Paravita Sri Wulandari
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TUNDAAN PEMADATAN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Billy Gunarso Tanadi; Wenas Budi Hartanto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.422 KB)

Abstract

Campuran aspal emulsi dingin (CAED) merupakan campuran aspal yang baik dan ramah lingkungan sebagai pengganti aspal panas. CAED dapat ditunda pemadatan dikarenakan untuk proses pelekatannya dibutuhkan penguapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tumbukan optimum, kadar aspal residu optimum (KARO), dan mengetahui pengaruh tanpa tundaan dan tundaan pemadatan 6, 12, dan 24 jam pada CAED bergradasi rapat tipe IV. CAED menggunakan agregat dari Jember dan aspal tipe Cationic Slow Setting-1Hard (CSS-1H) yang diproduksi oleh PT.Bangun Olah Bitumen (BOB). Nilai enersi pemadatan terbaik yang didapat adalah 2x(2x75) dan Nilai KARO didapat pada kadar aspal 8.3% terhadap berat total campuran. Pada Proses penundaan pemadatan, campuran dibungkus dengan plastik untuk mencegah terjadinya penguapan kadar air. CAED tanpa dan dengan tundaan pemadatan telah memenuhi semua spesifikasi tetapi mengalami penurunan stabilitas seiring bertambahnya waktu tundaan. Sedangkan untuk nilai VIM-nya, mengalami kenaikan sering bertambahnya waktu tundaan.
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN VARIASI GRADASI AGREGAT BATAS ATAS HINGGA BATAS TENGAH Garry Geraldo Santoso; Raynaldo - Arfandy; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan aspal panas yang saat ini banyak digunakan dapat menimbulkan berbagai masalah polusi, sehingga perlunya pengganti aspal yang lebih ramah lingkungan seperti aspal emulsi. Tujuan penelitian adalah untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dengan variasi gradasi agregat dari batas atas hingga batas tengah. Agregat yang digunakan berasal dari kota Jember. Benda uji pada penelitian ini merupakan Campuran Emulsi Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV. Aspal yang digunakan adalah CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard). Pembuatan campuran aspal emulsi dingin dibuat sesuai Job Mix Formula untuk masing-masing batas dengan penggunaan aspal sebesar (KAE-1%, KAE-0.5%, KAE±0%, KAE+0.5%, KAE+1%) untuk mendapatkan KARO pada masing-masing batas. Kemudian, dibuat sampel masing-masing batas atas hingga batas tengah, lalu dilakukan uji Marshall untuk mengetahui karakteristik pada gradasi batas atas hingga batas tengah. KARO (Kadar Aspal Residual Optimum) untuk masing-masing gradasi agregat dari batas atas hingga batas tengah berturut-turut adalah 12.6%, 11.3%, 10.1%. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa gradasi agregat batas atas dan batas rata atas tidak memenuhi spesifikasi porositas (VIM), dengan nilai dari batas atas hingga batas tengah berturut-turut 2.7%, 4.61%, 8.75% dan nilai stabilitas berturut-turut 490.14 kg, 380. 64 kg, 436.03 kg, sehingga gradasi batas tengah lebih baik daripada gradasi batas atas dan batas rata atas karena memenuhi semua spesifikasi yang ada.
STABILISASI TANAH KUPANG DENGAN MENGGUNAKAN ASPAL EMULSI Ishach Wiehelmed Dama; Leo - Davinchi; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan hasil stabilisasi tanah Kupang yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aspal emulsi terhadap kekuatan tanah. Pada penelitian ini tanah ditambahkan dengan campuran aspal emulsi 4%, 6% dan 8% dengan masa pemeraman (curing) selama 7 hari. Pada pengujian CBR rendaman dengan campuran aspal emulsi 4%, 6% dan 8% menunjukkan perubahan daya dukung tanah menjadi 10,90%, 12,10% dan 14,60%. Begitu juga pada pengujian CBR tanpa rendaman dengan campuran aspal emulsi menunjukkan perubahan daya dukung tanah. Pada campuran aspal emulsi 4% mengalami penurunan menjadi 12,40%, sedangkan pada campuran aspal emulsi 6% dan 8% mengalami peningkatan menjadi 13,50% dan 18,20%.
CAMPURAN OPTIMUM TANAH KAPUR WASAY DENGAN SEMEN UNTUK LAPIS FONDASI JALAN Edriant Yobel Edong Rumissing; Cherly Agnes Pattiasina; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.371 KB)

