Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN PENERAPAN 8 TEKNIK PERMAINAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS, PERANCIS, JERMAN, DAN JEPANG: The Training of the Application of 8 Interactive Game Techniques in English, French, German, and Japanese Language Learning Satiakemala, Silvi; Dian Agustina; Happita, Okky Dwi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v3i2.145

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to provide training to high school teachers on the application of eight interactive game techniques in foreign language classrooms. The methods used in this community service program were lectures and demonstrations. The games introduced included Whispering Game, Chair Game, Mime Game, Tap It! Game, Throw the Ball Game, Word Order Game, Speak Now! Game, and Tongue Twister. These game techniques were designed to be implemented in foreign language teaching, particularly in English, French, German, and Japanese classes, which are the foreign languages taught at STBA YAPARI. The teachers participating in this training came from various language teaching backgrounds, such as English, French, German, and Japanese. Through this training, participants learned how to use these games in classroom activities to create a more engaging and interactive learning environment, showing the relevance of these game techniques to foreign language teaching. After attending the training, the teachers felt more confident in applying innovative teaching methods in their respective language classes. This activity successfully equipped the teachers with practical skills to enhance student engagement and improve the overall learning experience in foreign language education. Keywords: Training; Community Service; Game Techniques; Teaching   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru SMA tentang penerapan delapan teknik permainan interaktif dalam kelas bahasa asing. Metode yang dilakukan pada kegiatan PkM ini adalah ceramah dan demonstrasi, Permainan yang diperkenalkan antara lain Whispering Game, Chair Game, Mime Game, Tap It! Game, Throw the Ball Game, Word Order Game, Speak Now! Game, dan Tongue Twister. Teknik-teknik permainan ini dirancang untuk dapat diterapkan dalam pengajaran bahasa asing, khususnya dalam kelas bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang, yang merupakan bahasa-bahasa asing yang diajarkan di STBA YAPARI. Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang pengajaran bahasa, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang. Melalui pelatihan ini, hasilnya adalah peserta mempelajari cara menggunakan permainan-permainan tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif adanya relevansi antara teknik permainan dengan pengajaran bahasa asing. Setelah mengikuti pelatihan, para guru merasa lebih percaya diri dalam menerapkan inovasi metode pengajaran di kelas bahasa mereka masing-masing. Kegiatan ini berhasil memberikan para guru keterampilan praktis untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperbaiki pengalaman belajar secara keseluruhan dalam pengajaran bahasa asing. Kata Kunci: Pelatihan; Pengabdian kepada Masyarakat; Teknik Permainan; Pengajaran
MENATA MINDSET DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (THE NEW INNOVATION BERORIENTASI MERDEKA BELAJAR MENUJU MASYARAKAT ERA SOCIETY 5.0) Djumat, Irwan; Dian Agustina; Fransiska Herlina Lumeling
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 5: Oktober 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i5.8638

Abstract

Pendidikan selayaknya sudah menjadi perhatian utama yang harus dibenahi, salah satunya adalah membenahi kualitas guru dan paradigma pembelajarannya. Guru sebagai salah satu komponen yang penting untuk perbaikan kualitas pendidikan bertanggungjawab penuh pada perbaikan moral peserta didik. Tantangan ke depan di era society 5.0 ini tidaklah mudah, karena pengaruh dari luar terhadap perilaku peserta didik juga datang silih berganti yang dapat mengubah mindset dalam pembelajaran terutama pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Apabila guru tidak mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dengan perubahan yang terjadi, maka bisa saja peserta didik tidak termotivasi untuk belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Perubahan kurikulum harus beriringan dengan perubahan kontennya. Selama ini kita masih berkutat pada hal yang substantif dan teks book (hanya pada tataran paradigmatik, dan bukan pada tataran operasional yang aplikatif. Kearah ini, maka mindset kita dalam pembelajaran perlu ditata kembali untuk pendidikan yang lebih berkeadaban. Seharusnya bukan lagi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, tetapi Kehidupan Berpancasila dan Berwarganegara sebagai sebuah inovasi baru (the new innovation).
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Kolaborasi pada Siswa Kelas VI SD Negeri 18 Bireuen Dian Agustina
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 3 No. 1 (2022): Vol. 3 No. 1 (2022): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan dari dua sisi, yaitu sisi guru dan siswa. Kondisi pembelajaran di SD Negeri 18 Bireuen memperlihatkan bahwa dari sisi guru telah mampu mengaplikasikan pembelajaran yang baik. Akan tetapi, sisi siswa, siswa masih belum mampu menyerap informasi/materi pembelajaran degan baik. Ini artinya ada hal yang perlu didalami dan ditelusuri kemudian diselesaikan/ditindaklanjuti. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia setelah diterapkannya model pembelajaran kolaborasi. (b) Ingin mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam model pembelajaran kolaborasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) dengan mengunakan dua kali tindakan/ dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 18 Bireuen. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi terhadap kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis data didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (70%) dan siklus II (88%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kolaborasi dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar Bahsa Indonesia siswa SD Negeri 18 Bireuen.
The Transformation of Import Tax Collection on Consignment Goods through Self-Assessment: An Empirical Study at Soekarno-Hatta International Airport Dian Agustina; Yulianti Abbas
E-Jurnal Akuntansi Vol. 35 No. 7 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJA.2025.v35.i07.p14

Abstract

The self-assessment system in the importation of consigned goods is a new policy that shifts the responsibility for reporting and calculating duties and customs values from customs authorities to importers. This study aims to evaluate the implementation of the self-assessment system policy for consigned goods imports using the OECD evaluation criteria, which include relevance, coherence, effectiveness, efficiency, impact, and sustainability. A qualitative approach was employed, with data collected through document analysis and in-depth interviews with policymakers, the Directorate General of Customs and Excise (DGCE), logistics service providers, and importers. The findings of this study indicate that the policy meets the dimensions of coherence, impact, and sustainability, as it has improved importer compliance in reporting import duties and was designed collaboratively to enhance the taxation system and protect domestic production. However, the policy falls short in terms of relevance, effectiveness, and efficiency. From the government's perspective, the policy aligns with national priorities and has the potential to enhance effectiveness and efficiency. However, from the perspective of service users, it introduces additional costs and prolongs the dwelling time in the import process. Strengthening user education, improving information systems, and enhancing cross-sectoral coordination are needed to ensure the optimal and sustainable implementation of the policy.