Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Perubahan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Remaja Putri di Sekolah Dasar Negeri Totosari, Tunggulsari I dan Tunggulsari II Surakarta Putri Demylia Sochibahariani; Listyani Hidayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah dan sayur memiliki peranan penting dalam menjaga status gizi dan perkembangan kognitif remaja. Berdasarkan penelitian sebelumnya 60% asupan buah dan sayur pada remaja putri masih tergolong kurang, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan gizi tentang pentingnya buah dan sayur. Pemberian pendidikan gizi diharapkan mampu mengubah sikap dan perilaku remaja putri agar asupan buah dan sayur dapat terpenuhi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap perubahan asupan buah dan sayur pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental dengan One Group Pre Test dan Post Test design. Penelitian ini dilakukan setelah mendapat izin dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan no surat 2432/B.1/KEPK-FKUMS/X/2019. Responden terdiri dari 38 remaja putri. Data pre-test didapatkan melalui penelitian sebelumnya. Pendidikan gizi diberikan kepada orang tua sebanyak 4 kali dan siswi sebanyak 4 kali. Metode pendidikan gizi yang digunakan yaitu dengan metode ceramah serta tanya jawab. Pengambilan data post-test asupan buah dan sayur menggunakan FFQ semi-kuantitatif kemudian diuji menggunakan uji Wilcoxon. Data diolah menggunakan SPSS menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan gizi yang diberikan terhadap konsumsi buah dan sayur remaja putri (p=0,000). Asupan buah dan sayur remaja putri sebelum diberikan pendidikan gizi yang termasuk kategori kurang sebesar 57,9% dan termasuk kategori baik sebesar 42,1%. Asupan buah dan sayur remaja putri setelah diberikan pendidikan gizi yang termasuk kategori kurang sebesar 34,2% dan termasuk kategori baik sebesar 65,8%. Hal ini menunjukkan, remaja putri dapat mengaplikasikan informasi yang didapatkan melalui pendidikan gizi di kehidupan sehari-hari dan menyadari pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan. Terdapat perbedaan asupan buah dan sayur remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan gizi. Peneliti berharap agar pendidikan gizi yang telah diberikan dapat terus diterapkan.
Correlation Between Stress Levels and Eating Behavior in College Students: A study at The Faculty of Health Sciences Ilma Fauzia Muhaimin; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Listyani Hidayati
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v8i2.401

Abstract

Background: The demanding schedules of students within the Faculty of Health Sciences and their substantial course loads frequently lead to elevated stress levels among students. Stress can manifest positive and negative impacts on an individual's eating behavior. This study aimed to establish a correlation between stress levels and eating behavior in students enrolled at the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta.Research Methods: A cross-sectional research design was employed, involving 88 students from the 2019 Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta class as the respondents. Stress levels were assessed using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire while eating behavior data were gathered through the Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ). The Pearson product-moment correlation test examined the relationship between stress levels and eating behavior. Research Result: Among students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta, in the 2019 class, 79.5% exhibited moderate stress levels. Regarding eating behavior, 54.5% of these students approached food, while 45.5% tended to avoid food. Notably, 54.5% of students from the Faculty of Health Sciences displayed mild levels of stress alongside an inclination toward approaching food in their behavior. The Pearson product-moment correlation test revealed a statistically significant relationship between stress levels and eating behavior, with a significance value of <0.05. Conclusion: This study establishes a significant correlation between stress levels and eating behavior among students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Students must develop effective stress management strategies that are closely linked to regulating their eating behavior.
Online nutrition education on anemia and breakfast habits in adolescent girls Grishella Diandra Salsabila; Listyani Hidayati; Siti Zulaekah; Muwakhidah Muwakhidah; Firmansyah Firmansyah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i2.1257

