Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : smartcomp

Perbandingan Penyambungan Kabel Sambungan Rumah Menggunakan Tap Konektor dan Sambungan Lilit Terhadap Susut Muazi, Ari Alwi Kholid; Jayati, Ari Endang; Ardina, Elfira Nureza
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 14, No 3 (2025): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v14i3.8348

Abstract

PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan penjualan tenaga listrik, salah satunya melalui penambahan jumlah pelanggan pada segmen Tegangan Rendah (TR), Tegangan Menengah (TM), dan Tegangan Tinggi (TT). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan proses penyambungan pelanggan baru. Proses penyambungan ini melibatkan integrasi instalasi rumah pelanggan ke dalam jaringan distribusi tegangan rendah. Titik penyambungan dapat dilakukan dengan dua metode utama, yaitu menggunakan konektor (tap connector) atau dengan teknik lilit langsung pada konduktor. Perbedaan jenis konektor dan teknik sambungan ini dapat memengaruhi besarnya susut tegangan (voltage drop) yang terjadi pada sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan nilai susut tegangan yang ditimbulkan oleh dua metode sambungan tersebut. Metode yang digunakan adalah simulasi tegangan berbasis model, di mana sistem penyambungan dimodelkan untuk mengevaluasi performa dan nilai susut tegangan pada berbagai kondisi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi PLN dalam menentukan metode sambungan yang optimal guna meminimalkan kehilangan daya dan meningkatkan efisiensi distribusi listrik.
Analisa Suhu dan Tekanan Udara Terhadap TSP Dengan Menggunakan Metode Korelasi Pearson di Kota Semarang aris herizaldi; Ari Endang Jayati; Elfira Nureza Ardina
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 15, No 2 (2026): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v15i2.9790

Abstract

Seiring perkembangan modernisasi urban, pertumbuhan ekonomi, dan infrastuktur, menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dengan karakteristik padat penduduk. Seiring pertumbuhan populasi di Kota Semarang serta meningkatkan aktivitas manusia seperti pertumbuhan kendaraan bermotor, pembakaran biomassa serta proyek pembangunan kota yang berpotensi meningkatkan pencemaran udara. TSP (Total Suspended Particulate), parameter pencemaran udara yang terukur oleh kantor BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Partikulat halus yang mengendap sangat lambat dalam udara ambien berukuran 100 μm (mikrometer) disebut juga TSP. Pengukuran TSP dilakukan menggunakan peralatan HVAS (High Volume Air Sampler). Kesehatan manusia dapat terganggu jika konsentrasi TSP melebihi baku mutu udara ambiennya. Parameter meteorologi juga berkontribusi pada peningkatan jumlah polutan di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisis tingkat konsentrasi TSP, dan mengetahui parameter meteorologi berupa suhu dan tekanan udara terhadap konsentrasi TSP menggunakan metode korelasi Pearson. Koefisien korelasi (r) yang dihasilkan oleh korelasi Pearson menunjukkan kekuatan hubungan linier antara dua variabel, dimana parameter meteorologi suhu dan tekanan udara (variabel independen) terhadap TSP (variabel dependen). Konsentrasi TSP cenderung meningkat secara umum dari Januari hingga Agustus 2025. Menurut hasil analisis, konsentrasi rata-rata bulanan TSP yang terukur selama bulan Januari – Agustus 2025 di Kota Semarang berada dibawah batas aman karena nilai konsentrasinya jauh dibawah standar pemerintah untuk baku mutu udara ambien yaitu 230 μg/m³ (waktu pengukuran selama 24 Jam). Nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara)  yang dihasilkan dari proses analisis berada pada rentang 51–100 dan 101-200 berdasarkan perhitungan dengan parameter TSP. Selama periode tersebut, kualitas udara di Kota Semarang berada dalam batas aman walaupun kondisinya berada pada kategori Sedang dan Tidak Sehat. Hasil korelasi parameter meteorologi dengan konsentrasi TSP di Kota Semarang membuktikan bahwa suhu awal hampir tidak memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=-0.080), suhu akhir tidak cukup memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=0.174), tekanan udara akhir kurang cukup memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=0.203), akan tetapi terdapat hubungan yang signifikan walaupun lemah antara tekanan udara awal dengan konsentrasi TSP (r=0.378).