Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Analisis Kinerja Sistem Rem Regeneratif pada Sepeda Motor Hybrid dengan Konfigurasi Seri Alex William Pangestu; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55457

Abstract

Hybrid electric vehicles (HEVs) atau kendaraan listrik hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua atau lebih sumber tenaga yang berbeda untuk bergerak. Teknologi sistem penggerak hybrid saat ini sudah diaplikasikan pada kendaraan bermotor roda empat. Sementara untuk aplikasi pada kendaraan bermotor roda dua seperti sepeda motor, teknologi hybrid ini belum banyak. Pada kendaraan hybrid, energi kinetik yang dikeluarkan dapat ditangkap dan disimpan dengan menggunakan sistem rem regeneratif, dimana motor listrik berubah menjadi generator kemudian energi tersebut disimpan ke dalam baterai. Pada penelitian terdapat dua tahapan utama, yang pertama adalah tahap perhitungan dan yang kedua adalah tahap analisis terhadap besar gaya dan porsi, kontribusi dan efisisensi sistem rem regeneratif. Untuk tahap perhitungan yang dilakukan adalah melakukan perhitungan gaya hambat yang bekerja pada kendaraan saat bergerak, perhitungan power dan besar energi pengereman yang bisa ditangkap berdasarkan driving cycle WMTC kelas 1 dan WMTC kelas 2. Selanjutnya untuk tahap analisis akan dilakukan analisis terhadap hasil yang didapatkan pada tahap perhitungan sebelumnya. Dari penelitian ini didapatkan besar gaya dari sistem rem mekanis dan sistem rem regeneratif pada roda depan dengan nilai j/g sebesar 0,3 adalah 139,09 N dan 266,31 N . Besar porsi pengereman mekanis dan regeneratif pada roda depan yang didapatkan dengan nilai j/g sebesar 0,3 adalah 0,060 dan 0,114. Besar kontribusi sistem rem regeneratif terhadap kebutuhan daya kendaraan pada driving cycle WMTC kelas 1 adalah 33,194% dan pada driving cycle WMTC kelas 2 adalah 29,504%. Besar efisiensi sistem rem regeneratif pada sepeda motor hybrid dengan driving cycle WMTC kelas 1 adalah 23,535% dan dengan driving cycle WMTC kelas 2 adalah 31,98%.
Perancangan dan Analisis Sistem Power dan Drivetrain pada Sepeda Motor Bertenaga Hybrid dengan Kapasitas 110 cc Laksita Anggadewi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57086

Abstract

Peningkatan jumlah sepeda motor setiap tahunnya di Indonesia diiringi dengan penurunan produksi bahan bakar minyak. sehingga dibutuhkan pengembangan teknologi sarana transportasi yang seminimal mungkin menggunakan bahan bakar minyak. Salah satu teknologi tersebut adalah sistem penggerak hybrid yang diterpakan pada sepeda motor, dimana sepeda motor memiliki perpaduan mesin BBM dan motor listrik disatukan. Sepeda motor hybrid akan dirancang dengan menggunakan sistem hybrid seri, dengan tiga moda berkendara. Pada tugas akhir ini terdapat dua tahapan, yang pertama adalahh tahap perhitungan dan yang kedua adalah tahap analisa. Dalam tahap perhitungan langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan perhitungan gaya hambat yang meliputi gaya hambat drag, rolling resistance dan gaya hambat gradien, lalu dilakukan perhitungan spesifikasi motor dan baterai, selanjutnya perhitungan karakteristik traksi, karakteristik daya pada setiap moda berkendara, lalu perhitungan konsumsi energi. Kemudian untuk tahap analisa akan dilakukan analisa terhadap karakteristik traksi dan karakteristik daya pada setiap moda berkendara, dan konsumsi energi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah didapatkannya spesifikasi motor yang sesuai adalah QS 10inch 3000 W 205 50H BLDC Hub motor dengan peak power sebesar 6 kW dan baterai Li-Ion dengan kapasitas 60 V 15 Ah. Pada moda berkendara murni penggerak listrik gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 118,243 km/jam, kemudian pada moda berkendara hybrid mampu melawan gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 118,243 km/jam, dan pada moda berkendara penggerak mesin dan pengisi ACCU mampu melawan gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 94,67 km/jam. Konsumsi energi listrik sepeda motor hybrid seri sebesar 0,0203 kWh/km, sedangkan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor hybrid seri sebesar 94,33 km/liter.
Studi Analisis Kinerja Regenerative Brake-by-wire System pada Sepeda Motor Hybrid dengan Konfigurasi Seri Fajri Al Furqan; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61767

