Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Transformasi Zeolit Alam Asal Sukabumi dengan Menggunakan Air Zamzam sebagai Sumber Akuades Riki Juniansyah; Dede Suhendar; Eko Prabowo Hadisantoso
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 1 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i1.5080

Abstract

Zeolit alam asal Sukabumi memiliki tiga komposisi mineral, yaitu kuarsa, mordenit, dan klinoptilolit. Setiap jenis zeolit memiliki kegunaan yang berbeda-beda, untuk meningkatkan nilai lebih dari zeolit alam, maka dari itu perlu adanya pengembangan zeolit alam mengingat zeolit alam asal Sukabumi lebih cenderung kepada jenis zeolit mordenit. Dari permasalahan tersebut perlu adanya penelitian tentang studi transformasi zeolit alam asal Sukabumi untuk mengetahui jenis zeolit baru yang akan dihasilkan dari transformasi tersebut dan hasil karakterisasinya. Tansformasi zeolit alam dilakukan dalam tiga variasi komposisi perbandingan mol yaitu 1 zeolit : 4 NaOH: 40 air zamzam, 1 zeolit : 2 NaOH: 40 air zamzam, 1 zeolit : 0 NaOH: 40 air zamzam. Transformasi ini dilakukan dengan metode hidrotermal pada suhu 150°C selama 12 jam. Hasil transformasi perbandingan variasi mol tersebut menghasilkan zeolit faujasit, analsim, mordenit, dan mineral kuarsa. Karakterisasi dengan difraksi sinar-X yang mengkonfirmasi terbentuknya zeolit faujasit, analsim, mordenit, dan mineral kuarsa.
Adsorpsi Ion Logam Tembaga(II) dalam Air Dengan Serbuk Tulang Ikan Gurame (Osphronemus gourami Lac) Riska Farah Diba; Vina Amalia; Eko Prabowo Hadisantoso; Yusuf Rohmatulloh
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 2 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i2.5091

Abstract

Tulang ikan Gurame dapat dimanfaatkan sebagai material penyerap (adsorben) karena memiliki kadar kalsium fosfat yang tinggi yaitu sebesar 65%. kalsium hidroksiapatit (Ca10(PO4)6OH2) dapat dimanfaatkan sebagai adsorben karena kalsium hidroksiapatit merupakan biokeramik yang dapat mengadsorpsi logam dengan cara pertukaran ion. Pada penelitian ini ion logam Cu(II) dipilih sebagai adsorbat karena Cu(II) merupakan salah satu pencemar badan air yang berbahaya bagi tubuh. Adsorben tulang ikan Gurame dikarakterisasi dengan XRD, XRF, SEM, dan FTIR sehingga diketahui struktur adsorben yang terbentuk adalah hidroksiapatit (Ca10(PO4)6OH2) dengan kristalinitas rendah dengan nilai rasio mol Ca/P sebesar 1,97 karena dominan kalsium pada adsorben. Agar didapatkan kondisi adsorpsi optimum dilakukan optimasi terhadap konsentrasi larutan Cu(II), pH, waktu kontak dan massa adsorben. Hasil optimasi didapatkan konsentrasi larutan Cu(II) optimum adalah 40 mg/L dengan pH 4, waktu kontak 45 menit dan massa adsorben 1,0 gram. Dari hasil penelitian disimpulkan tulang ikan Gurame dapat dimanfaatkan sebagai adsorben logam Cu(II) karena memiliki efisiensi adsorpsi sebesar 89,5% dan kapasitas adsorpsi sebesar 7,1604 mg/g.
Potensi Pemanfaatan Arang Tulang Ayam sebagai Adsorben Logam Berat Cu dan Cd Vina Amalia; Fatimah Layyinah; Farida Zahara; Eko Prabowo Hadisantoso
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 1 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i1.5081

Abstract

Komposisi tulang utamanya mengandung kira-kira 85% mineral adalah kalsium fosfat, 14% kalsium karbonat dan 1% magnesium.Oleh karena itu, serbuk tulang ayam memiliki potensi sebagai adsorben untuk menyerap ion logam berat di lingkungan perariran. Diantara logam berat yang berbahaya bagi lingkungan adalah Cu dan Cd, yang dihasilkan dari proses industri. Pada penelitian ini dipelajari kemampuan arang aktif dari limbah tulang ayam sebagai material penyerap ion logam tembaga dan kadmium. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan logam tembaga oleh arang aktif dipelajari dengan melakukan variasi waktu kontak, konsentrasi larutan dan variasi ukuran partikel dari arang aktif. Konsentrasi tembaga ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Dan karakteristik dari arang tulang ayam yang dihasilkan dilakukan dengan FTIR dan SEM. Penelitian ini memberikan hasil bahwa efisiensi adsorpsi arang aktif tulang ayam terhadap ion logam tembaga dan kadmium meningkat dengan mengingkatnya waktu kontak dan ukuran partikel dan menurun dengan penigkatan konsentrasi. Kapasitas adsorpsi arang aktif tulang ayam terhadap ion logam tembaga dan kadmium meningkat dengan meningkatnya konsentrasi awal ion logam cadmium, waktu kontak dan ukuran partikel.
Optimasi Digesti Asam Pada Analisis Merkuri (Hg) Dalam Sedimen Dengan Menggunakan Teknik Vapor Generation Accessory-Atomic Absorption Spectrophotometer (VGA-AAS) Vina Amalia; Ayu Novi Rianty; Yusuf Rohmatulloh; Eko Prabowo Hadisantoso
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 2 (2020): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i2.6613

