Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN HARGA AYAM NIAGA PEDAGING DI KABUPATEN BANYUMAS Sinatrya, Sinatrya; Hidayat, Nunung Noor; Yuwono, Endro
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Mengetahui nilai performa produksi dan harga ayam niaga pedaging di Kabupaten Banyumas dan; 2). Mengkaji dampak pandemi terhadap performa produksi dan harga ayam niaga pedaging di Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel dilaksanakan menggunakan metode survey di wilayah Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel wilayah menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan total 80 peternak ayam niaga pedaging di daerah Kabupaten Banyumas yang terdiri dari data sebelum pandemi sejumlah 40 sampel dan data pasca pandemi sejumlah 40 sampel. Performa produksi dianalisis dengan menghitung mortalitas rata-rata bobot badan akhir, Feed Convertion Ratio (FCR), dan indeks performa (IP) sedangkan untuk harga ayam niaga pedaging didapatkan dari recording peternak atau informasi dari mitra terkait. Dampak pandemi Covid-19 terhadap performa produksi dan harga ayam niaga pedaging dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian ini adalah: 1). Mortalitas pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 5,94, sedangkan pada pasca pandemi Covid-19 sebesar 3,80. Bobot badan akhir pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 2053 gram sedangkan pada pasca pandemi Covid-19 sebesar 2202 gram. FCR pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 1,61% sedangkan pada pasca pandemi Covid-19 sebesar 1,52%. IP pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 340 sedangkan pada pasca pandemi Covid-19 sebesar 391. Harga ayam niaga pedaging pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar Rp 17.823 sedangkan pada pasca pandemi Covid-19 sebesar Rp 20.157; 2). Terdapat perbedaan adanya pandemi Covid-19 terhadap performa produksi akibat adanya pandemi Covid-19. Nilai mortalitas dan FCR ayam niaga pedaging lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi sedangkan nilai IP, bobot badan akhir dan harga ayam niaga pedaging mengalami kenaikan setelah pandemi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat perbedaan adanya pandemi Covid-19 terhadap mortalitas, FCR, IP, bobot badan akhir dan harga ayam niaga pedaging. Hasil penelitian ini juga memberikan gambaran tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha peternakan ayam niaga pedaging dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan dan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Banyumas.
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK KAMBING BERDASARKAN STRATA KEPEMILIKAN (STUDI KASUS) DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Shintawati, Dyah Ayu; Hidayat, Nunung Noor; Mastuti, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha berdasarkan strata kepemilikan ternak kambing dan mengetahui perbedaan pendapatan dan efisiensi antara strata 1 (kepemilikan 6,56 SK) dan strata 2 (kepemilikan 2,61 SK) usaha ternak kambing skala kecil di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode penetapan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Non Probability Sampling yaitu dengan Sampling Jenuh (sensus) yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Hal tersebut sering dilakukan apabila jumlah populasi kecil atau kurang dari 30 orang. Perolehan data berupa hasil wawancara dan data sekunder. Wawancara dilakukan secara langsung kepada responden sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan dinas atau instansi pemerintah Desa Melung. Variabel yang diteliti yaitu penerimaan utama dan penerimaan sampingan, biaya produksi, produksi dan harga produk. Pendapatan dianalisis secara cash flow yaitu I=TR-TC dan Efisiensi dianalisis perbandingan R/C. Hasil analisis menunjukkan: 1). Pendapatan dari strata 1 adalah Rp433.311/SK sedangkan strata 2 sebesar Rp280.924/SK. Nilai R/C pada usaha ternak strata 1 yaitu 1,25 sedangkan strata 2 yaitu 1,21. ; 2). Hasil analisis komparatif menunjukan bahwa pendapatan dan efisiensi strata 1 lebih tinggi dibanding strata. Kesimpulannya adalah bahwa pendapatan dan nilai efisiensi strata 1 lebih tinggi dibandingkan dengan strata 2, hal ini karena skala kepemilikan ternak lebih banyak. Disarankan peternak untuk meningkatkan skala usaha, dan dukungan pemerintah terkait karena sebagian besar peternak terkendala terbatasnya modal usaha. Abstract of this research aims to determine income and business efficiency based on goat ownership strata and determine the differences in income and efficiency between strata 1 (6.56 SK ownership) and stratum 2 (2.61 SK ownership) of small-scale goat farming businesses