Abstract

Kendaraan listrik hybrid (hybrid electric vehicle) adalah jenis kendaraan hybrid yang menggabungkan sistem mesin pembakaran internal konvensional dengan sistem propulsi listrik. Kehadiran powertrain listrik bertujuan untuk mencapai efisiensi bahan bakar yang lebih baik daripada kendaraan konvensional. Pada sistem hybrid, energi kinetik yang keluar dari kendaraan ditangkap dan disimpan guna mengurangi kebutuhan energi kendaraan untuk bergerak dan meningkatkan efisiensi. Energi tersebut mengurangi kerugian energi yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang bekerja saat kendaraan bergerak. Untuk mendapatkan kinerja pengereman yang lebih optimal, pengereman regeneratif dan brake-by-wire digunakan dengan menggantikan sistem pengereman konvensional. Meskipun penelitian regenerative brake-by-wire system sudah mulai banyak dilakukan pada kendaraan, pengembangan teknologi tersebut masih belum banyak diaplikasikan pada sepeda motor hybrid. Oleh karena itu, penelitian dilakukan pada sepeda motor. Penelitian regenerative brake-by-wire system terbagi dalam dua tahapan utama, yaitu tahap perhitungan dan tahap analisis terhadap besar gaya dan porsi, kontribusi dan efisisensi sistem rem regenerative brake-by-wire system. Dalam tahap perhitungan, dilakukan perhitungan gaya hambat yang bekerja pada kendaraan saat bergerak, perhitungan daya, dan besar energi pengereman yang bisa ditangkap berdasarkan driving cycle WMTC kelas 1 dan WMTC kelas 2. Selanjutnya untuk tahap analisis akan dilakukan analisis terhadap hasil yang didapatkan pada tahap perhitungan sebelumnya. Dari penelitian ini didapatkan porsi dan gaya pengereman regenerative brake-by-wire bekerja secara penuh tanpa adanya bantuan dari rem mekanis pada variasi j/g 0 sampai 0,5 dengan nilai gaya pengereman aktual terbesar adalah sebesar 1002,71N. Besar kontribusi sistem rem regenerative brake-by-wire terhadap kebutuhan daya kendaraan pada driving cycle WMTC kelas 1 dan 2 adalah 38,48% dan 33,55%. Besar efisiensi sistem rem regenerative brake-by-wire pada sepeda motor hybrid dengan driving cycle WMTC kelas 1 dan 2 adalah 54,89% dan 54,31%.
Analisis Sistem Tenaga, Rasio dan Tingkat Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Tipe Perkotaan atau City Car Ayub Sianturi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61768

Abstract

Mobil listrik sendiri memiliki tiga komponen utama yaitu motor listrik, transmisi, dan baterai. Transmisi merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mengatur daya input dari motor dan output pada poros roda penggerak. Maka dibutuhkan transmisi dengan rentang rasio yang dapat menyesuaikan daya output dengan input pada kendaraan listrik dapat sesuai sehingga motor dapat bekerja pada efisiensi tinggi sehingga dapat menghemat daya energi dari baterai. Maka diterapkan sistem transmisi Continously Variable Transsmission (CVT) pada kendaraan listrik tipe perkotaan pada mobil listrik ezzy ITS II. Pada penelitian ini terdapat dua tahap yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa. Pada tahap perhitungan dilakukan perhitungan terhadap gaya- gaya hambat yang berkerja pada kendaraan, RHP, pemilihan motor listrik dan baterai, perhitungan rasio, perhitungan nilai torsi dan rpm berdasarkan rasio. Pada tahap kedua yaitu tahap analisa, dilakukan analisa hubungan antara kecepatan pada driving cycle WHCV, rasio transmisi, dan daearh kerja efisiensi motor listrik. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan motor listrik dengan daya 35 KW dengan motor yang digunakan adalah motor YASA P400 Series, baterai yang digunakan empat baterai Li-Ion kapasitas 64V 20Ah, rasio transmisi CVT yang digunakan berada pada rentang rasio 0,336-3,928 berdasarkan kecepatan pada driving cycle WHCV. Didapatkan pada kondisi jalan perkotaan motor listrik bekerja pada efisiensi 88%-92%, pada kondisi jalan pedesaan 88%-92%, dan pada kondisi jalan TOL 90%-92%.
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Pegas Kopling Terhadap Gaya Dorong dan Percepatan Pada Kendaraan Yamaha Vixion 150 cc Reza Prakoso Ramadhan; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.973 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20469

