Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM DI DAERAH SUBURBAN KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Ferry Hermawan; Bambang Riyanto; Kami Hari Basuki
Jurnal Transportasi Vol. 9 No. 1 (2009)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.18 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v9i1.344.%p

Abstract

The growth of Semarang City created residential areas in the pheriperal of the city. The objectives of this study is to analyze the development of public transport based on the geographic information system. The method used is a descriptive method, using isoprice and mobility models. The results show that mobility to the central city is influenced by transportation expenses and potensial amount of people transported.Keywords: Public trasport development, isoprice, and mobility model.
Standar Revitalisasi Pasa Tradisional Di Indonesia (Studi Kasus Pasar Tradisional Di Kota Semarang) Gita Anggraini; Dina Amalia; Ferry Hermawan; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.46 KB)

Abstract

Penurunan minat pengunjung terhadap pasar tradisional menjadi masalah yang harus dihadapi pasar tradisional saat ini. Bentuk upaya pemerintah untuk tetap mempertahankan eksistensi pasar tradisional yaitu dengan melakukan revitalisasi. Tujuan dari penelitian  ini yaitu untuk menganalisa perbandingan pasar tradisional zaman dahulu dan sekarang, dampak yang ditimbulkan oleh revitalisasi, standar penataan pasar tradisional, dan penerapan kebijakan di pasar tradisional. Obyek dari penelitian ini yaitu pasar Rasamala, Bulu, dan Peterongan Semarang dengan metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada dinas pasar, pedagang, pengunjung, dan lurah pasar Rasamala, Bulu, dan Peterongan. Adapun Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara pasar tradisional zaman dahulu dan sekarang mulai dari segi jenis dagangan, peran pasar, bentuk interaksi, dan sistem rotasi pasar. Dampak yang ditimbulkan oleh revitalisasi yaitu dari segi bangunan menjadi lebih bagus, lebih bersih, tidak becek lagi jika hujan, tetapi dari segi pendapatan, tidak semua pasar mengalami peningkatan setelah direvitalisasi. Untuk standar penataan pasar tradisional yang direvitalisasi dari SNI Pasar Rakyat, masih ada beberapa hal yang harus diperbarui dan ditambahkan, karena masih belum sesuai jika diimplementasikan di lapangan dan masih ada beberapa standar yang belum disebutkan di dalam SNI tersebut, yaitu tentang standar lebar lorong di dalam pasar tradisional, tipikal dan jumlah lantai bangunan, penataan dan pengelolaan fasilitas, peningkatan aksesibilitas, penataan pedagang lesehan, dan sistem penarikan retribusi. Untuk itu pada penelitian ini diberikan rekomendasi teknis dan manajemen untuk standar dalam penataan dan pengelolaan pasar tradisional yang direvitalisasi.
PERBANDINGAN INVESTASI REVITALISASI BANGUNAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG Dana Aswara; Nadia Tiaramita; Ferry Hermawan; Frida Kistiani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.589 KB)

