Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI WOOD FLORING PADA CV. X M. Imron Mas’ud; Muhammad Hermansyah
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi yang semakin kompetitif sekarang ini menuntut pelaku usaha untuk lebih inovatif dalam menjalankan usahanya salah satunya dengan pengendalian kualitas proses produksi, seperti pada CV. X yang hasil produknya di pasarkan diluar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengndalian kualitas proses produksi wood floring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak perusahann dalam implementasi pengendalian kualitas proses produksi sudah berjalan dengan baik, hal ini di tandai dengan minimnya produk cacat. Keyword: , ,
Pengembangan Kampung Tempe Parerejo Melalui Pendampingan Sistem Produksi Tempe Berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA) Hermansyah, Muhammad; Mas'ud, M. Imron; Munir, Misbach; Wahid, Abdul; Nuriyanto , Nuriyanto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i9.8639

Abstract

Kampung Tempe Parerejo merupakan sentra usaha kelompok masyarakat yang terletak di desa Parerejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Terdapat beberapa warga masyarakat desa Parerejo yang membuka usaha pembuatan tempe walaupun usaha tersebut masih bersifat usaha kecil (UMKM). Bekerja dalam bidang pengolahan hasil pertanian, termasuk usaha pembuatan tempe dan turunannya yang telah berlangsung cukup lama, sehingga terbentuk beberapa kelompok usaha yang memerlukan perbaikan dalam naungan Kampung Tempe Parerejo. Perbaikan sistem produksi tempe sebagai sentra produksi diperlukan ketersediaan alat produksi dan bahan baku kedelai yang cukup, biasanya sulit didapat pada waktuwaktu tertentu. Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan perbaikan sistem produksi tempe dilakukan secara partisipatif dengan pelibatan seluruh masyarakat usaha melalui perbaikan sistem produksi, termasuk pemasaran dan strategi pengembangannya. Tujuan Penelitian adalah memperbaiki sistem produksi tempe melalui analisis kebutuhan, partisipasi aktif dan pengembangan usaha yang berorientasi produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem produksi tempe yang produktif dapat membantu meningkatkan kinerja UMKM dan pengembangan Kampung Tempe Parerejo
RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING (NLP) Hermansyah, Muhammad; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 3 (2017): Available online
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i3.856

Abstract

PT. X sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur penghasil gula cair, tentu tidak dapat dilepaskan dari potensi Tenaga Kerja. Potensi Tenaga Kerja sangat penting keberadaannya karena berkaitan dengan upaya penciptaan nilai, yaitu proses menghasilkan produk oleh PT. X. Tujuan penelitian ini selain fokus pada produksi, tentunya juga fokus pada faktor-faktor lain yang tidak boleh diabaikan dalam proses bisnis perusahaan, seperti keselamatan dan kesehatan kerja. Faktor tenaga kerja berkenaan dengan kinerja mempunyai peranan strategis dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan, untuk itu dibutuhkan penilaian kinerja yang tepat. Sistem penilaian kinerja yang dimiliki PT. X saat ini yaitu Laporan Penilaian Kerja (LPK) yang dianggap memiliki beberapa kelemahan yaitu dalam faktor penilai yakni belum standarnya pemberian nilai dari si penilai, tidak adanya indikator dalam penilaian, penilaian yang bersifat kualitatif, dan periode pelaksanaan penilaian kerja dari LPK hanya satu kali dalam satu tahun. Penelitian dilaksanakan mengintegrasikan antara penilaian hasil kerja dan model kompetensi dalam pengukuran kinerja, hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi pencapaian tujuan dan tingkat penyelesaian tugas serta tanggung jawab setiap fungsi dan posisi sehingga intangible assets dapat dipertahankan dan diharapkan bisa berkembang. Hasil penelitian ini congruen dengan peningkatan objektivitas, sehingga sistem pengukuran kinerja akan memberikan hasil pengukuran yang lebih detail dan kuantitatif akan membantu dalam pengembangan sistem pemberian insentif serta rekomendasi training atau pengembangan lainnya. 
PENGUKURAN WAKTU BAKU PROSES FINISHING LINE VOLPAK PRODUKSI LANNATE SP 25 GRAM PHILIPINA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS (PT. DUPONT AGRICULTURAL PRODUCTS INDONESIA) Ghozali, M. Wildan; Hermansyah, Muhammad
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 3 (2016): Available online
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i3.872

