Velma Herwanto
Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Hubungan riwayat kontrol gula darah dengan luaran penanganan ICU pada pasien Covid-19 beriwayat Diabetes Melitus di RSUD Ciawi Bogor Nursalim, Agla Awal; Herwanto, Velma
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24601

Abstract

Pasien Covid-19 dengan komorbiditas diabetes melitus (DM) memiliki angka keparahan yang lebih tinggi teutama pada pasien dengan manajemen gula darah yang buruk yang ditandai dengan adanya perburukan pada infeksi yang dialami pasien. Peningkatan keparahan ini dapat menjadi pertanda untuk pasien memerlukan perawatan di Intensive care unit (ICU). Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian dan konfirmasi mengenai hubungan dari kontrol DM dengan luaran dari penangan pasien Covid-19 dengan komorbiditas DM. Studi analitik cross-sectional ini mendapatkan data melalui consecutive sampling rekam medis dari 102 pasien pasien dewasa dengan DM yang terinfeksi Covid-19. Data yang dikumpulkan meliputi data diri pasien, riwayat komorbiditas selain DM, riwayat kontrol DM yang terdiri dari gula darah sewaktu masuk rumah sakit, nilai HbA1c, lama pasien menderita DM, dan penggunaan insulin selama perawatan dan status perawatan pasien di ICU. Hasil menunjukan rerata usia 102 pasien 56,67 tahun dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (52,9%). Mayoritas pasien tidak memiliki komorbiditas selain DM (63,7%) dan 36,3% pasien memiliki komorbiditas tambahan selain DM. Data kontrol DM pada pasien menunjukan mayoritas nilai gula darah tinggi (54,9%), nilai HbA1c tidak terkontrol (74,1%), telah terdiagnosis DM (86%), menggunakan insulin (55,9%) dan mayoritas pasien tidak memerlukan penanganan di ICU (74,5%). Hasil uji statistik tidak ditemukan adanya hubungan signifikan antara kebutuhan rawat ICU dengan variabel-variabel pengontrol gula darah.
Status merokok: Faktor risiko yang memengaruhi infeksi dan luaran COVID-19 Permatasari, Rhani; Herwanto, Velma
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.24658

Abstract

  Coronavirus disease-2019 (COVID-19), penyakit menular yang menyebabkan spektrum infeksi sistem pernapasan dari yang paling ringan seperti sindrom infeksi saluran napas atas hingga gagal napas. Pasien yang merokok lebih sering ditemukan mengalami infeksi yang lebih berat. Kondisi tersebut dikarenakan adanya gangguan sistem pernapasan dan penurunan kapasitas paru pada penderita yang merokok. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status merokok dengan beratnya infeksi COVID-19. Metode studi ini ialah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel pada studi ini merupakan 24 warga RT 002 RW 001 Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang pernah mengalami COVID-19 dan terbagi menjadi 12 warga  tidak merokok dan 12 warga memiliki riwayat merokok. Data diambil menggunakan kuesioner. Hasil studi didapatkan 19 (79,2%) warga memeiliki riwayat infeksi derajat berat. Sebanyak 10 (83,3%) orang dari 12 warga yang merokok, mengalami infeksi derajat sedang/berat, sedangkan 9 (75%) orang dari warga yang tidak merokok hanya mengalami infeksi ringan. Hasil penelitian tidak didapatkan hubungan bermakna antara status merokok dengan derajat keparahan infeksi COVID-19 (p = 0,615 dan PRR 1,1).