Claim Missing Document
Check
Articles

Secure Automated Reconnaissance Using LLM Agents and a Layered Cryptographic Protection Pipeline Ikhwan Ruslianto; Wijang Widhiarso; Hafiz Muhardi
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 7 No 2 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v7i2.2621

Abstract

Purpose – This study aims to design and evaluate a secure reconnaissance platform that integrates Large Language Model (LLM) agents for dynamic tool orchestration with a layered cryptographic protection pipeline to accelerate penetration-testing information gathering while protecting sensitive artefacts. Design/methods/approach – The platform unifies Nmap, WHOIS, and theHarvester under an LLM controller that generates command-line parameters through schema-constrained orchestration. Each output is validated against a strict JSON schema before execution. The protection pipeline applies AES-256-GCM with envelope keys for confidentiality, HMAC-SHA256 hash chaining for tamper-evident logs, Ed25519 signatures for report-level non-repudiation, and Argon2id-derived session keys. Evaluation was conducted on three public domains across thirty runs each, measuring latency, cryptographic overhead, verification integrity, signature validation, and an internal CVSS-informed triage score. Findings - The prototype showed that automated reconnaissance and cryptographic auditability can be combined with limited performance cost. A full pass over untan.ac.id completed in 14.97 seconds and produced an internal triage-heuristic score of 78/100. Cryptographic operations added 312 ms on average, equal to about 2.08% of total latency. All hash-chain links were verified, and Ed25519 signatures were validated in 71 µs. Research implications/limitations – The findings support red-team and blue-team workflows requiring faster, auditable reconnaissance reporting. However, the evidence is limited to three public domains under one network condition; therefore, the results should be interpreted as feasibility evidence, not generalisable performance claims. The risk score is an internal prioritisation heuristic, not a validated severity instrument. Originality/value – The study contributes a secure LLM-orchestrated reconnaissance framework that integrates structured command orchestration with cryptographic safeguards for confidentiality, integrity, and non-repudiation.
Pemanfaatan Protokol WebSocket IoT Pada Sistem Pendeteksi Ketinggian Air di Sumur Serapan Lahan Gambut Halawa, Yasman; Ristian, Uray; Ruslianto, Ikhwan
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.92363

Abstract

Lahan gambut adalah salah satu objek yang mudah terbakar dan menyebabkan kebakaran hutan yang sulit dipadamkan baik masyarakat maupun petugas kebakaran. Kendala utama dalam memantau kondisi lahan gambut adalah kurangnya informasi real-time tentang ketinggian air di sumur serapan, yang masih dilakukan secara manual. Pada penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksi ketinggian air berbasis WebSocket IoT menggunakan NodeMCU ESP32 dan sensor pelampung pada level 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm, dan 100 cm. Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time melalui website yang mudah diakses menggunakan IP Address masing-masing node ESP32. Data ketinggian air bisa diakses lewat perangkat komputer maupun smartphone oleh petugas secara real-time tanpa melakukan pengukuran secara manual pada sumur serapan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan protokol WebSocket IoT dengan 2 node ESP32 menghasilkan nilai delay rata-rata 3321 ms yakni 3,3 detik dan 2678 ms yakni 2,7 detik pada masing-masing sumur serapan. Pada pengujian ke cloud server dengan jarak 15 meter dari router, diperoleh nilai delay rata-rata 1668 ms yakni 1,7 detik dan 1742 ms yakni 1,7 detik, dengan nilai packet loss rata-rata 0,00% untuk kedua sumur serapan. Hasil ini menunjukkan sistem memiliki kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON, mendukung pemantauan ketinggian air secara real-time untuk pencegahan kebakaran lahan gambut. Kata kunci : WebSocket, Sumur Serapan, Lahan Gambut, Internet of Things (IoT).
Pemanfaatan Protokol Komunikasi MQTT Dalam Sistem Sortir Buah Jeruk Berdasarkan Warna Kulit Buah Dewa, Vitus Sandy Syahputra; Ruslianto, Ikhwan; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.98663

