Paravita Sri Wulandari
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DAN PERBANDINGAN STABILITAS ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN LASTON Adrian Hartanto; Irawan Sugiharto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.903 KB)

Abstract

Jalan pada umumnya menggunakan perkerasan lentur yaitu aspal. Aspal digunakan sebagai perekat antar agregatnya. Kebutuhan aspal di kota-kota besar di Indonesia semakin lama semakin meningkat, untuk pembuatan jalan baru maupun perbaikan jalan. Konstruksi menggunakan aspal panas menyebabkan polusi udara sehingga dilakukan penelitian pengganti aspal panas tersebut agar mengurangi polusi dengan aspal dingin yaitu aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai sifat-sifatmarshall dari aspal emulsi tipe CSS-1h, CMS-1, dan CRS-1 serta membandingkan stabilitasnya dengan laston. Penelitian ini menggunakan kadar aspal emulsi 7%, 7,5%, 8%, 8,5%, 9% dan aspal laston dengan kadar 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% sesuai dengan ketentuan Binamarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspal emulsi CSS-1h dapat dipakai sebagai perkerasan jalan. KARO aspal emulsi CSS-1h adalah 7% dengan nilai stabilitas 1259 kg lebih tinggi dibanding laston dengan KAO 6% dengan stabilitas 1033,35kg. Penggunaan aspal emulsi bisa diterapkan untuk perkerasan dengan tujuan Go Green.
PENGARUH PENAMBAHAN SABUT KELAPA TERHADAP STABILITAS CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Andhi Lim; Rudy Hermanto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.236 KB)