Abstract

Pasar tradisional Indonesia menurun, baik dari jumlahnya maupun orientasi masyarakat karena beberapa faktor, seperti kurangnya infrastruktur dan ketidaknyamanannya. Sehingga, pasar tradisional seharusnya mempunyai suatu daya saing dan daya tarik untuk mempertahankan keberadaannya dalam jangka panjang. Untuk merevitalisasi pasar tradisional diperlukan investasi yang relatif cukup besar. Pada tahun 2016, pemeritah kota Semarang menyiapkan investasi untuk revitalisasi pasar tradisional sekitar 61,2 milyar rupiah. Investasi revitalisasi bangunan pasar tradisional harus seharusnya dapat memberikan manfaat bagi para stakeholder. Penelitian dilakukan untuk membandingkan investasi revitalisasi beberapa bangunan pasar tradisional yang di Kota Semarang agar selanjutnya diperoleh acuan pola investasi revitalisasi pasar tradisional yang dapat dijadikan masukan terhadap pemerintah dalam melakukan revitalisasi. Data primer yang digunakan pada penelitian diperoleh dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap Dinas Pasar, pedagang, pembeli, dan kepala pasar. Data sekunder berupa DED dan RAB, data pedagang dan fasilitas pasar seperti kios dan los. Ada tiga pasar yang dijadikan objek penelitian yaitu Pasar Pedurungan, Peterongan dan Rasamala. Analisa investasi revitalisasi pasar tradisional ini dibagi menjadi aspek sosial, aspek teknis dan non teknis serta aspek ekonomi. Hasil analisis dari aspek sosial menunjukkan bahwa pemerintah telah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan juga meningkatkan perekonomian. Secara umum, rencana revitalisasi ketiga pasar tersebut sudah dapat memenuhi standar teknis dan non teknis pasar tradisional. Hasil analisis dari aspek ekonomi  yaitu selama 20 tahun umur ekonomis bangunan maka Pasar Rasamala dinilai paling layak. NPV Pasar Rasamala bernilai positif sebesar Rp12,801,195,084.82 dengan B/C Ratio yaitu 5,1 dan IRR 13,99%. 
DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP INFRASTRUKTUR DI KOTA SEMARANG Arga Satria Arsandi; Dimas Wahyu R; Ismiyati Ismiyati; Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.512 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah dimana pertumbuhan penduduknya semakin bertambah tiap tahunnya. Sebagai Ibukota Provinsi, Kota Semarang dituntut untuk dapat menenuhi dan menjamin kebutuhan penduduknya. Hal ini mendorong terjadinya urbanisasi penduduk dan pemekaran wilayah di Kota Semarang. Infrastruktur berperan penting dalam mendukung proses tersebut dimana perkembangannya diatur oleh kebijakan-kebijakan(Ismiyati, 2007). Tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi perkembangan infrastruktur di Semarang, menganalisis pertumbuhan penduduk, ekonomi wilayah, jaringan jalan & kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastrukturdi Semarang dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastrukturdi Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi. Obyek dalam penelitian adalah mengidentifikasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan infrastruktur. Data primer yang diperlukan berupa foto kondisi infrastuktur bangunan dan transportasi di Kota Semarang, sedangkan untuk data sekunder didapatkan dari penilitian yang pernah dilakukan sebelumnya, data-data yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahkamera untuk dokumentasi gambar dan video yang berfungsi untuk menunjang data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kepadatan penduduk merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap dampak perkembangan infrastruktur di Semarang. Dampak yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk yaitu meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di daerah-daerah pinggiran Kota Semarang dimana mempengaruhi perkembangan infrastuktur di daerah tersebut. Untuk kebijakan–kebijakan infrastruktur, masih ada beberapa yang perlu diperbarui, karena masih belum sesuai jika diimplementasikan di lapangan. Untuk itu pada penelitian ini diberikan rekomendasi untuk kebijakan - kebijakan infrastruktur.
ANALISA MANAJEMEN RISIKO TAHAP KONSTRUKSI PADA PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG Adlina Kusumadewi; Virginia Listiana; Jati Utomo Dwi Hatmoko; Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.451 KB)

Abstract

Risiko merupakan suatu ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dan umumnya memberikan dampak yang negatif sehingga perlu dilakukan pengolahan terhadap risiko tersebut agar kerugian yang bisa ditimbulkan oleh risiko tersebut dapat dihindari. Manajemen risiko merupakan suatu ilmu atau seni yang dilakukan terhadap risiko dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi, menganalisa, merespon, serta mengendalikan risiko-risiko yang ada. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang pelaksanaanya dilakukan secara joint operation antara Indonesia dengan China. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian adalah identifikasi risiko, analisa kualitatif risiko, dan perencanaan respon risiko ekstrim oleh pakar. Segala penilaian yang dilakukan pada penelitian ini dilihat dari sudut pandang kontraktor. Terdapat 65 risiko teridentifikasi yang relevan pada tahap konstruksi proyek yang terklasifikasi ke dalam 7 kategori. Risiko tersebut kemudian disimulasikan untuk mendapatkan risiko ekstrim dengan penyebab, dampak serta rencana respon risiko yang akan dilakukan ketika risiko ektrim tersebut terjadi. Terdapat 8 risiko kelas ekstrim dan 57 risiko kelas tinggi. Tiga risiko ekstrim dengan nilai indeks risiko tertinggi, yaitu : kesulitan dalam pembebasan lahan baik milik pemerintah atau pun milik masyarakat, hujan yang berkepanjangan, dan terdapat banyak utilitas (listrik, air, gas) yang perlu dipindahkan.
PENGARUH POLA KEBIJAKAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI INDONESIA TERHADAP DAYA SAING INFRASTRUKTUR Fence Stone Tarigan; Daud Okt Sakti Hutagalung; Ferry Hermawan; Riqi Radian Khasani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.528 KB)

