Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengujian Aplikasi Sistem Monitoring Perkuliahan Menggunakan Standar ISO 25010 Mustari S. Lamada; Alimuddin Sa’ban Miru; Riski Amalia
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 3, September (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v3i3.1559

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjamin tingkat kualitas sistem monitoring perkuliaan agar tidak terjadi error serta menjamin fitur dan fugsionalitasnya dengan melakukan pengujian menggunakan standar ISO 25010. Pengujian dilakukan menggunakan 5 karakteristik pada standar ISO 25010 yaitu functional suitability, usability, reliability, performance efficiency, dan maintainability. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner fungsionalitas, USE Questionnaire, stress testing, load testing, dan maintainability index. Hasil dari penelitian ini adalah sistem monitoring perkuliahan telah memenuhi standar ISO 25010 pada karakteristik functional suitability dengan nilai 100% (baik), karakteristik usability sebesar 88,5,3% (sangat layak), karakteristik reliability sebesar 100% (lolos), karakteristik performance efficiency sebesar 4,2 detik (diterima), dan karakteristik maintainability sebesar 100 (sangat mudah dirawat).
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Lesi Upper Motor Neuron: Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Lesi Upper Motor Neuron Anissa Akmalia; Riski Amalia
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.171

Abstract

Lesi Upper Motor Neuron merupakan kerusakan pada neuron motorik atas yang dapat menyebabkan terganggunya mobilitas fisik pasien dikarenakan kecacatan otot. Studi kasus bertujuan untuk menyampaikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN. Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada kedua ekstremitas bawah dengan kekuatan otot skala 2222 dimana otot dapat menggerakkan sendi tetapi tidak dapat melawan gravitasi, nyeri pada bagian pinggang dengan skala 4 NRS, skala ketergantungan pasien adalah partial care, pasien mengaku sulit tidur karena lingkungan bising dan pada saat merasa nyeri, pasien cemas takut merepotkan anaknya. Hasil radiologi menunjukkan tampak anterior listhesis corpus L4 terhadap L5 sejauh <25%, bulging L2-3, L3-4, L5-S1 yang menekan thecal sac tanpa disertai steanosis foraminal neuralis. Masalah keperawatan yang diangkat yaitu gangguan mobilitas fisik, nyeri kronis, gangguan pola tidur, dan ansietas. Intervensi yang diberikan kepada pasien berupa latihan ROM pasif, teknik non farmakologi kompres jahe untuk meredakan nyeri dan anjurkan diet anti inflamasi (makanan yang kaya akan nutrisi antioksidan dan antiinflamasi) untuk mengurangi peradangan, anjurkan tidur cukup selama sakit, dan anjurkan meningkatkan dukungan keluarga. Evaluasi keperawatan didapatkan bahwa 2 masalah teratasi yaitu nyeri kronis dan ansietas, 2 masalah keperawatan teratasi sebagian yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN.