Paravita Sri Wulandari
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN ASBUTON BUTIR PADA CAMPURAN LASTON Hendy Ardhian; Cyprianus Welarana; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.385 KB)

Abstract

Kebutuhan aspal di Indonesia semakin lama semakin meningkat, untuk pembuatan jalan baru maupun perbaikan jalan. Konstruksi dengan bahan dasar menggunakan aspal pen 60 di Indonesia seringkali menggunakan bahan impor, sehingga digunakan pemanfaatan aspal modifikasi menggunakan aspal pen 60 dengan asbuton butir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai karakteristik marshall dari campuran laston dengan asbuton butir Lawele yang diharapkan mampu menggantikan sebagian penggunaan aspal pen 60 sebagai perkerasan jalan raya. Penelitian ini menggunakan aspal minyak pen 60 dengan kadar 5,5%, 6%, 6,5%, 7% sesuai dengan ketentuan Binamarga dan campuran laston dengan asbuton butir dan aspal pen 60. Kadar aspal pen 60 dan asbuton butir yang digunakan adalah 65%–35%, 70%–30%, 75%–25%, 80%–20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran laston dengan asbuton butir dapat digunakan sebagai perkerasan jalan, mempunyai nilai stabilitas yang memenuhi syarat campuran aspal modifikasi campuran laston dengan KAO 6%.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK CAMPURAN EMULSI BERGRADASI RAPAT TIPE IV, LASTON (AC-WC) DAN LATASTON (HRS-A) Marcelino Gosal; Alexander Octovius; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dan Campuran Aspal Panas (CAP) dengan memanfaatkan agregat lokal dari kota Jember. Benda uji pada penelitian ini merupakan Campuran Emulsi Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV, Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60-70 dan CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard). Benda uji dibuat dengan spesifikasi masing-masing, pemadatan identik, dan proses curing sesuai aturan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa karakteristik CEBR Tipe IV tidak semua memenuhi spesifikasi Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Karakteristik yang tidak memenuhi adalah flow, air void, dan void filled wih bitumen (VFB).
KARAKTERISTIK TANAH KUPANG DENGAN CAMPURAN SEMEN KUPANG UNTUK LAPIS FONDASI JALAN Deborah Maria Getruide L; Ricky Fernando Yong; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen merupakan salah satu campuran yang paling sering digunakan dalam stabilisasi tanah. Pada penelitian ini peneliti menambahkan campuran semen Kupang 4%, 6%, 8% ke dalam tanah Kupang untuk diketahui karakteristik untuk lapis pondasi jalan yang memenuhi syarat Bina Marga serta kadar semen optimum yang memenuhi syarat Kuat Tekan Bebas (UCS) dan California Bearing Ratio (CBR). Metode penelitian ini meliputi pengujian fisik tanah dan mekanik tanah. Pengujian fisik meliputi analisa ayakan, berat jenis, Proctor Test, Plastic Limit, Liquid Limit dan permeabilitas. Sedangkan untuk pengujian mekanik meliputi UCS dan CBR. Hasil dari CBR soaked berturut-turut 0%, 4%, 6%, 8% adalah 6,40%, 39%, 130% dan 189%. Hasil dari CBR unsoaked berturut-turut 0%, 4%, 6%, 8% adalah 12,30%, 67,50%, 160% dan 262,50%. Kadar campuran semen 4%, 6%, 8% memenuhi syarat Bina Marga yaitu minimum 15%. Hasil Kuat Tekan Bebas (UCS) berturut-turut 0%, 4%, 6%, 8% adalah 0 kg/cm², 296,96 kg/cm², 342,28 kg/cm², 789,76 kg/cm². Dari penelitian disimpulkan bahwa tanah Kupang termasuk dalam tanah pasir bergradasi baik dan kadar campuran semen Kupang optimum yang memenuhi persyaratan adalah 6%.
