Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH REKRUITMEN, PENGEMBANGAN KARIR, DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DINAKERTRANSDUK PROVINSI JATENG Heru Sri Wulan; Leonardo Budi Hasiholan
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 5, No 02 (2021): EDUNOMIKA : Vol. 5, No. 2, 2021
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v5i2.2311

Abstract

Policies to improve employee performance need to be analyzed further. In this study will analyze the effect of recruitment, career development, work discipline and work motivation on employee performance at Dinakertrasduk, Central Java province. In this study, samples were taken as many as 100 people using purposive sampling technique, namely sampling based on criteria, among others: employees who are taken as samples are employees who have worked for at least 3 years. The data analysis method used in this research is validity, reliability, multiple linear regression, t test. The results show that with multiple linear regression analysis, it can be shown by the regression equation Y = -0.16X1 + 0.862X2 + e1. From the results of the analysis above, it can be concluded that the variables of recruitment and career development do not increase, which affects work motivation. while the regression equation analysis Y2 = 0.506X3 + 0.271Y1 + e2 from the results of the analysis above, it can be concluded that discipline and motivation variables increase, affect performance. The hypothesis that has been carried out in this study can be concluded that: a. There is a positive and significant effect of recruitment on motivation. b. There is a positive and significant effect of career development on motivation. c. There is a positive and significant effect of work discipline on performance. d. There is a positive and significant influence of motivation on performance in Dinakertrasduk Povinsi Central Java. Suggestions that can be put forward in this study include: company leaders to pay attention to things that can increase employee motivation and performance, among others: to further promote career development of employees of Dinakertrasduk, Central Java Province. and improve work discipline of the employees of the Central Java Province Dinakertrasduk. and pay attention to the work motivation of its employees.
Peningkatan Motivasi Dan Partisipasi Warga Berwirausaha Menuju Program Kampung Cemilan Di Kota Semarang Dheasey Amboningtyas; Leonardo Budi H; Marsiska Ariesta
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)pemahaman tentang program Kampung Cemilan kepada warga dan 2) Menggerakan warga untuk berpartisipasi mendukung program Kampung Cemilan. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan yang bersifat sebab akibat. Keberhasilan suatu program tentunya tidak hanya ditentukan oleh satu pihak saja tetapi juga harus didukung oleh berbagai pihak. Oleh karenanya, agar program kelurahan tersebut dapat terwujud harus mendapat dukungan dari para warganya. Dukungan yang dimaksud adalah partisipasi warga untuk mengembangkan sektor usaha kecil yaitu berupa produk cemilan.  Namun, sebagian besar warga tidak tertarik untuk berwirausaha, mereka lebih banyak memilih menjadi buruh. Kurangnya motivasi warga berwirausaha sebagian besar dikarenakan takut akan kegagalan, gagal dalam hal pemasaran, inovasi produk, ataupun keuangan. Rasa takut tersebut harus dikikis, karena untuk menjadi orang yang sukses harus berani untuk bergerak menantang risiko. Tidak ada orang sukses di dunia ini yang tidak pernah gagal sebelumnya. Kampung Tematik Sumurejo menjadi obyek-nya.
