Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Metode Penggalian Terowongan Pengelak Pada Lapisan Tanah Pasir Di Bendungan Tiga Dihaji Pranata, Maulana Septian Dwi; Suharyanto; Hidajat, Wahju Krisna
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.61-70

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang terletak diKabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, terdapat pekerjaan terowongan pengelak. Terowongan pengelak memiliki fungsi untuk mengalirkan air sungai selama masa pelaksanaan konstruksi bendungan. Pekerjaan terowongan tersebut sempat terhenti akibat terjadi cave-in dan sinkhole yang diindikasikan terjadi pada lapisan pasir lepas, tepatnya berada pada terowongan pengelak STA 0+318 s/d 0+347,8. Indikasi tersebut diperkuat berdasarkan hasil pemetaan geologi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metode penggalian berdasarkan ketentuan Pettifier dan Fooker (1994), metode bukaan dan perkuatan terowongan berdasarkan Japan Society of Engineers (JSCE, 2007) serta mengevaluasi penanganan cave-in dan sinkhole yang dilakukan di lapangan sehingga pekerjaan penggalian terowongan pengelak dapat kembali dilanjutkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan metode penggalian yang tepat adalah Hard Digging. Metode bukaan berdasarkan JSCE adalah heading dan bench dengan alat penggalian yang digunakan adalah excavator. Metode perkuatan bukaan terowongan yang direkomendasikan menggunakan shotcrete, rockbolts, steel ribs dan invert. Pekerjaan penanganan cave-in dan sinkhole yaitu dengan melakukan modifikasi steel rib membentuk kanopi, melakukan pengisian cave-in dengan mortar foam dengan kuat tekan minimum 0,8 Mpa dan pengisian sinkhole dengan mortarbiasa dengan kuat tekan minimum 5 Mpa.
POLA SEBARAN FORAMINIFERA PADA ENDAPAN SEDIMEN GOSONG PANTAI DELTA WULAN, DEMAK, JAWA TENGAH Kurniasih, Anis; Tiara, Meidey; Hidajat, Wahju Krisna
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.21.1.2023.797

Abstract

Delta Wulan mengalami dinamika sedimentasi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan proses sedimentasi di Delta Wulan dapat diamati dari perubahan morfologi delta yang disebabkan peningkatan pengaruh gelombang laut. Proses sedimentasi juga berpengaruh terhadap pola distribusi foraminifera yang terkandung dalam sedimen. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola sebaran foraminifera dan hubungannya dengan proses sedimentasi tersebut, terutama pada endapan gosong pantai di Delta Wulan. Objek penelitian ini adalah foraminifera pada sampel yang berasal dari tiga buah inti sedimen yang diambil di bagian laguna, gosong muara, dan bagian depan gosong memanjang pantai. Foraminifera yang teridentifikasi kemudian dianalisis sebarannya menggunakan Rasio P/B. Hasil penelitian ini menunjukkan taksa foraminifera planktonik yang paling dominan antara lain Sphaeroidinella subdehiscens, Globorotalia menardii, dan Orbulina universa. Takson foraminifera bentonik yang mendominasi adalah Bathysiphon sp. Pola sebaran foraminifera menggambarkan pola yang umum dijumpai di perairan laut dalam. Hal ini diduga berkaitan dengan proses sedimentasi yang terpengaruh kuat oleh gelombang laut sehingga membawa cangkang foraminifera dari batimetri yang lebih dalam ke bagian delta. Dengan kata lain, sebaran cangkang foraminifera yang teridentifikasi tidak menggambarkan komunitas asli perairan Delta Wulan karena merupakan hasil transportasi dari lingkungan perairan yang berbeda.
Analisis Metode Penggalian Terowongan Pengelak Pada Lapisan Tanah Pasir Di Bendungan Tiga Dihaji Pranata, Maulana Septian Dwi; Suharyanto; Hidajat, Wahju Krisna
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.61-70

