil untuk mengetehaui efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil pada kondisi standar. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi mobil standar, dilanjutkan dengan proses redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil menggunakan metode progressi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil untuk kondisi rasio gigi standar serta hasil redesign dengan 5,6 dan 7 tingkat kecepatan. Setelah dilakukan analisa, ternyata distribusi traksi pada mobil kondisistandar tidak merata, terdapat loses yang cukup besar terutama pada 3 tingkatan gigi awal. Hasil redesign dengan menggunakan teori progressi geometry menunjukan distribusi traksi yang lebih baik dari kondisi standar. Loses traksi untuk perpindahan gigi pertama menuju tingkat gigi kedua yang awalnya pada kondisi standar sebesar 4.564 kN dapat diminimalisir sampai dengan 1 kN setelah dilakukan redesign dengan 7 tingkat kecepatan.
Analisis Pengaruh Parameter Operasional dan Penggunaan Stabilizer terhadap Perilaku Arah Belok Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR (AT 4X4) Deva Andriansyah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.776 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20356

Abstract

Salah satu tipe mobil yang diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu Toyota Fortuner yang termasuk dalam kelas mobil SUV (sport utility vehicle). Dalam pengoperasiannya mobil SUV harus mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendaranya. Salah satu faktor penunjang dari segi keamanan mobil ini yaitu perilaku arah beloknya. Dengan harga jual yang relatif tinggi di Indonesia, diharapkan mobil ini dapat memberikan perilaku arah belok yang baik. Terdapat dua tahapan dalam peneltian ini yaitu tahap analisis dan uji jalan pada radius belok tetap, 10 meter. Pada tahap analisis dilakukan perhitungan berdasarkan analisa slip, skid, dan guling untuk mengetahui perilaku arah belok mobil dengan variasi pada parameter operasionalnya yaitu: jumlah penumpang, kecepatan, sudut belok, kondisi permukaan jalan, dan tekanan ban. Selain itu, analisis pengaruh penggunaaan stabilizer terhadap perilaku arah belok mobil juga dilakukan. Uji jalan dilakukan untuk mengetahui Koefisien Understeer (KUS) dari mobil tersebut pada jalan aspal dan tanah dengan kondisi mobil tanpa dan menggunakan stabilizer. Hasil yang didapatkan dari uji jalan akan dibandingkan dengan hasil dari analisis perhitungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobil Toyota Fortuner mengalami kondisi belok paling baik ketika dinaiki oleh 2 orang penumpang dengan tekanan ban sebesar 35 Psi dan melintas pada jalan aspal karena kendaraan lebih sedikit mengalami oversteer dan memiliki (KUS) positif terkecil serta tidak mudah mengalami skid. Penggunaan stabilizer pada mobil Toyota Fortuner tidak berpengaruh terhadap perilaku arah beloknya karena KUS yang dihasilkan pada uji jalan nilainya hampir sama yaitu 1,8045 dan 1,8115 pada jalan aspal serta 2,151 dan 2,1641 pada jalan tanah. Namun, penggunaan stabilizer bermanfaat untuk memperkecil sudut guling ketika mobil berbelok.
Peningkatan Karakteristik Traksi Pada Mobil Formula Sapuangin Speed 3 Nursaid Eko Wibowo; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.985 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20572