PENGARUH KADAR SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLYASH TIPE-C Arianto Thesman; Ken Kertorahardjo; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.906 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin tingginya angka kerusakan jalan sehingga diperlukan perbaikan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat tipe IV yang berasal dari Banyuwangi, fly ash yang berfungsi sebagai filler, dan serbuk ban bekas ukuran mesh #40 yang lolos ayakan no. 8. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian agregat halus dengan serbuk ban bekas dengan kadar 25%, 50%, 75%, 100%, dan fly ash sebagai filler terhadap stabilitas CAED. Tipe CAED yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe CSS-1h sebesar 8% dan fly ash yang digunakan sebesar 2% dari berat total agregat halus. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai stabilitas akan semakin turun dengan semakin tingginya kadar serbuk ban bekas. Penurunan nilai stabilitas ini diakibatkan nilai VIM yang besar. Kadar serbuk ban bekas optimum pada penelitian ini adalah sebesar 25% karena memenuhi spesifikasi nilai VIM dan spesifikasi stabilitas
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN VARIASI GRADASI AGREGAT BATAS ATAS HINGGA BATAS TENGAH Garry Geraldo Santoso; Raynaldo - Arfandy; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan aspal panas yang saat ini banyak digunakan dapat menimbulkan berbagai masalah polusi, sehingga perlunya pengganti aspal yang lebih ramah lingkungan seperti aspal emulsi. Tujuan penelitian adalah untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dengan variasi gradasi agregat dari batas atas hingga batas tengah. Agregat yang digunakan berasal dari kota Jember. Benda uji pada penelitian ini merupakan Campuran Emulsi Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV. Aspal yang digunakan adalah CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard). Pembuatan campuran aspal emulsi dingin dibuat sesuai Job Mix Formula untuk masing-masing batas dengan penggunaan aspal sebesar (KAE-1%, KAE-0.5%, KAE±0%, KAE+0.5%, KAE+1%) untuk mendapatkan KARO pada masing-masing batas. Kemudian, dibuat sampel masing-masing batas atas hingga batas tengah, lalu dilakukan uji Marshall untuk mengetahui karakteristik pada gradasi batas atas hingga batas tengah. KARO (Kadar Aspal Residual Optimum) untuk masing-masing gradasi agregat dari batas atas hingga batas tengah berturut-turut adalah 12.6%, 11.3%, 10.1%. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa gradasi agregat batas atas dan batas rata atas tidak memenuhi spesifikasi porositas (VIM), dengan nilai dari batas atas hingga batas tengah berturut-turut 2.7%, 4.61%, 8.75% dan nilai stabilitas berturut-turut 490.14 kg, 380. 64 kg, 436.03 kg, sehingga gradasi batas tengah lebih baik daripada gradasi batas atas dan batas rata atas karena memenuhi semua spesifikasi yang ada.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR PULAU JAWA DENGAN AGREGAT LUAR PULAU JAWA DITINJAU DARI KEKUATAN CAMPURAN PERKERASAN LENTUR Michael Kevindie Setyawan; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.987 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi agregat kasar Luar Pulau Jawa untuk dijadikan material pembangunan infrastruktur di daerahnya. Agregat kasar Pulau Jawa dijadikan pembanding karena sudah diakui mutunya untuk pembangunan infrastruktur Pulau Jawa. Setiap daerah memiliki sumber daya yang sangat kaya untuk pembangunan infrastruktur, namun setiap daerah memiliki karakteristik material yang berbeda-beda. Agregat kasar yang digunakan sebagai pembanding dari Pulau Jawa adalah dari Pandaan dan Pacitan. Sedangkan untuk agregat kasar dari Luar Pulau Jawa memakai agregat dari Bali dan Kalimantan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Laston WC dan agregat kasar berdasarkan SNI 8198:2015. Hasil penelitian adalah agregat kasar dari Bali tidak memenuhi spesifikasi berat jenis dan penyerapan. Agregat kasar dari Kalimantan tidak memenuhi spesifikasi kepipihan dari BS 812 part 105:1990. Agregat kasar Pandaan dijadikan sebagai acuan sedangkan agregat kasar Pacitan tidak dikarenakan kekekalan agregat tidak memenuhi spesifikasi. Kadar aspal dari agregat kasar Pandaan yang memenuhi persyaratan Laston WC adalah 5%. Agregat kasar Bali dan Kalimantan dengan hot mix design Laston WC 5% didapati tidak memenuhi dalam spesifikasi MQ, pelelehan, VIM dan VFA. Kesimpulan dari penelitian ini, agregat kasar Bali dan Kalimantan tidak bisa langsung dipakai untuk Laston WC. Namun pencampuran agregat kasar Bali dan Kalimantan bisa dijadikan anternatif solusi.
