Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Cerpen Gang Buntu dalam Antologi Cerpen Sekeping Hati Karya Erisca Febriani dan Firrr Kajian Semiotika dengan Teori Ferdinand de Saussure Khaerul Fikri; Siti Nurazizah; Heru Prasetyo; Ayu Setiyo Putri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i2.1255

Abstract

This analysis discusses the short story "Gang Buntu" in the book "Sekeping Hati" by Erisca Febriani and Firrrr using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. Literary works, especially short stories, are considered as the author's expression to convey experiences and ideas through language. Semiotics, as an analytical tool, helps unravel the signs and symbols in short stories, facilitating a deeper understanding of the author's intended meaning. The short story "Gang Buntu" describes the story of sadness in a settlement, and semiotic analysis reveals various signifiers and signs that contain deep meaning. The research method used is descriptive qualitative, focusing on the technique of reading and understanding short stories and applying Saussure's semiotic theory. The results of the analysis identify signifiers and signs related to the expression of emotions, atmosphere, and changes in time in the story. The meaning implications of these signifiers and signs support the overall understanding of the short story. This study contributes to further understanding of the use of semiotics in analyzing short stories and detailing important elements in literary works   Analisis ini membahas cerpen "Gang Buntu" dalam buku "Sekeping Hati" karya Erisca Febriani dan Firrrr dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Karya sastra, khususnya cerpen, merupakan ekspresi pengarang untuk menyampaikan pengalaman dan ide melalui bahasa. Semiotika, sebagai alat analisis, membantu mengurai tanda dan simbol dalam cerpen, memberikan pemahaman mendalam terhadap makna yang dimaksudkan oleh pengarang. Cerpen "Gang Buntu" menggambarkan kisah kesedihan, dan analisis semiotika mengungkapkan berbagai penanda dan petanda yang mengandung makna mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada teknik membaca dan memahami cerpen serta menerapkan teori semiotika Saussure. Hasil analisis mengidentifikasi penanda dan petanda yang berkaitan dengan ekspresi emosi, suasana, dan perubahan waktu dalam cerita. Implikasi makna dari penanda dan petanda ini mendukung pemahaman keseluruhan cerpen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang penggunaan semiotika dalam menganalisis cerpen dan merinci elemen-elemen penting dalam karya sastra.
PERANAN SEBUAH BAHASA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA LAMPUNG DI RUANG LINGKUP MASYARAKAT Putri, Ayu Setiyo; Sari, Mei Fatmila; Meirita, Siska; Kartika, Atik; Lutfi, Nurul Ramadhina; Putri, Nadia Aulia
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.819

Abstract

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.Tujuan penelitian ini untuk memahami peran bahasa Lampung dalam membentuk dan menjaga identitas budaya masyarakat Lampung, terutama di tengah pengaruh globalisasi yang mengancam keberlangsungan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi atau wawancara individu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Lampung memiliki peran penting dalam mencerminkan dan memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung.Bahasa ini digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari, ekspresi lisan, serta dalam upacara adat. Bahasa menjadi simbol keberadaan budaya yang membedakan masyarakat Lampung dengan kelompok etnis lain. Language is a system of arbitrary sound symbols used by society to work, interact and identify themselves. The aim of this research is to understand the role of the Lampung language in forming and maintaining the cultural identity of the Lampung people, especially amidst the influence of globalization which threatens the sustainability of regional languages. This research uses a qualitative approach with data collection techniques carried out by conducting observations or individual interviews. The results of this research show that the Lampung language has an important role in reflecting and strengthening the cultural identity of the Lampung people. This language is used as a means of daily communication, oral expression, and in traditional ceremonies. Language is a symbol of cultural existence that differentiates Lampung people from other ethnic groups.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DIGITAL DAN PEMANFAATAN PLATFORM PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMK YAPEMA GADINGREJO PRINGSEWU Ayu Setiyo Putri; Heru Prasetyo
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1988

Abstract

The training program on digital instructional materials development at SMK Yapema aimed to enhance teachers' capabilities in designing digital learning resources leveraging Information and Communication Technology (ICT) applications. The three-day initiative was conducted at SMK Yapema and attended by 20 participants. The training methodology encompassed the introduction of digital platforms, the utilization of digital applications to develop learning media, and hands-on practice. Evaluation results indicated a highly positive response, with 60% of participants strongly agreeing and 40% agreeing that the training significantly increased their comprehension. This program is expected to equip teachers with the necessary skills to develop learning media that support the implementation of the Kurikulum Merdeka in the digital technology era. Pelatihan penyusunan bahan ajar digital bagi guru di SMK Yapema bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusuan bahan ajar digital yang berbasis aplikasi teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk menyusun bahan ajar digital. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari di SMK Yapema dan diikuti 20 peserta. Metode pelatihan meliputi pengenalan platform digital, pengunaan aplikasi digital untuk mengembangkan media pembelajaran, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 60% peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini menambah pemahaman mereka, sementara 40% lainnya setuju. Pelatiihan ini diharapkan dapat mempersiapkan media pembelajaran bagi guru untuk mendukung pembelajaran kurikulum merdeka di era teknologi digital.