Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN LEMAK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI KOTA SURAKARTA Kusumaatmaja, Donny Kurniawan; Hidayati, Listyani; Zulaekah, Siti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38103

Abstract

Remaja rentan mengalami masalah gizi seperti  kekurangan berat badan dan kelebihan berat badan. Kekurangan asupan energi dalam waktu lama akan menurunnya berat badan dan kekurangan zat gizi lainnya seperti protein dan lemak. Hal ini dapat menyebabkan pengurangan laju pertumbuhan dan penurunan massa otot tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan  energi, protein dan lemak dengan status gizi pada remaja putri di Kota Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional analitik dan desain Cross Sectional yang berlangsung selama tujuh bulan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokasi penelitian mencakup empat SMP Negeri yang dipilih secara simple random sampling, yaitu SMP Negeri 3, SMP Negeri 9, SMP Negeri 12, dan SMP Negeri 15 Surakarta, dengan tujuan menciptakan populasi yang lebih homogen. Populasi penelitian terdiri dari remaja putri berusia 13–15 tahun yang memenuhi kriteria tertentu, dan total sampel sebanyak 204 orang dipilih melalui metode multistage sampling di tahap awal dan diikuti oleh simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk memperoleh informasi terkait identitas responden serta asupan gizi mereka. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika data berdistribusi normal (p > 0,05), digunakan uji korelasi Pearson Product Moment, sedangkan untuk data yang tidak berdistribusi normal (p < 0,05), digunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian berdasarkan uji dengan Rank Spearman diketahui tidak ada hubungan asupan energi dengan status gizi (p=0,493), tidak ada hubungan asupan protein dengan status gizi (p=0,145), dan tidak ada hubungan lemak dengan status gizi (p=0,230).
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA PENERIMA PMT CSR DI KABUPATEN SUKOHARJO Levina, Astrid Chanda; Hidayati, Listyani; Muwakhidah, Muwakhidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42116

Abstract

Stunting pada anak balita merupakan masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 ibu dan balita, yang dipilih menggunakan teknik multi-stage sampling dan random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup informasi tentang status gizi ibu selama hamil, serta catatan riwayat Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dari buku KIA. Analisis data dilakukan dengan IBM SPSS Statistik 20 menggunakan uji Chi-square dan menghitung Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia anak, pendidikan ibu, usia ibu saat hamil, status pekerjaan, dan pendapatan keluarga berperan dalam kejadian stunting pada anak. Anak usia 12-36 bulan dan anak perempuan memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi. Meskipun ibu dengan status gizi KEK dianggap berisiko, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dan kejadian stunting pada anak dalam penelitian ini. Faktor sosial ekonomi, khususnya pendapatan keluarga, mempengaruhi pemenuhan gizi anak, terutama pada keluarga berpenghasilan rendah.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Fast Food dan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi FIK Universitas Muhammadiyah Surakarta Aprilia Ananda Widyasari; Muwakhidah, Muwakhidah; Listyani Hidayati
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5442

Abstract

Irregular menstrual cycles are commonly experienced by adolescent girls and may be influenced by dietary patterns and nutritional status. This study aimed to examine the relationship between fast food consumption frequency and nutritional status with the menstrual cycle among female students of the Faculty of Health Sciences at Universitas Muhammadiyah Surakarta. A cross-sectional design was used with a total sample of 129 respondents selected proportionally from each study program. Data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), nutritional status measurements based on Body Mass Index (BMI), and a menstrual cycle questionnaire. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed no significant relationship between fast food consumption frequency and menstrual cycle (p = 0.351), but a significant relationship was found between nutritional status and menstrual cycle (p = 0.000). It is concluded that nutritional status influences menstrual cycle regularity, while fast food consumption frequency does not have a significant association.
Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Status Gizi Remaja Putri di Kota Surakarta Agustina, Apriliya; Hidayati, Listyani; Zulaekah, Siti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1618

