Ilham, Ilham
Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELESTARIAN KULINER LOKAL SAGU (FI) SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA ETNIS SENTANI (PUYAKHA) DI KAMPUNG AYAPO Simon Abdi K. Frank; Marlina Flassy; Usman Idris; Ilham Ilham; Nona Riri Indiarti; Andi Abisay Kogoya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19782

Abstract

Perihal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan adalah aktivitas untuk pelestarian makanan olahan dari sagu sebagai kuliner lokal yang menjadi ciri khas dari etnik Sentani di Kabupaten Jayapura. Pemilihan lokasi PkM pada Kampung Ayapo, dikarenakan lokasi ini strategis karena cukup aktif dalam gerakan pelestarian budaya, sehingga diharapkan dapat menjembatani tempat-tempat lain untuk melakukan hal yang sama. Tujuan dari kegiatan PkM ini pertama adalah menyosialisasikan betapa pentingnya pelestarian kuliner lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya pada Etnik Sentani. Kedua adalah demonstrasi atau peragaan tata cara pembuatan kuliner lokal dari olahan sagu (fi), kepada para generasi muda, agar mereka juga mendapatkan wawasan dan melihat langsung tata cara pengolahannya. Jadi, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan partisipasi dalam demonstrasi pembuatan kuliner lokal yang dilakukan oleh ibu-ibu, sedangkan audiensnya adalah para generasi muda. Hasil pelaksanan kegiatan menunjukkan bahwa pada pelaksanaan sosialisasi, para generasi muda selama ini hanyut terhegemoni dalam modernisasi sehingga mengabaikan kebudayaan mereka sendiri, menganggap tradisional itu tidak keren, sehingga mereka lebih cenderung mengabaikan kuliner lokal, yang seharusnya mereka bangga memiliki kuliner lokal karena menjadi bagian dari identitas budaya. Sosialisasi mengenai pentingnya pelestarian kuliner lokal disambut hangat oleh para audiens untuk menumbuhkan kebanggaan mereka. Kemudian, Proses demonstrasi pembuatan kuliner lokal dari sagu (fi) berjalan dengan lancar yang ditunjukkan dengan antusias para ibu-ibu dalam memperagakan pembuatan kuliner, salah satunya adalah forna fi.
Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah Hak Milik di Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura: The Service Quality of Certificate Land Title in The Land Office of Jayapura Regency Hiskia C.M. Sapioper; Marlina Flassy; Ilham ilham
Jurnal Borneo Administrator Vol. 17 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v17i1.769

Abstract

The study aims to know and describe the quality of services and arrangements in the land certificates processing at Land Office of Jayapura Regency, Papua Province in Indonesia. This was a qualitative research by using service quality theory. This theory consists of five main dimensions namely, tangible, empathy, reliability, responsiveness, and assurance. The primary data was obtained through observation and interviews, while secondary data was obtained through library research. Data analysis was carried out through reduction and presentation, conclusions, and verification. Therefore, the results showed that service procedures were implemented according to standards, and the officers' competence were considered adequate. However, in terms of facilities and infrastructure, service standards did not meet the required expectations. Finally, the duration of the process indicated that the services provided were not responsive to the community needs. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kualitas pelayanan dan pengaturan pertanahan dalam pengurusan sertifikat tanah hak milik di Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menuang teori kualitas pelayanan yang terdiri atas lima dimensi pokok: tangible, empathy, reliability, responsiveness, assurance. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara, data sekunder berasal dari studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur pelayanan telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan, serta kompetensi petugas juga dinilai telah memadai. Kendati demikian, dari segi sarana dan prasarana belum sepenuhnya sesuai dengan standar pelayanan, lamanya proses penyelesaian pengaduan juga mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan kurang memuaskan kebutuhan masyarakat selaku pengguna layanan.