in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The sample determination method in this research uses the Non Probability Sampling method, namely Saturated Sampling (census), which is a sampling method when all members of the population are used as samples. This is often done when the population is small or less than 30 people. Data obtained in the form of interviews and secondary data. Interviews were conducted directly with respondents while secondary data was obtained from official records or government agencies in Melung Village. The variables studied are main income and side income, production costs, production and product prices. Income is analyzed using cash flow, namely I=TR-TC and efficiency is analyzed by R/C comparison. The analysis results show: 1). Income from strata 1 is IDR 433,311/SK while strata 2 is IDR 280,924/SK. The R/C value for strata 1 livestock businesses is 1.25 while for strata 2 is 1.21. ; 2). The results of the comparative analysis show that the income and efficiency of strata 1 are higher than those of strata 1. The conclusion is that the income and efficiency value of strata 1 is higher than strata 2, this is because the scale of livestock ownership is greater. It is recommended that breeders increase their business scale, and get related government support because most breeders are constrained by limited business capital.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK PADA POLA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES Abidah, Ufairoh; Setianto, Novie Andri; Widiyanti, Rahayu; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada pola pemeliharaan yang berbeda serta pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada kecamatan yang terpilih di Kabupaten Brebes. Metode pengambilan sampel yaitu metode survey. Sampel wilayah ditentukan dengan purposive sampling di Kabupaten Brebes dengan pertimbangan sebagai basis pengembangan ternak itik khususnya di Kecamatan Brebes, Bulakamba, dan Losari. Penentuan responden dengan metode cluster random sampling melalui peternak kelompok. Variabel independent yang diteliti yaitu jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, tingkat pendidikan, lama beternak, dan pola pemeliharaan terhadap variabel dependent yaitu pendapatan dan efisiensi usaha. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis efisiensi usaha, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rataan pendapatan peternak usaha ternak itik pola pemeliharaan intensif sebesar Rp77.684.727,- dan semi intensif sebesar Rp51.947.750,- dalam periode satu tahun. Nilai R/C ratio intensif dan semi intensif yaitu 1,40 dan 1,36. Variabel independent berpengaruh nyata terhadap variabel dependent secara simultan. Jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, dan pola pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan, sementara tingkat pendidikan berpengaruh nyata. Efisiensi usaha dipengaruhi secara nyata oleh curahan jam kerja. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pemeliharaan intensif menghasilkan pendapatan lebih banyak dan lebih efisien dibandingkan dengan semi intensif.
HUBUNGAN BOBOT BADAN INDUKAN DOMBA GARUT DAN BOBOT BADAN PEJANTAN DORPER FULL BLOOD TERHADAP BOBOT BADAN DOMBA F1 SAPIH DI PT AYODHYA AGRO ABADI Mumtaz, Abdul Karim; Haryoko, Imbang; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p134-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai aspek yang mempengaruhi pertumbuhan bobot domba F1 sapih dan potensi peningkatan produktivitas. Bobot badan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas ternak yang dapat menjadi panduan dalam pemilihan bibit atau bakalan ternak. Selain itu, bobot badan juga dapat mempengaruhi nilai jual domba. Materi yang digunakan adalah domba indukan Garut sejumlah 30 ekor, domba pejantan Dorper Full Blood sejumlah 2 ekor dan domba peranakan F1 sapih sejumlah 30 ekor. Alat yang digunakan adalah timbangan digital dengan ketelitian dua desimal. Metode yang digunakan dengan regresi berganda yang sesuai untuk identifikasi korelasi dan signifikansi hubungan bobot badan indukan domba garut dan bobot badan pejantan dorper full blood terhadap bobot badan domba F1 sapih di PT Ayodhya Agro Abadi. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan Pemilihan bibit dengan keturunan unggul sangat mempengaruhi kualitas keturunan selanjutnya. Peternak patut mengetahui informasi lengkap tentang garis keturunan, dan pengetahuan mendalam tentang karakteristik genetik yang diinginkan. Pemilihan bibit yang baik dilakukan berdasarkan bobot badan, kemampuan produksi, penampilan fisik, dan kesehatan hewan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai R square menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2/D dapat menjelaskan variabel Y sebesar 30,6% sedangkan 69,4 % dijelaskan oleh faktor lain.