Abstract

Melihat hasil Student Formula Japan 2015, capaian dynamict event dari ITS team sapuangin sangatlah kurang. Pada dynamic event yang meliputi: acceleration, skidpad, autocross dan endurance ITS team Sapuangin hanya mengikuti 2 event. Catatan hasil waktu yang diperoleh juga sangatlah kurang, rata-rata terpaut 7 second sampai 10 second dari para juara. Hal ini menunjukkan kurangnya kemampuan mobil untuk bermanuver. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kinerja dari kendaraan dimana gaya dorong/traksi sebagai parameter. Dalam penelitian ini dilakukan peningkatan karakteristik traksi pada mobil formula Sapuangin Speed 3 yang menggunakan mesin husaberg 450 cc dengan 6 tingkat kecepatan. Langkah pertama harus mengetahui karakteristik mesin husaberg 450cc, kemudian dilakukan analisa untuk memilih parameter yang tepat. Setelah itu ditentukan rancangan peningkatan traksi kendaraan yaitu dengan cara merubah final drive dan diameter velg serta perancangan rasio transmisi ulang apabila diperlukan. Selain itu dilakukan juga analisa traksi saat belok yang berhubungan dengan pengaruh pemakaian Limitted Slip Differential (LSD) pada mobil sapuangin speed 3 terhadap radius belok lintasan. Dari hasil penelitian, untuk meningkatkan karakteristik  transmisi tanpa mengubah rasio dipilih mengganti sprocket menjadi 56 dan  velg 13 dengan estimasi waktu tempuh akselerasi 4.63 s. Sedangkan untuk meningkatkan karakteristik traksi dengan mengubah rasio mobil sapuangin speed 3 dipilih menggunakan sprocket 52, velg 15, dengan 7 tingkat kecepatan, estimasi waktu tempuh akselerasi 4.16 second dengan penambahan negative wing pada bagian belakang untuk melawan spin. Untuk pengaruh pemakaian LSD pada mobil mengakibatkan mobil susah dikendalikan dan cenderung merugikan, torsi/putaran roda dalam dan roda luar cenderung sama ketika belok, namun pada kenyataanya kebutuhan torsi/putaran roda berbeda.
Analisis Stabilitas dan Kekuatan Pengait Bak Angkut Kendaraan Multiguna Pedesaan Alfian Rafi Harsyawina; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.259 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27041

Abstract

Penggunaan material yang lebih ringan tentunya akan membuat berat kendaraan menjadi berkurang yang akan menyebabkan efisiensi energi yang digunakan akan meningkat. Demikian juga pada penelitian pada kendaraan multiguna pedesaan, untuk melanjutkan penelitian terdahulu maka akan diaplikasikan penggunaan material body carbon fiber. Namun dalam perkembangan teknologi otomotif tentunya tidak boleh melupakan keselamatan dari pengemudi dan penumpang dari kendaraan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis stabilitas arah belok dan kekuatan bak aagnkut kendaraan multiguna pedesaan dengan penggunaan material body carbon fiber. Analisis stabilitas dilakukan untuk mengetahui perilaku arah belok kendaraan yang terbagi menjadi tiga, yaitu understeer, oversteer, dan netral. Ketiga perilaku kendaraan tersebut dapat diketahui dengan melakukan beberapa analisis seperti analisis slip, skid, dan guling. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kendaraan multiguna pedesaan bermuatan penumpang paling stabil pada layout CG 1 (Lf=1,46 dan Lr=1,13) atau 56,37% wheelbase dari depan. Berdasarkan analisa slip, nilai Koefisien understeer menunjukkan bahwa kendaraan lebih stabil saat melintasi sudut kemiringan melintang jalan 5° dan 10°. Lalu pada kondisi percepatan lurus, pengereman lurus, dan percepatan belok pengait bak angkut masih dalam keadaan aman sehingga mampu menahan beban yang diterima dari bak angkut.
Analisis Pengaruh Parameter Operasional Terhadap Perilaku Belok dan Stabilitas Pada Panser Anoa 6X6 APC Sanditra Muda Yusviva; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.729 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27948