Abstract

Kadar logam Hg di lingkungan perairan berada pada konsentrasi rendah, yaitu kisaran satuan µg/L. Dengan konsentrasi yang rendah tersebut, maka diperlukan tahapan analisis yang sesuai untuk memaksimalkan hasil analisis. Tahapan analisis logam ini termasuk di dalamnya adalah proses digesti. Digesti adalah proses perombakkan matriks sampel dari senyawa-senyawa yang berbentuk logam organik menjadi logam anorganik yang bebas dengan menggunakan asam kuat baik tunggal maupun campuran. Digesti merupakan tahapan paling penting dalam analisis logam, karena dapat mempengaruhi konsentrasi logam yang akan teranalisis. Digesti ini dipengaruhi oleh reagen, suhu dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi digesti terbaik berdasarkan penggunaan reagen, suhu dan waktu digesti dalam sampel sedimen. Sampling dilakukan di Sungai Cikijing Desa Cimanggung pada koordinat 6,9567 oLU; 107,8207 oBT. Sedimen yang digunakan, didestruksi dengan tiga reagen berbeda, yaitu asam nitrat, akuaregia, serta campuran asam nitrat dan hidrogen peroksida. Variasi suhu yang digunakan adalah 25, 60, 85, dan 100 ℃. Untuk variasi waktu yaitu 24, 48, 72, 96, dan 120 menit. Kadar Hg dalam sedimen diuji menggunakan instrumen VGA-AAS. Berdasarkan hasil analisis, digesti dengan reagen akuaregia pada suhu 100 ℃ selama 120 menit memberikan hasil tertinggi dengan kadar Hg sebesar 0,4722 µg/g. Dengan linearitas (R2) sebesar 0,9990, akurasi sebesar 60,55%, presisi sebesar 0,333%, batas deteksi (LOD) sebesar 0,8622 dan batas kuantisasi (LOQ) sebesar 2,8745 yang menyatakan bahwa metode ini dapat diterima (valid).Kata Kunci: optimasi; digesti; Hg; sedimen; VGA-AAS
Adsorpsi Ion Logam Mn2+ dan Cu2+ Oleh Silika Gel dari Abu Ampas Tebu Dyanti Nur'aeni; Eko Prabowo Hadisantoso; Dede Suhendar
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 2 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i2.5087

Abstract

Silika gel telah diekstaksi dari abu ampas tebu menggunakan metode sol-gel kemudian digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar ion logam Mn2+ dan Cu2+. Penelitian ini diawali dengan pengabuan ampas tebu pada suhu 700 selama 6 jam dilanjutkan pembuatan larutan natrium silikat dengan melarutkan abu ampas tebu dalam larutan NaOH disertai pengadukan dan pemanasan selama 1 jam. Natrium silikat yang terbentuk ditambahkan larutan HCl hingga larutan mencapai pH 7. Gel akan terbentuk setelah diperam selama 18 jam, kemudian disaring dan dicuci dengan akua dm, serta dikeringkan dalam oven dan digerus. Proses adsorpsi dilakukan dengan memasukkan silika gel ke dalam larutan ion logam Mn2+ dan Cu2+, kemudian didiamkan selama beberapa waktu. Setelah adsorpsi, larutan sisa dianalisis menggunakan AAS untuk mengetahui jumlah ion logam Mn2+ dan Cu2+ yang teradsorpsi dalam silika gel. Karakterisasi terhadap silika gel hasil ektraksi menunjukan terdapat gugus silanol, siloksi dan siloksan pada pengujian menggunakan FTIR dan karakterisasi menggunkan XRD menunjukkan silika gel berfasa amorf. Hasil adsorpsi ketiga variasi menunjukan adanya kompetisi antara ion logam Mn2+ dan Cu2+ dalam memperebutkan sisi aktif dari silika gel, dimana ion logam Cu2+ lebih dulu teradsorpsi dari pada ion logam Mn2+. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa silika gel dapat digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar ion logam Mn2+ dan Cu2+ dalam limbah cair.
Penanganan Limbah Ion Logam Cu2+ dengan Teknik Brick Berbahan Dasar Pasir dan Semen serta Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air Kurniawati Kurniawati; Eko Prabowo Hadisantoso; Vina Amalia
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 1 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i1.5077