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan gaya hidup, termasuk kebiasaan makan seperti konsumsi sayur dan buah yang masih rendah. Sayur dan buah mengandung serat serta fitokimia yang dapat memberikan rasa kenyang dan menunda rasa lapar, sehingga membantu mencegah makan berlebihan. Konsumsi sayur dan buah dapat mempengaruhi status gizi. Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta. Jenis penelitian observasional dengan desain Cross Sectional, dilakukan di Kota Surakarta. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode multistage sampling dan terdiri dari 204 responden. Data yang dikumpulkan mencakup konsumsi sayur, buah, serta status gizi. Data konsumsi sayur dan buah didapatkan melalui formulir Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) untuk 30 hari terakhir, sedangkan status gizi remaja diukur dengan antropometri berupa berat dan tinggi badan menggunakan timbangan injak dan stadiometer. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square. Terdapat hubungan antara konsumsi sayur (p=0,008), buah (p=0,000), serta konsumsi sayur dan buah (p=0,008) dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta. Terdapat hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta.
Efektivitas Pemberian PMT terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Sukoharjo Widyana, Ellora; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1770

Abstract

Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi stunting adalah Pemberian Makanan Tambahan. Kandungan makronutrien pada PMT terutama sumber protein bermanfaat pada pertumbuhan balita. Peningkatan pertumbuhan pada balita diharapkan dapat meningkatkan status gizi balita (TB/U) sehingga angka kejadian stunting dapat diturunkan. Mengetahui efektivitas pemberian PMT terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre dan post tanpa kelompok kontrol. Sampel diambil melalui metode Multistage dengan sistem Random Sampling dan didapatkan 72 subjek penelitian. Program Pemberian Makanan Tambahan diberikan selama 90 hari dengan siklus menu 10 hari yang memiliki rata-rata kandungan gizi energi sebesar 401,95 kkal, protein 17,022 gr, lemak 18,129 gr. Data tinggi badan menurut umur sebelum dan sesudah intervensi diperoleh berdasarkan data monitoring dan evaluasi, kemudian dianalisis menggunakan WHO antro. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis, balita stunting sebelum diberikan PMT sebesar 63,9% dan setelah diberikan PMT sebesar 68,1%. Balita severely stunted sebelum diberikan PMT sebesar 36,1% dan setelah diberikan PMT sebesar 29,2%. Rata-rata z-score sebesar -2,93 SD dan sesudah di intervensi nilai rata-rata z-score sebesar -2,7 SD yang menunjukkan kenaikan rata-rata z-score sebesar 0,23 SD. Tidak ada perbedaan status gzii yang signifikan sebelum dan setelah PMT (p-value 0,265). PMT tidak efektif dalam menurunkan kejadian stunting pada balita. Durasi intervensi yang lebih panjang diharapkan dapat menunjukkan hasil yang lebih akurat dan berkelanjutan dalam menanggulangi stunting. Ibu balita diharapkan dapat menambahkan variasi menu seperti pada menu PMT yang kaya akan zat gizi.
Hubungan Durasi Screen Time Media Sosial dan Peran Teman Sebaya Terhadap Frekuensi Konsumsi Fast Food pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Nareswari, Khoirunissa Nadiva; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2035

Abstract

Peningkatan konsumsi fast food di kalangan remaja dan mahasiswa telah menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Makanan cepat saji berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi obesitas dan hipertensi pada usia muda. Paparan platform digital serta pengaruh teman sepantarannya memainkan peran besar dalam membentuk kebiasaan makan, karena mahasiswa sering kali menjadi target iklan dan konten promosi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara intensitas screen time media sosial serta peran teman sebaya dengan tingkat frekuensi konsumsi fast food di kalangan mahasiswa. Penelitian observasional cross sectional ini dilakukan pada 129 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data mengenai durasi penggunaan media sosial dan pengaruh teman sebaya dikumpulkan melalui kuesioner, sementara informasi terkait frekuensi konsumsi makanan cepat saji diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang mencakup periode satu bulan terakhir. Temuan studi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (62,8%) tergolong dalam kategori durasi screen time media sosial yang tinggi dan sebagian besar (95,3%) mengalami pengaruh teman sebaya yang kuat. Frekuensi konsumsi fast food dalam kategori tinggi ditemukan pada 62% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi screen time media sosial (p = 0,000) dan peran teman sebaya (p = 0,002) terhadap frekuensi konsumsi fast food. Masih ditemukan mahasiswa dengan durasi screen time media sosial yang tinggi serta peran yang besar oleh teman sebaya sehingga diperlukan intervensi edukatif dan strategi promosi kesehatan guna mengurangi konsumsi fast food serta mendorong pola makan yang lebih sehat di kalangan generasi muda.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi dan Jumlah Uang Saku dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Azzahra, Inas Luthfia; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2060