Abstract

Saat ini perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan berkapasitas besar . Para produsen berlomba – lomba untuk menciptakan kedaraan dengan performa dan akselerasi yang baik . Akselerasi dan performa yang baik salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kekakuan dari pegas kopling. Dengan banyaknya variasi dari pegas kopling yang dijual di pasaran dan memiliki nilai konstanta yang berbeda – beda mengindikasikan bahwa pemilihan pegas kopling yang sesuai dapat memperbaiki performa dari kendaraan standart. Dan ini yang mendasari terlaksananya penelitian kali ini. Pada penelitian ini data yang ingin diperoleh adalah gaya dorong, percepatan. Hasil dari pengujian ini adalah pegas dengan nilai konstanta 13,05 N/mm menghasilkan nilai gaya dorong terbesar dibandingkan pegas dengan nilai konstanta 8,29 N/mm yaitu sebesar 509,805 N untuk nilai gaya dorong dan 4,42 m/s2 untuk nilai percepatan. Ini menandakan bahwa pegas dengan nilai konstanta pegas yang besar enghasilkan performa yang baik untuk kendaraan.
Analisa Perilaku Arah Kendaraan dengan Variasi Posisi Titik Berat, Sudut Belok dan Kecepatan Pada Mobil Formula Sapuangin Speed 3 Tjahyadi Rizky Pradana; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.409 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20476

Abstract

Pada tahun 2015, ITS Team Sapuangin untuk ketiga kalinya mengikuti lomba Student Formula Japan yang diadakan oleh Japan Society of Automotive Enginee (JSAE). Target Team Sapuangin yaitu menjuarai skid-pad. Namun kenyataannya ITS Team Sapuangin hanya mampu menyelesaikan skid-pad dengan waktu 5,73 detik. Pada perlombaan ini, TU Graz adalah tim yang berhasil menjuarai perlombaan skid-pad ini dengan waktu 5,03 detik. Kendala yang dialami Sapuangin Speed 3 adalah sulit dikendalikan dan mengalami understeer maupun oversteer. Permasalahan ini akan dicoba dianalisa penyebabnya agar pada tahun berikutnya mobil Sapuangin Speed 4 bisa tampil dengan baik. Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisa tentang perilaku arah kendaraan pada mobil formula Sapuangin Speed 3 dengan variasi posisi titik berat dan kecepatan di lintasan skid pad. Pada awalnya, menentukan posisi titik berat untuk dianalisa, kemudian menghitung gaya-gaya yang terjadi pada ban yang mampu mempengaruhi perilaku arah pada kendaraan, lalu divariasikan dengan kecepatan tertentu hingga mampu memperoleh waktu yang optimal. Sedangkan pada steering system yaitu meneliti sudut belok agar mencapai kondisi ideal (Ackermann). Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh posisi titik berat yang optimal yaitu tepat ditengah (50% : 50%) dengan Kus 0,0678 pada radius 8,982 m. Kemudian dari analisa skid kendaraan mengalami oversteer pada yaw rate sebesar 2,2677. Dari analisa steering Pengaturan steering pada Sapuangin Speed 3, settingan yang cocok yaitu menggunakan settingan bawah. Karena mobil Sapuangin Speed 3 cenderung mengalami understeer, namun mobil Sapuangin Speed 3 mengalami oversteer akibat yaw rate settingan atas merupakan settingan terbaik karena untuk mengatasi oversteer yang berlebih.
Analisis Sistem Tenaga dan Redesign Tower Crane Potain MD 900 Intan Kumala Bestari; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29380

