Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluation of Sociopreneur-Based Curriculum Implementation in Santa Maria Vocational School with Iluminative Models Margareta Dwi Wahyu Utari; Juwintar Febriani Arwan; Said Hamid Hasan
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 29 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze and evaluate the implementation of a social entrepreneur-based curriculum at Santa Maria vocational school. This study uses a qualitative method approach by applying an illuminative evaluative model using observations and interviews. Based on the results of the study, it was found that social entrepreneur-based curriculum planning in Santa Maria vocational school involves considerations and foundations that lead to the philosophical and social entrepreneurial goals. The implementation of the social entrepreneur curriculum runs with planning that is in line with the vision and objectives of the social entrepreneur curriculum in the education unit. The obstacles that occur indicate the internal motivation of students and they still need training related to social entrepreneur integration in subjects and their development in learning activities. Overall, this evaluation explains that the process of implementing a social entrepreneur-based curriculum can run well and receive positive responses from students and teachers.
Implementasi kurikulum dan guru Said Hamid Hasan
Inovasi Kurikulum Vol. 1 No. 1 (2004): Inovasi Kurikulum, February 2004
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v1i1.35593

Abstract

Makna sempit kurikulum adalah sebagai suatu rencana tentang pengalaman belajar siswa di suatu lembaga pendidikan. Kurikulum dalam arti sempit ini sangat berguna dalam mengembangkan dukungan kurikulum. Dukungan ini yang dijadikan dasar bagi guru dalam mengembangkan proses pendidikan. Kurikulum menjadi jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang dan tantangan masa depan bagi kehidupan bangsa. Konsep pengembangan kurikulum dalam arti sempit meliputi tiga fase yaitu konstruksi kurikulum (curriculum construction), implementasi kurikulum (curriculum implementation) dan evaluasi kurikulum (curriculum evalution). Fase pertama pengembangan kurikulum dimulai dengan proses pemantapan ide kurikulum dimana para pengembang merumuskan jawaban kurikulum (curricular answer) terhadap masalah pendidikan bangsa. Fase implementasi ini diawali dengan distribusi dokumen kurikulum dan sosialisasi. Distribusi berkenaan dengan kegiatan penyampaian dokumen kurikulum kepada setiap individu guru, administratur, setiap Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Keberadaan dokumen kurikulum di tangan guru dan pelaksana lain, namun lebih penting dalam memahami, menyetujui dan melaksanakan ide kurikulum
Evaluasi pengembangan KTSP: suatu kajian konseptual Said Hamid Hasan
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35697

Abstract

Evaluasi kurikulum KTSP diarahkan pada beberapa sasaran, di antaranya tingkat pemahaman ide dan prinsip pengembangan KTSP; keberhasilan pengembangan dokumen KTSP dan keberhasilan KTSP. Fokus evaluasi diarahkan pada ide, pengembangan dokumen, pelaksanaan KTSP dan hasil belajar. Untuk menentukan tingkat keberhasilan pengembangan KTSP secara komprehensif digunakan dua dimensi, yaitu dimensi nilai dan dimensi arti. Evaluasi dimensi nilai berkaitan dengan keunggulan intrinsik KTSP tanpa mempersoalkan lingkungan di mana KTSP dilaksanakan, sedangkan dimensi arti berkaitan dengan nilai pengaruh KTSP terhadap lingkungan.