Abstract

Pemanfaatan material lokal sebagai pengganti material agregat terutama pada struktur lapis fondasi jalan adalah alternatif agar lebih ekonomis. Tanah kapur adalah salah satu material lokal yang banyak terdapat di perbukitan tempat dimana pembangunan jalan Trans Papua dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik tanah kapur Wasay serta campuran dengan kadar semen optimum agar memenuhi target nilai uji kuat tekan bebas yang diisyaratkan pada Spesifikasi Bina Marga 2018. Campuran tanah kapur Wasay dengan kadar semen 0% sampai 8% dengan interval 1% sampai keadaan kadar air optimum atau Optimum Moisture Content/OMC. Masa perawatan selama tujuh hari dan setelah masa perawatan, dilakukan perendaman selama empat jam sebelum dilakukan pengujian kuat tekan bebas atau Unconfined Compression Strenght/UCS. Hasil nilai uji kuat tekan bebas menunjukkan peningkatan nilai kuat tekan bebas seiring meningkatnya kadar semennya. Dari hasil uji kuat tekan bebas, kadar semen optimum ialah sebesar 8% dengan nilai uji kuat tekan bebasnya 28,195 kg/cm2, yang memenuhi target nilai uji kuat tekan bebas yang diisyaratkan Spesifikasi Bina Marga 2018 sebesar 24 kg/cm2. Masa perawatan tiga hari, tujuh hari, dan empat belas hari dilakukan pada kadar semen optimum yaitu 8%, dari hasil nilai uji kuat tekan bebas pada masa perawatan tersebut, masa perawatan optimum ialah selama tujuh hari.
STUDI KASUS TERHADAP PELAKSANAAN BASEMENT 5 LANTAI DI WILAYAH SURABAYA BARAT Ho Steven; Erron Gunardi; Paravita Sri Wulandari; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.207 KB)

Abstract

Pembuatan basement pada bangunan bertingkat saat ini sangat banyak dilakukan untuk dijadikan lahan parkir. Basement yang akan dibuat memiliki kedalaman dan kondisi lapangan yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan metode yang berbeda-beda pula dalam pelaksanaannya. Skripsi ini menganalisa tentang metode pelaksanaan dalam pembuatan basement 5 lantai di wilayah Surabaya Barat. Metode untuk pelaksanaan basement tersebut ada 2, yaitu bottom-up dan top-down. Lalu dilakukan analisa data berupa studi literatur dari referensi dan data proyek, kemudian dilakukan pengecekan kestabilan dinding penahan tanah yang dipakai menggunakan program PLAXIS. Pemilihan alat-alat berat yang akan digunakan pada proyek juga disesuaikan dengan metode yang dipilih. Dari hasil studi literatur dan analisa menggunakan program PLAXIS, metode bottom-up harus melakukan pemasangan ground anchor untuk membantu kestabilan dinding penahan tanah. Tetapi dengan dilakukannya pemasangan ground anchor, hal tersebut bisa membahayakan bangunan sekitar proyek. Oleh karena itu metode top-down merupakan metode yang tepat untuk diaplikasikan dalam pelaksanaan basement, karena top-down memenuhi syarat kestabilan dinding penahan tanah dan aman dalam pelaksanaannya.
ANALISA PERKUATAN GEOTEKSTIL PADA TIMBUNAN KONSTRUKSI JALAN DENGAN PLAXIS 2D Pretty Angelina Tay; Fiona Swasti Adi; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.714 KB)