LITERASI PRESS RELEASE SEBAGAI MEDIA MENGENALKAN BISNIS BARU HOME INDUSTRY OLAHAN BONGGOL PISANG (BOGPIS) BERNILAI GIZI TINGGI DI KELURAHAN TLOGOSARI WETAN KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rekno Sulandjari; Sri Praptono; Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 8, No 15 (2022): Majalah Inspiratif Vol.8 No.15 Juli 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.349 KB)

Abstract

Kelurahan Tlogosari Wetan merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Pedurungan Semarang masih banyak memiliki warga yang kreatifdalam pengolahan potensi lokal. Potensi yang diangkat warga adalah budidayaolahan bonggol pisang yang memiliki nilai gizi tinggi. bermanfaat bagikesehatan. Dimana bonggol pisang (bogpis) merupakan salah satu ikon yang adadi kelurahan Tlogosari Wetan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Tujuan utamayang ingin dicapai dalam pelaksanaan program pengabdian di KelurahanTlogosari Wetan adalah menjadikan bogpis (bonggol pisang) sebagai bahan bakuandalan untuk wirausaha sehingga bisa dimaksimalkan dalam produksikulinernya. Sehingga lebih lanjut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakatTlogosari Wetan melalui usaha pembuatan berbagai makanan kudapan,meningkatkan jumlah produksi dan pemasarannya melalui media press release.Diharapkan dengan adanya sarana ini akan mampu menjadikan KelurahanTlogosari Wetan sebagai sentra penghasil makanan kudapan berbahan dasarbonggol pisang yang dikenal seantero provinsi Jawa Tengah khususnya danIndonesia pada umumnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalahmetode ceramah dan praktik. Pada kegiatan ini dilakukan pembinaan terhadapmitra melalui pendampingan dalam proses penyusunan sebuah berita sederhana,kemudian mengkonstruksinya menjadi tulisan press release. Kegiatanpengabdian untuk pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan release sekaligussebagai salah satu upaya dalam publikasi guna memasarkan produk kudapanberbahan dasar bogpis ini membawa dampak positif. Dampak positif darikegiatan ini adalah meningkatkan publikasi dan pemasaran dan pada akhirnyaberdampak pada peningkatan secara ekonomi bagi keluarga pemroduksi kudapanberbahan bogpis. Kata Kunci: Bonggol Pisang, Kudapan, Literasi Press Release
Diversifikiasi Olahan Berorientasi B2SA Pada Pengembangan Kewirausahaan di Desa Karangsari Kecamatan Karangtengah Demak Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4, No 07 (2019): Jurnal Inspiratif Vol.04 No.7 Januari 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.727 KB)

Abstract

Banyaknya usia produktif dengan telah berjalannya home industri di Desa Karangsari dengan bahan baku ikan Lele memotivasi masyarakat untuk melakukan diversifikasi dengan menaikkan variatif olahan makanan yang sudah menjadi UMKM. Selain olahan variatif sebagai lauk-pauk, makanan kudapan yang tahan lama sehingga bisa dipasarkan lintas daerah secara lokal, regional dan nasional. Hal ini bisa dijangkau dengan peningkatan variatif proses diversifikasi olahan yang berbahan dasar ikan lele dengan cara yang manual namun hiegienis sehingga dapat tercapai efisiensi biaya, peningkatan partisipasi masyarakat, peningkatan swadana dan swadaya masyarakat atau pemuda atau bahkan mendapatkan sponsor dari pihak ketiga, baik dari kalangan industri maupun pemerintah setempat dan lain sebagainya.Dilakukan upaya identifikasi kelompok di dalam masyarakat yang sudah berjalan.Hal ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya. Sasaran dari strategi ini adalah pengurus desa di lokasi kegiatan dan masyarakat yang terlibat, hal ini diindikasikan bahwa a)Pengelola desa memiliki kemampuan dalam memfasilitasi masyarakat desa untuk terus belajar keterampilan usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan b)Terselenggarnya berbagai kursus dan pelatihan diversifikasi olahan UMKM baik dari segi makanan maupun ketrampilan yang lain c)Terselenggaranya berbagai kursus dan sosialisasi tentang kewirausahaan dan keuntungannya secara individu, organisasi, dan desa efektivitas dan efisiensi kerja d)Berjalannya kelompok-kelompok usaha masyarakat sebagai