Abstract

Di Indonesia penggunaan aspal emulsi sebagai bahan dasar aspal dalam pekerasan lentur masih sangat jarang dijumpai. Hal ini mengakibatkan sedikitnya penelitian tentang aspal emulsi. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang aspal emulsi. Salah satu hasil alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada aspal adalah serabut yang berasal dari buah kelapa. Dalam penelitian ini, sabut kelapa dijadikan sebagai bahan tambahan pada Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). Sabut kelapa dipotong dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan pada CAED. Kadar sabut kelapa yang dipakai beriksar antara 0,50 % - 1,50 % dari total berat aspal dengan panjang berkisar ± 5 mm. Pengujian awal dilakukan dengan pemeriksaan terhadap material yang akan dipakai dalam membuat benda uji. Pemeriksaan terhadap material dilakukan untuk mengetahui apakah material telah memenuhi spesifikasi apakah dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan benda uji. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan sabut kelapa dan tanpa sabut kelapa pada umur 0 hari dan 7 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kadar sabut kelapa optimum yang dapat ditambahkan pada CAED adalah sebesar 0,50 % dari total berat aspal pada umur 7 hari.
ANALISIS CAMPURAN ASPAL EMULSI BERGRADASI TERBUKA BERDASARKAN JUMLAH TUMBUKAN DAN WAKTU CURING Christian Christian; Aswin Alfredo; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan utama yang biasa dipakai untuk pembangunan jalan di Indonesia yaitu aspal panas. (Tanadi, Hartanto & Wulandari, 2019). Salah satu kekurangan aspal panas yaitu tidak tahan terhadap genangan air. Solusi yang dikembangkan dan diteliti saat ini yaitu CAED (Campuran Aspal Emulsi Dingin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stabilitas rendaman berdasarkan variasi jumlah tumbukan. Aspal yang digunakan adalah aspal CSS-1H dari PT. Bangun Olah Bitumen (BOB). Penelitian ini juga dilakukan pada masa curing 0 hari dan 7 hari dari hasil KARO ( Kadar Aspal Residu Optimum ) sebesar 7% untuk tumbukan 2x50, 5,5% untuk tumbukan 2x75, dan 6% untuk tumbukan 2x(2x75). Pada pengujian variasi masa curing, parameter yang digunakan ialah stabilitas, porositas, dan densitas. Pada masa curing 0 hari untuk kondisi kering untuk tumbukan 2x50, 2x75 dan 2x(2x75) secara berurutan didapat nilai stabilitas sebesar 607,37 kg, 505,36 kg, dan 1001,91 kg. Untuk kondisi rendaman sebesar 618,41 kg, 589,02 kg, dan 1189,55 kg. Sedangkan untuk curing 7 hari nilai stabilitias secara berurutan dalam kondisi kering sebesar 626,38 kg , 629,21 kg, dan 1076,47 kg. Sedangkan dalam kondisi rendaman sebesar 562,81 kg, 516,93 kg, dan 1090,13 kg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masa curing 7 hari menghasilkan stabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan masa curing 0 hari.
PENGARUH VARIASI GRADASI AGREGAT DARI BATAS BAWAH HINGGA BATAS TENGAH PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Nico - Prayogo; Jeffrey Christian Natakusuma; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) merupakan campuran aspal yang memiliki banyak keuntungan dibandingan dengan campuran aspal panas. Penggunaan CAED diharapkan dapat menggantikan campuran aspal panas sebagai lapisan permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dari gradasi agregat batas tengah hingga batas bawah dengan menggunakan agregat lokal yang berasal dari kota Jember. Benda uji yang digunakan dalam penelitiaan ini merupakan Campuran Aspal Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV. Aspal yang digunakan adalah Aspal CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard) yang diproduksi oleh PT. Bangun Olah Bitumen (BOB) Mojokerto. Benda uji setiap batas gradasi dibuat dengan spesifikasi dan jumlah pemadatan yang identik. Nilai Kadar Aspal Residu Optimum (KARO) pada setiap batas gradasi agegat sebesar 10.1% untuk batas tengah, 10.4% untuk batas rata bawah, dan 9.1% untuk batas bawah. Karakteristik pada setiap batas gradasi agregat dari CEBR Tipe IV memenuhi semua spesifikasi yang telah ditentukan. Nilai stabilitas dan porositas yang digunakan sebagai parameter utama CAED didapatkan nilai secara berturut-turut untuk batas tengah sebesar 422.95 kg, 7.61%; batas rata bawah sebesar 324.03 kg, 8.93%; batas bawah sebesar 423.05 kg, 9.83%.
PENGARUH ELEKTROKINETIK TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI TIANG DI LEMPUNG MARINA Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Civil Engineering Dimension Vol. 8 No. 1 (2006): MARCH 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.585 KB) | DOI: 10.9744/ced.8.1.pp. 15-19

Abstract

Electrokinetics is one of soft ground improvement methods to improve its bearing capacity. The objective of this research is to investigate the increase of friction and end bearing resistance of an embedded instrumented model pile in marine clay after electrokinetics treatment. The initial geotechnical properties of soil surrounding the pile foundation is obtained by several soil laboratory tests. For pile bearing capacity analysis, friction and end bearing resistance of pile was measured by load cell measuring device, while un-drained shear strength analysis was measured by vane shear test. The result of this research showed that after 24 hours electrokinetics treatment, the un-drained shear strength increased closer to the pile, and the bearing capacity of pile increased 14 times. Abstract in Bahasa Indonesia : Elektrokinetik adalah salah satu metode perbaikan tanah lunak yang diaplikasikan untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peningkatan tahanan friksi dan ujung suatu model pondasi tiang di lempung marina setelah dilakukan proses elektrokinetik. Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula di sekitar pondasi tiang didapatkan dari beberapa pengujian di laboratorium. Untuk analisa daya dukung tiang, tahanan friksi dan ujung dari pondasi tiang diukur dengan alat pengukur load cell, sedangkan analisa kuat geser undrained diukur dengan pengujian baling-baling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pada tanah dilakukan proses elektrokinetik selama 24 jam, daya dukung dari pondasi tiang meningkat 14 kali dan semakin dekat dengan tiang, kuat geser undrained juga semakin meningkat.
IMPROVING MARINE CLAYS WITH ELECTROKINETICS METHOD Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Civil Engineering Dimension Vol. 9 No. 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.173 KB) | DOI: 10.9744/ced.9.2.pp. 98-102