Abstract

Tower crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkut material secara vertikal dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Prinsip yang digunakan dalam menentukan beban yang mampu diangkut oleh tower crane adalah berdasarkan prinsip momen. Semakin berat beban yang harus diangkut, maka radius operasi yang dicapai menjadi semakin kecil. Berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya tower crane dengan merek Potain MD 900 berkapasitas angkat 50 ton pada jarak lengan 21,10 meter hanya mampu mengangkat beban sebesar 40 ton. Sedangkan pada spesifikasi tower crane Potain MD 900 pada jarak lengan yang sama yaitu 21,10 meter beban yang dapat diangkut sebesar 50 ton. Dalam menentukan daya motor pada tower crane selain gaya berat (gaya statis) dari beban angkat juga terjadi percepatan (gaya dinamis) yang perlu diperhitungkan. Oleh karena perbedaan nilai dari daya motor terhadap kapasitas angkat ini maka pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis pada perhitungan statis maupun dinamis dalam menentukan daya motor pada tower crane. Selain itu perlu juga dilakukan analisis terhadap nilai rasio gearbox yang terdapat pada tower crane saat ini, sehinga dapat dilakukan redesign agar mendapat nilai rasio gearbox yang lebih kecil dari saat ini dan harga gearbox akan lebih murah. Pada tugas akhir ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap analisis pada perhitungan dinamis maupun statis dalam menentukan daya motor dan rasio gearbox yang dibutuhkan dengan kondisi tower crane saat ini. Kemudian setelah analisis dilakukan redesign pada komponen hoisting yaitu tali baja, pulley dan drum untuk meningkatkan kemampuan angkat tower crane dan juga memperkecil nilai rasio gearbox. Hasil perhitungan daya motor dengan kapasitas angkat maksimum sebesar 50 ton pada perhitungan statis didapatkan daya sebesar 88 kW sedangkan pada perhitungan dinamis didapatkan daya sebesar 110 kW. Pada desain lama dengan rope reeving 2/1 dan kapasitas 40 ton, dengan perhitungan dinamis didapat daya motor 88 kW dan rasio gearbox sebesar 76,76 sedangkan pada hasil redesign dengan rope reeving 8/1 dan kapasitas 50 ton didapat daya motor 110 kW dan rasio gearbox sebesar 10,5.
Aplikasi Prinsip Ergonomi pada Perancangan Alat Perajang Bahan Baku Keripik Syafi`atul Ummah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29583

Abstract

Alat perajang bahan baku keripik yang beredar di masyarakat Indonesia sudah bermacam-macam bentuknya. Salah satunya perajang konvensional dan perajang keripik semi-otomatis. Alat tersebut juga memiliki kapasitas yang kecil dan kurang nyaman saat yang digunakan. Perancangan alat perajang bahan baku keripik ini membutuhkan 2 tahap pengerjaan, yaitu perancangan serta perhitungan transmisi dan perancangan serta perhitungan rangka alat perajang bahan baku keripik. Perancangan serta perhitungan transmisi merupakan tahap pertama yang dimulai dengan mencari nilai gaya potong bahan baku, tegangan geser, torsi, daya motor yang akhirnya didapatkan rasio transmisi yang diperlukan. Sedangkan, perancangan serta perhitungan rangka merupakan tahap kedua yang dimulai dengan mengukur (tinggi bahu tegak) TBD, (tinggi siku duduk) TSD, (tinggi plopotel) TP, dan (jarak tangan depan) JTD yang akan digunakan untuk menghitung dimensi alat perajang bahan baku keripik dan nilai kenyamanan penggunaan (ergonomis). Perancangan ini menghasilkan alat perajang bahan baku keripik yang ergonomis dengan ukuran 72x60x99.9 cm dan menggunakan material ST 37. Alat perajang tersebut mampu merajang sebanyak 65 kg/jam dengan putaran sebesar 70 RPM dibantu dengan 2 pisau pada 1 piringan pisau. Piringan pisau memiliki diameter sebesar 30 cm dengan tebal 1.5 cm yang memiliki 2 lubang dengan ukuran 10x3 cm dan terbuat dari stainless steel. Lubang pada piringan digunakan untuk tempat pisau potong, pisau potong memiliki ukuran 10x2x0.2 cm berbahan dasar baja steel. Alat perajang tersebut memiliki 4 ketebalan yang berubah-rubah untuk memenuhi kebutuhan perajangan pada bahan yang berbeda-beda.
Analisis dan Redesign Kekuatan Struktur pada Girder Overhead Crane 6.3 Ton Ayzam Sunainah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29586