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DENGAN TREATMENT HCL SEBAGAI PENGGANTI SEMEN DALAM PEMBUATAN BETON . Maria; , Chris; Handoko Sugiharto; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.982 KB)

Abstract

Beton pozzolanic merupakan beton dengan penambahan material pozzolan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran beton. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penggunaan material pozzolan berupa Rice Husk Ash (RHA) terhadap workability dan kuat tekan dari beton. Persentase penggunaan RHA yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%. Dilakukan empat jenis treatment yang berbeda pada RHA antara lain penumbukan, penambahan alkali treatment (HCl), pembakaran dengan suhu 600°C, serta penambahan alkali treatment (HCl) pada RHA yang telah dibakar dengan suhu 600°C. Analisa terhadap RHA yang dibakar dengan suhu 600°C dilakukan dengan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil tes menunjukkan bahwa RHA yang digunakan merupakan pozzolan tipe C dengan total SiO2+ Fe2O3 + Al2O3 sebesar 83.82%. Dilakukan pengujian kuat tekan pada tiga sampel beton kubus berukuran 15x15x15 cm³ pada saat umur beton mencapai 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton dengan campuran RHA memiliki workability yang lebih rendah dibandingkan dengan beton kontrol. Uji kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam mencapai 30.56 MPa selisih 7.1 % dari kuat tekan beton kontrol (32.89 MPa).
PENGARUH KARAKTERISTIK AGREGAT TERHADAP CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Lie Dick Saputra; Robby Saputra Pangloli; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmajadja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.898 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh karakteritik agregat terhadap Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). CAED yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran antara agregat bergradasi terbuka dan aspal emulsi sebagai bahan pengikat. Aspal emulsi adalah aspal berbentuk cair yang dihasilkan dengan mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif atau negatif atau tidak bermuatan listrik. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan menggunakan agregat berasal dari Pandaan, Mojokerto, Banyuwangi, Palu dan Labuan Bajo untuk mendapatkan nilai stabilitas. Dari hasil pengujian ini didapatkan nilai KARO untuk agregat dari Pandaan, Banyuwangi, Mojokerto, Palu, dan Labuan Bajo berturut-turut adalah 7%, 6,5%, 8%, 8%, dan 6,5%. Pengujian karakteristik agregat meliputi abrasi agregat, kepipihan agregat, dan berat jenis agregat .Hasil penelitian menunjukkan abrasi agregat adalah parameter yang paling mempengaruhi stabilitas CAED
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP STABILITAS CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Harry Zentino; Oktavianus Danny Sivananda; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.147 KB)

Abstract

Serat ijuk merupakan serat alami yang mudah ditemukan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). CAED adalah campuran antara agregat bergradasi menerus dan aspal emulsi sebagai bahan pengikat. Aspal emulsi adalah aspal berbentuk cair yang dihasilkan dengan mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif atau negatif atau tidak bermuatan listrik. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED tanpa dan dengan tambahan serat ijuk dengan waktu curing selama 0 dan 7 hari untuk mendapatkan nilai stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak kadar serat ijuk yang ditambahkan maka stabilitas meningkat. Stabilitas CAED dengan serat ijuk umur curing 0 hari meningkat pada kadar ijuk 0,1% - 0,3% lalu mengalami penurunan pada kadar ijuk 0,4%. Stabilitas kadar ijuk 0,3% lebih tinggi daripada CAED tanpa serat ijuk. Stabilitas CAED dengan serat ijuk umur curing 7 hari meningkat pada kadar ijuk 0,1% - 0,4% dan masih bisa terus naik. Stabilitas kadar ijuk 0,4% lebih tinggi daripada CAED tanpa serat ijuk. Panjang serat ijuk antara 0,1 – 0,25 cm. Waktu curing selama 7 hari meningkatkan stabilitas CAED tanpa dan dengan tambahan serat ijuk
ANALISIS PENGGUNAAN GEOTEKSTIL UNTUK PERKUATAN TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PLAXIS 2D Joseph Richard; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.511 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan geotekstil sebagai perkuatan timbunan. Perkuatan dilakukan karena seiring waktu, beban dari timbunan akan selalu bertambah, contohnya beban lalu lintas. Menghadapi pertambahan beban ini wajib diikuti dengan perkuatan tanah, salah satunya dengan penggunaan geotekstil di atas tanah dasar dan di dasar dari timbunan.Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan program Plaxis 2D untuk mengetahui kondisi kombinasi tanah dasar dan tanah timbunan mula mula. Dari simulasi model program pada Plaxis, didapatkan tiga hal utama, yaitu angka keamanan, penurunan, dan pola keruntuhan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa semakin lunak tanah dasar, maka perkuatan di atas tanah dasar yang lebih lunak memberi efek lebih daripada perkuatan di atas tanah dasar yang lebih kuat. Selain itu, dalam batasan kekuatan tanah tertentu, perkuatan geotekstil mulai memberi dampak yang tidak signifikan pada kondisi tanah dasar yang sudah kuat.
Co-Authors , Chris , Chris . Maria . Maria Adrian Hartanto Adrian Hartanto, Adrian Aldo Lodi Alexander Octovius Andhi Lim Arianto Thesman Aswin Alfredo Benjamin Lumantarna Benjamin Lumantarna Billy Gunarso Tanadi Charly Laos Charly Laos, Charly Charly Robin Arifin Cherly Agnes Pattiasina Christian Christian Christopher Hansel Famdale Cyprianus Welarana Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra David Christian Deborah Maria Getruide L Edriant Yobel Edong Rumissing Elizabeth Yolanda Eric - Chandra Erron Gunardi Erron Gunardi Fiona Swasti Adi Fiona Swasti Adi Garry Geraldo Santoso Gavin Gosali Gavin Gosali, Gavin Gedy Goestiawan Gedy Goestiawan, Gedy Glenys Devina Gotama, Kevin Ronaldo Handoko Sugiharto Handoko Sugiharto Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmajadja Harry Zentino Hendra Jaya Hendra Jaya Hendy Ardhian Ho Steven Ho Steven Indra Kristanto Irawan Sugiharto Irawan Sugiharto, Irawan Ishach Wiehelmed Dama Jaya Soesanto Jeffrey Christian Natakusuma Joseph Richard Ken Kertorahardjo Kertorahardjo, Ken Kevin Alexander Kevin Alexander, Kevin Kevin Chandra Kevin Ronaldo Gotama Kristanto, Indra Leo - Davinchi Levina Horas Lie Dick Saputra Lodi, Aldo Marcelino Gosal Martien Stivanus Purnomo Michael Kevindie Setyawan Michael Kevindie Setyawan, Michael Kevindie Nico - Prayogo Ocky - Haryadi Oktavianus Danny Sivananda Percy Tambran Pretty Angelina Tay Pretty Angelina Tay Raynaldo - Arfandy Ricky Fernando Yong Robby Saputra Pangloli Rudy Hermanto Sally Sally Thesman, Arianto Timotius Prasetyo Timotius Prasetyo, Timotius Vedi Wihono Susilo Wenas Budi Hartanto Wuisan, Yoel Yoel Wuisan