Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Posisi Center of Gravity terhadap Stabilitas Arah Bus Double Deck Maslakhatuz Zahro; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.356 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33755

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia akan berdampak pada kebutuhan alat transportasi, terutama alat transportasi umum yaitu bus. Keselamatan dan keamanan sarana transportasi umum sudah menjadi perhatian masyarakat pengguna bus. Salah satu kejadian yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan penumpang adalah kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan sebagian besar diakibatkan oleh kelalaian pengemudi dan kurangnya stabilitas kendaraan saat di jalanan. Oleh karena itu, dilakukan analisa stabilitas arah kendaraan bus double deck. Ada beberapa variasi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kecepatan, sudut belok, sudut kemiringan melintang jalan, jenis permukaan jalan, dan posisi center of gravity. Penelitian ini untuk mengetahui perilaku arah bus double deck yang dibagi menjadi tiga yaitu understeer, oversteer, dan netral. Ketiga perilaku arah belok kendaraan dapat diketahui dengan melakukan analisa slip, skid, dan guling. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah bus double deck mengalami kondisi paling stabil saat kondisi 4 (ekstrim depan) dimana hanya ada penumpang di bagian depan  pada kedua deck. Kendaraan ini mengalami kondisi paling stabil ketika melewati jalan miring daripada jalan datar karena sudut slip nya semakin kecil dengan bertambahnya sudut kemiringan melintang jalan. Kendaraan mengalami skid lebih cepat pada jalan basah daripada jalan kering.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Jetbus 2 High Deck Adiputro Muhammad Alawy Djufri; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.61 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37039

Abstract

Penjualan kendaraan bermotor Indonesia tahun 2017 mengalami peningkatan 5,96 persen dari tahun sebelumnya. (Gaikindo). Tingginya penjualan kendaraan tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa kendaraan. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada Jetbus 2 High Deck Adiputro. Dalam penelitian ini menganalisa menggunakan dua Engine dengan volume ruang bakar yang sama (cc). Telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah dilakukan analisa perhitungan kecepatan dan percepatan bus. Tahap kedua dilakukan analisa perhitungan sudut tanjak maksimum yang mapu dilalui oleh bus. Selanjutnya Tahap ketiga telah dilakukan redesign rasio transmisi bus adiputro menggunakan progressi geometri. Dari penelitian ini di dapatkan data berupa kecepatan, percepatan, dan sudut tanjakan pada kondisi standar  dari 2 engine yang di analisa serta hasil redesign rasio transmisi bus adiputro dari 2 engine J08 E  VD dan  J08E UN . Setelah dilakukan analisa kedua engine tersebut gradeability maksimum yang mampu di tempuh tidak sesuai dengan klaim pabrikan sebesar 32.3%. Sedangkan analisa kecepatan maksimum yang mampu di capai kendaraan adalah 116 Km/jam untuk engine J08E VD dan 117 Km/jam untuk engine J08E UN dengan klaim dari pabrikan 100 Km/jam. Setelah dilakukan redesign gradeability maksimum yang mampu di capai meningkat 38% untuk engine J08E VD dan 39% untuk engine J08E UN.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Articulated Bus Transjakarta Billy Firmansyah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42290

Abstract

Permasalahan kemacetan di Indonesia yang tak kunjung usai terutama di Ibukota Jakarta membuat kerugian yang luar biasa. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan ini karena memiliki kerugian yang luar biasa hingga 12,21 triliun. Salah satu solusinya adalah articulated bus Transjakarta yang merupakan transportasi massal yang mampu menyerap penumpang hingga 123.710 penumpang / harinya, terlebih lagi di koridor 13 yang merupakan elevated road yang mampu menyerap hingga 24.000 penumpang / harinya. Namun, penggunaan articulated bus pada elevatd road menimbulkan permasalahan yaitu traksinya, dikarenakan beban yang diangkut dua kali beban bus biasa. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan redesign tingkat transmisi pada articulated bus Dalam penilitan ini, dilakukan beberapa tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan pencarian data dynotest dan torsi konverter pada articulated bus agar bisa diketahui efisiensi transmisi, efisiensi torsi konverter, rasio kecepatan (csr) dan rasio torsi konverter (ctr) yang terdapat pada bus. Kedua, analisa perhitungan sehingga dapat diketahui grafik karakteristik bus pada kondisi standar. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penilitian ini didapatkan data berupa traksi bus dengan kondisi rasio gigi standar. Kemudian dievaluasi untuk mengetahui tahap redesign yang harus dilakukan pada beberapa tingkat kecepatan. Kondisi standar memiliki nilai losses traksi sebesar 14.830,70 N, kemudian hasil redesign 6 tingkat nilai losses traksi sebesar 9.786,21 N dari semula, kemudian hasil redesign 7 tingkat sebesar 9.107,87 N, kemudian hasil redesign 8 tingkat sebesar 8.429,74 N, kemudian hasil redesign 9 tingkat sebesar 5.011,84 N, kemudian hasil redesign 10 tingkat sebesar 2.777,05 N. Artinya losses traksi dapat diminimalisir dengan menambah jumlah tingkatan kecepatan. Pada kondisi hasil redesign, bus mampu melalui kondisi tanjakan lebih dari 18 derajat, sudah sesuai dengan standar elevasi tanjakan jalan di koridor 13 Transjakarta yaitu 12 derajat.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi dan Rasio Gardan Pada Bus Super Double Decker Nafi'an Zukhrufal Muttaqi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42292