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada timbunan adalah terjadinya penurunan yang besar. Oleh karena itu diperlukan perkuatan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satu usaha perkuatan tanah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang geotekstil. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kuat tarik geotekstil yang digunakan serta menentukan kuat tarik optimum geotekstil yang akan digunakan sebagai perkuatan dengan memperhatikan nilai angka keamanan dan penurunan. Penelitian ini menggunakan tiga pemodelan yaitu, yang pertama pengujian pada timbunan yang tidak menggunakan geotekstil. Pengujian kedua yaitu untuk menentukan panjang geotekstil yang akan digunakan. Pengujian ketiga, pengujian pada timbunan yang menggunakan geotekstil dengan kuat tarik yang bervariasi, dengan panjang yang ditentukan berdasarkan hasil pola keruntuhan yang terjadi pada pengujian kedua.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penggunaan geotekstil, pola keruntuhan yang terjadi mengalami perubahan, dimana bagian yang runtuh hanya pada timbunan saja.Penurunan yang terjadi pada timbunan dengan perkuatan geotekstil semakin kecil dan nilai angka keamanan yang diperoleh melebihi batas minimum nilai angka keamanan ijin.
ANALISA KARAKTERISTIK DAN APLIKASI CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN SPESIFIKASI CAMPURAN ASPAL PANAS Kevin Alexander; Timotius Prasetyo; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.469 KB)

Abstract

Jenis perkerasan lentur yang digunakan di Indonesia pada umumnya menggunakan campuran aspal panas. Adapun jenis-jenis campuran aspal panas tersebut antara lain: Lapis Aspal Beton (Laston) atau AC (Asphalt Concrete), Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston) atau HRS (Hot Rolled Sheets) dan Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir). Mulai sekitar tahun 1990-an untuk pekerjaan jalan di Indonesia mulai dipergunakan jenis aspal lain yaitu aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Aspal Residu Optimum (KARO) dan karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) jika gradasinya mempergunakan spesifikasi campuran beraspal panas dengan membandingkan campuran aspal panas dan campuran aspal dingin. Agregat yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Pandaan, sedangkan aspal yang digunakan yaitu aspal emulsi dingin type css-1h dan aspal panas Pen.60-70. Variasi kadar aspal yang digunakan yaitu : 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, dan 7%. Untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum dilakukan pengujian Marshall dengan parameter yaitu stabilitas, flow, VIM, dan VMA. Hasil yang diperoleh pada KARO 7% yaitu nilai stabilitas sebesar 1075.310 kg, nilai VIM 7.36%, nilai VMA 20.74% dan nilai flow 3.98%. Dengan nilai parameter yang didapatkan maka campuran aspal emulsi dingin dengan spesifikasi campuran aspal panas memenuhi syarat spesifikasi parameter untuk campuran beraspal lalu lintas berat yaitu campuran laston.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DENSE GRADED EMULSION MIXTURE (DGEM) TIPE V DAN VI TERHADAP SPESIFIKASI TIPE CAMPURAN ASPAL PANAS Charly Robin Arifin; Jaya Soesanto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sehingga dibutuhkan campuran aspal yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Dense Graded Emulsion Mixture (DGEM), campuran bergradasi rapat tipe IV dan tipe VI. Penelitian ini menggunakan agregat halus dan kasar yang berasal dari Banyuwangi, aspal emulsi tipe CSS-1h. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik DGEM dengan memakai campuran tipe V dan tipe VI dan untuk mengetahui perbandingan karakteristik DGEM yang menggunakan campuran tipe V dan tipe VI dengan spesifikasi tipe campuran aspal panas. Hasil dari penelitian ini adalah campuran tipe V dan tipe VI dengan menggunakan agregat yang berasal dari Banyuwangi dan aspal emulsi tipe CSS-1h memenuhi syarat spesifikasi aspal panas tipe SS, STS, STK.
VARIASI KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AKIBAT PERUBAHAN MUSIM Vedi Wihono Susilo; David Christian; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.05 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif yang tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan. Wetting dan drying, merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tanah pada saat musim hujan dan kemarau. Proses wetting dilakukan dengan cara tanah dibasahi untuk mencari beratnya sedangkan drying dilakukan dengan cara tanah dikeringkan pada ruangan tertutup untuk mencari beratnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh indeks plastisitas dan persentase fine aggregate terhadap perubahan kuat kokoh akibat wetting dan drying. Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula dari lima lokasi di Surabaya Barat didapatkan dari pengujian di laboratorium UK Petra. Pada saat proses wetting, tanah dibasahi sampai berat tanah yang diinginkan, sedangkan pada proses drying tanah dibiarkan di ruangan sampai mencapai berat tanah yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks plastisitas yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang kecil, dan persentase fine aggregate yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang besar.
PENGARUH SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C UNTUK GRADASI DGEM DAN OGEM Indra Kristanto; Aldo Lodi; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.448 KB)