Abstract

Penelitian tentang penanganan limbah cair yang mengandung ion logam Cu2+ telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penanganan limbah ion logam Cu2+ dengan teknik brick dan menganalisis larutan yang digunakan untuk perendaman brick dengan menggunakan beberapa parameter. Pengamatan dilakukan terhadap pH, DHL, COD, TSS dan kadar logam Cu2+ yang terlarut kembali pada larutan perendaman brick. Pembuatan brick dilakukan dengan memvariasikan pasir dengan semen  yaitu 1:1, 1:3 dan 3:1  yang dicampurkan dengan model limbah Cu2+ sebanyak 12 mL. Brick tersebut kemudian direndam pada larutan berbagai kondisi, yaitu pH 3, pH 5,5, dan pH 7 selama 72 jam. Dari hasil penelitian diperoleh logam Cu2+ yang terlarut kembali semakin kecil dengan semakin meningkatnya pH larutan perendaman. Kadar logam Cu2+ dengan perbandingan pasir dan semen 1:1, 1:3, dan 3:1 pada larutan pH 3 berturut-turut 0,035, 0,020, dan 0,044 mg/L, sedangkan pada larutan pH 5,5 adalah 0,108, 0,048, dan 0,053 mg/L, dan pada larutan pH 7 adalah 0,006, 0,008 dan 0,007 mg/L. Kadar logam Cu2+ yang terlarut kembali untuk larutan perendaman pH 3, pH 5,5, dan pH 7 masih berada dibawah kadar maksimum yang diperbolehkan berdasarkan PP No. 28 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, namun terjadi kenaikan pada pH, DHL, dan COD. Sementara kadar TSS masih berada di bawah kadar maksimum yang diperbolehkan.
Sintesis Oksida Grafena Tereduksi (rGO) dari Arang Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Ahmad Hidayat; Soni Setiadji; Eko Prabowo Hadisantoso
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 5, No 2 (2018): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v5i2.3810

Abstract

Grafena merupakan satu lapis atom karbon yang memiliki hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal dua dimensi. Grafena memiliki potensi yang sangat luas namun ketersediaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis oksida grafena tereduksi (rGO) dari arang tempurung kelapa dengan menggunakan metode modifikasi Hummer. Modifikasi dilakukan dengan menghilangkan NaNO3. Sintesis dilakukan dengan ukuran partikel arang tempurung kelapa ~ 50 μm dan waktu oksidasi selama 5 hari. Analisis struktur rGO dilakukan dengan pengujian FTIR, UV-Vis dan difraksi sinar-X (XRD). Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 1604,891 cm-1 dari ikatan C=C aromatik yang merupakan indikasi terbentuknya rGO. Hasil pengujian UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 272 nm yang disebabkan oleh transisi π→π ⃰ dari ikatan C=C pada cincin aromatik. Pengujian XRD menghasilkan puncak difraktogram pada sudut 2θ ~ 24° yang khas untuk material rGO.
Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) sebagai Koagulan Alami dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi Dyah Dwi Poerwanto; Eko Prabowo Hadisantoso; Soehartini Isnaini
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 2, No 1 (2015): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v2i1.349

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pemanfaatan biji asam jawa dalam pengolahan limbag cair industri farmasi dengan metoda koagulasi. Koagulasi dan flokulasi merupakan metode pengolahan air untuk limbah yang bersifat koloid. Biji asam jawa mengandung tanin sebesar 20,2 % yang bersifat sebagai koagulan dan polimer alami seperti pati sebesar 30,1 % yang berfungsi sebagai flokulan. Penelitian ini diawali dengan preparasi koagulan dimana biji asam jawa yang telah dibersihkan ditumbuk hingga menjadi serbuk lalu diayak dengan ayakan tepung. Selanjutnya sampel air limbah ditambahkan koagulan dengan variasi dosis yaitu 1, 3, 5, 7, 9, dan 11 gram/500 mL sampel air limbah, lalu diaduk dengan kecepatan cepat 3 menit dan kecepatan lambat 12 menit, kemudian diendapkan 12 menit. Filtrat hasil koagulasi dianalisis berdasarkan Kep-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair industri farmasi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kemampuan biji asam jawa cukup baik sebagai koagulan untuk memperbaiki nilai pH, menurunkan konsentrasi TSS pada dosis optimum 1 g/500 mL, BOD pada dosis optimum 7 g/500mL, serta NH4+ pada dosis optimum 3 g/500 mL. Namun, koagulan ini belum dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi COD dan fenol dalam limbah cair industri farmasi.
Effect of Low Solid/Liquid Ratio on Hydrothermal Synthesis of Hydroxyapatite with Green Template from Banana Flower (Musa acuminata Cavendish) Ferli Septi Irwansyah; Alfi Ikhlasul Amal; Eko Prabowo Hadisantoso; Atiek Rostika Noviyanti; Diana Rakhmawaty Eddy; Azman Bin Ma'Amor; Risdiana Risdiana
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 10, No 1 (2023): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v10i1.25262