Abstract

Pada tahun 2016 penjualan bus di atas 24 ton yang mencapai 106 unit. Serta kurangnya pengetahuan spesifik dari segi transmisi yang memiliki peran penting untuk mengetahui kecepatan dan kemampuan bus untuk melewati tanjakan agar kecelakaan bisa diminimalisir. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan. Dalam penilitan ini, dilakukan tiga tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan perhitungan kecepatan dan percepatan bus. Kedua, melakukan perhitungan tanjakan maksimum dan membuat grafik karakteristik traksi dengan menghitung gaya dorong pada bus. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja bus dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penelitian ini di dapatkan data berupa kecepatan, percepatan, dan sudut tanjakan pada kondisi standar dari engine yang di analisa serta hasil redesign rasio transmisi bus adiputro dengan engine Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Setelah dilakukan analisa, engine tersebut memiliki kecepatan maksimum yang mampu di tempuh melebihi klaim pabrikan sebesar 128 km/jam. Sedangkan analisa gradeability yang mampu di capai kendaraan adalah 18%. Setelah dilakukan redesign, gradeability maksimum yang mampu di capai meningkat menjadi 36%.
Analisis Perbandingan dan Studi Eksperimen Karakteristik Traksi Transmisi Manual dengan Transmisi Otomatis pada Mobil Suzuki All New Ertiga 2018 Rachma Dwi Mahmuddah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.049 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42495

Abstract

Menurut Federal Chamber of Automotive Industries, pada tahun 2014 penjualan mobil transmisi manual hanya 13% dari jumlah mobil penumpang yang terjual. Penjualan ini mengalami penurunan dari 33% pada tahun 2000. Mobil transmisi otomatis lebih unggul dibandingkan dengan mobil transmisi manual karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami kinerja traksi yang bagaimana yang sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia karena kurangnya informasi dari pihak produsen. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk membandingkan karakteristik traksi pada masing-masing sistem transmisi berdasarkan perhitungan teoritis dan pengujian. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap pengujian, yaitu pengujian dynotest untuk mengetahui efisiensi transmisi, analisis perhitungan untuk mendapatkan grafik karakteristik traksi, kecepatan maksimum, dan sudut tanjak maksimum pada mobil Suzuki All New Ertiga 2018 transmisi manual dan transmisi otomatis kemudian dilakukan evaluasi serta dibandingkan pada hasil analisis perhitungan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah gaya dorong maksimum untuk transmisi manual sebesar 6,288 kN dengan sudut tanjak maksimum 31,509º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 152,427 km/jam sedangkan untuk transmisi otomatis sebesar 4,809 kN dengan sudut tanjak maksimum 23,459º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 127,962 km/jam. Maka dapat disimpulkan bahwa transmisi manual memiliki performa yang lebih baik dengan efisiensi yang lebih tinggi yaitu 82,97% dibandingkan dengan transmisi otomatis yang hanya 77,17%.
Desain dan Analisis Sistem Tenaga dan Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Ezzy ITS II Nyoman Budi Kusuma Yoga; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42484