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang terletak diKabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, terdapat pekerjaan terowongan pengelak. Terowongan pengelak memiliki fungsi untuk mengalirkan air sungai selama masa pelaksanaan konstruksi bendungan. Pekerjaan terowongan tersebut sempat terhenti akibat terjadi cave-in dan sinkhole yang diindikasikan terjadi pada lapisan pasir lepas, tepatnya berada pada terowongan pengelak STA 0+318 s/d 0+347,8. Indikasi tersebut diperkuat berdasarkan hasil pemetaan geologi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metode penggalian berdasarkan ketentuan Pettifier dan Fooker (1994), metode bukaan dan perkuatan terowongan berdasarkan Japan Society of Engineers (JSCE, 2007) serta mengevaluasi penanganan cave-in dan sinkhole yang dilakukan di lapangan sehingga pekerjaan penggalian terowongan pengelak dapat kembali dilanjutkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan metode penggalian yang tepat adalah Hard Digging. Metode bukaan berdasarkan JSCE adalah heading dan bench dengan alat penggalian yang digunakan adalah excavator. Metode perkuatan bukaan terowongan yang direkomendasikan menggunakan shotcrete, rockbolts, steel ribs dan invert. Pekerjaan penanganan cave-in dan sinkhole yaitu dengan melakukan modifikasi steel rib membentuk kanopi, melakukan pengisian cave-in dengan mortar foam dengan kuat tekan minimum 0,8 Mpa dan pengisian sinkhole dengan mortarbiasa dengan kuat tekan minimum 5 Mpa.
Evaluation of Reservoir Characteristics of Wells X, Y, Z in the Pliocene Interval of the Tarakan Sub-Basin, Tarakan Basin, North Kalimantan Hendardi, Rizaldi Primanda; Hidajat, Wahju Krisna; Setyawan, Reddy; Kurniasih, Anis; Qadaryati, Nurakhmi; Khorniawan, Wahyu Budhi; Dalimunte, Hasnan Luthfi; Ringga, Anita Galih
Journal of Applied Geology Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Geological Engineering Department Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jag.86053

Abstract

The Tarakan Basin is one of the basins that has been producing hydrocarbons since 1901, with nine active oil fields to this day. The exploration of oil and gas in the Tarakan Basin has been ongoing for a considerable amount of time and can be considered as the oldest exploration in Indonesia that continues due to its estimated economically viable reserves based on its geological conditions. Research on the evaluation of reservoir characteristics in the Tarakan Sub-Basin with a Pliocene age interval aims to determine the subsurface lithology and fluid conditions qualitatively and the quantitative characteristics of the reservoir rocks. This study utilizes quantitative petrophysical analysis using a deterministic method with primary data consisting of wireline log data, as well as secondary data including core data, mud logs, biostratigraphy data, drill stem test data, and sidewall core data. Based on the analysis results, the petrophysical properties of the target reservoir in the study area include an average shale volume (VSH) of 16.65% - 29.31%, average effective porosity (PHIE) of 11.80% - 27.09%, which falls into the categories of fair to excellent quality, hydrocarbon saturation ranging from 7.68% - 43.03%, an average permeability value (PERM) of 10.03 mD - 613.29 mD, falling into the categories of good to very good, and a net pay thickness ranging from 4 feet to 16.7 feet, with a total thickness of 67.4 feet containing oil and gas fluids.
Management of Coastal Areas with Sustainable Marine Ecotourism Development in Purworejo Regency, Central Java, Indonesia Hidajat, Wahju Krisna; Anggoro, Sutrisno; Najib, Najib
Advance Sustainable Science, Engineering and Technology Vol 2, No 1 (2020): November-April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v2i1.6020

Abstract

The beach is a favorite tourist destination for the Indonesian people. As Indonesia is blessed with many beaches which attracts people to visit. Indonesians usually come to the beach in the holiday to fish, see beautiful scenery, and play around. Central Java Province in Indonesia has a beach cluster situated to the north and south of the Java Island. Jatimalang Beach is the south coast of Java which has excellent natural beauty, which is located in Purworejo Regency. This research is focused on the beach facilities and infrastructures, tourist’s ecotourism awareness, and environmental sustainability management of the Jatimalang Beach Purworejo. The study was carried out in November till December 2019 by using the qualitative research method. Information discovered during fieldwork are used to direct data collection. Qualitative researchers, are closely engaging with the environment being examined. This work was conducted through observations and interviews with tourist at Jatimalang Beach, as well as a literature review. The results showed that the facilities and infrastructure found in Jatimalang Beach were the presence of lifesavers, waste, parking lots, freshwater swimming pools for children, toilets, electrical facilities, and worship places. In addition, tourists are often willing to preserve nature and the sustainability of marine tourism on the Jatimalang Beach, however many of them do not understand the importance of ecotourism and need to be educated again.
Analysis of Pore Water Pressure and Seepage During The Impounding Stage of Randugunting Dam Fatimah, Illya Nur; Hidajat, Wahju Krisna; Santi, Narulita
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.881-892

Abstract

Piping induced by seepage poses a significant risk to the stability of Randugunting Dam, located in Blora Regency, Central Java. This study aims to assess the geological and engineering geological conditions of the study area and to analyze the behavior of pore water pressure and seepage during the impounding stage. The methodology includes geological and engineering geological mapping, as well as field monitoring using instruments such as vibrating wire piezometers, v-notch, and observation wells. These field results were then compared with Finite Element Method (FEM) analysis conducted in GeoStudio SEEP/W 2018. The pore water pressure values derived from FEM analysis were generally higher than the actual values recorded by the piezometers. Groundwater levels observed in the wells showed a strong correlation with rainfall intensity. The actual seepage discharge measured at the v-notch was 0.000118 m3/sec, whereas the FEM analysis yielded a significantly higher discharge of 0.01271 m3/sec. Despite this, the measured discharge remains within safe limits, being less than 0.016 m³/s (2% of inflow) and below 0.14 l/min/m. Nevertheless, the higher discharge indicated by FEM analysis suggests a potential risk of piping that warrants attention.
Co-Authors Anis Kurniasih Athik Dina Nashihah Buddin A Hakim Citra Ningtyas Citra Ningtyas Dalimunte, Hasnan Luthfi Dandung Marhento Dandung Marhento Dedi Setiono Dedi Setiono Dendi Tantra Praditya Devina Trisnawati Dhony Indrawan Dhony Indrawan Dwiyanto Joko Suprapto Dwiyanto Joko Suprapto Eko Yulianto F.X. Yudi Triyono F.X. Yudi Triyono Fachry Afif Fauzan Fachry Afif Fauzan Fadlillah Rumanda Fadlillah Rumanda Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fakhlove Wardhani Fakhlove Wardhani Fatimah, Illya Nur Hadi Nugroho Hadi Nugroho Hadi Nugroho Hendardi, Rizaldi Primanda Henri Kusumayadi Henri Kusumayadi Herlina Rachman Herlina Rachman Indriyani Martiningtyas Irfandi Oky Permana Irfandi Oky Permana Izza H. Hanani Jenian Marin Joko Wahyudiono Joko Wahyudiono Khansa Mutia Yahya Kiflan Muzwar Kurniasih, Anis Maemonah, Maemonah Mega Sari Mega Sari Najib Najib Najib Najib Najib, Najib Narulita Santi Nurakhmi Qadaryati Oki Satriawan Oki Satriawan Prakosa Rachwibowo Prakosa Rachwibowo Prakosa Rachwibowo Prakosa Rachwibowo Pranata, Maulana Septian Dwi Pudjihardjo Henarno Purna Sulastya Putra Putri, Salsabila Prihandoko Qadaryati, Nurakhmi Reddy Setyawan Reza Permadi Reza Permadi Rinal Khaidar Ali Ringga, Anita Galih Rio Andryantoro Rio Andryantoro Rizky Septianingrum Rizky Septianingrum Santi, Narulita Sawung Kawedar Daya Kristy Sawung Kawedar Daya Kristy Septriono Hari Nugroho Setiono Setiono Setiono Setiono Setyawan, Reddy Suharyanto Suhesti Suhesti Sutrisno Anggoro Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tiara, Meidey Tri Winarno Wahyu Budhi Khorniawan Widiarso Dian Agus Yermia Heriadji Yermia Heriadji Yosep Purnama Yosep Purnama Zainun Zainun