Abstract

Sektor konstruksi mempunyai peran penting dalam menggerakkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas serta daya saing konstruksi. Untuk itu diperlukan adanya kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang hal – hal yang mempengaruhi produktivitas (5M) terutama pada bidang konstruksi sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing infrastuktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola kebijakan produktivitas konstruksi Indonesia terhadap daya saing infrastruktur berdasarkan data – data seperti UU Jasa Konstruksi, UU Ketenagakerjaan, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri ,Peraturan Daerah dan Standar Nasional Indonesia (SNI) beserta data – data sekunder seperti jumlah penduduk Indonesia, jumlah tenaga kerja konstruksi, jumlah tenaga kerja konstruksi ahli dan terampil, nilai konstruksi yang diselesaikan dan proyek strategis nasional yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk mengolah data – data tersebut dipakai metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode Crosstab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah dalam hal produktivitas konstruksi secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya saing insfrastuktur seperti semakin meningkatnya nilai konstruksi yang diselesaikan, semakin banyaknya proyek stategis nasional yang rampung  sesuai dengan tahun pengoperasian dan peningkatan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi.
HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN INFRASTRUKTUR DI KOTA SEMARANG Arga Satria Arsandi; Dimas Wahyu R; Ismiyati Ismiyati; Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia adalah perkembangan penduduk yang tidak terkendali. Sementara dengan terus berkembangnya penduduk juga terus berkembang infrastruktur perkotaan seperti perumahan, perhotelan, infrastruktur. yang menjadi permasalahan seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur sebagai dampak perkembangan penduduk yang terus meningkat di Kota Semarang. sudah optimalkah kebijakan Pemerintah dengan kondisi perkembangan infrastruktur di kota Semarang? Tujuan studi ini adalah: 1) Mengidentifikasi perkembangan penduduk dan perkembangan infrastruktur, 2) Menganalisis seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur perkotaan sebagai dampak pertumbuhan penduduk, 3) Menganalisis apakah kebijakan yang diberlakukan sudah optimal ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif  kuantitatif serta metode pemetaan dari identifikasi infrastruktur dengan kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian ini menggambarkan perkembangan penduduk yang cepat dan tak terkendali atau tidak merata di kota Semarang, yang berdampak pada perkembangan infrastruktur yang tidak efisien yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang belum optimal.
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF ELEMEN PENGGANTI DI BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA SEMARANG (Studi Kasus: Soesman Kantoor) Frista Kurniasari; Ferry Hermawan; Sudarno Sudarno
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2020): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v25i1.1913

Abstract

Indonesia as the second largest contributor in global were produced about 9.52 million tons plastic or 14% of the total waste. The rapid population growth of urban area in Indonesia indirectly encourages various activities that affect the volume of waste. Semarang city were contributing waste in landfills reaches 850,000 tons per day, where 1,000 tons unmanageable. Unsorted garbage has the potential as new materials option in cultural heritage buildings. To elaborate these potential options, this research has been conducted qualitative method as the best approach to answer the research question. This research investigates the stakeholders’ perspectives about potential of plastic waste for replacement material of heritage buildings. The results show that there is a lack of data on waste management which is one of the challenges to find out how much volume of plastic waste can be reused. In addition, the principle of building cultural heritage is opposed to the use of plastic waste as an alternative material as a substitute element. In conclusion, plastic waste has a little potential from current waste to be applied on heritage buildings are limited element such as roof, furniture or temporary support of the structural element.
PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN INFRASTRUKTUR PUBLIK AKIBAT DAMPAK BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG Ilham Sahid Wismana Putra; Ferry Hermawan; Jati Utomo Dwi Hatmoko
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2020): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v25i2.2154

