Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Riptek

KARAKTERISTIK LOKASI PASAR TRADISIONAL DAN DAMPAK OPERASIONALNYA : STUDI KASUS KOTA SEMARANG Rasinanda Muhammad Rizal; Nur Rahman Alhamidi; Ferry Hermawan; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Riptek Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.392 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i1.17

Abstract

Traditional market is the place which represents the transaction between sellers and buyers. However, by the development of the period rapidly, the existence of traditional market begins to be threatened. It is because the proliferation of retail business from foreign funds, for example is Minimarket. Due to the proliferation of the Minimarket, people has been prefer to visit Minimarket rather than traditional market. Clean place and free from the word of dirty have made visitors more comfortable to visit Minimarket. And this condition is in opposite with the traditional market which seems slum, muddy and far from hygienic. This situation has succesfully made the traditional market left behind of the modern market. This research aims to know the characteristic of location of the traditional market and its operational impact and recommend the traditional market model. The model of market location can enhance the competitiveness of traditional market with modern markets. As for which becomes the object of this research are, traditional market data that listed in the Market Service of Semarang city, that market conditions are obtained by means of direct observation or interviews to the merchant market, the market manager and the buyer's market. As for the secondary data used is DED of market, the number of market stalls, number of floor los data, data number of traders, market land area data, and data market building area. The conclusions of this research was obtained some variables from location factors that affect the success of the revitalization, covering a distance of main street market, broad visibility, parking lots, the amount of market traders, the number of entry to the market, and the number of transport towards the market. As for the success of the revitalization of the market was also influenced by his market in the populous region. Because there is still no recommendations placement location a strategic market, for it is this research make a model of market location recommendations and a population density of traditional market.  
Pemetaan Kondisi Bangunan Kawasan Heritage Semarang dan Nilai Lahan Akibat Perubahan Fungsi Hermawan, Ferry; Titaley, Audysti Giacinta; Firdaus, Naurah Raudhatul; Hatmoko, Jati Utomo Dwi
Jurnal Riptek Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v17i1.186

Abstract

Bangunan cagar budaya merupakan bangunan yang butuh perlakuan khusus agar bangunan tersebut tidak kehilangan nilai fungsi dan aspek keselamatan konstruksinya. Seiring waktu bangunan cagar budaya mengalami perubahan fungsi, namun kerap kali perubahan fungsi pada bangunan tersebut tidak memperhatikan aspek keselamatan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan cagar budaya dari aspek keselamatan konstruksi serta pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap penambahan perkuatan dan perubahan nilai lahan berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Metode penelitian  deskriptif kuantitatif dari hasil observasi visual dilakukan untuk mengasses sesuai enam kategori kerusakan. Kategori kerusakan dikelompokkan menjadi tiga kondisi, yaitu baik, sedang, dan buruk. Analisis keamanan bangunan diambil berdasarkan kondisi struktur dan perkuatan pada bangunan yang dibagi menjadi tiga kondisi, aman (kategori kerusakan 0 – II dengan perkuatan), sedang (kategori kerusakan I – II tanpa perkuatan), dan rawan (kategori kerusakan III – V tanpa perkuatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81 dari 125 bangunan berubah fungsi. Dari 81 bangunan yang berubah fungsi, terdapat 23% bangunan yang diperkuat dan 77% bangunan yang tidak diperkuat. Sedangkan pada 44 bangunan yang tidak berubah fungsi, terdapat 20% bangunan yang diperkuat dan 80% bangunan yang tidak diperkuat. Jalan Kepodang merupakan daerah dengan kenaikan nilai lahan tertinggi yaitu 317% dengan 63% bangunan di jalan tersebut mengalami perubahan fungsi. Hal ini membuktikan bahwa perubahan fungsi bangunan berpengaruh terhadap kenaikan nilai lahan pada Kawasan Kota Lama Semarang
Co-Authors Adlina Kusumadewi Alfa Narendra Amelia Kusuma Indriastuti Andri Cahyo Kumoro Arga Satria Arsandi Arif Hidayat Arif Hidayat Atmaja, Wahana Riyan Bagus Hario Setiadji Bambang Purwanggono Bambang Riyanto Bambang Riyanto Berlianto, Anggit Novian Budi Warsito Dana Aswara Daud Okt Sakti Hutagalung Devi, Sihtasari Dimas Wahyu R Dina Amalia Eko Yulipriyono Faizi, Meena Fence Stone Tarigan Firdaus, Naurah Raudhatul Frida Kistiani Frista Kurniasari Gita Anggraini Hari Nugroho Hari Santjojo Haritsa, Rifda Tsaqifarani Himawan Indarto Ilham Sahid Wismana Putra Islami, Rizky Citra Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, I Ismiyati, Ismiyati Jati Utomo Dwi Hatmoko Kami Hari Basuki Khasani, Riqi Radian Khitam, Akhmad Firdos Khoiril Kristiani, Frida Kurniasari, Frista Lestari, Mutia Ayu Luthfi, Abdullah MARIA BINTANG Maryono Maryono Moammar Zachari Mochamad Agung Wibowo Mohammad Agung Wibowo Muhammad Helmi muhrozi muhrozi, muhrozi Nadia Tiaramita Novrizal, Dedi Nur Rahman Alhamidi Pakpahan, Daniel Rinsani Praja, Wisnu Kurnia Pranoto, M. Agus Hadi Prasetio, Riki Pratiwi, Anik Nurul Putra, Ade Septia Putri, Dita Mentari Rasinanda Muhammad Rizal Riqi Radian Khasani Rully Rahadian Satria Sentik Herman Merukh Silviana Silviana Sofian, Devsa Rievky Sriyana Sriyana Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Sukamta Sukamta Supratomo, Ery Tanto Djoko Santoso Taqy, Muhammad Ravy Arkan Titaley, Audysti Giacinta Tri Susanto Utama, Rahmana Pria Utomo, Jati Hatmoko Dwi Virginia Listiana Wahid, Sifa Nur Wardhani, Hutami Kusuma Wibowo, Mochamad Agung Wicaksono, Dwi Aji Zein, Ahmad Rifqy