tindaklanjut sosialisasi dan pelatihan. e)Kelompok usaha menjadi tempat pembelajaran sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat lain yang membutuhkan.Dalam pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan di desa Karangsari bisa diambil simpulan bahwa; a.) Sudah terpetakan adanya berbagi pengalaman di antara sesama warga kelompok, misalnya pengalaman kegagalan menembus pasar akibat kualitas yang rendah. Diharapkan semua anggota kelompok bisa memetik pelajaran dari pengalaman kegagalan tersebut. b.) Mencari Upaya/solusi secara kolektif untuk meningkatkan kualitas produk c.) Menambah wawasan kualitas produk olahan, misalnya dengan mengadakan program pelatihan yang diselenggarakan atas kerja sama kelompok dengan pihak eksternal dibantu kalangan akademisi.d.) Masyarakat yang termasuk dalam kurang mampu secara ekonomi, menganggur, usia produktif, dan putus sekolah/tamat tidak melanjutkan dapat secara mandiri mempunyai usaha yang produktif dengan memahami proses kewirausahaan e.) Terjalinnya kerjasama dan pemecahan masalah oleh masyarakat dan aparat terkait dan kelompok lainnya.Kata Kunci : Diversifikasi, Olahan Makanan,Orientasi B2SA, Kewirausahaan
PERAN PEMBELAJARAN ONLINE DALAM PEMBIMBINGAN TUGAS AKHIR PADA KINERJA MAHASISWA DALAM PENYELESAIAN STUDI TEPAT WAKTU DI UNIVERSITAS PANDANARAN TAHUN AJARAN 2019/2020 Rekno Sulandjari; Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 5, No 10 (2020): Majalah Inspiratif Vol.5 No.10 Juli 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.325 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keberadaan pembelajaran melaluiproses daring khususnya dalam pembimbingan Tugas Akhir (TA) yangdiimplementasikan di Universitas Pandanaran sejak diberlakukannya awal Maret2020 yang lalu. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi rendahnya interaksisecara luring (tatap muka) dan atau pelayanan dosen kepada mahasiswabimbingannya, sehingga sedikit banyak juga mempengaruhi kepuasan mahasiswadalam mendapatkan bimbingan dari dosen dalam menyelesaikan TA. Sehinggadiprediksikan kinerja dalam penyelesaian TA sedikit banyak terganggu. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peranapembelajaran On-Line dalam pembimbingan Tugas Akhir pada kinerjapenyelesaian studi tepat waktu dengan responden semua mahasiswa yangmengambil mata kuliah TA pada KRS Maret 2020 sebanyak 11 orang khususnyadi Program Studi Hubungan Masyarakat Tahun Ajaran 2019/2020. Dari hasil penelitian yang dilakukan saat ini pemahaman materi pada prosespembelajaran on-line (daring) dalam proses pembimbingan yang dilakukan dosenpembimbing ditunjukkan dengan nilai sebanyak 7 responden (63,6%) menyatakantinggi. Dan sisanya sebanyak 4 responden (36,4%) menyatakan sangat tinggi. Hasil penelitian mengenai kinerja penyelesaian studi tepat waktu di Prodi (D3)Hubungan Masyarakat sebanyak 6 responden (54%) menyatakan tinggi.Sebanyak 5 responden (46%) menyatakan sangat tinggi. Berdasarkan hasilpenelitian mengenai proses pembelajaran daring dalam proses pembimbinganyang telah dilakukan, proses transfer ilmu dalam bimbingan dari dosen sangatmudah dipahami para mahasiswanya sehingga memungkinkan mahasiswamelakukan penyelesaian TA yang secara mayoritas sesuai dengan target waktupenyelesaian yang sudah ditentukan.Kata Kunci : pembelajaran, pembimbingan, daring, tugas akhir, tepat waktu
UPAYA PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN GEMAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Heru Sri Wulan; Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik secara fisik, mental, spiritual, maupun social. Perilaku hidup bersih dan sehat bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, kelompok, keluarga, dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui PHBS diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S, 20)Manfaat PHBS secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat sadar dan dapat mencegah serta mengantisipasi atau menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul. Selain itu, dengan menerapkan dan mempraktikan PHBS diharapkan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam implementasinya, kebermanfaatan PHBS ini dapat diterapkan di berbagai area, seperti sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan masyarakat. Pada tahun 2019 samapi dengan 2021 bangsa Indonesia dilanda dengan Virus Corona (COVID-19) bahkan saat itu sudah mewabah ke berbagai negara, tidak terkecuali  Indonesia, kekawatiran   meningkat  sejalan  dengan  meluasnya penularan  COVID-19  di  beberapa  bagian  dunia  dan  kemampuan  untuk  menurunkan tingkat penurunan di sejumlah negara lainnya. Pemerintah, masyarakat, pengusaha dan pekerja menghadapi tantangan besar dalam upaya memerangi pandemi COVID-19 dan melindungi keselamatan dan kesehatan di lingkungannya. Di luar krisis yang sedang berlangsung, ada kekhawatiran dalam mengembalikan kegiatan yang mampu mempertahankan kemajuan yang sudah dicapai dalam menekan penyebarluasan.Dalam situasi pandemi Covid-19 roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan  Pencegahan  dan  Pengendalian  Covid-19  di  Tempat  Kerja  Perkantoran  dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja. Dengan memiliki rencana kesiap siagaan darurat yang komprehensif di tempat kerja yang dirancang untuk mengatasi krisis kesehatan dan epidemi, tempat kerja mungkin akan lebih siap mengembangkan tanggapan yang cepat, terkoordinasi dan efektif, seraya menyesuaikan  langkah-langkah  tersebut  dengan  situasi  darurat  yang  secara  khusus dihadapi instansi. Di tahun 2021 Corona COVID_19 yang melanda Kota Semarang terutama di lingkungan Kelurahan Gemah mulai menurun dan berangsur angsur mulai normal maka dengan adanya keadaan mulai pulih kembali dihimbau masyarakat terutama di Kelurahan Gemah tetap harus menjaga kesehatan dengan pola PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Kata Kunci : Pola Hidup Bersih dan Sehat.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK PRODUK KUBE DI BAWAH BINAAN DINAS SOSIAL KABUPATEN KLATEN Leonardo Budi Hasiholan; Dheasey Amboningtyas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12691

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pembelajaran tentang digital yang diberikan kepada kelompok usaha khususnya binaan Dinsos Kabupaten Semarang yang mana kelompok disini memiliki keahlian yang terdiri dari macam-macam usaha. Banyak hasil produksi ini yang dijual hanya di rumah pribadi, jelas harga yang ditawarkan sangat murah dan terkadang tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi tersebut. Dinas sosial setempat yang bekerja sama dengan tim dari Universitas Pandanaran yang mana hal ini akan ditindaklanjuti lebih lanjut mengenai pemberian pelatihan digital untuk menjual produk yang agar mampu bersaing secara nasional. Pengelolaan manajemen bisnis yang baik akan mampu menghasilkan keberhasilan, selain itu, ketahanan akan segala jenis permasalahan dan hambatan yang mampu dihadapi menjadi faktor penting dalam berjalannya bisnis. Adanya permasalahan di tengah kesulitan tersebut perlu adanya suatu strategi pertahanan untuk tetap menjalankan usaha, memproduksi barang/jasa, kemudian memasarkan ke segmen dan target pasar yang dituju
LITERASI MEDIA MENUJU GENERASI EMAS BEBAS STUNTING DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Adi Sasmito; Rekno Sulandjari; Leonardo Budi Hasiholan; Sri Praptono
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong dengan adanya target tahun 2024 angka stunting secara nasional bisa turun hingga 14 persen. Maka dari itu, banyak program yang diimplementasikan guna mencapai penurunan kasus stanting di 12 provinsi yang diprioritaskan. Saat ini angka stunting nasional masih tinggi yaitu sekitar 24,4% atau kira-kira 5,33 juta balita mengalami stunting.Namun demikian fenomena stanting di desa Menur hampir tidak ditemui. Oleh karenanya untuk preventif fenomena stunting ini, perlu digiatkan berbagai program yang mendukung pemahaman warga akan gejala dan karakteristik stanting itu sendiri. Dari program yang dijalankan, didsapatkan hasil bahwa masyarakat Desa Menur yang memiliki anak balita sebanyak 33 orang dan 4 orang ibu yang sedang hamil sangat memahami dan antusias dalam menerima sosialisasi media menuju generasi emas bebas