Abstract

Bisnis Jeruk dalam proses penyortiran buah jeruk masih dilakukan secara manual oleh petani. Cara ini menghasilkan data yang harus segera diproses, namun keterlambatan komunikasi data yang menyebabkan response time yang tinggi. Hal ini berdampak pada lambatnya respons sistem otomatisasi dam penyortiran. Penelitian dalam pemanfaatan protokol MQTT dalam sistem sortir buah jeruk berdasarkan warna kulit buah untuk meningkatkan efisiensi dalam pengiriman data dan ringan secara real-time dengan response time yang rendah. Sistem dirancang menggunakan sensor TCS3200 untuk mendeteksi tingkat kematangan buah dengan kategori: mentah, setengah matang, matang, dan tidak sesuai. Sensor inframerah untuk menghitung jumlah buah yang telah disortir. Data dikirim melalui NodeMCU ESP32 sebagai publisher ke broker HiveMQ, lalu diproses dan ditampilkan pada antarmuka website sebagai subscriber. Hasil menunjukkan nilai response time rata – rata 491,81 ms. Nilai ini menunjukkan waktu yang layak dalam melakukan penyortiran antara pengiriman dan penerimaan data pada sistem sortir buah jeruk. Sensor TCS3200 mencapai akurasi keberhasilan sensor sebesar 76,7% dan error relatif sebesar 23,3% untuk tingkat kematangan buah. Sistem sortir buah jeruk dengan protokol MQTT berpotensi mendukung otomatisasi melalui komunikasi data real-time yang lebih efektif. Kata kunci: Sistem Sortir Buah, Warna Jeruk, MQTT, Waktu Respon.
Penerapan Topologi Mesh Pada Master-Slave Untuk Pengiriman Paket Data Sensor Soil Moisture Aji, Awal Cahyo Bayu; Ruslianto, Ikhwan
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.98771

Abstract

Sektor pertanian memerlukan sistem pemantauan kelembaban tanah yang andal untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini merancang serta mengimplementasikan sistem pemantauan kelembaban tanah berbasis arsitektur master-slave menggunakan empat NodeMCU ESP32 dengan penerapan topologi mesh. Topologi mesh tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertukaran data, melainkan difokuskan pada mekanisme failover, yaitu ketika node master utama mengalami kegagalan, peran master dialihkan secara statis kepada slave sesuai urutan prioritas. Sistem terdiri atas satu master dan tiga slave, di mana setiap slave terhubung dengan empat sensor soil moisture. Data hasil pembacaan sensor dikumpulkan terlebih dahulu pada masing-masing slave menggunakan metode batch processing, kemudian dikirimkan ke master untuk diteruskan ke cloud server. Mekanisme failover ditetapkan secara statis, sehingga Slave 1 berfungsi sebagai backup master pertama, dilanjutkan oleh Slave 2, dan seterusnya. Pengujian dilakukan melalui sembilan skenario berbeda untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil menunjukkan pada skenario 1, 2, 3, 4, 7, dan 8 sistem mencapai packet loss 0%, yang termasuk kategori sangat bagus menurut standar TIPHON. Total packet loss keseluruhan sebesar 0,13% juga masih dalam kategori sangat bagus. Dengan demikian, sistem terbukti efektif menjaga keberlanjutan pengiriman data melalui penerapan topologi mesh berbasis failover pada pemantauan pertanian secara real-time. Kata kunci: IoT, topologi mesh, master-slave, failover, soil moisture monitoring
Implementasi Metode Hybrid Scan Untuk Information Gathering Dan Pengujian Sistem Menggunakan SQL Injection Berbasis Website Rai, Randi; Ruslianto, Ikhwan; Kasliono, Kasliono
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.99008

Abstract

Kemajuan pesat dalam teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya sistem keamanan yang semakin kuat, khususnya dalam menghadapi ancaman seperti serangan SQL Injection. Untuk meminimalkan risiko tersebut, langkah awal yang krusial adalah melakukan information gathering secara menyeluruh guna mengidentifikasi potensi kerentanan pada suatu situs web sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode hybrid scan, yang menggabungkan pemindaian aktif dan pasif, untuk melakukan information gathering dan pengujian kerentanan SQL Injection pada lima situs web. Metode aktif melibatkan tools yang terinstall, sedangkan metode pasif memanfaatkan API. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua situs web yang diuji berhasil mendeteksi subdomain, alamat IP, URL, host yang aktif, sistem operasi, teknologi, serta status load balancing dan port yang terbuka. Kerentanan SQL Injection bervariasi: situs web pertama menunjukkan kerentanan tingkat sedang, sedangkan situs web kedua dan ketiga memiliki kerentanan tinggi. Situs web keempat dan kelima tidak rentan. Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini berkisar antara 4 hingga 33 menit. Alat bantu berbasis web yang dikembangkan dalam penelitian ini mempermudah proses information gathering dan deteksi kerentanan dengan 10 proses utama. Kata kunci: SQL Injection, Hybrid Scan, Information Gathering
Penerapan Edge Computing Pada Sistem Cerdas Kendali Titik Lampu Pertanian Buah Naga Menggunakan Protokol HTTP Andika, Uray Rafli; Ruslianto, Ikhwan; Muhardi, Hafiz
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.99257