Abstract

Efek samping dari melonjaknya kapasitas kendaraan bermotor meliputi beberapa hal di antaranya adalah polusi dan kebutuhan akan bahan bakar. Melihat kondisi dimana jumlah bahan bakar yang ada sudah menipis dan pengaruh emisi dari kendaraan bermotor yang mencemari lingkungan serta kesehatan, sehingga kendaraan berbasis listrik dapat menjadi solusi. Mobil listrik dirasa akan lebih efektif, karena memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, permasalahan dari kendaraan bertenaga listrik adalah menentukan driveability dan torsi motor yang dapat dicapai agar menghasilkan tenaga yang setara dengan kendaraan berbahan bakar minyak pada berbagai medan jalan serta jarak tempuh yang lebih panjang. Pada penelitian ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa terhadap sistem tenaga dan transmisi dari Mobil Listrik Ezzy II ITS. Pada tahap perhitungan adalah menghitung besar dari gaya hambat yang terjadi pada kendaraan, selanjutnya mencari spesifikasi dari motor dan baterai yang digunakan kendaraan dan yang terakhir adalah menghitung traksi dan power dari transmisi yang digunakan. Pada tahap analisa akan dilakukan analisa terhadap karakteristik traksi serta karakteristik power yang terjadi dari transmisi tersebut. Dari penelitian ini diperoleh spesifikasi motor yang sesuai adalah YASA Motor P400 series 30kw dan baterai LiFePO4 120Ah. Mobil Listrik Ezzy ITS II menggunakan 2 tingkat transmisi dengan rasio tingkat pertama 2.362 dan tingkat kedua 0,36. Dari rasio transmisi tersebut karakteristik yang dihasilkan adalah dengan transmisi pertama kendaraan dapat melaju sampai 12 km/jam pada sudut tanjakan 30 derajat, serta kecepatan maksimum dari transmisi pertama adalah 93,09 km/jam pada jalan mendatar. Sedangkan untuk transmisi kedua dapat digunakan pada jalan mendatar dengan kecepatan mencapai 127 km/jam. Mobil Listrik Ezzy II ITS dengan daya motor 30 Kw dapat dipilih karena sudah mampu memenuhi parameter rancangan yaitu dapat melewati tanjakan 30 derajat dengan kecepatan 10 km/jam dan pada jalan datar dengan kecepatan 100 km/jam.
Analisis dan Studi Eksperimen Perbandingan Transmisi Manual dengan Transmisi CVT pada Mobil Honda Jazz 2018, Berdasarkan Karakteristik Traksi dan Efisiensi Transmisi Rafi Rasyad; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42492

Abstract

Teknologi otomotif mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir, begitu pula dari sektor mobil. Variabel yang mengalami perubahan adalah tipe transmisi yang digunakan. Melihat banyak nya penjualan mobil bertransmisi otomatis, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai perbedaan transmisi pada mobil kepada konsumen dalam upaya mencerdaskan konsumen. Perbedaan sistem transmisi juga menghasilkan performa yang berbeda juga. Sehingga perbedaan itulah yang mendasari penulis untuk melakukan analisis dan studi eksperimen perbandingan transmisi manual dengan transmisi cvt pada mobil Honda Jazz 2018, berdasarkan karakteristik traksi dan efisiensi transmisi.  Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan tiga tahapan penelitian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada kedua tipe transmisi mobil untuk mengetahui daya aktual serta efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan perbandingan terhadap grafik karakteristik tiap transmisi mobil berdasarkan efisiensi transmisi yang akan diolah dalam bentuk perbandingan grafik. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil. Pengujian dynotest menunjukan efisiensi transmisi total dari mobil Jazz transmisi cvt sebesar 60,2% dan manual sebesar 71,2%. Setelah dilakukan analisa, terhadap karakteristik traksi pada tiap tipe transmisi didapatkan bahwa transmisi cvt memiliki nilai traksi maksimum 3,708 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 19,862°, memiliki kecepatan maksimum 188 km/jam dan percepatan sebesar 3,332 m/s2 sedangkan transmisi manual memiliki nilai traksi maksimum 5,33 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 32,248°, memiliki kecepatan maksimum 182 km/jam dan percepatan sebesar 5,232 m/s2.   Kata kunci — transmisi, manual, cvt, dynotest, efisiensi, karakteristik traksi
Analisis Kekuatan Chassis Terhadap Impact pada Kendaraan Bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Dwi Dani Aufar Fakhri; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.212 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42493

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada kebutuhan alat transportasi di Indonesia, terutama alat transportasi umum yaitu bus. Padatnya transportasi tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan, sehingga keselamatan dan keamanan dalam berkendara merupakan hal yang sangat penting. Dampak paling besar saat terjadi kecelakaan salah satunya dari depan kendaraan, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pengemudi dan penumpang. Oleh karena itu dalam merancang suatu kendaraan, faktor keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang sangat penting. Sehingga keselamatan pengemudi menjadi perhatian penting apabila bus ini mengalami kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Mekanisme pemodelan pengujian impact yang dilakukan yaitu full width frontal collision dan offset frontal collision. Variasi uji tabrak ini dilakukan  pada chassis bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC yang menggunakan bumper depan dan tanpa bumper depan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yakni dengan variasi kecepatan 48 km/jam sampai 96 km/jam. Deformasi terbesar yaitu 5,662 mm pada full width frontal collision tanpa bumper pada kecepatan 96 km/jam. Sesuai standart FMVSS 204 besar deformasi tidak melebihi dari 127 mm dan dinyatakan aman. Bumper yang terpasang pada chassis kendaraan dapat mengurangi defleksi yang terjadi pada chassis . Pada full widht frontal collision reduksi defleksi terbesar pada kecepatan 75 km/jam yaitu 21,628%, Sedangkan pada  offset frontal collision reduksi terbesar pada kecepatan 96 km/jam yaitu 27,667%. Besar energi serapan yang diterima oleh chassis saat terjadi tumbukan maksimum beragam sesuai besar kecepatan. Semakin tinggi kecepatan collision semakin besar pula nilai energi serapan yang diterima oleh chassis bus. Perbandingan energi yang diserap antara chassis tanpa bumper lebih besar dari pada yang menggunakan bumper.
Analisa Gaya, Porsi, Kontribusi Dan Efisiensi Sistem Rem Regeneratif pada EZZY ITS II Ariesto Christopher Faradico Walla; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52345