Abstract

Waktu baku merupakan waktu yang di butuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang di jalankan dalam system kerja terbaik. Waktu baku ini adalah waktu normal yang di tambah dengan kelonggaran untuk pekerja, dimana kelonggaran di fungsikan untuk menghilangkan kelelahan, memenuhi kebutuhan pribadi, serta hambatan- hambatan yang tidak bisa terhindarkan. adanya pemborosan pada salah satu stasiun kerja di line volpak. Pemborosan ini terjadi karena belum ada standart waktu dalam proses tiap stasiun kerja yang berpengaruh pada efisiensi waktu dan sumberdaya manusianya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa waktu baku proses finishing line volpak dan menganalisa sumber pemborosan yang paling dominan. Menggunakan waktu hitung langsung, di harapkan bisa langsung mengetahui kondisi di lapangan. Sedangkan sampel di ambil tiap 30 kali pengukuran tiap stasiun kerja proses finishing di line volpak. Setelah selesai melakukan pengukuran tiap stasiun kerja, maka dengan demikian bisa langsung di hitug waktu siklus, waktu normal dan waktu baku tiap stasiun kerja. Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa waktu standart proses finishing seblelum penelitian adalah 22.4384 detik dengan jumlah operator 7 orang. Setelah ada penelitian waktu standart proses finishing menjadi 21.3844 detik dengan jumlah operator 6 orang. Jadi waktu baku proses finishing turun sebesar 1.054 detik atau efisiensimya meningkat sebesar 4.6973 %.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XX Kusaeri, Ach.; Hermansyah, Muhammad; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 2 (2016): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i2.878

Abstract

Pada Perusaahan industri Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh pada efektivitas dan efisiensi perusahaan, termasuk dalam masalah logistik. Dengan bantuan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dilakukan pemilihan supplier bahan baku pengemas pada perusahaan. Hasil penilaian evaluasi kinerja supplier diperusahaan menggunakan rancangan penilaian dengan menggunakan model Quality, Quantity,Cost, dan Delivery (QQCD) Dari hasil perhitungan dengan keputusan penilaian kerja supplier dapat dihasilkan ada keputusan yang mana supplier A dengan total nilai 10 dengan keputusan menjadi supplier unggulan, supplier B dengan total nilai 8,3 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier C dengan total nilai 7,25 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier D dengan total nilai dengan nilai 6 dengan keputusan surat protes (complain), dan supplier E dengan total nilai 5 dengan keputusan di eliminasi dari daftar supplier terpilih.
STRATEGI PEMBANGUNAN AGROINDUSTRI JAGUNG SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Hermansyah, Muhammad
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 2 (2017): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i2.1152

Abstract

Pembangunan agroindustri jagung sebagai salah satu pilihan model upaya mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan modernisasi pedesaan. Namun sayangnya kondisi pertanian Negara Indonesia saat ini belum terdukung secara baik, yaitu dengan munculnya banyak sekali kendala yang berkenaan dengan birokrasi, kebijakan yang tidak berpihak pada petani dan rakyat kecil di desa. Model pertanian yang tidak tertata dan kebiasaan penyelesaian kelangkaan kebutuhan dengan impor, belum lagi hampir semua data kebutuhan dan hasil pertanian yang berbeda antar instansi dan organisasi, sehingga menyulitkan proses penyelesaian. Untuk itu sebagai awal penelitian ini dititik-beratkan pada pembahasan perlunya perumusan perencanaan Agroindustri jagung disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan ketersediaan teknologi tepat guna melalui model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, hal ini diyakini dapat berpengaruh meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan petani sesuai dengan prinsip pembangunan untuk ketahanan pangan yang jelas. Prinsip ketersediaan, distribusi dan konsumsi jagung secara tepat sebagai upaya memecahkan permasalahan dan pencapaian sasaran pengembangan ketahanan pangan, sehingga dengan perencanaan sumberdaya dan alokasi dana terbatas pun dapat menghasilkan output optimal yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
ANALISIS PELAKSANAAN PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG CLUBHOUSE DENGAN PENDEKATAN CPM DAN PERT PADA PT. XY kasid, Kasid; Hermansyah, Muhammad
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 5 No 1 (2018): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v5i1.1911

Abstract

The project scheduling establish the time sequence of various activities which has a certain time limit, this means that the project must be completed before or exactly at the specified time. The delay effect and result in delays to the completion of the overall project. The purpose of study is to analyze the scheduling of the project to find out how long a project can be completed, determine the critical path as well as optimize the time of execution of the project. Research methods used for the project implementation analysis of Clubhouse building construction using critical path method (CPM) and program evaluation and review technique (PERT). Results of the discussion and calculations obtained that the completion of the project still in accordance with the schedule that has been determained, with the critical path method (CPM) is 321 days, and the program evaluation and review technique (PERT), time most quickly resolved is 312 days (value of Z= 0,22%), the slowest time is 339 days (value of Z= 99,87%) and the most probable time is 325 days (value of Z= 49,20%). Be aware of the activities which constitute the critical path is the activities: A, B1, B2, B3, B4, C1, C2, C3, C4, C6, C5, C7, C8, D, and obtained the optimization of project completion time with the CPM method is 48 days, PERT method, time most quickly is 57 days,the slowest time is 30 days, and the most possible time is 44 days.
PENERAPAN TPM DENGAN MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES PADA MESIN REVERSE OSMOSIS DI BAGIAN UTILITY PT. WIDATRA BHAKTI Eko, Andi; Hermansyah, Muhammad
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 6 No 1 (2019): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v6i1.2045

