Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah RESPATI

Kepanikan Konsumen Membeli Tiga Bahan Pokok (Beras, Gula dan Minyak Goreng) Saat Terjadi Kelangkaan Persediaan di Pasar Karah usuma Dewa, Arya Wardhana K; Hidayat, Syarif Imam; Widayanti, Sri
JURNAL PERTANIAN Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v15i1.3819

Abstract

Kebutuhan pangan pokok adalah kebutuhan Primer yang dibutuhkan seluruh penduduk dunia untuk keberlangsungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi dan membuktikan fenomena perubahan perilaku konsumen akibat kelangkaan persediaan bahan pokok (beras, gula dan minyak goreng) di pasar, Menganalisis Pilihan-pilihan tindakan apa yang dilakukan oleh produsen dan konsumen akibat kelangkaan persediaan bahan pokok (beras, gula dan minyak goreng), dan Menganalisis upaya dan tindakan yang seharusnya yang dilakukan oleh produsen dan konsumen dalam menghadapi kelangkaan persediaan bahan pokok di pasar. Informan pada penelitian ini terdapat 8 orang yaitu 3 produsen dan 5 konsumen. Tujuan pertama, kedua dan ketiga dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Fenomena perubahan perilaku konsumen dalam membeli beras, gula dan minyak goreng saat terjadi kelangkaan stok di pasar yaitu terjadinya kepanikan dalam membeli kebutuhan bahan pangan pokok (panic buying). 2) Pilihan tindakan yang dilakukan oleh produsen ketika terjadi perubahan perilaku konsumen dalam membeli beras, gula pasir dan minyak goreng yaitu dengan menambah persediaan barang serta memberikan diskon kepada konsumen. Kemudian, pilihan tindakan yang dilakukan oleh konsumen yaitu membeli sesuai kebutuhan, membeli menggunakan uang tabungan, meminjam uang dan melakukan hutang. 3) Upaya dan tindakan yang dilakukan oleh produsen/penjual dan konsumen saat menghadapi fenomena perubahan perilaku dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok rumah tangga di saat terjadi kelangkaan bahan pokok di pasar yaitu bagi penjual memilih Tindakan menambah persediaan dagang di saat terjadi kelangkaan stok akan memberikan ketenangan dan menguntungkan para penjual, karena para penjual tidak perlu khawatir dengan persediaan barang dagang yang dijual di hari berikutnya maupun masa mendatang, dan bagi konsumen memilih Tindakan membeli bahan pokok sesuai kebutuhan di saat terjadi kelangkaan akan meredakan kekhawatiran para konsumen tidak kebagian stok persediaan bahan pokok dirumah.
Bisnis Komoditas Pertanian Dalam Perspektif Etika Bisnis (Studi Pada Penjual dan Pembeli di Pasar Kembang Surabaya) Bagus, Aulia; Hidayat, Syarif Imam; Setiawan, Risqi Firdaus
JURNAL PERTANIAN Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v15i3.4573

Abstract

Pasar Tradisional merupakan tempat interaksi secara langsung antara pelaku usaha atau penjual dan pembeli, karena tingginya intensitas interaksi yang terjadi di pasar tradisional, dapat memungkingkan tingginya peluang kecurangan oleh pelaku usaha atau penjual. Penyebabnya adalah karena belum ada patokan harga, volume yang sesuai dengan standar yang ada. Jadi masih banyak pelaku usaha atau penjual yang memakai alat ukur sederhana untuk menentukan patokan harga tanpa diketahui keakuratannya. Tujuan riset ini untuk mengidentifikasi dan mengamati perilaku penjual dan pembeli komoditas pertanian dalam persepektif etika bisnis di pasar Kembang Surabaya. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa dari segi penjual semakin tinggi ilmu agama akan semakin dia enggan untuk berbuat kecurangan. Dan juga adanya dorongan dari para leluhur atau pendahulu yang membuat para penjual akan menjalan kan apa yang sudah di percayai dari dulu oleh para orang tua terdahulunya , dan takut dengan adanya ancaman dari pihak pihak terkait jika melakukan kecurangan . Dan dapat disimpulkan darisegi pembeli adalah hubungan antara penjual dan pembeli dapat mempengaruhi kepercayaan antara keduanya, jika hubungan keduanya sudah terjalin lama maka tingkat kepercayaan akan semakin tinggi begitu pula sebaliknya jika hubungan yang terjalin masih baru akan timbul kecurigaan. Dan juga pembeli dapat dipengaruhi oleh factor kebudayaan contohnya kebiasaan dari keluarganya atau apa yang sering dilihat.
Pengelolaan dan Analisis Nilai Tambah By-Products Industri Gula (Studi Kasus di Pabrik Gula Baru Candi Sidoarjo) Ananta Prakoso, Wahyu Tito; Hidayat, Syarif Imam; Atasa, Dita
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5457

Abstract

Agroindustri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian, salah satunya tebu yang diolah menjadi gula. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditas strategis dalam industri gula, yang juga menghasilkan by-products seperti ampas dan tetes tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan by-products gula dan menentukan nilai tambah yang diperoleh di Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah untuk ampas tebu sebesar 0,98%, tergolong rendah, sementara nilai tambah untuk tetes tebu mencapai 75%, tergolong tinggi. Pabrik Gula Candi Baru juga telah mengimplementasikan sistem otomasi menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) untuk pengendalian proses secara efisien. Pengorganisasian by-products, termasuk ampas dan tetes tebu, dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga untuk mengolah serta mengelola dampak lingkungan secara tepat. Kata Kunci: Agroindustri, By-products, Gula, Nilai Tambah, Tebu