Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik

STUDI PENEMPATAN RECLOSER PADA JARING DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG 12 KUALU PT. PLN (PERSERO) RAYON PANAM Asep Rahmatul Iklas; Arlenny Arlenny; Usaha Situmeang
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recloser pada jaring distribusi tenaga listrik memiliki peranan yang sangat penting guna keandalan dan kontinuitas serta keamanan penyaluran tenaga listrik di PT. PLN (Pesero) Rayon Panam, terutama pada bagian ujung beban dan percabangan tiga phasa. Recloser berfungsi sebagai pengaman setelah Pemutus (PMT) yang biasanya diletakkan pada zona dua atau tiga. Recloser sendiri dapat memutus arus dan menutup kembali secara otomatis dengan selang waktu yang dapat diatur. Jaring distribusi 20 kV sering mengalami gangguan baik secara eksternal maupun internal. Gangguan secara eksternal berupa surja yang diakibatkan oleh petir, sedangkan pada gangguan internal disebabkan oleh surja hubung yang disebabkan karena buka dan tutup Circuit Breaker (CB). Gangguan bersifat sementara maupun permanen. Gangguan sementara akan hilang dengan sendirinya sedangkan permanen membutuhkan operator untuk menetralkan gangguan. Dari hasi program Algoritma Genetika penempatan recloser di penyulang12 kualu bisa dihitung perbandingannya menggunakan SAIDI dan SAIFI antara pemasangan recloser sebelum dan sesudah menggunakan program GA, hasil yang didapat sesudah menggunakan program GA itu lebih kecil gangguan yang terjadi dibandingkan sebelum menggunakan program Algoritma Genetika dengan data SAIDI dan SAIFI turun sebesar 0,42 Jam/tahun/pelanggan dan 7,73 Kali/tahun/ pelanggan.
STUDI PENEMPATAN RECLOSER PADA JARING DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG 21 TARAI PT. PLN (PERSERO) RAYON PANAM Hardiyanto Hardiyanto; Arlenny Arlenny; Zulfahri Zulfahri
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaman sistem distribusi tenaga listrik merupakan salah satu unsur dari pemenuhan pelayanan. Pemutus balik otomatis atau recloser merupa­kan salah satu peralatan pengaman Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV yang berfungsi untuk mengantisipasi gangguan sesaat sehing­ga pemadaman listrik dapat diantisipasi, penggunaan listrik pada saat ini telah meluas hampir keseluruh daerah. Jaring distribusi 20 kV sering mengalami gangguan baik secara eksternal maupun internal. Gangguan secara eksternal berupa surja yang diakibatkan oleh petir, sedangkan pada gangguan internal disebabkan oleh surja hubung yang disebabkan karena buka dan tutup Circuit Breaker. Gangguan bersifat sementara maupun permanen. Gangguan sementara akan hilang dengan sendirinya sedangkan permanen membutuhkan operator untuk menetralkan gangguan. Berdasarkan hasil program Genetic Algorithm penempatan recloser di penyulang 21 Tarai bisa dihitung perbandingan dengan menggunakan SAIDI dan SAIFI antara pemasangan recloser sebelum dan sesudah menggunakan program Genetic Algorithm, hasil yang diperoleh sesudah menggunakan program Genetic Algorithm jauh lebih kecil gangguan yang terjadi dibandingkan sebelum menggunakan program Genetic Algorithm dengan data SAIDI dan SAIFI turun nilai sebesar 2,0625 jam / tahun / pelanggan dan 8,274 kali / tahun / pelanggan.
Desain dan Analisis Inverter Satu Fasa Berbasis Arduino Menggunakan Metode SPWM David Setiawan; Hamzah Eteruddin; Arlenny Arlenny
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i2.3470

Abstract

Inverter adalah rangkaian atau peralatan yang merubah tegangan DC menjadi tegangan AC sehingga beban – beban AC dapat beroperasi dengan sumber tegangan DC. Komponen utama inverter berupa SCR, transistor atau Mosfet yang kesemuanya adalah komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai switch atau saklar. Kondisi ON atau OFF dari saklar ditentukan menggunakan teknik modulasi seperti pembangkit pulsa atau PWM. Dalam simulasi yang dilakukan menggunakan Proteus ISIS, inverter 1 fasa yang tidak diberi pengendali menghasilkan frekuensi yang tinggi yaitu 2857,14 Hz sehingga berbahaya digunakan pada peralatan listrik tertentu, sedangkan inverter 1 fasa menggunakan kendali untuk membangkitkan pulsa dengan metode PWM menghasilkan frekuensi output sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu 50hz dengan delay 10ms waktu perubahan pulsa yang dihasilkan. Pulsa atau PWM dihasilkan oleh Arduino Uno.
Studi Kebutuhan Perencanaan Pemasangan Busbar Proteksi Pada Gardu Induk Dumai PT. PLN (Persero) UPT Pekanbaru Joulelin Yonatan Siallagan; Abrar Tanjung; Arlenny Arlenny
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.6623