Abstract

Pengetahuan gizi memengaruhi kebiasaan makan, pemilihan makanan, dan status gizi remaja. Remaja dengan pengetahuan baik cenderung makan lebih sehat dan menghindari fast food. Selain itu, uang saku juga berpengaruh terhadap frekuensi konsumsi fast food pada mahasiswa. Semakin besar uang saku, maka semakin tinggi kecenderungan membeli makanan cepat saji karena faktor kepraktisan, harga terjangkau, dan pengaruh sosial. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan dapat terjadi pada mahasiswa sebagai akibat dari perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti peningkatan konsumsi fast food dan kurangnya waktu untuk makan sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi dan jumlah uang saku dengan frekuensi konsumsi fast food pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Uji statistik chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut. Penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan jumlah uang saku serta formulir FFQ. Sampel pada penelitian ini sebanyak 129 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan frekuensi konsumsi fast food (p=0,337). Terdapat hubungan antara jumlah uang saku dengan frekuensi konsumsi fast food (p=0,023). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor lainnya seperti gaya hidup, tingkat aktivitas fisik, atau pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi fast food.
Efektivitas Pemberian PMT terhadap Kejadian Underweight Di Kabupaten Sukoharjo Utami, Titis Herina; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2158

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program intervensi untuk menyelesaikan masalah gizi pada balita. PMT diberikan setiap hari berupa makanan lengkap atau kudapan dengan mengutamakan kandungan energi, protein, dan lemak. Kandungan zat gizi makro dalam PMT mampu meningkatkan berat badan pada balita sehingga dapat menurunkan permasalahan underweight. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian PMT terhadap kejadian underweight pada balita. Metode penelitian menggunakan rancangan pre-experiment dengan pre and post-test design. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo pada 86 balita underweight dan severely underweight yang diambil menggunakan metode multistage sampling. Data PMT didapatkan dari hasil menu oleh Ahli Gizi Puskesmas Polokarto dan Mojolaban. Data underweight dan severely underweight diambil dari hasil pemantauan selama 90 hari pemberian PMT oleh Dinas Kesehatan Sukoharjo. Pengolahan data menggunakan aplikasi WHO Anthro untuk menganalisis indikator BB/U, aplikasi SPSS versi 20 untuk melihat hasil distribusi frekuensi dan uji paired sample t-test untuk menganalisis efektivitas PMT terhadap kejadian underweight. Rata-rata nilai Z-Score BB/U pada balita sebelum diberi PMT -2,73 dan setelah diberi PMT -2,48. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p (0.001). PMT efektif menurunkan kejadian underweight di Kabupaten Sukoharjo. Kata kunci : status gizi, underweight, balita, PMT
Pengaruh Pendidikan Gizi terhadap Pengetahuan dan Konsumsi TTD pada Remaja Putri Mayguspin, Giovanni Agnis; Hidayati, Listyani; Puspowati, Susi Dyah; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam tubuh sehingga menyebabkan kapasitas darah yang dibawa oksigen ke jaringan tubuh menurun. Remaja putri memiliki risiko yang lebih besar terkena anemia yang dibuktikan dengan tingginya prevalensi anemia. Pendidikan gizi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di Kabupaten Sukoharjo. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain Cluster Randomized Trials (CRTs) dengan pengambilan sampel secara multistage sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini masing-masing sebanyak 99 remaja putri pada kelompok perlakuan dan 101 remaja putri pada kelompok kontrol. Pendidikan diberikan secara online selama satu bulan sebanyak 6 kali pertemuan melalui link youtube dan whatsapp group dengan masa refleksi 1 bulan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan media pendidikan berupa video dan narasi powerpoint. Data pengetahuan diambil menggunakan kuesioner pre dan post test sedangkan data konsumsi TTD diambil menggunakan pengisian SQ-FFQ yang divalidasi ulang dengan wawancara secara langsung kepada subjek penelitian. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok pelakuan kategori pengetahuan baik mengalami kenaikan sebesar 17% dibuktikan dengan hasil pre-test 20,5% dan post-test 37,5%, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan kategori pengetahuan baik sebesar 3,5% dibuktikan dengan hasil pre-test 28,0% dan post-test 24,5%. Konsumsi TTD kategori patuh terjadi kenaikan sebesar 11% pada kelompok perlakuan dibuktikan dengan hasil pre-test 13% dan post-test 24% sedangkan kelompok kontrol terjadi penurunan kategori patuh sebesar 9% dibuktikan dengan hasil pre-test 21,5% dan post-test 12,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan konsumsi TTD dibuktikan dengan nilai pvalue 0,041 (pengetahuan) dan 0,000 (konsumsi TTD). Saran berdasarkan penelitian ini adalah diharapkan remaja putri dapat secara rutin untuk mengonsumsi TTD dan metode pendidikan gizi secara online diterapkan disekolah sehingga dapat menurunkan pravelensi anemia di Kabupaten Sukoharjo.
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang Anemia, Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Ibu Hamil Minum TTD Yanti, Lidya Mardi; Mahardita, Maurizka Ulfi; Hidayati, Listyani; Firmansyah, F; Warajati, Sudrajah; Isnaeni, I
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa, di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Berbagai upaya dalam menurunkan angka anemia pada ibu hamil salah satunya dengan memberikan TTD. Berdasarkan data Puskesmas Pajang Kota Surakarta tahun 2021 persentase ibu hamil anemia sebesar 5,45%. Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan jumlah subjek 95 ibu hamil menggunakan teknik consecutive sampling. Data pengetahuan anemia diperoleh dari kuesioner dan kepatuhan mengkonsumsi TTD diperoleh dari wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan ibu kategori tinggi sebesar 76,6%, pengetahuan yang tinggi tentang anemia dengan kategori patuh sebesar 72.3% dan dukungan keluarga dalam kategori rendah maupun tinggi persentasenya hampir sama sebesar 71,6% dan 71,4%. Berdasarkan hasil hipotesis menggunakan uji chi square variabel antara pendidikan ibu dengan kepatuhan minum TTD terdapat hubungan sebesar p=0.049, sedangkan pengetahuan tentang anemia dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan ibu minum TTD tidak terdapat hubungan (p=0.817). Rekomendasi penelitian ini adalah ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi TTD
Co-Authors Adelia Triana Putri Adindha Puteri Ayu Zahwani Afiya, Marisa Puri Agustina, Apriliya Ajeng Dyah Kusumaningrum Amalia Sania Qonita Anggitya Widyastuti Aprilia Ananda Widyasari Ardito Dicky Pilang Gusbriananda Aulia Setyaningsih Aulia Tazkia Farhani Ayu Anisah Azzahra, Inas Luthfia Bagus Rizky Nur Hidayat Bela Segar Juniarti Beti Kristinawati Diana Febriani Dodik Briawan Dyah Intan Puspitasari Dyah Intan Puspitasari Dyah Retno Palupi Endang Nur Widiyaningsih Eneng Nunuz Rohmatullayaly Farisin Hanif Luthfilhadi Fauzi Ahmad Yudianto Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Fatika Khaerani Frintia Agma Oktalita Saputri Giovanni Agnis Mayguspin Grishella Diandra Salsabila Hapsari, Agesti Ayu Hasna Azzahra Hermalia Putri Wahyudi, Syarifa Farchamni Hilda Deliana I Isnaeni Ilma Fauzia Muhaimin Iqbal Maulana Ikhsan Isna Aprilia Isnaeni, I Khayla Febriannisa Kurnia Lutfi Farizqi Kusumaatmaja, Donny Kurniawan Layla Bonita Salsabila Levina, Astrid Chanda Lidya Mardi Yanti Luluk Ria Rakhma Mahardita, Maurizka Ulfi Marisa Puri Afiya Maulida Khotimah Maurizka Ulfi Mahardita Maya Sukmawati Mayguspin, Giovanni Agnis Milan Dwi Winanti Mochammad Imron Awalludin Muhammad Nabil Miqdam Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nareswari, Khoirunissa Nadiva Novira Indah Safitri Nunung Cipta Dainy Nyimas Arsilla Restinavia Oktalita Saputri, Frintia Agma Prihantika, Devanda Amelia Puspitasari, Dyah Intan Puspowati, Susi Dyah Putri Demylia Sochibahariani Retno Sintowati Rizkia Nur Ramadhani Salma Chintana Putri Setiyo Purwanto Setyaningrum Rahmawaty Setyo Purwanto Siti Mulyati Siti Zulaekah Sochibahariani, Putri Demylia Sudrajah Warajati Kisnawaty Susi Dyah Puspowati Swastika, Wiedha Talitha Eka Maulinda Talitha Miftah Raharjati Titik Setiyowati Utami, Titis Herina Wardani, Wening Sulistyo Widyana, Ellora Yanti, Lidya Mardi Yuli Kusumawati Yumnariffa Ulayya Ridwan Zahra Ratnawati Desiana