Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi Awal Pemanfaatan Bawang Putih yang dihitamkan sebagai Antibakteri St Qurratul Aini; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.659 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29848

Abstract

Bawang hitam adalah bawang putih segar yang telah dipanaskan selama beberapa waktu sehingga berubah warna, bau dan juga rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bawang hitam sebagai olahan bawang putih memiliki daya antibakteri dengan melihat zona hambat dan pertumbuhan bakteri menggunakan metode difusi dan dilusi yang dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eschericia coli (Gram -), Bacillus subtilis (Gram +), dan Staphylococcus aureus (Gram +) resisten terhadap ekstrak bawang putih dan bawang hitam, sedangkan Pseudomonas aeruginosa (Gram -) sensitif terhadap ekstrak bawang putih dan ekstrak bawang hitam. Konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang hitam terhadap E. coli adalah 85%, S. aureus adalah 90%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%. Kemudian konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang putih terhadap E. coli adalah 80%, S. aureus adalah 95%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%.
Potensi Bakteri Koleksi sebagai Biofertilizer Rizki Nurul Safitri; Maya Shovitri; Hidayat Hidayat
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.573 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37137

Abstract

Biofertilizer mengandung mikroorganisme hidup dengan kemampuan melarutkan unsur makronutrien dan memproduksi fitohormon. Konsorsium bakteri merupakan kumpulan dari 2 atau lebih bakteri yang membentuk suatu komunitas dari genus yang berbeda. Agar mendukung aplikasi biofertilizer diperlukan adanya sinergisme antar bakteri. Pada penelitian ini akan dilakukan uji sinergisme dan uji potensi biofertilizer secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sinergisme dan potensi bakteri sebagai biofertilizer. Hasil menunjukkan bahwa dengan deteksi kualitatif  keenam isolat bakteri tersebut tidak mampu menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan kalium serta tidak dapat memproduksi fitohormon IAA namun dapat bersinergi secara positif.
Degradasi Plastik Oleh Jamur Aspergillus terreus (LM 1021) Pada pH 5 dan pH 6; Serta Suhu 25 dan 35 Celcius Ulin Maulidatul Rohmah; Maya Shovitri; Kuswytasari Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.257 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37207

Abstract

Polietilen merupakan polimer penyusun plastik yang sulit didegradasi secara alami, dan berpotensi menjadi limbah lingkungan. Jamur dapat menjadi alternatif dalam mendegradasi plastik. Jamur Aspergillus terreus diketahui memiliki kemampuan dalam mendegradasi plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH 5 dan 6 serta suhu 250C dan 350C terhadap degradasi plastik oleh jamur A. terreus (LM 1021) selama 20 hari pada Minimal Salt Medium (MSM) dengan potongan plastik. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah berat kering biomassa, persentase degradasi (ED) dan analisis fourier transform infrared (FTIR). Hasil dari penelitian setelah 20 hari inkubasi menunjukkan bahwa biomassa tertinggi didapat pada pH 5 suhu 250C yang mencapai 65 mg. Sedangkan nilai ED mencapai 3,25% pada pH 6 suhu 250C. Analisis FTIR menunjukkan telah terjadi perubahan persentase transmisi peak untuk gugus CH, CH2, dan C=C yang merupakan indikasi adanya perubahan gugus fungsional atau molekul kimia
Potensi Rhizobakteri Sebagai Pelarut Fosfat Sally Kurnia Sugianto; Maya Shovitri; Hidayat Hidayat
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37241

Abstract

Fosfat merupakan unsur kedua yang penting setelah nitrogen. Ketersediaan fosfat anorganik dalam tanah rendah, karena berikatan dengan Fe, Al dan Ca membentuk senyawa organik, sehingga fosfat tidak dapat diserap oleh tanaman. Rhizobakteria merupakan bakteri yang hidup di daerah rhizosfer tanah. Beberapa anggota rhizobakteria memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bakteri rhizosfer yang mampu melarutkan fosfat dengan menggunakan metode deteksi kualitatif. Pada penelitian ini didapatkan isolat murni yang telah dipurifikasi dari hasil isolasi tanah rhizosfer. Terdapat lima isolat yang mampu hidup bersinergis dan isolat P1, P2, P8 dan P9 berpotensi sebagai pelarut fosfat.
Karakter Isolat Bakteri P1 dari Rhizosfer Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Rahma Nadia Maudy; Enny Zulaika; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.871 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43550