Abstract

Dalam menjaga keamanan dan pertahanan NKRI, lembaga-lembaga seperti TNI dan POLRI memerlukan dukungan kelengkapan-kelengkapan yang optimal, baik kelengkapan diri, persenjataan, dan kendaraan khusus militer. Panser Anoa 6x6 APC merupakan kendaraan khusus yang didesain sebagai kendaraan support dalam medan pertempuran. Keberhasilan Panser Anoa 6x6 APC dalam operasi-operasi militer harus didukung dengan performa handling dan stabilitas yang mumpuni. Untuk itu, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh beberapa variasi parameter operasional terhadap perilaku belok kendaraan sebagai acuan bagi para personel militer dan engineer untuk mengetahui karakter handling dari Panser Anoa 6x6 APC yang merupakan khusus dengan 6 roda (six-wheeled vehicle). Pada penelitian penelitian ini, penulis akan melakukan tiga metode analisis, yaitu analisis slip, skid, dan guling dengan beberapa variasi parameter opersional yaitu kecepatan berkendara, steering angle, dan kondisi permukaan medan. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan bahwa kondisi belok paling baik pada Panser Anoa 6x6 APC adalah ketika kendaraan berbelok pada kecepatan 60 Km/Jam dengan sudut belok 12˚ di permukaan jalan tanah, dimana kendaraan mengalami kondisi understeer yang paling sedikit dan koefisien understeer yang bernilai positif terkecil yaitu 0,9265. Sesuai dengan analisis slip, dan indeks KUS, Panser Anoa 6x6 APC memiliki karakter handling yang bersifat understeer, dimana nilai sudut slip depan selalu lebih besar dari sudut slip belakang dan nilai indeks KUS selalu bernilai positif pada tiap rentang kecepatan dan sudut belok yang digunakan pada penelitian. Semakin besar sudut belok yang diberikan maka kecepatan skid dan guling kendaraan akan semakin menurun, dimana berdasarkan analisis skid dapat disimpulkan bahwa Panser Anoa 6x6 APC memiliki kecenderungan untuk sedikit oversteer karena kecepatan skid depan yang nilainya sedikit lebih tinggi daripada kecepatan skid belakang. Demikian halnya dengan analisis guling dimana dapat disimpulkan bahwa Panser Anoa 6x6 APC memiliki kecenderungan untuk sedikit oversteer karena batas kecepatan guling roda depan yang nilainya sedikit lebih tinggi daripada batas kecepatan guling roda belakang. Terakhir, didapat bahwa semakin besar sudut belok dan kecepatan yang diberikan maka besarnya sudut guling yang terjadi akan semakin meningkat. Pada kecepatan 40 Km/jam, sudut guling depan yang terjadi adalah 6,093° untuk sudut belok 8°, 7,605° untuk sudut belok 10°, dan 9,109° untuk sudut belok 23,44°.
Analisa Penggunaan Regenerative Brake pada Mobil Multiguna Pedesaan Bertenaga Listrik Pradipta Bintang Perdana; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29591

Abstract

Keterbatasan energi merupakan permasalahan yang akan berpengaruh besar kedepannya. Peningkatan jumlah penduduk menambah parah permasalahan tersebut. Kendaraan listrik merupakan salah satu solusi yang menjawab permasalahan tersebut. Penggunaan kendaraan listrik didukung oleh sistem pengereman yang mampu menyerap energi yang terbuang dari proses pengereman yaitu regenerative brake. Dalam mendesain pengereman regeneratif yang baik bagi kendaraan perlu didesain porsi pengereman terlebih dahulu. Porsi pengereman ini meliputi porsi pengereman mekanik pada roda depan dan belakang serta pengereman regeneratif. Porsi pengereman yang aman mengikuti batas maksimal pengereman ideal serta batas minimal standar pengereman ECE. Setelah didapat porsi yang aman serta sesuai dengan kondisi aktual, selanjutnya mencari energi bangkitan dari sistem regenerative brake dengan mensimulasikan blok model pengereman kendaraan dengan bantuan software. Dari simulasi tersebut bisa didapatkan energi yang diserap serta energi pengereman yang tersedia. Dengan membandingkan energi yang diserap dengan energi pengereman yang tersedia didapat efisiensi sistem regenerative brake. Sistem regenerative brake mampu menyerap 1,738 kWh dengan efisiensi 51,74 % pada porsi pengereman regeneratif 0,1247 serta pengereman mekanis depan 0,6758 dan belakang tidak ada pada koefisien gesek jalan 0,8.
Analisis Kinerja Traksi dan Redesign Transmisi Armored Personnel Carrier Komodo 4X4 Anggi Siregar; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29595

