Emilda Sari
Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Kehilangan Gigi Posterior pada Santriwati di Pondok Pesantren Husnadatul Munawarah; Waljuni Astu Rahman; Emilda Sari; Sri Nuryati
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Desember Tahun 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v1i1.94

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut salah satunya adalah masalah kehilangan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi posterior pada santriwati Tingkat Ulya di Pondok Pesantren Martapura. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian menggunakan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 56 orang. Berdasarkan penelitian ini didapatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut lebih banyak dalam kategori pengetahuan baik yaitu 71,4 % dan untuk kejadian kehilangan gigi posterior lebih banyak dalam kategori sehat yaitu 71,4 %. Hasil uji Chi-Square didapatkan hasil p-value hitung < p-value alpha (0,05), yaitu 0,042 < 0,05 sehingga Ho ditolak Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan pengctahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi posterior pada santriwati tingkat Ulya di Pondok Pesantren Martapura.
Hubungan Diabetes Mellitus dengan Penyakit Jaringan Periodontal pada Masyarakat Lahan Basah di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Emilda Sari; Ida Rahmawati; Irmanita Wiradona; Neny Setiawaty Ningsih; Descyana Hakim
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46721

Abstract

the common complications associated with DM is periodontal disease, which involves inflammation and destruction of the tissues supporting the teeth. This study aims to examine the association between DM and periodontal disease status in the wetland community of Banjar District, South Kalimantan. A cross-sectional observational analytic design was employed, involving 115 respondents. Fasting blood glucose levels were measured to determine DM status, and periodontal condition was assessed using the Periodontal Disease Index (PDI). The results revealed that 76.8% of respondents with DM exhibited poor periodontal health, compared to only 37% of non-DM individuals. Statistical analysis using the Chi-Square test confirmed a significant relationship between DM and periodontal status (p = 0.000). These findings indicate a strong correlation between diabetes and increased risk of periodontal disease. Therefore, targeted oral health education and preventive dental care are essential components of diabetes management, especially in wetland communities where access to dental services may be limited. This study underscores the need for integrated public health strategies that address both systemic and oral health issues among vulnerable populations.
Stroke Emergency Education among Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency Meggy Wulandari Kai; Emilda Sari; Ferry Fadli Fratama
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1848

Abstract

Stroke is the second leading cause of death and the third leading cause of disability worldwide. Patients with Diabetes Mellitus (DM) have a 1.8 times higher risk of recurrent stroke in men and 2.2 times higher in women. Based on data from Puskesmas Martapura Barat in 2025, this area recorded a high prevalence of DM, with most patients experiencing hypertension as a comorbidity. However, no prior education on stroke emergencies had been conducted. This condition may increase the risk of disability and mortality due to delays in stroke management. Therefore, educational and health empowerment–based interventions are needed. This Community Service Program aimed to improve the knowledge of DM patients regarding stroke emergency management through structured health education using posters and banners as educational media. The program was conducted in the working area of Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency, in May 2026, involving 30 DM patients as participants. The methods included a pretest, interactive health education sessions using PowerPoint presentations, posters, and banners, early stroke detection simulations using the SEGERA method, and a posttest. The effectiveness of the program was evaluated through improvements in pretest and posttest scores, which were analyzed descriptively. The results demonstrated a significant increase in participants’ understanding, with the mean pretest score improving from 58.4 to 85.6 in the posttest, representing a 46.6% increase. All DM patients were declared competent in performing early stroke detection simulations. This program is expected to promote a stroke-responsive community through continuous educational approaches and the empowerment of local community potential.  
The Effect of Red Dragon Fruit Juice on Blood Glucose Levels and Salivary pH in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: A Quasi-Experimental Study Meggy Wulandari Kai; Emilda Sari; Hilwatun Nisa
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Citra Keperawatan : Edisi June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v14i01.427