Abstract

Hydroxyapatite (HA) was successfully synthesized using the hydrothermal method. This study aimed to analyze the effect of a low solid/liquid ratio on the properties of HA crystals. HA synthesis was performed using chicken eggshells and the hydrothermal method at a temperature of 150°C. The solvent amount was kept constant, while the solid amount varied (half-reaction). The characteristics of HA were determined using XRD, FTIR, PSA, and SEM. The results showed that the purity and size of HA were influenced by a low solid/liquid ratio, while the crystallinity remained relatively unchanged, directly impacting the lattice parameter value. FTIR analysis revealed the absence of the O-H group in the sample with the low solid/liquid ratio. PSA results showed a smaller particle size of 0.995 µm for the sample with the low solid/liquid ratio. SEM results demonstrated a smaller particle size in the sample with a low solid/liquid ratio when observed at the same magnification
How to Read and Determine the Specific Surface Area of Inorganic Materials using the Brunauer-Emmett-Teller (BET) Method Irwansyah, Ferli Septi; Amal, Alfi Ikhlasul; Diyanthi, Erlinda Widyasmara; Hadisantoso, Eko Prabowo; Noviyanti, Atiek Rostika; Eddy, Diana Rakhmawaty; Risdiana, Risdiana
ASEAN Journal of Science and Engineering Vol 4, No 1 (2024): AJSE: March 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ajse.v4i1.60748

Abstract

The specific surface area of inorganic materials is a crucial parameter that influences their performance in various applications. The Brunauer-Emmett-Teller (BET) method is widely used for accurately determining the surface area of porous materials. This study presents a comprehensive guide to determining the specific surface area of inorganic materials using the BET method. The paper outlines the theoretical background of the BET method, the experimental procedures involved, and the data analysis techniques. Additionally, we discuss the limitations and potential sources of errors in the BET method. The proposed guide aims to provide researchers and practitioners with a systematic approach to accurately measure the specific surface area of inorganic materials, enabling informed decision-making and enhancing material design and optimization processes.
Co-Authors Abdurrohman, Irwan Adam Faroqi, Adam Adi Mulyana Supriatna Adzkya Al Qudsiyyah Burhan Aenur Roidatun Nisa Ahmad Hidayat Ahmad Izzan Aih Mitamimah Alfi Ikhlasul Amal Alfi Ikhlasul Amal Amal, Alfi Ikhlasul Amelia Putri Sugiso Annisaa Siti Zuadah Arief Iyustiana Atiek Rostika Noviyanti Atiek Rostika Noviyanti Atiek Rostika Noviyanti AYU ANDINI Ayu Novi Rianty Azman Bin Ma'Amor Citra Fitiriani Kusman Dede Suhendar Dermawan, Muhamad Fahmi Dery Kurnia Halim Diana Rakhmawaty Eddy Diana Rakhmawaty Eddy Diani Kusumaningrum Diba, Riska Farah Diyanthi, Erlinda Widyasmara Dyah Dwi Poerwanto Dyanti Nur'aeni Eddy, Diana Rakhmawaty Eka Febrianti ERLINDA WIDYASMARA DIYANTHI Eva Asadah FAHMI SHIHAB Farida Zahara Fatimah Layyinah Ferli Septi Irwansyah FERRY ARIFIADI Fitriyani, Rizka Gina Giftia Azmiana Delilah Hambali, R. Yuli Ahmad Hidayat, Dede Humanita Maharani AR Irmayana Irmayana Isnaeniah, Erni Iu Rusliana KRISTANTO WAHYUDI Kurniawati Kurniawati Mada Sanjaya WS Muhamad Sahlan Arrosyid Nurizal, Abshar Fathur Rochman Nurkholish Hadi Resi Rosanti Rifki Rosyad Riki Juniansyah Risdiana Risdiana Risdiana Risdiana RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Riska Farah Diba RIZKI ADITYAWAN MAULANA RIZKY BERLIANA WIJAYANTI Robby'atul Adawiyah Hanifah Sandi Muhamad Arifin Shariffuddin Bin Md Zain Soeharti Isnaini Soehartini Isnaini Soni Setiadji Suryana Suryana Syifa Akmalia Zahra Tety Sudiarti Tsaniyah, Siti Wilamah TURSINA HAJAR Vina Amalia, Vina Wahyudin Darmalaksana Wulan Sumarni Yuna Widayanti Yusuf Rohmatulloh Zain, Shariffuddin Bin Md Zhafarina Adzra