Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Bakteri Tanah Sampah Pendegradasi Plastik dalam Kolom Winogradsky Dewi Nur Ainiyah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.509 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6904

Abstract

Penggunaan plastik berupa kantong kresek hasil daur ulang dengan berbagai warna sangat diminati oleh masyarakat. Sifat plastik yang tidak mudah terdegradasi di alam mengakibatkan masalah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri tanah sampah yang mampu mendegradasi plastik secara biokimia. Parameter biodegradasi plastik yang diukur adalah prosentase kehilangan berat kering, pengukuran densitas sel biofilm, densitas sel kolom air dan pH tiap bulan selama 4 bulan masa inkubasi. Dari penelitian didapatkan persentase kehilangan berat kerig plastk hitam lebih tinggi daripada plastik putih bening. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat bakteri tanah sampah pendegradasi plastik yaitu Gram positif basil (PPs 2, PPs 7, PPs 9, dan PPs 11) dan Gram negatif basil (PPs 1, PPs 4, PPs 5, PPs 6, PPs 8, PPs 10, PPs 12 dan PPs 13 )dan hanya PPs 3 termasuk Gram negatif kokus.
Potensi Isolat Bakteri Edwardsiella dan Corynebacterium dari Pulau Poteran Sumenep sebagai Pelarut Fosfat Hefdiyah Hefdiyah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.392 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6910

Abstract

Salah satu potensi Pulau Poteran Sumenep adalah bidang pertanian. Beberapa desa di Kecamatan Talango tanaman holtikultura ditanam di lahan kering dan kurang subur. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya P-tersedia padahal dilaporkan P total tanah Madura adalah sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) tanah di Desa Talango dan Poteran agar diketahui keanekaragaman dan efisiensi pelarut fosfat bakteri tersebut. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode pengenceran bertingkat dan metode sebar pada medium NA. Isolat murni diamati secara deskriptif makroskopis (bentuk, tepi, elevasi, dan warna koloni), mikroskopis (morfologi sel dan pewarnaan) dan karakter biokimia berdasarkan panduan Bergey’s Manual of Determinative serta diukur efisiensi pelarut fosfat dengan medium Pikovskaya. Berdasarkan hasil isolasi dan karakterisasi didapatkan 2 isolat berbeda yang kecenderungan masuk ke dalam dua genus Edwardsiella dan Corynebacterium. Efisiensi pelarut fosfat kedua isolat bakteri tersebut berturut-turut sebesar 43.86 dan 45.63 sehingga diasumsikan bakteri-bakteri tersebut berpotensi sebagai biofertilizer.
Bakteri Tanah Pendegradasi Bahan Organik Desa Talango, Pulau Poteran, Sumenep Muhammad Andry Prio Utomo; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.057 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6913

Abstract

Pulau Poteran merupakan salah satu pulau terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep dengan sektor prioritas pengembangan sumber daya perkebunan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan kandungan bahan organik tanah pulau Poteran sangat rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi eksoenzim yang dihasilkan bakteri tanah desa Talango, pulau Poteran, dalam mendegradasi bahan organik, dan mengetahui genus bakteri tersebut. Potensi eksoenzim dihitung dengan indeks amilolitik pada medium starch agar, indeks proteolitik pada medium Bushnell-Haas Casein 1%, indeks selulolitik pada CMC agar, dan indeks lipolitik pada Tween 80-pepton agar. Karakterisasi bakteri dilakukan menggunakan kunci dikotomi berdasarkan buku Bergey’s Manual Determinative of Bacteriology hingga tingkat genus. Penelitian ini mendapatkan empat isolat bakteri tanah desa Talango yang berpotensi proteolitik dan selulolitik, dua isolat diantaranya berpotensi amilolitik, dan dua isolat berpotensi lipolitik. Setelah dilakukan karakterisasi dan identifikasi kelima isolat bakteri tersebut cenderung terbagi ke dalam dua genus yaitu Corynebaterium, dan Aeromonas.
Potensi Isolat Bakteri Pseudomonas Sebagai Pendegradasi Plastik Atik Sriningsih; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.214 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13495