Abstract

Driving cycle merupakan serangkaian data yang mewakili kecepatan kendaraan versus waktu sebagai bentuk representasi dari keadaan jalan tertentu yang sebenarnya. Kepentingan dari penggunaan Driving cycle dalam menganalisa kendaraan adalah mengurangi biaya tes jalan, waktu tes dan kelelahan pengemudi. Driving cycle yang digunakan pada penelitian sebelumnya mengenai bus Transjakarta kurang mempresentasikan keadaan jalan dalam kota yang sebenarnya karena banyaknya kecepatan konstan yang terjadi. Sehingga hasil analisanya kurang akurat apabila diaplikasikan secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa lebih dalam mengenai sistem rem regeneratif pada mobil listrik. Jenis kendaraan yang diteliti adalah city car EZZY ITS II sebagai objek penelitian dan menganalisa sistem rem regeneratifnya dengan Driving cycle Prius dan WLTP. Pemakaian city car adalah karena jenis kendaraan ini banyak digunakan oleh masyarakat. Penambahan Driving cycle Prius adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dengan kondisi jalan di Surabaya. Penelitian dimulai dengan analisa porsi dan gaya pengereman mekanis dan regeneratif kendaraan. Tujuannya adalah agar kendaraan tetap stabil saat pengereman. Penelitian dilanjutkan dengan analisa kontribusi dan efisiensi sistem rem regeneratif pada tiap Driving cycle. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh sistem rem regeneratif pada mobil listrik dan membandingkan hasil analisanya berdasarkan Driving cycle yang digunakan. Hasil dari penelitian ini didapati sistem rem regeneratif pada kendaraan bekerja secara penuh pada rentang j/g 0-0,8 untuk gear pertama. Hasil penelitian ini cukup signifikan dikarenakan rem regeneratif dapat menggantikan peran rem mekanis roda depan kendaraan. Kontribusi sistem rem regeneratif yang didapatkan adalah 38,82% untuk Driving cycle Prius dan 30,36% untuk Driving cycle WLTP. Efisiensi sistem rem regeneratif yang didapatkan 67,94% untuk Driving cycle Prius dan 58,94% untuk Driving cycle WLTP. Kontribusi dan efisiensi yang didapatkan tersebut sudah lebih baik daripada penelitian sebelumnya.
Analisis Perbandingan Karakteristik Traksi dan Tenaga Toyota Rush, Mitsubishi Xpander, dan Daihatsu Terios Aam Masgroana Anassi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54842

Abstract

Melihat tingginya tingkat produksi dan penjualan mobil di Indonesia, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai mobil kepada konsumen, agar konsumen juga tercerdaskan, seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara maju. Realitas yang terjadi di pasaran Indonesia, informasi yang diberikan oleh pihak produsen mengenai detail spesifikasi mobil, bahkan untuk tingkat SUV yang merupakan mobil kelas premium pun masih sangatlah terbatas. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa perbandingan karakteristik traksi dan karakteristik tenaga dari tiga jenis mobil SUV. Dalam penelitian ini, penulis melakukan tiga tahap analisa. Tahap pertama, penulis akan melakukan analisa perhitungan gaya hambat dan gaya dorong kendaraan sehingga akan didapatkan karakteristik traksi ketiga kendaraan. Kemudian pada tahap kedua, penulis akan melakukan analisa perhitungan kecepatan kendaraan dan daya aktual kendaraan, sehingga didapatkan karakteristik tenaga kendaraan. Tahap terakhir, penulis akan melakukan evaluasi grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan, kemudian membandinkannya. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan. Setelah dilakukan analisa didapatkan Toyota Rush mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 130,98 km/jam, Mitsubishi Xpander mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 166,28 km/jam, Daihatsu Terios mampu menanjak dengan gradeability 50% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 141,58 km/jam. Dilihat dari grafik yang diperoleh perlu adanya peningkatan gaya dorong terutama pada tiga tingkat transmisi awal. Diperlukanya peningkatan gaya dorong tersebut agar memungkinkan kendaraan untuk melalui jalan tanjak dengan gradeability yang lebih besar dan mengurangi losses yang terjadi.