Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN INSOMNIA DAN PENYINTAS COVID-19 PADA PELAJAR SEKOLAH TINGKAT TINGGI Lutfia Oktaviana Patau; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara insomnia dengan penyintas Covid-19 pada pelajar sekolah tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengumpulkan informasi tentang tingkat insomnia pada penyintas Covid-19. Data yang terkumpul akan diolah secara kuantitatif menggunakan program pengolahan data seperti Microsoft Excel atau SPSS. Analisis statistik seperti uji korelasi atau regresi akan digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel insomnia dan penyintas Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, sebanyak 36,4% merupakan penyintas Covid-19 dan 63,6% bukan penyintas Covid-19. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan faktor risiko komorbid serta aktivitas pada siang hari pada penyintas Covid-19. Berdasarkan dari penelitian ini didapatkan bahwa penyintas Covid-19 sebanyak 55 (36,4%) dan bukan penyintas Covid-19 dengan total 96 (63,6%). Insomnia dengan karakteristik penyintas Covid-19 dengan total 43 (78,2%) dan tidak mengalami insomnia dengan total 12 (21,8%). Faktor risiko insomnia yang memiliki hubungan signifikan dengan penyintas Covid-19 (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah komorbid dan aktivitas pada siang hari. Karakteristik penyintas Covid-19 yang memiliki hubungan dengan kejadian insomnia (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah jenis kelamin dan asal kampus.
ANALISA FAKTOR GENETIK TERKAIT ESTROGEN RECEPTOR TERHADAP KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA I Gede Wisnu Nugraha; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel-sel payudara. Beberapa faktor resiko yang dapat memunculkan kejadian kanker payudara pada wanita diantaranya ada faktor genetik dan non genetik. Faktor genetik diantaranya seperti riwayat penyakit dari keluarga dan riwayat kelainan bawaan. Untuk yang non genetik dipengaruhi oleh faktor demografi, faktor lingkungan, reproduksi, dan kelainan lain. Faktor genetik sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron yang sangat berperan terhadap terjadinya kanker payudara pada wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa faktor genetik terkait estrogen receptor terhadap kejadian kanker payudara pada wanita. Penelitian ini menggunakan metode narrative review (NR), dimana data penelitian diperoleh dari hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu lainnya. Sumber data berupa jurnal artikel yang diperoleh dari pencarian Google Scholar, Pubmed, dan Proquest. Dalam penelitian ini akan dianalisa secara detail fungsi dan cara kerja gen terkait Estrogen Receptor α dan Estrogen Receptor β. Dari data hasil pencarian didapatkan bahwa gen-gen estrogen receptor α dan β dipisahkan melalui 5 mekanisme fungsi yaitu proliferasi sel, apoptosis, gen suppressor tumor, migrasi/metastasis dan angiogenesis yang berhubungan dengan kanker payudara. Kesimpulan dari data tersebut dilihat dari mekanisme yang terjadi pada upregulasi dan downregulasi pada gen estrogen receptor α dan β terlihat lebih dominan pada mekanisme peningkatan/penghambatan proliferasi sel. Dimana ER β berperan sebagai modulator negatif pada aksi ER α yang memberi efek supresi pertumbuhan dimana efek berlawanan tersebut dapat menghasilkan proses proliferasi jaringan yang seimbang.
PREVALENSI OSTEOPOROSIS PADA KEGIATAN PEMERIKSAAN KEPADATAN MASSA TULANG DI KELURAHAN PEJAGAN DAN PANGERANAN (KECAMATAN BANGKALAN) Setiawan, Budhi; Hernanda, Pratika Yuhyi; Utami, Sri Lestari
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan yang penting, terutama pada wanita Indonesia, karena menyebabkan tulang menjadi keropos, rapuh, dan mudah patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi osteoporosis yang berhubungan dengan usia dan jenis kelamin pada penduduk lanjut usia di Kelurahan Pejagan dan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan mengenai osteoporosis, faktor risiko, pencegahan, dan pengobatannya, serta pemeriksaan massa tulang menggunakan Quantitative Ultrasound OsteoSys (SONOST 3000).  Sebanyak 89 responden dari kedua kelurahan tersebut berpartisipasi dalam kegiatan ini.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi osteoporosis di Kelurahan Pejagan, Pangeranan dan keduanya berturut-turut sebesar 44,2%; 86,3%; dan 67%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian osteoporosis (nilai p > 0,05).  Sebagian besar responden berusia di atas 50 tahun dan mayoritas berjenis kelamin wanita.  Kesimpulannya, prevalensi osteoporosis di kedua kelurahan tersebut cukup tinggi. Diperlukan  upaya  peningkatan  kesadaran  masyarakat  akan  pentingnya  pencegahan  osteoporosis  melalui  edukasi  dan  penyuluhan  mengenai  gaya  hidup  sehat  untuk  mencegah  osteoporosis.
Hubungan Karakteristik Faktor Sosioekonomi Dengan Masa Survival Pasien Kanker Kolorektal Di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk, Jawa Timur Husodo, Muhammad Imam Lebdo; Raharjo, Budiono; Hernanda, Pratika Yuhyi; Sugeng, Maria Widijanti; Erny, Erny; Sumarpo, Anton
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.17987