Abstract

Plastik adalah salah satu polimer sintetik atau buatan manusia yang merupakan rantai panjang molekul polimer. Plastik yang terakumulasi menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi untuk menangani adanya masalah lingkungan ini adalah dengan biodegradasi dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat Pseudomonas L1 dalam mendegradasi plastik. Plastik warna hitam, putih dan transparan dengan ukuran 10x3 cm diinkubasi selama 3 bulan didalam botol uji yang berisi 300 gram plastik steril, 315 medium MSM dan 35 ml isolat Pseudomonas L1. Biodegradasi plastik dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan setelah 3 bulan masa inkubasi dengan interval waktu pengukuran setiap 3 minggu sekali. Isolat Pseudomonas L1 terbukti mampu mendegradasi plastik hitam dengan rata-rata degradasi sebesar 2,7%, plastik putih sebesar 3,3% dan plastik transparan sebesar 4,5% selama 3 bulan masa inkubasi. Kerapatan sel isolat Pseudomonas L1 uji terdeteksi dengan mengukur kekeruhan isolat pada OD dengan panjang gelombang 600 nm. Isolat Pseudomonas L1 lebih cenderung membentuk biofilm dibandingkan hidup bebas pada kolom air. Kepadatan sel pada biofilm plastik hitam relatif lebih tinggi daripada 2 plastik yang lain. Pada plastik hitam OD biofilm yang terdeteksi dengan panjang gelombang 600 nm sebesar 0,038, sedangkan pada plastik putih sebesar 0,026 dan plastik transparan sebesar 0,029.
Potensi Mikroorganisme Air Sampah Mangrove untuk Mendegradasi Plastik Hitam Neneng Uswatun Hasanah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.287 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13191

Abstract

Plastik telah menjadi salah satu bahan industri utama karena sifat fisiknya yang unggul sehingga banyak digunakan untuk menghasilkan produk. Namun jumlah plastik yang dikonsumsi tiap tahunnya semakin meningkat secara signifikan dan menimbulkan dampak pada jumlah plastik yang dibuang ke lingkungan. Upaya pengelolaan sampah plastik telah banyak dilakukan salah satunya adalah biodegradasi menggunakan aktivitas mikroorganisme. Penelitian terdahulu oleh Ainiyah dan Shovitri (2014), menunjukkan bahwa inokulum dari tanah sampah mampu mendegradasi plastik. Sebagai upaya eksplorasi mikroorganisme pendegradasi plastik, pada penelitian ini inokulum yang digunakan adalah inokulum dari air sampah mangrove (M), karena beberapa jenis mikroorganisme di substrat mangrove berpotensi untuk mendegradasi plastik (Wang et al., 2003); isolat yeast Debaryomyces R1.10 (Y) ; dan inokulum I dari penelitian plastik terdahulu (Ainiyah dan Shovitri, 2014). Penelitian ini menggunakan metode inkubasi dalam pasir steril selama 3 bulan untuk mengetahui potensi ketiga inokulum di atas untuk mendegradasi kantong plastik belanja warna hitam. Parameter yang diamati adalah kehilangan berat kering plastik (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis inokulum memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendegradasi plastik. Inokulum tunggal yeast Debaryomyces R1.10 memiliki kemampuan tertinggi dalam mendegradasi plastik hitam  sebesar 10,4%.
Biodegradasi Plastik Putih dalam Kolom Winogradsky Laellatul Badriyah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.77 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13262

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang paling banyak digunakan di masyarakat. Sifat plastik yang sulit untuk didegradasi menyebabkan plastik menjadi sumber pencemaran di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroorganimse air sampah dan inokulum campur koleksi laboratorium, serta yeast M 2.3 dalam mendegradasi plastik putih. Metode biodegradasi plastik yang digunakan adalah kolom Winogradsky. Penelitian ini menggunakan  botol berukuran 600 ml yang berisi 300 gram pasir steril, medium MSM, inokulum air sampah (S) , inokulum campur (X) serta yeast M 2.3 (Y), dan plastik uji warna putih. Parameter yang diukur adalah persen degradasi, Optical Density (OD) biofilm dan kolom air selama 3 bulan masa inkubasi dengan waktu panen 3 minggu sekali. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Inokulum X, S dan Y memiliki kemampuan yang sama dalam mendegradasi plastik putih. Degradasi plastik putih paling tinggi terjadi pada inokulum X setelah 9 minggu masa inkubasi dengan persentase degradasi 3,6%, dimana kerapatan sel pada masa inkubasi setelah 9 minggu untuk biofilm dengan λ 600nm adalah 0.036 dan λ 540nm adalah 0,039, serta kerapatan sel pada kolom air dengan λ 600nm adalah 0.034 dan λ 540nm adalah 0,055.
Potensi Bakteri Bacillus sp. dalam Mendegradasi Plastik Lisa Marjayandari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13387

Abstract

Sifat plastik yang tidak mudah didegradasi akibatnya akan terakumulasi di tempat pembuangan sampah dan tertimbun di dalam tanah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan ini yaitu dengan biodegradasi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bakteri Bacillus sp. koleksi Laboratorium Mikrobiologi Biologi ITS dalam mendegradasi plastik kantong belanjaan bewarna hitam, putih dan transparan. Biodegradasi diukur berdasarkan persentase kehilangan berat plastik uji yang ditanam ke dalam botol 660 ml berisi pasir steril 300 gram : Mineral Salt Medium (MSM) sebanyak  315 ml. Plastik uji yang digunakan berukuran 10 x 3 cm. Botol diisi 3 potongan plastik. Proses biodegradasi dilakukan selama 3 bulan, dengan parameter pengukuran kehilangan berat kering plastik, dan pengukuran Optical Density bakteri uji pada λ 600 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacilus sp. memiliki potensi dalam mendegradasi plastik uji hitam, putih dan transparan. Persentase degradasi plasti hitam, putih dan transparan berturut-turut adalah 8%, 5% dan 7%. Pertumbuhan bakteri Bacillus sp. yang terlihat dari pada biofilm pada plastik hitam, putih dan transparan adalah sebesar 0,050, 0,025, 0,022 dan pada kolom air sebesar 0,023, 0,110, dan 0,070.
Pengaruh Pseudomonas PL01 dan Monosodium Glutamat terhadap Bakteri Indigenous Pasir dalam Mendegradasi Plastik Intan Prima Sari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.141 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25256

Abstract

Peningkatan jumlah penggunaan plastik dapat menjadi polutan bagi lingkungan. Salah satu alternatif penangannya adalah melalui proses biodegradasi oleh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pseudomonas PL01 dan monosodium glutamat terhadap bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik pada skala lapangan dengan metode penimbunan. Plastik hitam, putih dan transparan berukuran 6 x 10 cm ditimbun pada tanah pasir dengan kedalaman 10 cm lalu ditambahkan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG dalam polybag yang diletakkan di ruang terbuka, lalu diinkubasi selama 12 minggu. Setiap 3 minggu dilakukan pengukuran kepadatan sel biofilm pada permukaan plastik, visualisasi biofilm menggunkan methylene blue, velositas dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG dapat berpengaruh pada bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik. Kepadatan sel pada bakteri indigenous pasir tanpa penambahan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG mencapai 1,16; 1,08 dan 0,90 AU pada plastik hitam, putih dan transparan.Velositas sebagai salah satu parameter juga menunjukkan adanya perubahan waktu apung plastik dari minggu ke-3 yaitu 18,45; 12,51 dan 10,61 detik menjadi 40,34; 37,47 dan 24,49 detik pada minggu ke-12. Hasil FTIR menunjukkan adanya penurunan % transmitan dari minggu ke-6 hingga minggu ke-12 dan perubahan gugus fungsional pada rantai hidrokarbon plastik.
Pengaruh Bacillus PL01 dan Monosodium Glutamat terhadap Bakteri Indigenous Pasir dalam Mendegradasi Plastik Dian Yanita Rahmi; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.289 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25997

Abstract

Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan mencemari lingkungan. Salah satu penyelesaiannya dapat dilakukan dengan proses biodegradasi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Bacillus PL01 diketahui mampu bersinergi dengan bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik di skala laboratorium dengan penambahan 1 gr/L Monosodium glutamat (MSG), sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari Bacillus PL01 dan MSG  terhadap bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik dengan metode penimbunan tanah dalam skala lapangan selama 12 minggu masa inkubasi. Setelah 12 minggu masa inkubasi, pertumbuhan bakteri indigenous pada permukaan plastik transparan sebesar 0,9 AU, sedangkan pada penambahan Bacillus PL01 dan 1 gr/L MSG pertumbuhannya mengalami penurunan yakni 0,3AU. Degradasi juga diamati dari kecepatan waktu apung plastik, yaitu plastik transparan sebelum didegradasi kecepatannya hanya mencapai 10.54 detik dan ketika plastik transparan telah didegradasi kecepatannya mencapai 28.71 detik, sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri indigenous pasir mampu mendegradasi plastik.  
Degradasi Plastik oleh Bacillus PL01 pada Medium Air Kolam dengan Penambahan Monosodium Glutamat Auliya Triasita Rizqy; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25999

Abstract

Plastik merupakan suatu komoditi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tiap tahunnya limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat dan menyebabkan permasalahan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan dan degradasi plastik kresek oleh isolat bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 pada medium air kolam steril dengan penambahan 1 g/L MSG. Bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 yang telah terbukti mampu melakukan degradasi plastik. Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada sedimen perairan yang memanfaatkan nutrisi dalam sedimen dan perairan baik berupa organik maupun anorganik untuk pertumbuhan selnya. Monosodium glutamat (MSG) juga terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan membantu dalam proses metabolisme sel. Hasil Penelitian ini adalah setelah minggu ke-12 masa inkubasi pertumbuhan biofilm Bacillus PL01 dengan 1 g/L MSG pada plastik, putih, dan transparan menurun menjadii 0,108; 0,093; 0,107 AU. Sedangkan Pseudomonas PL01 meningkat menjadi 0,187; 0,163; 0,163 AU pada minggu ke-12 masa inkubasi. Velositas pada plastik hitam, putih dan transparan yang telah didegradasi oleh Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 dengan/tanpa 1 g/L MSG membutuhkan waktu apung lebih lama dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.