Abstract

Rhizosfer tanaman tebu merupakan daerah yang ideal bagi bermacam-macam mikroorganisme tanah, salah satunya adalah bakteri. Tujuan dari penelitian adalah karakterisasi isolat bakteri dan genus dari kawasan rhizosfer tanaman tebu. Isolat yang digunakan adalah isolat yang diisolasi dari rhizosfer tanaman tebu. Selanjutnya dikarakterisasi bentuk koloni, bentuk sel, uji fisiologi dan reaksi biokimianya. Isolat bakteri P1 kemudian diidentifikasi genus dengan metode generic assignment menggunakan Bergey’s Mannual of Determinative Bacteriology.  Hasil identifikasi genus isolat bakteri P1 yaitu genus Bacillus.
Pengaruh 1 ppm Ion Fe2+ dan Variasi pH terhadap Aktivitas Alkana hidroksilase Jamur Aspergillus terreus Nurul Syamsi; Nengah Dwianita Kuswytasari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.203 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48753

Abstract

Polietilen sulit didegradasi karena tersusun atas monomer alkana yang memiliki ikatan C-C dan C-R yang bersifat stabil. Jamur Aspergillus terreus diketahui menghasilkan Alkana hidroksilas (AH), salah satu enzim yang terlibat dalam degradasi polietilen. Enzim AH membutuhkan kofaktor berupa ion Fe2+. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh 1 ppm ion Fe2+ dan variasi pH terhadap aktivitas enzim AH jamur A. terreus dalam mendegradasi plastik. Penelitian ini menggunakan medium MSM dengan 1 ppm ion Fe2+ dan variasi pH. Parameter yang diamati adalah aktivitas enzim AH dengan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan 1 ppm ion Fe2+ dan variasi pH berpengaruh terhadap aktivitas AH. Hasil tertinggi aktivitas AH dicapai pada konsentrasi ion Fe2+ 1 ppm dan pH 7, yaitu sebesar 10,6909 U/mL.
Studi Literatur Tentang Teknik Liofilisasi untuk Preservasi Bakteri Shifa Syafira Rachmat; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62855

Abstract

Liofilisasi adalah teknik konservasi dengan proses sublimasi cepat dalam kondisi vakum yang dapat diterapkan untuk produksi biofertilizer komersial. Liofilisasi menghasilkan produk bakteri kering yang stabil secara struktur, viabilitas bakteri yang tinggi pada penyimpanan lama dan mudah ditransportasikan. Salah satu tahapan penting dalam liofilisasi adalah kultur bakteri dan agen lioprotektan yang menjaga viabilitas sel selama penyimpanan. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mencari medium pertumbuhan alternatif yang ekonomis, serta mencari agen lioprotektan terbaik. Data dari jurnal, prosiding dan laporan penelitian, disusun dan dianalisis secara deskriptif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa lentil hitam (Vigna mungo), kacang hijau (Vigna radiata), splitpea yellow (Pisum sativum), kacang tunggak (Vigna unguiculata), ubi kuning (Ipomea batatas) dan ubi ungu (Dioscorea alata) mampu menjadi medium alternatif sumber nutrisi. Jumlah pertumbuhan bakteri di medium tersebut lebih banyak daripada medium paten nutrient broth dan nutrient agar. Sedangkan agen lioprotektan terbaik adalah sukrosa 5-10% dan skim milk 10-20% untuk sel tidak terimobilisasi atau skim milk 6-10% untuk sel terimobilisasi.
Ligninolytic Enzymes Produced by Gliomastix sp. in an Organic Waste Medium Nengah Dwianita Kuswytasari; Maya Shovitri; Enny Zulaika
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 26, No 1 (2015)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v26i1.577