Abstract

Buah naga merupakan salah satu buah yang baik untuk dikonsumsi manusia. Namun buah naga memerlukan intensitas cahaya yang cukup agar dapat tumbuh. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan sistem berbasis website yang dapat mengatur intensitas cahaya pada buah naga dengan teknologi edge computing menggunakan protokol HTTP. Dari penelitian yang sudah dilakukan, sistem mampu melakukan pemantauan selama 11 jam 3 menit tanpa henti. Penerapan edge computing pada penelitian menghasilkan pengiriman delay dengan kecepatan yang cukup bervariasi. Pada pengujian yang telah dilakukan menggunakan provider pribadi rumah didapatkan rata-rata delay sebesar 975.01 ms dikategorikan jelek dan packet loss sebesar 0 % dikategorikan sangat bagus menurut standar TIPHON. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna dalam menjaga intensitas cahaya pada tanaman buah naga. dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu pembudidaya buah naga dalam menjaga intensitas cahaya yang ada disekitar tanaman serta mempercepat pertumbuhan buah naga. Kata kunci— Buah Naga, Delay, Edge Computing, packet loss, Protokol HTTP
Implementasi Protokol MQTT Dalam Transmisi Data Kualitas Air PDAM Menggunakan Aplikasi Website Damayanti, Dinda; Ruslianto, Ikhwan; Muhardi, Hafiz
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.99335

Abstract

PDAM sebagai penyedia utama air bersih memiliki tanggung jawab dalam menjamin kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat. Permasalahan yang sering terjadi adalah keterlambatan dalam mendeteksi perubahan kualitas air akibat keterbatasan sistem pemantauan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan purwarupa sistem monitoring kualitas air PDAM berbasis Internet of Things (IoT) dengan implementasi protokol MQTT sebagai media transmisi data secara real-time ke dalam aplikasi website. Sistem ini dirancang untuk membaca parameter kualitas air menggunakan sensor pH, Turbidity, dan TDS yang terhubung dengan NodeMCU ESP32. Parameter kualitas air diuji berdasarkan standar baku mutu air bersih, di mana pH air berada pada rentang 6,5 sampai 9,0, turbidity tidak melebihi 5 NTU, dan salinitas berada dibawah 0,5 ppt. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengirimkan data air PDAM dengan rata-rata delay untuk sensor pH air sebesar 0,003 ms, sensor turbidity sebesar 3,976 ms dan sensor TDS sebesar 0,01ms serta menampilkan status air secara langsung pada antarmuka web. Kata Kunci: PDAM, MQTT, Kualitas Air, Sensor, Delay.
Introduction and Implementation of the Internet of Things for Students Vocational High School 1 Punggur Besar Hirzen Hasfani; Uray Ristian; Hafiz Muhardi; Kasliono; Cucu Suhey; Tedy Rismawan; Ikhwan Ruslianto; Rahmi Hidayati; Syamsul Bahri; Dwi Marisa Midyanti; Irma Nirmala; Suhardi; Kartika Sari
MEKONGGA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Digital Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/mekongga.v3i1.265

Abstract

The training program “Introduction and Implementation of IoT” at Vocational High School(VHS) 1 Punggur Besar aims to enhance students’ understanding and practical skills in developing IoT-based systems. The training introduces key IoT concepts, components such as sensors, actuators, and microcontrollers, and how devices communicate via the internet. Through hands-on sessions, students create simple projects like temperature and humidity monitoring systems, smart lighting, and sensor-based notifications. This program helps students build technical competence in hardware assembly and IoT programming while fostering creativity and problem-solving abilities. As a result, students gain better readiness to face industrial demands that rely on digital technologies and are encouraged to innovate in applying IoT to real-world challenges.