Abstract

Dunia militer belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu perkembangan teknologi transportasi bidang militer adalah mobil anti-peluru atau biasa disebut Armored Personnel Carrier (APC). Salah satu produk transportasi militer PT. Pindad adalah APC KOMODO 4X4 yang merupakan kendaraan tempur anti-peluru yang dilengkapi dengan persenjataan berat. APC KOMODO 4X4 berkapasitas 5 penumpang dan memiliki daya sebesar 158 kW namun hanya memiliki kecepatan maksimum sebesar 100 km/h serta daya tanjak sebesar 60%. Sedangkan kompetitornya, GKN Simba yang memiliki daya engine sebesar 160 kW dan berkapasitas 10 penumpang, memiliki kemampuan yang sama dengan beban yang dua kali lipat lebih besar. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa kinerja APC KOMODO 4X4 agar dapat meningkatkan performa kendaraan tersebut. Dalam penelitian ini telah dilakukan tiga tahap analisa. Tahap pertama merupakan analisa perhitungan grafik karakteristik traksi kendaraan. Tahap kedua, dilakukan analisa terhadap karakteristik tenaga kendaraan. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi standar kendaraan, kemudian meredesain rasio setiap tingkat transmisi menggunakan teori progresi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi standar kendaraan serta hasil redesain 6, 7, dan 8 tingkat transmisi. Setelah dilakukan analisa ternyata kemampuan tanjak kendaraan tidak sesuai dengan klaim yang ada pada brosur kendaraan dimana brosur tersebut mengklaim kendaraan mampu menanjak dengan 60% gradeability sedangkan pada analisa perhitungan hanya 50%. Setelah dilakukan redesign dengan 6 tingkat kecepatan, kendaraan mampu menanjak dengan gradeability 70% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 140 km/jam.
Perancangan dan Analisis Karakteristik Traksi pada Mobil Pedesaan Serbaguna WAPRODES Radian Fauzia Rahman; Alief Wikarta; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29825

Abstract

Mobil WAPRODES merupakan mobil serbaguna karena mempunyai tiga fungsi yaitu untuk memuat barang dengan kapasitas maksimal 1500 Kg, menggerakan alat pertanian, serta dapat memuat delapan orang. Mobil ini merupakan gabungan dari kendaraan Grandong yang mempunyai fungsi menggerakkan alat produksi pertanian serta mobil pick up yang mempunyai fungsi sebagai pengangkut barang. Perhitungan dalam penelitian ini yaitu pemilihan engine, pemilihan rasio transmisi mengunakan progresi geometris, perhitungan aliran daya, perhitungan prediksi performa kendaraan, pemilihan penggerak 2WD dan 4WD serta analisis slip. Hasil yang didapatkan pada tugas akhir ini adalah pada saat menempuh medan tanjakan maksimal dan kecepatan maksimal yang diinginkan maka rasio transmisi yang digunakan berturut-turut 5.66, 3.05, 1.65, dan 0.89 untuk rasio gigi 1 sampai 4, sedangkan untuk penggerak terakhir digunakan rasio bernilai 4.8. Dengan rasio tersebut mobil multiguna pedesaan memiliki kemampuan menanjak maksimal yaitu 47% dan akselerasi maksimal 3 m/s2. Penggunaan modifikasi sistem transfer case dapat mengintegrasikan antara mode produksi, 2WD, 4WD. Untuk 2WD menggunakan penggerak roda belakang dapat menghasilkan 7957 N ketika kendaraan pada jalan datar. Pada 4WD dilakukan pembagian torsi dengan porsi 45% untuk roda belakang menghasilkan traksi sebesar 3200 N dan 55% untuk penggerak belakang yang dapat menghasilkan traksi 3800 N.
Pengaruh Variasi Konstanta Pegas dan Massa Roller CVT Terhadap Performa Honda Vario 150 cc Irvan Ilmy; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29829