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN PROFIT MARGIN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN DI WILAYAH KERJA PASAR HEWAN GOMBONG DAN ARGOPENI KEBUMEN Adhi, Natanael Tyasta Prasetya; Hidayat, Nunung Noor; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen di pasar hewan Gombong dan Argopeni Kebumen, menganalisis profit margin lembaga pemasaran yang terlibat dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi profit margin. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengamatan dan wawancara secara langsung terhadap 60 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling dan penentuan wilayah dengan purpossive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, tingkat pendidikan, pengalaman jual beli ternak, tingkat pedagang, dan profit margin. Saluran pemasaran dianalisis secara deskriptif, profit margin dihitung mengggunakan Net Profit Margin (NPM), dan faktor-faktor yang memengaruhi profit margin dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola saluran pemasaran: peternak, pedagang, konsumen/jagal; peternak, pedagang I, pedagang II, konsumen/jagal; dan peternak, pedagang I, pedagang II, pedagang III, konsumen atau jagal. Profit margin pedagang I,II,III masing-masing adalah 4,33%, 4,99%, dan 7,66%. Profit margin dipengaruhi oleh harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, pengalaman jual beli ternak, dan tingkat pedagang.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN PROFIT MARGIN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN DI WILAYAH KERJA PASAR HEWAN GOMBONG DAN ARGOPENI KEBUMEN Adhi, Natanael Tyasta Prasetya; Hidayat, Nunung Noor; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen di pasar hewan Gombong dan Argopeni Kebumen, menganalisis profit margin lembaga pemasaran yang terlibat dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi profit margin. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengamatan dan wawancara secara langsung terhadap 60 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling dan penentuan wilayah dengan purpossive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, tingkat pendidikan, pengalaman jual beli ternak, tingkat pedagang, dan profit margin. Saluran pemasaran dianalisis secara deskriptif, profit margin dihitung mengggunakan Net Profit Margin (NPM), dan faktor-faktor yang memengaruhi profit margin dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola saluran pemasaran: peternak, pedagang, konsumen/jagal; peternak, pedagang I, pedagang II, konsumen/jagal; dan peternak, pedagang I, pedagang II, pedagang III, konsumen atau jagal. Profit margin pedagang I,II,III masing-masing adalah 4,33%, 4,99%, dan 7,66%. Profit margin dipengaruhi oleh harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, pengalaman jual beli ternak, dan tingkat pedagang.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK PADA POLA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES Abidah, Ufairoh; Setianto, Novie Andri; Widiyanti, Rahayu; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada pola pemeliharaan yang berbeda serta pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada kecamatan yang terpilih di Kabupaten Brebes. Metode pengambilan sampel yaitu metode survey. Sampel wilayah ditentukan dengan purposive sampling di Kabupaten Brebes dengan pertimbangan sebagai basis pengembangan ternak itik khususnya di Kecamatan Brebes, Bulakamba, dan Losari. Penentuan responden dengan metode cluster random sampling melalui peternak kelompok. Variabel independent yang diteliti yaitu jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, tingkat pendidikan, lama beternak, dan pola pemeliharaan terhadap variabel dependent yaitu pendapatan dan efisiensi usaha. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis efisiensi usaha, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rataan pendapatan peternak usaha ternak itik pola pemeliharaan intensif sebesar Rp77.684.727,- dan semi intensif sebesar Rp51.947.750,- dalam periode satu tahun. Nilai R/C ratio intensif dan semi intensif yaitu 1,40 dan 1,36. Variabel independent berpengaruh nyata terhadap variabel dependent secara simultan. Jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, dan pola pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan, sementara tingkat pendidikan berpengaruh nyata. Efisiensi usaha dipengaruhi secara nyata oleh curahan jam kerja. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pemeliharaan intensif menghasilkan pendapatan lebih banyak dan lebih efisien dibandingkan dengan semi intensif.