Abstract

Busbar merupakan bagian utama dalam suatu gardu induk yang berfungsi sebagai tempat terhubungnya semua bay yang ada pada Gardu Induk Dumai, baik bay line maupun bay trafo. Gardu Induk Dumai didesain dengan konfigurasi 2 busbar (Double Busbar). Dan semua ini tidak terlepas dari gangguan. Adanya gangguan yang terjadi pada busbar dapat menghambat proses penyaluran energi listrik ke pemakai (konsumen). Oleh karena itu, sistem proteksi yang handal sangat dibutuhkan untuk melindungi busbar dari gangguan. Beberapa kendala pada Gardu Induk Dumai, Dimana saat ini belum difasilitasi dengan Busbar Proteksi, yang dimana busbar proteksi pada gardu induk sangat berperan penting dalam kehandalan sistem. Maka pada penelitian ini dilakukan “studi kebutuhan perencanaan pemasangan busbar proteksi pada gardu induk dumai” yang dimana sesuai dengan kondisi di lapangan (Switchyard) belum juga difasilitasi Couple Busbar 150 kV. Dengan dilakukannya penelitian ini, maka perencanaannya dibutuhkan CT busbar dengan ratio 2000/1 Amp, setting busbar 1 Iop pada sisi primer 544 Amp, disisi sekunder 0.272 Amp, sensitifitas pengaman 27,2 %, dengan setting resistor 320 Ohm dan busbar 2 Iop pada sisi primer 580 Amp, disisi sekunder 0,290 Amp, sensitifitas pengaman 29 %, dengan setting resistor 300 Ohm kemudian diperlukan non linier resistor pada terminal rele.
Aplikasi Metode Newton Rapshon Untuk Menghitung Aliran Daya Menggunakan Program Matlab R2016a Zulfahri Zulfahri; Arlenny Arlenny; Usaha Situmeang; David Setiawan
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i1.9965

Abstract

Sistem ketenagalistrikan terus mengalami perkembangan seiring dengan pertambahan penduduk dan permintaan kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat. Dengan bertambah sistem dan peningkatan beban maka perlu diperhitungkan rugi-rugi dan operasi yang tepat pada jaringan sehingga kualitas listrik yang stabil dapat terpenuhi. Untuk mendapatkan“profil tegangan, aliran daya aktif, dan daya reaktif dalam suatu sistem tenaga listrik. Diperlukan analisis aliran daya dalam mengevaluasi kinerja sistem kelistrikan. Evaluasi dilakukan secara terus menerus, sehingga diperlukan perhitungan aliran daya untuk setiap operasinya.”Pada umumnya, analisa aliran daya merupakan suatu metode numerik dalam menyelesaikan permasalahan aliran daya. Perhitungan numerik tersebut dilakukan secara berulang hingga memperoleh nilai mismatch yang mendekati nol, ada 3 metode penyelesaian perhitungan”persamaan aliran daya sistem , diantaranya menggunakan metode Gauss-Seidel, Newton Raphson serta metode Fast Decoupled. Melalui penelitian ini mencapai konvergensi pada iterasi ke-3 dengan toleransi 0,0001. Dengan tegangan 1,050 pu di dapati pada bus 1 dan 49 dan tegangan terendah 1,004 pu. Sedangkan daya aktif yang dimiliki oleh sistem adalah sebesar 2.406 MW untuk memenuhi kebutuhan beban dengan kerugian daya aktif sebesar 0.048 kW, serta daya reaktif tercatat adalah 1.019 MVAR, dengan rugi daya reaktif yang dialami saluran adalah sebasar sebesar 0.072 kVAR.
Sistem SCADA Pada Jaringan Distribusi PT.PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Samuel Dwi Wirayanto; Arlenny Arlenny; Elvira Zondra
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i2.11094