Abstract

Ligninolytic enzymes are extracelluler enzymes that have many benefit on multiple industrial department. Its can result from Gliomastix sp. This study was aimed to determine the effect of temperature and pH on the activity of Ligninolytic enzymes by Gliomastix sp. T3.7 that grow on multiple organic waste . Ligninolytic enzymes was measured with spectrofotometer UV-Vis Boeco S22. The result showed that Gliomastix sp. T3.7 potentially produce the ligninolytic enzymes like as laccase, LiP and MnP. The optimum laccase activity ( 1,765 U/ml) detected on sugarcane baggase waste, pH 6 and temperature of 350C . The optimum LiP activity (8,088U/ml) detected on corn cobs, pH 5 and 350C, whereas the optimum MnP activity (0,964 U/ml) detected on sugarcane baggase too. Its optimum on pH 4 and 250C. Gliomastix sp. T3.7 on sugarcane bagasse, pH 6 and 350C, agensia potentially used as remediation on a variety of industry pollution.
The Anticancer Activity of the Marine Sponge Aaptos suberitoides to Protein Profile of Fibrosarcoma Mice (Mus musculus) Noor Nailis Sa'adah; Awik Puji Dyah Nurhayati; Maya Shovitri
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 27, No 3 (2016)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.527 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v27i3.1183

Abstract

The study was aimed to evaluating anticancer activity of A. suberitoides on protein profile of blood plasma of fibrosarcoma mice (M. musculus). Mice were induced by Benzo(a)pyrene on the subcutaneous tissue intravenously with a concentration of 0,3 gram/0,2 oleum olivarum/day for 2 weeks. Mice were treated with ethanolic extract of A. suberitoides every day for two weeks. There were six groups. The first group (I) was control. Group II, mice were induced by CMCNa, Group III mice were treated by Cyclophosphamide. Group IV, V and VI mice were treated by ethanolic extract of A. suberitoides with 500, 1000 and 1500 mg/weight. Mice blood were taken at week fifteen. Protein profile of mice was measured by electrophoresis SDS-PAGE. The protein profile indicated that the mice were induced benzo(a)pyrene (Group II, III, IV, V and VI) have a new protein band (41 kDa). The protein band not presented in control (Group I). The protein band ( 7 kDa) was in Groups I and II, but it not presented in Groups III, IV, V and VI. The most interesting protein band was 115 kDa, which presented only in Groups II, III and IV. The research showed that the sponge extract with concentration of 1000 and 1500 mg/weight repressed the expression of protein 115 kDa
Extracellular Alkaline Phosphatase from Mangrove Soil Yeast Nur Hidayatul Alami; Windasari Putri Septarina; Tania Pratiwi; N. D Kuswytasari; Enny Zulaika; Maya Shovitri
Akta Kimia Indonesia Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.135 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v4i1.5090

Abstract

Alkaline phosphatase is a widely used enzyme in research and industry. Yeast is one of a microbial group that has the potency to produce alkaline phosphatase. This study aims to screen yeast from  mangrove in Surabaya’s East Coast with the potential of alkaline phosphatase and to optimize the production of these enzymes. Screening test includes the measurement of phosphate solubilization index and concentration of soluble phosphate. Yeast with potential of phosphate solubilization will be used to measured the enzyme activity and also further optimized for extracellular alkaline phosphatase production. Optimization was done by determining the incubation time and a variety of combinations of phosphate source and temperature. The incubation time was adjusted to 7 days. Ca3(PO4)2 and KH2PO4 as the phosphate source and incubation temperature were adjusted to 29° C, 45° C, and 55° C. The results showed that isolates with the highest phosphate solubilization index were W1.1 and G3.2 (1.18 for W1.1 and 1.15 for G3.2). Yeast with the ability to solubilize phosphate was assumed to be Candida genus. W1.1 and G3.2 produced soluble phosphate in a concentration of  0.50 ppm and 0.77 ppm at the 7th day respectively. Candida G3.2 has higher enzyme activity than Candida W1.1. Candida G3.2 has optimal production for 3 days incubation time with a combination of temperature 29 °C and Ca3(PO4)2as the phosphate source which caused 97.8 U/mL enzyme activity.