Abstract

The body's iron levels may become insufficient when one is not in the habit of having breakfast, potentially resulting in anemia among adolescents. Online nutrition education on anemia serves as a means to enhance knowledge and breakfast habits among adolescent girls. This study aimed to determine the effect of online nutrition education on anemia on adolescent girls’ breakfast habits. The study design was a cluster randomized trial (CRTs). The subjects were randomly assigned to the treatment group (n = 99) or the control group (n = 101). Research data were collected at SMP Negeri 5 Sukoharjo and SMP Negeri 2 Sukoharjo, which were selected through simple random sampling from March to December 2022. Online nutrition education was directed for six sessions over two weeks with a 1-month reflection. Data on breakfast habits were collected using the Food Record form and analyzed using the Mann–Whitney test. No improvement in breakfast habits was observed in either group. There was no difference in breakfast habits among adolescent girls in the treatment group, who received nutritional education about anemia, and in the control group, who did not (p=0,174). In conclusion, online nutrition education has not been sufficient to improve breakfast habits among adolescent girls. 
Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin B12 dengan Kejadian Suspek Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Sukoharjo Hapsari, Agesti Ayu; Hidayati, Listyani
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi global yang dapat terjadi pada remaja putri. Prevalensi anemia secara global untuk perempuan usia 15-49 tahun adalah 29%. Kekurangan asupan vitamin B12 dapat mengganggu proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan asupan vitamin C dapat menurunkan penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan vitamin C dan vitamin B12 dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional pada 110 subjek dari 3 SMPN di Sukoharjo (SMPN 2 Sukoharjo, SMPN 5 Sukoharjo, dan SMPN 7 Sukoharjo) yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan multistage sampling. Pengambilan data asupan vitamin C dan asupan vitamin B12 menggunakan FFQ semikuantitatif serta data kejadian suspek anemia menggunakan kuesioner deteksi dini anemia. Analisis uji hubungan yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan subjek dengan asupan vitamin C kurang sebesar 57,3%, asupan vitamin B12 kurang sebesar 61,8%, dan kejadian suspek anemia sebesar 34,5%. Analisis uji chi-square terkait asupan vitamin C didapatkan p-value sebesar 0,924 dan terkait asupan vitamin B12 sebesar 0,007. Tidak terdapat hubungan asupan vitamin C dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri serta terdapat hubungan asupan vitamin B12 dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri.
Pendidikan Gizi tentang Anemia Secara Online Dapat Meningkatkan Asupan Besi Dan Vitamin C pada Remaja Putri Hermalia Putri Wahyudi, Syarifa Farchamni; Hidayati, Listyani
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i1.5639

Abstract

Pendahuluan: Penyerapan asupan besi sebagai pencegahan anemia dapat dibantu oleh vitamin C. Pendidikan gizi tentang anemia merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku konsumsi pangan termasuk asupan besi dan vitamin C. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi tentang anemia terhadap asupan besi dan vitamin C pada remaja putri. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cluster Randomized Trials (CRTs). Kelompok perlakuan dan kontrol ditentukan secara randomisasi. Didapat hasil 99 subjek kelompok perlakuan dan 101 subjek kelompok kontrol. Pendidikan gizi diberikan secara daring sebanyak 6 sesi selama 2 minggu dan masa refleksi selama 1 bulan. Data asupan besi dan vitamin C diperoleh dengan metode SQ-FFQ. Analisis data menggunakan uji Independent T-test untuk data asupan besi dan uji Mann Whitney untuk data asupan vitamin C. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan asupan besi pada kelompok perlakuan terjadi kenaikan dan penurunan asupan pada kelompok kontrol (3,10 mg/hari vs -0,71 mg/hari; p=0,001) sedangkan asupan vitamin C (7,22 mg/hari vs 3,02 mg/hari; p=0,014). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan besi dan vitamin C antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberikan pendidikan gizi. Pendidikan gizi secara daring dapat dimanfaatkan untuk mengubah perilaku makan remaja putri.Kata Kunci : Remaja Putri, Asupan Besi, Asupan Vitamin C, Pendidikan Gizi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA SURAKARTA Swastika, Wiedha; Hidayati, Listyani; Puspitasari, Dyah Intan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33808

Abstract

Remaja putri yang memiliki pengetahuan yang baik akan lebih awas dalam mencegah terjadinya anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki pengetahuan yang buruk. Selain itu, terdapat beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi kejadian anemia yakni menstruasi, serta keinginan remaja putri untuk memiliki perut yang langsing sehingga berefek pada pemenuhan gizi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri dengan kejadian anemia remaja putri di Kota Surakarta. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan di Kota Surakrta dengan sampel 199 subjek yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data pengetahuan anemia diambil dari kuisoner dan kadar hemoglobin diukur dengan menggunakan Cyanmethemoglobin. Uji chi-square digunakan untuk menguji hubungan antar kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 64,8% responden meiliki pengetahuan dengan kategori sedang dan sebanyak 61,8% remaja putri mengalami anemia. Remaja putri yang memiliki pengetahuan sedang sebanyak 56,9% diantaraanya mengalami anemia, dan 64,5% diantaranya tidak mengalami anemia dengan nilai p sebesar 0,088. Kesimpulan tidak terdapat hubungan penegetahuan anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Surakarta. Remaja putri diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang anemia, agar remaja putri tidak memilih atau membatasi makanan yang dikonsumsi dapat disebabkan meningkatkan risiko terjadinya anemia. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat dapat melanjutkan penelitian dengan memperbanyak studi literatur pada masing-masing variabel.
Gambaran Karakteristik Ibu Dan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kota Surakarta Frintia Agma Oktalita Saputri; Listyani Hidayati; Sudrajah Warajati Kisnawaty
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan dan Status Gizi Remaja Putri di Kabupaten Sukoharjo Talitha Miftah Raharjati; Listyani Hidayati; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14319