Abstract

ABSTRAK Pada jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Penyulang eksisting sudah terkoneksi dengan sistem SCADA, namun jika dilihat dari infrastruktur pendukungnya, integrasi sistem SCADA dengan jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru masih belum optimal, sehingga pada tugas akhir ini akan dibahas perbaikan kinerja sistem SCADA untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Penggunaan SCADA (Supervisory Control and Data Aquisition) pada jaringan sistem distribusi UP2D Pekanbaru sangat berpengaruh kepada tingkat indeks keandalan SAIDI (system average interruption duration index),SAIFI (system average interruption frequency index ) dan CAIDI CAIDI (customer average interruption duration index), Indeks keandalan SAIDI pada jaringan Distrbusi UP2D Pekanbaru mengalami penurunan dari nilai indeks 2.115 menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan SCADA menjadi 1.802 menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, sedangkan untuk indek SAIFI mengalami penurunan nilai indeks 23,164 kali/pelanggan sebelum terintegrasi dengan sistem SCADA menjadi 21,685 kali/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, untuk indeks CAIDI dari nilai indeks 85,805 menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan sistem SCADA, mengalami penurunan nilai indeks menjadi 85,561 menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA. Sistem Distribusi UP2D Pekanbaru mengalami peningkatan indeks keandalan sistem Distribusi setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, dengan parameter indeks SAIDI, SAIFI dan CAIDI, perhitungan analisis indeks SAIDI yaitu sebesar 14,799% dan SAIFI sebesar 6,384%, sedangkan untuk indeks CAIDI yaitu sebesar 0,337%.
ANALISIS SISTEM KELISTRIKAN PADA BEBAN MOTOR MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK Eteruddin, Hamzah; Arlenny, Arlenny; Ratnaningsih, Ambar Tri
JURNAL TEKNIK Vol. 18 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v18i1.16428

Abstract

Perkembangan zaman menuntut kemudahan diberbagai sisi. Dalam rangka pengurangan penggunaan energi fosil secara langsung diberbagai sisi, banyak cara telah dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengkonversi penggerak mesin diesel menjadi mesin listrik akan menurunkan biaya pokok produksi. Hal ini juga terlihat pada kendaraan (sepeda motor maupun mobil) yang pelan namun pasti berubah ke penggunaan energi listrik. Pencacahan sampah organik menjadi kompos telah dilakukan diberbagai tempat. Hanya saja, mayoritas mesin yang digunakan berpenggerak dengan memanfaatkan energi fosil. Perubahan penggerak diesel menjadi motor listrik memerlukan kajian yang mendalam agar keberlangsungan produksi kompos dapat terjaga. Analisis untuk mendapatkan kapasitas mesin penggerak yang sesuai telah dilakukan, dan disesuaikan dengan mata pisau yang digunakan. Pencacah yang menggunakan konstruksi pisau berbentuk kipas dengan sejumlah mata yang tajam memotong benda yang didekatkan padanya. Hasil yang diperoleh dapat mengimplementasikan penggunaan mesin listrik sebagai penggerak awal mesin pencacah sampah organik
Evaluasi Setting Rele Proteksi Untuk Mengurangi Busur Api Pada Switchgear Di Bekasap Area PT. Chevron Pacific Indonesia Mahendra, Doni; Arlenny, Arlenny; Situmeang, Usaha
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i2.1769

Abstract

Sistem proteksi tenaga listrik harus mampu bekerja sesuai dengan tujuan serta fungsi yang ditentukan terhadap jenis gangguan yang terjadi. Salah satu gangguan yang terjadi adalah arus hubung singkat (short circuit) yang diikuti pelepasan energi panas dalam bentuk busur (arc flash) yang dapat merusak peralatan. Besar energi busur api yang dihasilkan tergantung dari waktu kerja sistem pengaman akibat gangguan arus hubung singkat. Semakin cepat rele pengaman bekerja, maka semakin kecil pula busur api yang dihasilkan dan begitu pula sebaliknya. Evaluasi setting rele proteksi di switchgear adalah mengubah setting time dial pada OCR primary dan OCR secondary. Untuk OCR primary nilai setting time dial sebelum nya 2,6 s menjadi 1,08 s sedangkan untuk OCR secondary dengan time dial 2,4 s menjadi 1,02 s. Perubahan setting pada OCR ini dihasilkan waktu kerja rele proteksi yang lebih cepat yaitu sebesar 0.208 s. Dengan waktu kerja proteksi yang semakin cepat, nilai energi panas yang di hasilkan juga lebih kecil. Energi insiden yang di hasilkan adalah 2,59 cal/cm2 menjadi 1.48 cal/cm2.