Analisis Kinerja Ekonomi Usaha Sapi Perah Di Kecamatan Baturadenkabupaten Banyumas Aji, Gilang Perdana Wisnu; Mastuti, Sri; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2019.1.1.p38-47

Abstract

Background.This research was held on April 10th until June 1st, 2018 in Baturraden District, Banyumas Regency. The purpose of this research was 1). To know the economic performance (income and business efficiency) of dairy cattle business in Baturraden District, Banyumas Regency; 2). Analyze the factors (number of livestock ownership, feed costs, dairy farming experience, number of family members and education level of daily farmer) that affect the economic performance of dairy cattle business in Baturraden District, Banyumas Regency. Materials and methods. This research was conducted with survey method and the subject was dairy farmers in Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The area sampling method was carried out with cluster sampling technique on 6 milk producing districts in Banyumas Regency and Baturraden District was selected as there was 20 dairy farmers as respondents. Income and business efficiency were analyzed by cash flow analysis, while the factors (number of livestock ownership, feed costs, dairy farming experience, number of family members and daily farmer education) that affecting economic performance (income and business efficiency) were analyzed using multiple linear regression. Results.The results show that 1). The average income of dairy cattle business in Baturaden Subdistrict was Rp. 35.557.684/year and the average business efficiency was 2.26; 2). The factors that significantly affecting the income are number of livestock ownership (P <0.10), feed costs (P <0.05) and daily farming experience (P <0.05). Feed costs partially have a significant effect on business efficiency (P <0.05). Dairy business in Baturraden District is profitable and runs efficiently. Conclusion.Conclusion: 1). Dairy cattle business in Baturraden Regency was quite profitabe dan efficient; 2). The amount of livestock ownership can be increased in order increasing the income.
Analisis Fungsi Produksi Ternak Sapi Potong di Kabupaten Kuningan Jawa Barat Nasdian, Rai; Hidayat, Nunung Noor; Mastuti, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2020.2.2.p203-215

Abstract

Background. The purpose of this research was to determine the age factor of livestock production, forage feed, concentrate feed, enclosure density, medicines, bulk working hours, vitamins and minerals and PBBH Pasundan cattle and manalyze the effect of factors of production on PBBH Pasundan cattle in Kuningan Regency. Materials and methods. The object of research is 66 Pasundan bulls spread in 3 districts, namely; Cibingbin District (21 individuals), Maleber District (14 individuals) and Cimahi District (31). Retrieval of data using survey methods with questionnaire aids. Determination of the research area using purposive sampling method, while the determination of research objects using accidental sampling. The research variables observed were;(1) livestock age, (2) forage feed, (3) concentrate feed, (4) enclosure density, (5) medicines, (6) hours of work, (7) vitamins and minerals, (8) ADG. Results. Research result shows that the production factor influences 55.99% of the PBB Pasundan Cow. Together, the factors of production have a high significant effect on PBBH (F Hit <0.01). Partially the forage production factor, enclosure density, hours of work, vitamins and minerals have no significant effect on the ADG of Pasundan cattle. Conclusion. The conclusions of the study areaverage age of livestock 2.41 years, giving forage 15.95 kg /day/ST, giving concentrate 0.193 kg /day/ST, cage density 4,26 m2 / ST, the cost of medicines, vitamins and minerals Rp 4610.3/day/ST and Rp 846.8/day/ST., pouring out of working hours 1.64 hours/day/ST, and average of ADG is 0.32 kg/day/ST. ADG of Pasundan cattle are affected by age of livestock, concentrated feed and medicines.
ANALISIS RANTAI PASOK DAN PROFIT MARGIN PEDAGANG TERNAK DOMBA DI KABUPATEN BANYUMAS Jihad, Ludy Ikhwanul; Hidayat, Nunung Noor; Wakhidati, Yusmi Nur
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2020.2.3.p290-301

Abstract

Background. Research on the Analysis of supply chain and Profit Margin of sheep traders in Banyumas distric Regency was conducted on March 1 to April 1, 2020 in Banyumas district. Research objectives is 1) know the supply chain, profit margins and influence of educational factors, the number of livestock mastery and the length of raising on profit margin. Materials and Methods. The study was conducted using a survey method of sheep in the animal market of Banyumas district. Sample assignment using a snowball sampling of 30 respondents. The data analysis used was descriptive analysis and regression test. Results.The results showed the sheep's livestock traders from their functions and roles were distinguished into mobile collecting traders and collecting traders. The activity of traders to form a sales chain for sheep is divided into two marketing patterns, namely marketing pattern one involving breeders, mobile collecting traders and consumers and marketing two pattern involving breeders, mobile collecting traders, collecting traders and consumers. Average marketing cost Rp 94,267, average price of sheep buy Rp 4,560,000, average total cost of Rp 4,654,267, average sheep's acceptance Rp 5,041,500, the average income of sheep traders Rp 387,233 in one day market and profit margin for marketing agensi one is 9,41 percent and marketing agency two is 6,61 percent. Conclusion. The variables that affect the profit margin of sheep traders in Banyumas district are the education level, amount of livestock mastery and marketing agency.