Abstract

Pada era globalisasi ini, menurut data BPS Statistik Industri Manufaktur dari tahun 2013 hingga 2015 terdapat kenaikan pada jumlah industri manufaktur yang ada di Indonesia. Overhead crane merupakan crane yang sering digunakan di workshop industri manufaktur sebagai alat bantu untuk penataan barang, proses produksi, serta perbaikan produk. Karena perannya yang sangat penting, maka dari itu diperlukan overhead crane yang mampu digunakan sesuai kebutuhan, aman, dan tahan lama atau tidak mudah rusak, sehingga biaya yang diperlukan lebih ekonomis. Pada penelitian tugas akhir ini, akan dilakukan analisis kekuatan struktur overhead crane dengan mensimulasikan pada softwere berbasis metode elemen hingga (finite element analysis) serta perhitungan umur fatigue. Sebelum simulasi dilakukan, akan dibuat pemodelan 3D girder kemudian dimasukkan gaya-gaya yang bekerja pada crane yaitu, gaya berat, gaya angkat, dan gaya ayun beban. Gaya-gaya yang diaplikasikan akan diposisikan pada x=3.5 m, x=10.788 m, dan x=18.576 m. Untuk analisis fatigue akan dilakukan pengolahan data hasil simulasi tegangan untuk mengetahui umur siklus crane. Berdasarkan hasil tersebut akan dilakukan desain ulang untuk mendapatkan struktur yang diinginkan yaitu, berupa struktur yang diharapkan kuat terhadap beban statis dan dinamis, mempunyai umur siklus yang lama, serta mempunyai distribusi tegangan yang lebih merata. Hasil dari penelitian ini tegangan von Mises yang mempunyai stress range dan mean stress terbesar ada pada siklus kedua yaitu pada saat posisi pembebanan di x = 10,788 m. Tegangan yang dimiliki oleh siklus tersebut adalah tegangan maksimum 230,393 MPa dan tegangan minimum 79,482 MPa. Tegangan ini sudah aman menurut Soderberg failure line tetapi belum aman dengn angka keamanan 1,5 dan memiliki usia fatigue 644409 siklus. Sedangkan tegangan pada girder setelah redesign pada siklus yang sama mempunyai tegangan maksimum 204,589 MPa dan tegangan minimum 70,055 MPa. Tegangan ini sudah aman menurut angka keamanan 1,5 dan mempunyai umum 91033 siklus.
Simulasi Model Matematis Kontrol Sistem Kontrol Traksi I Nyoman Sutantra; Ian Hardianto Siahaan
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 1 (2005): APRIL 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traction Control System is an innovative automotive technology to prevent stability. Research impress to make mathematics control model. Research Methodology is used by using integrated research of the other researcher to analyze model Hybrid PID Fuzzy. The results of the research by setting value of Kp,Ki,Kd, pedal ravel, pedal throttle, spark advance = 0,20 for right and left wheel. Hybrid PID Fuzzy capable to repair error and delta error respond of disturbance. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem kontrol traksi merupakan salah satu produk teknologi yang berkembang saat ini dibidang otomotif dalam hal menjaga stabilitas suatu kendaraan. Penelitian di bidang ini sudah banyak dilakukan oleh peneliti namun permodelan matematisnya masih sangat minim sekali untuk dilakukan. Metodologi penelitian yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan penelitian-penelitian dibidang kontrol traksi yang sudah pernah dilakukan peneliti lain, kemudian menganalisis terhadap hasil permodelan yang dilakukan yaitu dengan simulasi Hybrid PID Fuzzy. Hasil penelitian dilakukan dengan setting terhadap parameter nilai Kp,Ki, Kd selanjutnya terhadap pedal rem, pedal gas, dan sudut pengapian untuk memperoleh batasan slip yang diizinkan lebih kecil atau sama dengan 0,20 untuk roda kiri dan roda kanan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Hybrid PID Fuzzy mampu memperbaiki respon gangguan yang terjadi berupa error dan delta error terhadap setting point. Kata kunci: sistem kontrol traksi, stabilitas kendaraan, hybrid PID Fuzzy.