stunting di lingkungannya. Ditemukan juga adanya fenomena stanting yang semakin dipahami sebagai salah satu bentuk keperdulian orang tua dalam mengasuh, membesarkan anak-anaknya dan anggota keluarga yang lain dengan memaksimalkan asupan gizi dari semenjak ibu hamil hingga bayi terlahir perlu ASI dan makanan pendamping ASI jika bayi telah mencukupi usianya yaitu minimal 6 bulan.Hasil dari kegiatan ini terlihat ada peningkatan adanya pemahaman jenis-jenis indikator dan ciri-ciri serta karakteristik penderita stanting bukan hanya indikator berat, namun indikator ringan juga sudah mulai dipahami. Sehingga antisipasi dan pemulihannya lebih cepat. Capaian fenomena stanting sampai di angka zero bukan mustahil jika terdapat kesadaran bersama antara warga setempat dan aparat terkait. Harapan ke depan tak ada balita yang mengalami stanting dan mencetak generasi emas bukan lagi sebuah masalah yang sulit. Kata Kunci: Literasi, Media, Stanting Encouraged by the 2024 target, the national stunting rate can drop to 14 percent. Therefore, many programs have been implemented to achieve a reduction in stunting cases in the 12 priority provinces. Currently, the national stunting rate is still high, namely around 24.4% or approximately 5.33 million children under five are stunted.However, the phenomenon of stunting in Menur village is almost non-existent. Therefore, to prevent the phenomenon of stunting, it is necessary to activate various programs that support people's understanding of the symptoms and characteristics of stunting itself. From the program implemented, it was found that the people of Menur Village, who have 33 toddlers and 4 pregnant mothers, are very understanding and enthusiastic about receiving media socialization towards a golden generation free of stunting in their environment. It was also found that there is a phenomenon of stunting which is increasingly understood as a form of parental concern in caring for, raising their children and other family members by maximizing nutritional intake from the time a pregnant woman is born until the baby is born. minimum 6 months.The results of this activity show that there is an increase in understanding of the types of indicators and the characteristics and characteristics of stunting sufferers, not only indicators of severe, but light indicators have also begun to be understood. So that anticipation and recovery are faster. The achievement of the stunting phenomenon to zero is not impossible if there is shared awareness among local residents and related officials. The hope is that in the future no toddlers will experience stunting and creating a golden generation will no longer be a difficult problem.Key Words: Literacy, Media, Stunting
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MEMAHAMI PERAN ELSIMIL UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI INDONESIA Rekno Sulandjari; Heru Sri Wulan; Dheasey Amboningtyas; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggunaan media sosial sebagai media edukasi stunting  di masyarakat secara umum, khususnya juga bagi pasangan yang siap menikah, atau hanya sekedar informasi bagi kalangan remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini sangat ditunjang dengan perkembangan kemajuan teknologi digital dalam hal ini media sosial. Seiring dengan kemudahan dalam mendapatkan jaringan internet di berbagai daerah dan lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya banyak kalangan pasangan muda yang sudah menikah, maupun warga yang belum berkeinginan menikah karena belum menemukan pasangan yang sesuai, memiliki pemahaman stunting dari informasi orang-orang terdekatnya atau bahkan dari opinion leader di lingkungannya. Bisa juga diperoleh dari pengalamanya sendiri ketika diasuh dan dicukupi kebutuhan gizinya oleh orang tuanya. Namun sekarang sudah mulai bisa mendapatkan informasi tentang edukasi stunting melalui platform online.Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik terhadap komentar para netizen (warga net) yang secara sengaja memberikan komentarnya pada pemberitaan yang terkait dengan Elsimil pada media Instagram (IG). Dalam rangkaian narasi komentar netizen tersebut peran bahasa menjadi penting. Bahasa menjadi medium yang mengartikan atau mempresentasikan makna yang ingin dikomunikasikan oleh pelakunya.Meskipun masyarakat mayoritas sangat mendukung program Elsimil sebagai salah satu syarat yang harus diterapkan dalam prosedur pernikahan, namun belum bisa mendapatkan hasil secara signifikan untuk efektivitasnya dalam mencegah stunting. Selain program elsimil dalam pencegahan stunting ini baru disosialisasikan di pertengahan tahun 2022 dan diimplementasikan di beberapa kota besar di akhir tahun lalu, meskipun prediksi keberhasilan dalam penvegahan stunting sangat memungkinkan.Kata Kunci: Efektivitas, Media Sosial, Fisimil, Stunting The phenomenon of using social media as a medium for stunting education in society in general, especially for couples who are ready to marry, or just information for teenagers, both men and women. This is greatly supported by the development of advances in digital technology, in this case, social media. Along with the ease of getting internet networks in various regions and locations throughout Indonesia.Previously, many young married couples, as well as residents who did not wish to get married because they had not found a suitable partner, had an understanding of stunting from information from those closest to them or even from opinion leaders in their environment. It can also be obtained from his own experience when he was raised and fulfilled his nutritional needs by his parents. However, now we are starting to be able to get information about stunting education through online platforms.This study uses a semiotic analysis method for the comments of netizens (net citizens) who deliberately comment on news related to Elsimil on Instagram (IG) media. In this series of narrative comments by netizens, the role of language is important. Language becomes a medium that interprets or represents the meaning that the actor wants to communicate.Even though the majority community strongly supports the Elsimil program as one of the conditions that must be applied in the marriage procedure, they have not been able to obtain significant results for its effectiveness in preventing stunting. In addition to the ELSIMIL program in preventing stunting, it was only socialized in the middle of 2022 and implemented in several big cities at the end of last year, even though the prediction of success in preventing stunting is very possible.Keywords: Effectiveness, Social Media, Elsimil, Stunting
HUBUNGAN KESIAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI TERHADAP KUALITAS PRODUK GARMENT DI PT. SEMARANG GARMENT Sri Praptono; Rekno Sulandjari; Vernanda Ekaputri; Dina Damayanti; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Egaliter Vol 7, No 13 (2023): Jurnal Egaliter Oktober 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan kesiapan teknologi produksi terhadap kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment. Penjelasan di atas dapat menjadi hal menarik untuk dikaji oleh penulis tentang hubungan teknologi produksi terhadap kualitas produk. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian di PT. Semarang Garment.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 70 karyawan departemen Quality Control, dengan istilah lain sampel jenuh atau sensus. Penelitian ini menggunakan kuesioner melalui Google Form dan dianalisa menggunakan tabulasi silang.Hasil penelitian mengenai kesiapan teknologi terhadap kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment, maka kesiapan teknologi sangat baik sebanyak 7,1%, kesiapan teknologi dipersiapkan dengan baik sebanyak 78,6%, dan kesiapan teknologi yang kurang dipersiapkan dengan baik sebanyak 14,3%. Sedangkan untuk kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment, sebanyak 7,1% menyatakan kualitas produksi tinggi, dan sebanyak 92,9% menyatakan kualitas produksi tinggi. Maka, dengan demikian dapat disimpulkan semakin tinggi kesiapan teknologi maka semakin tinggi pula kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment.Kata Kunci : kesiapan, teknologi, produksi, kualitas, hasil produksi