Abstract

Studi tentang Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) pada campuran tipe OGEM masih jarang dilakukan sehingga pengembangannya cukup lamban, walau penggunaan aspal OGEM dapat memanfaatkan agregat lokal sehingga tidak menguras agregat suatu daerah tertentu. Studi ini meneliti performa CAED dengan serbuk ban bekas atau Crumb Rubber (CR) sebagai pengganti agregat. Tipe gradasi agregat yang digunakan pada penelitian ini adalah Open Graded Emulsion Mix (OGEM) dan Dense Graded Emulsion Mix (DGEM) Campuran aspal yang digunakan menggunakan fly ash sebagai filler sebanyak 2% dengan tujuan untuk membantu pengikatan campuran aspal dengan agregat dan serbuk ban bekas. Ukuran Serbuk ban bekas yang digunakan dalam campuran adalah mesh 20 dengan alasan ekonomis sebagai pertimbangan. Perbandingan akan dilakukan terhadap besar kadar dari Serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus yang lolos ayakan No. 8 (2,36mm) sebesar 0%, 25%, dan 50%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak dari subtitusi agregat halus dengan Serbuk ban bekas membuat campuran aspal menjadi lebih elastis dengan pertambahan Void in Mixture (VIM) yang meningkat seiring dengan penambahan serbuk ban bekas. Pertambahan dari VIM pada penelitian ini ditemukan bahwa masih memenuhi batas standar spesifikasi
Co-Authors , Chris , Chris . Maria . Maria Adrian Hartanto Adrian Hartanto, Adrian Aldo Lodi Alexander Octovius Andhi Lim Arianto Thesman Aswin Alfredo Benjamin Lumantarna Benjamin Lumantarna Billy Gunarso Tanadi Charly Laos Charly Laos, Charly Charly Robin Arifin Cherly Agnes Pattiasina Christian Christian Christopher Hansel Famdale Cyprianus Welarana Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra David Christian Deborah Maria Getruide L Edriant Yobel Edong Rumissing Elizabeth Yolanda Eric - Chandra Erron Gunardi Erron Gunardi Fiona Swasti Adi Fiona Swasti Adi Garry Geraldo Santoso Gavin Gosali Gavin Gosali, Gavin Gedy Goestiawan Gedy Goestiawan, Gedy Glenys Devina Gotama, Kevin Ronaldo Handoko Sugiharto Handoko Sugiharto Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmajadja Harry Zentino Hendra Jaya Hendra Jaya Hendy Ardhian Ho Steven Ho Steven Indra Kristanto Irawan Sugiharto Irawan Sugiharto, Irawan Ishach Wiehelmed Dama Jaya Soesanto Jeffrey Christian Natakusuma Joseph Richard Ken Kertorahardjo Kertorahardjo, Ken Kevin Alexander Kevin Alexander, Kevin Kevin Chandra Kevin Ronaldo Gotama Kristanto, Indra Leo - Davinchi Levina Horas Lie Dick Saputra Lodi, Aldo Marcelino Gosal Martien Stivanus Purnomo Michael Kevindie Setyawan Michael Kevindie Setyawan, Michael Kevindie Nico - Prayogo Ocky - Haryadi Oktavianus Danny Sivananda Percy Tambran Pretty Angelina Tay Pretty Angelina Tay Raynaldo - Arfandy Ricky Fernando Yong Robby Saputra Pangloli Rudy Hermanto Sally Sally Thesman, Arianto Timotius Prasetyo Timotius Prasetyo, Timotius Vedi Wihono Susilo Wenas Budi Hartanto Wuisan, Yoel Yoel Wuisan