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is characterized by chronic hyperglycemia, leading to microvascular complications including xerostomia and altered salivary pH, which increase caries risk. While pharmacological management remains primary, side effects drive interest in complementary alternatives. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), rich in flavonoids and antioxidants, presents a potential adjunct therapy. This study evaluated the effect of red dragon fruit juice on random blood glucose levels and salivary pH in T2DM patients at a primary health center in Banjar, South Kalimantan. A quasi-experimental pre-test post-test control group design involved 30 participants (15 intervention, 15 control). Intervention group received 150 mL red dragon fruit juice daily for 7 days. Blood glucose and salivary pH were measured pre- and post-intervention. Wilcoxon signed-rank and Mann-Whitney tests were used for analysis. Intervention group showed significant reductions in blood glucose (p=0.003) and increases in salivary pH (p=0.000). Control group changes were non-significant (p=0.520, p=0.317). Red dragon fruit juice significantly lowered blood glucose and normalized salivary pH in T2DM patients. The effect is attributed to flavonoid-mediated improved insulin sensitivity and antioxidant reduction of oxidative stress on pancreatic beta-cells. This intervention offers a low-cost, accessible non-pharmacological strategy for T2DM self-management.
Pengaruh Pengaruh Penyuluhan Media Dental Story Sticker Terhadap Pengetahuan Gingivitis Pada Murid Kelas I dan II di SDN 3 Sungai Besar Banjarbaru rizqi hajar; Siti Sabatul Habibah; Emilda Sari; Ida Rahmawati
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Terapis Gigi dan Mulut
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v7i1.149

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 20 murid dengan memberikan kuesioner sebanyak 20 item tentang pengetahuan gingivitis di SDN 3 Sungai Besar Banjarbaru sebanyak 6 murid kriteria baik dan 14 murid kriteria kurang baik sehingga masih banyak murid yang pengetahuannya masih kurang mengenai gingivitis. Promosi kesehatan yang sebelumnya pernah diberikan oleh puskesmas terdekat kurang memperhatikan media yang digunakan karena hanya menggunakan alat peraga yang terbatas dan kurang variatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian menggunakan media dental story sticker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan media dental story sticker terhadap pengetahuan gingivitis pada murid kelas I dan II di SDN 3 Sungai Besar Banjarbaru. Jenis penelitian ini eksperimen semu (Quasi Experiment). Rancangan pada penelitian ini menggunakan “One Group Pre-test Post-test Design”. Sampel pada penelitian ini berjumlah 92 orang, dengan uji statistik Paired Sample T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dengan media dental story sticker yaitu sebesar 10,00 dan rata-rata pengetahuan sesudah penyuluhan yaitu sebesar 13,02. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa ρ (0.000) < α (0.05) atau ρ (value) lebih kecil dari α, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada pengaruh penyuluhan media dental story sticker terhadap pengetahuan gingivitis pada murid kelas I dan II di SDN 3 Sungai Besar Banjarbaru. Disarankan, dengan adanya media dental story sticker ini dapat membantu dalam memahami masalah kesehatan gigi dan mulut
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Penderita Diabetes Mellitus Melalui Pendekatan Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Emilda Sari; Meggy Wulandari; Descyana Hakim
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v5i1.2598

Abstract

Kecamatan Martapura Barat merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banjar yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian adalah kesehatan gigi dan mulut pada penderita Diabetes Mellitus (DM), karena diabetes memiliki hubungan dengan kesehatan periodontal dan kebersihan rongga mulut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta memperbaiki kondisi kesehatan gigi dan periodontal melalui edukasi, demonstrasi, praktik, pemeriksaan, pelayanan, dan pendampingan. Kegiatan melibatkan 166 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 19 orang (11,4%) sebelum kegiatan menjadi 152 orang (91,6%) sesudah kegiatan. Kemampuan menyikat gigi kategori terampil meningkat dari 43 orang (25,9%) menjadi 157 orang (94,6%), sedangkan kemampuan memilih makanan kategori terampil meningkat dari 48 orang (28,9%) menjadi 157 orang (94,6%). Rata-rata skor OHI-S mengalami penurunan dari 3,8861 menjadi 1,2602, sedangkan rata-rata CPITN menurun dari 2,4699 menjadi 0,2590. Hasil uji statistik menunjukkan seluruh perubahan tersebut bermakna dengan p < 0,001. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi, praktik, pemeriksaan, pelayanan, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mendukung perbaikan kesehatan gigi dan mulut pada penderita DM. Keberlanjutan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pelayanan kesehatan diabetes di masyarakat.