Abstract

Flood is a disaster that has the biggest threat, in terms of the number of victims or losses. Semarang City is a city that is classified as a flood prone area, this is due to the geographical location in the lowlands and highlands. The impact of the flood disaster caused damage and losses from various sectors of public infrastructure including the education service sector and health services. Damage and loss of public infrastructure will burden the government in the post-flood recovery phase. An assessment of infrastructure damage and losses from flooding is needed in order to help the Semarang City Government prepare a budget plan and manage rehabilitation and reconstruction. The purpose of this research is to explore the loss of public infrastructure due to the impact of the flood disaster, so that it can accelerate the post-disaster recovery process and management strategies for the risk of further flood disasters. The valuation method used is ECLAC (Economic Commission for Latin American and the Caribbean) Method. This method can identify damage and estimate the losses caused by floods. The results of this study are that each public infrastructure building has a different level of damage and loss and the budget allocation for disaster management each year is still inadequate. A risk transfer strategy is needed with an insurance financing scheme based on the level of risk in each infrastructure building.
PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LAJU INFILTRASI DAN CADANGAN AIR TANAH SERTA PENGENDALIAN BANJIR Arif Hidayat; Mochamad Agung Wibowo; Jati Utomo Dwi Hatmoko; Frida Kistiani; Ferry Hermawan; Satria Sentik Herman Merukh; Moammar Zachari
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim global yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi lingkungan hidup manusia, hal ini juga mempengaruhi perubahan karakteristik iklim atau cuaca, halmana durasi musim hujan kadang memasuki pada musin kemarau / panas demikian juga sebaliknya, secara umum durasi musim hujan makin pendek, sebaliknya durasi musim kemarau makin panjang. Jumlah hari hujan cenderung semakin menurun, sementara hujan harian maksimum dan intensitas hujan cenderung semakin meningkat. Banyaknya lahan hijau yang berubah menjadi bangunan atau permukaan tanah yang tertutup akan mengakibatkan semakin meningkatkan limpasan air permukaan juga berakibat pada menurunkan resapan air ke dalam tanah. Kecamatan Tembalang merupakan salah satu wilayah di Semarang yang mengalami pesatnya pembangunan, hal ini bermula dari berdirinya kampus Universitas Diponegoro, kelurahan Bulusan merupakan salah satu wilayah yang terdampak akan hal tersebut, untuk itu maka tim pengabdian kepada masyarakat dari Teknik Sipil melakukan kegiatan Sosialisasi dengan pembuatan Biopori di wilayah tersebut sebanyak 24 buah biopori. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di RW. V (RT.01, RT.02, RT.03 dan RT.04), diharapkan dengan diberikan bantuan pemasangan biopori beserta sosialisasi kepada masyarakat dapat meningkatkan semangat untuk melakukan swadaya di lingkungan rumah masing-masing, sehingga bisa memberikan dampak yang baik dalam mengatasi permasalahan banjir dan cadangan air tanahnya.
Co-Authors Adlina Kusumadewi Alfa Narendra Amelia Kusuma Indriastuti Andri Cahyo Kumoro Arga Satria Arsandi Arif Hidayat Arif Hidayat Atmaja, Wahana Riyan Bagus Hario Setiadji Bambang Purwanggono Bambang Riyanto Bambang Riyanto Berlianto, Anggit Novian Budi Warsito Dana Aswara Daud Okt Sakti Hutagalung Devi, Sihtasari Dimas Wahyu R Dina Amalia Eko Yulipriyono Faizi, Meena Fence Stone Tarigan Firdaus, Naurah Raudhatul Frida Kistiani Frista Kurniasari Gita Anggraini Hari Nugroho Hari Santjojo Haritsa, Rifda Tsaqifarani Himawan Indarto Ilham Sahid Wismana Putra Islami, Rizky Citra Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, I Ismiyati, Ismiyati Jati Utomo Dwi Hatmoko Kami Hari Basuki Khasani, Riqi Radian Khitam, Akhmad Firdos Khoiril Kristiani, Frida Kurniasari, Frista Lestari, Mutia Ayu Luthfi, Abdullah MARIA BINTANG Maryono Maryono Moammar Zachari Mochamad Agung Wibowo Mohammad Agung Wibowo Muhammad Helmi muhrozi muhrozi, muhrozi Nadia Tiaramita Novrizal, Dedi Nur Rahman Alhamidi Pakpahan, Daniel Rinsani Praja, Wisnu Kurnia Pranoto, M. Agus Hadi Prasetio, Riki Pratiwi, Anik Nurul Putra, Ade Septia Putri, Dita Mentari Rasinanda Muhammad Rizal Riqi Radian Khasani Rully Rahadian Satria Sentik Herman Merukh Silviana Silviana Sofian, Devsa Rievky Sriyana Sriyana Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Sukamta Sukamta Supratomo, Ery Tanto Djoko Santoso Taqy, Muhammad Ravy Arkan Titaley, Audysti Giacinta Tri Susanto Utama, Rahmana Pria Utomo, Jati Hatmoko Dwi Virginia Listiana Wahid, Sifa Nur Wardhani, Hutami Kusuma Wibowo, Mochamad Agung Wicaksono, Dwi Aji Zein, Ahmad Rifqy