Abstract

Malnutrition and excess nutrition can occur in children and adults, as well as in young women. This study aimed to determine the relationship between energy, protein, fat and carbohydrate intake and the nutritional status of adolescent girls. This research implemented a cross-sectional design, involving 200 young women in Sukoharjo Regency who were selected using a multistage sampling technique. Energy, protein, fat and carbohydrate intake data were measured using the Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) method. Nutritional status was measured based on anthropometry, namely height and weight, then categorized based on body mass index indicators according to age. Hypothesis testing was carried out using Kendall's tau test. The results of the analysis showed that the intake in the good category for energy was 30%, protein intake was 34%, fat was 8%, and carbohydrates was 53.4%. The results of the correlation test show that the p value for each factor was energy = 0.056, protein = 0.086, fat = 0.060, and carbohydrates = 0.106. Furthermore, it was concluded that there was no significant relationship between energy intake and macronutrients consumed by adolescent girls and nutritional status.Keywords: energy intake; macronutrients; nutritional status; teenage girl ABSTRAK Kekurangan dan kelebihan gizi dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa, demikian pula pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi remaja putri. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 200 remaja putri di Kabupaten Sukoharjo yang dipilih dengan teknik multistage sampling. Data asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat diukur dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ). Status gizi diukur berdasarkan antropometri yaitu tinggi badan dan berat badan, kemudian dikategorikan berdasarkan indikator indeks massa tubuh menurut umur. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan dengan kategori baik pada energi sebesar 30%, asupan protein 34%, lemak 8%, dan karbohidrat 53,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah energi = 0,056, protein = 0,086, lemak = 0,060, dan karbohidrat = 0,106. Selanjutnya disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro yang dikonsumsi remaja putri dengan status gizi.Kata kunci: asupan energi; zat gizi makro; status gizi; remaja putri
Kejadian Anemia pada Masa Kehamilan sebagai Faktor Risiko Balita Stunting di Kota Surakarta Hasna Azzahra; Listyani Hidayati; Endang Nur Widiyaningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15444

Abstract

Anemia can be caused by maternal iron deficiency during pregnancy. Pregnant women who experience anemia are more likely to give birth to babies with low birth weight, who are more likely to experience stunting when they grow up. This study aimed to analyze the significance of anemia during pregnancy as a risk factor for stunting in toddlers. This study used a case-control design. The subjects of this study were 44 toddlers, both in the case group and the control group, who were taken using the multistage random sampling technique. In the groups, matching was carried out based on gender and age categories. Data on stunting incidence were obtained based on anthropometric data for height index according to age from each health center. History of anemia in pregnant women was obtained from the Maternal and Child Health book. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that children from mothers with a history of anemia experienced more stunting (52.3%) than mothers who did not experience anemia. During pregnancy, the average maternal hemoglobin level in the stunting group was 11.1 g/dL, while in the non-stunting group it was 11.9 g/dL. The p value was 0.001, so it was interpreted that there is a relationship between the incidence of anemia during pregnancy and the incidence of stunting. Pregnant women who experience anemia 4.9 times increase the risk of children experiencing stunting. Furthermore, it was concluded that anemia during pregnancy is a risk factor for stunting in toddlers.Keywords: anemia in pregnancy; toddlers; stunting ABSTRAK Anemia dapat diakibatkan oleh defisiensi zat besi ibu selama kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia berpeluang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang lebih mungkin mengalami stunting ketika tumbuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi anemia pada masa kehamilan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Subjek penelitian ini adalah 44 balita, baik pada kelompok kasus maupun kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Pada kelompok kelompok dilakukan matching berdasarkan kategori jenis kelamin dan usia. Data kejadian stunting didapatkan berdasarkan data antropometri indeks tinggi badan menurut umur dari masing-masing puskesmas. Riwayat anemia pada ibu hamil didapatkan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dari ibu dengan riwayat anemia lebih banyak mengalami stunting (52,3%) daripada ibu yang tidak mengalami anemia. Selama kehamilan, rerata kadar hemoglobin ibu pada kelompok stunting adalah 11,1 g/dL, sedangkan pada kelompok non stunting adalah 11,9 g/dL. Nilai p adalah 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian anemia pada masa kehamilan dan kejadian stunting. Ibu hamil yang mengalami anemia 4,9 kali meningkatkan risiko anak untuk mengalami stunting. Selanjutnya disimpulkan bahwa anemia pada masa kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata kunci: anemia kehamilan; balita; stunting
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Status Gizi pada Remaja Putri di Kota Surakarta Aulia Tazkia Farhani; Listyani Hidayati; Dyah Intan Puspitasari
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i2.28986