Abstract

The high water content in marine clays could loosen the bond of soil particles, resulting in low bearing capacity and high compressibility of the soil. Excessive settlements could happened to the structures built on it. An electrokinetic process was attempted to reduce the high water content of the marine clay. An experimental study was conducted to evaluate the effect of electrokinetic on marine clay improvement. This study focused on the use of electrokinetic to enhance the soil bearing capacity of marine clay by improving index properties of the marine clay. The result of this research was obtained by doing several analyses on water content, pH value, and soil particles of soil sample located between cathode and anode. Based on the results from laboratory testing, it can be concluded that electrokinetic process decreased the water content and pH value of soil surrounding the anode. Also, soil particles surrounding the anode became in close proximity. This indicated that as it became closer to the anode, soil became denser.
DAMPAK NEGATIF PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL TERHADAP BANGUNAN DI SEKITARNYA – STUDI KASUS DI SURABAYA Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.01.5

Abstract

The need for housing in a metropolitan city such as Surabaya will increase with time.  These needs can be met by building new houses or renovating. Sometimes the construction and renovation of houses will more or less have an environmental impact on the surrounding buildings.  The case study in this paper aims to increase public awareness of the impact of construction project on the surrounding buildings. The case study was conducted by doing field observations on the location of a residential house construction which had an impact on the adjacent houses, located on the right and left side. It was obtained that the damage to the adjacent houses was caused by the demolition of the old building, the addition of loads, and the process of compaction of the backfill.  Repair and strengthening of buildings must be carried out to restore the function of the building and prevent further damage. Unfortunately, repairing the building requires significant additional costs and causes the construction time to be longer.
Co-Authors , Chris , Chris . Maria . Maria Adrian Hartanto Adrian Hartanto, Adrian Aldo Lodi Alexander Octovius Andhi Lim Arianto Thesman Aswin Alfredo Benjamin Lumantarna Benjamin Lumantarna Billy Gunarso Tanadi Charly Laos Charly Laos, Charly Charly Robin Arifin Cherly Agnes Pattiasina Christian Christian Christopher Hansel Famdale Cyprianus Welarana Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra Daniel Tjandra David Christian Deborah Maria Getruide L Edriant Yobel Edong Rumissing Elizabeth Yolanda Eric - Chandra Erron Gunardi Erron Gunardi Fiona Swasti Adi Fiona Swasti Adi Garry Geraldo Santoso Gavin Gosali Gavin Gosali, Gavin Gedy Goestiawan Gedy Goestiawan, Gedy Glenys Devina Gotama, Kevin Ronaldo Handoko Sugiharto Handoko Sugiharto Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry - Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmadjaja Harry Patmajadja Harry Zentino Hendra Jaya Hendra Jaya Hendy Ardhian Ho Steven Ho Steven Indra Kristanto Irawan Sugiharto Irawan Sugiharto, Irawan Ishach Wiehelmed Dama Jaya Soesanto Jeffrey Christian Natakusuma Joseph Richard Ken Kertorahardjo Kertorahardjo, Ken Kevin Alexander Kevin Alexander, Kevin Kevin Chandra Kevin Ronaldo Gotama Kristanto, Indra Leo - Davinchi Levina Horas Lie Dick Saputra Lodi, Aldo Marcelino Gosal Martien Stivanus Purnomo Michael Kevindie Setyawan Michael Kevindie Setyawan, Michael Kevindie Nico - Prayogo Ocky - Haryadi Oktavianus Danny Sivananda Percy Tambran Pretty Angelina Tay Pretty Angelina Tay Raynaldo - Arfandy Ricky Fernando Yong Robby Saputra Pangloli Rudy Hermanto Sally Sally Thesman, Arianto Timotius Prasetyo Timotius Prasetyo, Timotius Vedi Wihono Susilo Wenas Budi Hartanto Wuisan, Yoel Yoel Wuisan