Abstract

Kanker kolorektal merupakan suatu kegansan yang bermula dari jaringan mukosa usus besar, yang secara struktur terdiri dari kolon dan/atau rectum. Hingga saat ini, insiden kanker kolorektal menduduki urutan ketiga dari seluruh jenis kanker di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan dan memberikan gambaran mengenai factor sosioekonomi meliputi variable status perkawinan, status bekerja, status pendidikan, dan masa survival pada pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien kanker kolorektal yang dirawat di RSUD Nganjuk. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik Kaplan-Meier dan log-rank test untuk menganalisa gambaran factor sosioekonomi dengan masa survival pasien kanker kolorektal di RSUD Nganjuk. Terdapat gambaran masa survival yang cenderung lebih baik pada pasien berstatus menikah, bekerja, dan berpendidikan di bawah SLTA. Meskipun hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak signifikan, didapatkan gambaran masa survival yang lebih baik pada variabel pasien dengan kategori menikah, bekerja, dan pendidikan di bawah SLTA.
Analisis Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Wirayudha, Sri Annung; Inawati Inawati; Agusaputra, Harman; Hernanda, Pratika Yuhyi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i3.6863

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease with a continuously increasing global prevalence. Understanding the characteristics of patients is essential for early detection, clinical management, and prevention of complications. Objective: To identify the characteristics of patients with type 2 diabetes mellitus at Dukuh Kupang Primary Health Center, Surabaya, based on age, gender, routine check-ups, duration of illness, body mass index (BMI), and complications. Methods: This descriptive observational study employed a cross-sectional approach and was conducted from January to February 2025. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling. Data were obtained from medical records and supplemented by questionnaires. Results: Most patients were aged >60 years (57%), female (60%), had a normal BMI (50%), and adhered to routine medical check-ups (97%). The majority had been diagnosed for more than 5 years (53%) and experienced complications (83%), with neuropathy being the most common type (73%). Conclusion: Patients with DM type 2 at Dukuh Kupang Health Center were predominantly elderly, female, had a normal BMI, and experienced neuropathic complications.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Teh Dengan Kadar Hemoglobin Pada Penderita Anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Ariansyah, Ramona Frisca; Inawati, Inawati; Agusaputra, Harman; Hernanda, Pratika Yuhyi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49976

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, terutama pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh, karena kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin pada penderita anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 30 responden berusia 17–50 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kebiasaan konsumsi teh, asupan zat besi, serta gejala anemia, sementara kadar hemoglobin diukur menggunakan hemoglobin meter. Hasil analisis Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi teh dengan kadar hemoglobin (p=0,936). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin (p=0,044) dan antara jenis anemia dengan gejala klinis (p=0,009). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kadar hemoglobin pada responden adalah asupan zat besi, sedangkan kebiasaan konsumsi teh tidak terbukti berpengaruh signifikan.