Abstract

Perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan yang memakai sistem transmisi otomatis yang disebut dengan CVT (Continuously Variable Transmission).. Tujuan dari tugas akhir ini untuk membandingkan nilai gaya dorong, kecepatan maksimum, percepatan maksimum kendaraan yang dihasilkan masing-masing pegas dan roller CVT, dan mencari pegas dan roller CVT terbaik untuk performa kendaraan. Pengujian ini menggunakan empat pegas CVT dan empat roller CVT dengan nilai konstanta dan berat yang berbeda. Pengujian dilakukan dengan memasang masing-masing pegas dan roller CVT pada kendaraan dan mengambil data melalui proses dynotest. Output dari pengujian dynotest adalah nilai daya, torsi, dan putaran mesin yang dihasilkan kendaraan. Dari data tersebut dikonversi menjadi nilai gaya dorong dan kecepatan kendaraan. Untuk memperoleh kecepatan maksimum kendaraan, perlu dilakukan perhitungan gaya hambat akibat gesekan ban dengan jalan dan gaya hambat akibat udara. Dari nilai gaya dorong, gaya hambat, dan massa kendaraan dapat diketahui nilai percepatan kendaraan. Pegas KTC 2000 rpm (k=31,59 N/mm) mampu menghasilkan gaya dorong kendaraan terbesar. Roller CVT dengan 18 gram mampu menghasilkan kecepatan maksimum senilai 128,29 km/jam. Pegas KTC 2000 rpm (k=31,59 N/mm) cocok digunakan untuk berakselerasi di jalan kota dan jalan lurus. Variasi roller 18 gram cocok digunakan untuk berakselerasi di jalan luar kota karena menghasilkan kecepatan maksimum paling besar. Roller 18 gram juga cocok digunakan di kedua medan jalan karena mampu menghasilkan kecepatan maksimum tertinggi
Studi Eksperimen Pengaruh Temperatur dan Viskositas Pelumas Terhadap Performa Kendaraan Transmisi Manual (Honda Sonic 150R) Ladrian Rohmi Abdi Syahdanni; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33447

Abstract

Perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan berkapasitas besar. Para produsen berlomba-lomba untuk menciptakan kendaraan dengan performa dan akselerasi yang baik. Akselerasi dan performa yang baik salah satunya dipengaruhi oleh pelumas. Dengan banyaknya variasi jenis pelumas yang dijual di pasaran memiliki nilai viskositas dan bahan pembuatan pelumas yang berbeda, mengindikasikan bahwa pemilihan pelumas yang sesuai dapat memperbaiki performa kendaraan standart. Pelaksanaan eksperimen ini dilakukan menggunakan chassis dynamometer atau yang dikenal sebagai dynotest. Menggunakan tiga variasi jenis pelumas dimana tiap pelumas dilakukan sebanyak 30 kali running dynotest secara nonstop. Pada penelitian ini didapatkan bahwa setiap variasi pelumas memiliki performa dan viskositas kinematik yang berbeda. Pelumas semi sintetik (Oli 1) pada rpm engine rendah mampu menghasilkan performa yang paling tinggi. Pelumas sintetik (Oli 3) menghasilkan performa paling tinggi pada rpm engine tinggi. Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki performa maksimum yang lebih tinggi dibandingkan pelumas semi sintetik (Oli 1). Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki karakteristik viskositas yang lebih baik karena memiliki presentase angka penurunan viskositas kinematik terhadap temperatur yang lebih rendah dibanding pelumas semi sintetik (Oli 1).