Abstract

Manufacturing system improvement is one of the intensive improvements made so that later it can resp ond to market changes quickly. The company is always trying to increase productivity, one way to do that is by implementing a preventive and corrective maintenance system. However, in reality the results achieved were not in line with expectations. This study found that the amount of time taken to carry out maintenance breakdowns, which is one of the real problems, so corrective action was focused on this problem. In this study using OEE measurement methods, analysis of the calculation of Six Big Losses, and analysis of cause and effect diagrams to find out the problems that occur and provide suggestions for solving the problem. From the analysis and discussion that has been carried out, several results are obtained, namely the OEE value in the Reverse Osmosis machine is between 38.2% - 45.3% and is below the OEE standard (85%). The low OEE value is strongly influenced by the low availability rate which only ranges between 62.5% - 83.3% and is far below the standard availability rate (90%). The results of this study found that the biggest factors that influence the low effectiveness of the engine are the reduced speed factor of 30.31% and the scrap loss yield of 53.37%. so the recommended action is the application of TPM.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI UNIT PLATE HEAT EXCHANGER (PHE) PADA PROSES WELDING KONEKSI DENGAN PENDEKATAN PDCA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI CYCLE TIME Arif Widiantoro; Hermansyah, Muhammad
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 6 No 2 (2019): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v6i2.2054

Abstract

Global business and industry competition in the field of heat exchangers is a threat to all companies, especially in terms of product manufacturing cycle time in this study, it is known that the problem is the average length of welding process of the connection process of the Plate Heat Exchanger (PHE) unit which takes 3.45 hours each time the process so in this study aims to determine the increase in cycle time in the connection welding process in the existing PHE unit assembly process, the method used to increase the cycle time of the connection welding process is to use the Plan, Do, Check, and Action (PDCA) method, The application of this method has 4 stages: a Plan to identify existing problems and their root causes, Do is a step to carry out all improvements directed at the root of the problem, Check is a stage for the process of checking the comparison of data before and after the repair process based on the results of improvement there and Acti on is an action after repairs and the results are known, namely the implementation of standardization of processes that aim to guarantee the results and certainty of the next process. The results of this study are improvements that all welding connection processes using manual methods have been replaced by making simple machines so that the process can be more stable , consistent and efficient, the results of improvements that have been made can increase the cycle time of the connection welding process which was originally 3.45 hours to 0.97 hours per process.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Dalih Iskandar; Muhammad Hermansyah
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 7 No 3 (2020): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v7i3.2395

Abstract

Sumber daya manusia merupakan bagian terpenting bagi tumbuh kembangnyasebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat berkembang dengan baik tentunya dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah karyawan yang bekerja di dalam perusahaan tersebut. Penentuan karyawan terbaik dilakukan tidak hanya dengan cara penunjukan langsung oleh pimpinan atau manajer, akan tetapi sebuah perusahaan harus melakukan penilaian kinerja yang telah dilakukan oleh karyawann ya dalam jangka waktu tertentu, dan tentunya akan ada sebuah reward atas keberhasilan yang telah dicapai oleh karyawannya.AHP adalah metode yang digunakan untuk merangking alternatif keputusan dan memilih satu alternatif keputusan yang terbaik ketika pembuat keputusan memiliki berbagai kriteria. Dengan AHP pembuat keputusan dapat memilih alternatif yang terbaik yang sesuai dengan kriteria keputusannya, serta memberikan ranking untuk setiap alternatif keputusan berdasarkan kelayakan setiap alternatif yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di dalam AHP, kecenderungan diantara beberapa alternatif dijabarkan dengan membuat perbandingan berpasangan. Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan dengan menggunakan metode (AHP) didapatkan bahwa KUD SUMBER REJO UNIT SKT memperoleh masing-masing nilai untuk kriteria pengetahuan pekerjaan sebesar 0,663898, kriteria tanggung jawab sebesar 0,312175, kriteria komunikasi sebesar 0,303925, kriteria kehadiran sebesar 0,150883, kriteria produktivitas pekerjaan sebesar 0,116147, kriteria kerjasama sebesar 0,050099, kriteria inisiatif pekerjaan sebesar 0,001339. Dari hasil nilai tersebut kriteria pengetahuan pekerjaan merupakan prioritas tertinggi dalam pemilihan karyawan terbaik.