Abstract

Makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi kalori, lemak, kolesterol, garam dan rendah vitamin, mineral serta serat. Semakin sering dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terhadap kejadian gizi lebih dan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi pada remaja putri di Kota Surakarta. Metode penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan responden yang berjumlah 204 subjek di Kota Surakarta yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) 1 bulan terakhir. Data status gizi remaja diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan timbangan injak, kemudian dilakukan analisis menggunakan aplikasi WHO Anthroplus. Uji statistik untuk analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata responden mengonsumsi dengan frekuensi 7 kali dalam 1 bulan. Responden yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki status gizi lebih dengan persentase sebesar 22,3% dan status gizi obesitas sebesar 13,6%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi pada remaja putri di Kota Surakarta. Remaja putri disarankan untuk membatasi frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tidak sering membeli makanan cepat saji.
Co-Authors Adelia Triana Putri Adindha Puteri Ayu Zahwani Afiya, Marisa Puri Agustina, Apriliya Ajeng Dyah Kusumaningrum Amalia Sania Qonita Anggitya Widyastuti Aprilia Ananda Widyasari Ardito Dicky Pilang Gusbriananda Aulia Setyaningsih Aulia Tazkia Farhani Ayu Anisah Azzahra, Inas Luthfia Bagus Rizky Nur Hidayat Bela Segar Juniarti Beti Kristinawati Diana Febriani Dodik Briawan Dyah Intan Puspitasari Dyah Intan Puspitasari Dyah Retno Palupi Endang Nur Widiyaningsih Eneng Nunuz Rohmatullayaly Farisin Hanif Luthfilhadi Fauzi Ahmad Yudianto Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Fatika Khaerani Frintia Agma Oktalita Saputri Giovanni Agnis Mayguspin Grishella Diandra Salsabila Hapsari, Agesti Ayu Hasna Azzahra Hermalia Putri Wahyudi, Syarifa Farchamni Hilda Deliana I Isnaeni Ilma Fauzia Muhaimin Iqbal Maulana Ikhsan Isna Aprilia Isnaeni, I Khayla Febriannisa Kurnia Lutfi Farizqi Kusumaatmaja, Donny Kurniawan Layla Bonita Salsabila Levina, Astrid Chanda Lidya Mardi Yanti Luluk Ria Rakhma Mahardita, Maurizka Ulfi Marisa Puri Afiya Maulida Khotimah Maurizka Ulfi Mahardita Maya Sukmawati Mayguspin, Giovanni Agnis Milan Dwi Winanti Mochammad Imron Awalludin Muhammad Nabil Miqdam Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nareswari, Khoirunissa Nadiva Novira Indah Safitri Nunung Cipta Dainy Nyimas Arsilla Restinavia Oktalita Saputri, Frintia Agma Prihantika, Devanda Amelia Puspitasari, Dyah Intan Puspowati, Susi Dyah Putri Demylia Sochibahariani Retno Sintowati Rizkia Nur Ramadhani Salma Chintana Putri Setiyo Purwanto Setyaningrum Rahmawaty Setyo Purwanto Siti Mulyati Siti Zulaekah Sochibahariani, Putri Demylia Sudrajah Warajati Kisnawaty Susi Dyah Puspowati Swastika, Wiedha Talitha Eka Maulinda Talitha Miftah Raharjati Titik Setiyowati Utami, Titis Herina Wardani, Wening Sulistyo Widyana, Ellora Yanti, Lidya Mardi Yuli Kusumawati Yumnariffa Ulayya Ridwan Zahra Ratnawati Desiana