Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Partition Dimension of Bridge Graphs Between Complete and Star Graphs Amrullah Amrullah; Laila Hayati; Junaidi Junaidi
(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24775401.ijcsam.v11i2.8363

Abstract

This paper investigates the determination of the partition dimension for a \emph{bridge graph} formed by connecting a clique $K_n$ and a star $K_{1,m}$ through a single edge. Although the partition dimension has been extensively studied for various families and graph operations, the mixed dense--sparse case on $B(K_n,K_{1,m})$ remains unsettled, since the result is sensitive to the position of the bridge edge and the balance between the size parameters $n$ and $m$.We combine distance symmetry arguments, leaf-based constraints at the star center, and explicit constructions of distinguishing partitions to obtain tight values of the partition dimension. The study begins with the basic cases $K_1$ and $K_2$, and then proceeds to the general case with parameters $n\ge 2$. The main result shows that for the \emph{central bridge} ($e=v_1x$), it holds that $pd(B)=n-1$ if $m<n$, $pd(B)=n$ if $m=n$, and $pd(B)=m$ if $m>n$; for the \emph{leaf bridge} ($e=v_1u_1$), it holds that $pd(B)=n$ when $m\le n$, and$pd(B)=m-1$ when $m>n$. These results demonstrate that the location of the bridge edge, together with the size parameters $m$ and $n$ of the components, can sharpen the partition dimension value of the graph prior to the bridging operation.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Matematika di SMPN 2 Mataram Yusnia Alfiani; Junaidi Junaidi; Maksud Maksud
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3861

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam perkembangan berpikir logis dan sistematis peserta didik. Namun, dalam praktiknya, banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mempengaruhi hasil belajar matematika peserta didik kelas 8 di SMPN 2 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan datanya adalah melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil pra siklus menunjukkan dari 42 peserta didik hanya 20 yang memperoleh nilai di atas KKM dengan persentase . Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar  dimana 28 peserta didik mendapat nilai di atas KKM dengan persentase  dan pada siklus II meningkat sebesar , dimana persentase peserta didik mendapat nilai di atas KKM adalah . Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berhasil meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik pada materi lingkaran di kelas VIII F SMPN 2 Mataram.
Etnofisiologi Pertuq sebagai Pengobatan Tradisional Upaya untuk Mewujudkan Good Health and Well-being di Lombok Timur Yunisa Suriani; Ahmad Izzatul Ukhro; Junaidi Junaidi; Zohriani Zohriani; Anindita SHM Kusuma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4376

Abstract

This study examines the ethnophysiological basis of the Pertuq practice as a form of traditional healing still actively practiced by the people of Sakra District, East Java. Pertuq is performed to treat a condition known as ketemuq, a disorder believed to originate from the influence of ancestral spirits. The study used a qualitative approach with an ethnophysiological design through direct observation, in-depth interviews with Pertuq practitioners, community leaders, and individuals who have undergone the ritual, and instrument review. Thematic analysis shows that the Pertuq practice proceeds through structured stages, including symptom identification, determination of spiritual disorders, pulling the hair at the crown of the head nine times, reciting the intention, saying bismillah (bismillah), Surah Al-Fatihah, reciting the name of the penemuq, and a closing prayer. This practice reflects the Sakra community's understanding of the body as a physical, emotional, and spiritual unity. Physiologically, the sensations that arise during the ritual are related to the activation of the autonomic nervous system in response to stress. Psychologically, Pertuq provides calm, reduces anxiety, and strengthens the patient's faith through culturally based healing mechanisms. The research confirms that Pertuq plays a role as a traditional health strategy that helps maintain physical and mental balance and complements modern medical treatment in supporting good health and well-being.
Concept Image Siswa dalam Materi Barisan dan Deret pada Pembelajaran Berdiferensiasi Dita Oktavihari; Junaidi Junaidi; Gilang Primajati; M. Gunawan Supiarmo; Eka Kurniawan; Alvano Tugas Hendrawan
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.11044

Abstract

This study aims to describe students' concept images on sequences and series in differentiated learning and to examine the concept image gap between students, teachers, and mathematicians. This study used a qualitative approach with a didactic design and a hermeneutic phenomenology method. The research subjects included students, teachers, and mathematicians, who were selected purposively. Data were collected through learning observations, questionnaires, and in-depth interviews, and then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results showed that students' conceptual images of sequences and series were dominated by intuitive, visual, and procedural understandings. Students were able to recognize real-world patterns and contexts, but tended to rely on repeated addition or multiplication rather than using formal definitions and symbolic formulas. In geometric sequences and series, a concept image conflict was found due to students' difficulty in understanding exponential growth patterns. Although differentiated learning provides space for diverse student learning styles, the results show that this approach does not fully guarantee the formation of a complete formal conceptual understanding. Therefore, strengthening conceptual scaffolding is needed so that students' concept images are more aligned with the correct concept definition. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan concept image siswa pada materi barisan dan deret dalam pembelajaran berdiferensiasi serta mengkaji kesenjangan concept image antara siswa, guru, dan matematikawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain didaktis dan metode fenomenologi hermeneutik. Subjek penelitian meliputi siswa, guru, dan matematikawan, yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, kuesioner, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa concept image siswa pada materi barisan dan deret didominasi oleh pemahaman intuitif, visual, dan prosedural. Siswa mampu mengenali pola dan konteks nyata, namun cenderung mengandalkan penjumlahan atau perkalian berulang dibandingkan penggunaan definisi formal dan rumus simbolik. Pada barisan dan deret geometri, ditemukan conflict concept image akibat kesulitan siswa dalam memahami pola pertumbuhan eksponensial. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi keberagaman cara belajar siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini belum sepenuhnya menjamin terbentuknya pemahaman konseptual formal yang utuh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan scaffolding konseptual agar concept image siswa lebih selaras dengan concept definition yang benar.
Efektivitas Problem Based Learning Berbantuan Photomath Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa SMP Ni Putu Diva Nitiputri; Junaidi Junaidi; Sri Subarinah
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.11704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Photomath terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Praya Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) melalui desain posttest only control group. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas. Kelas VIII.3 ditetapkan sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran menggunakan PBL tanpa Photomath. Kelas VIII.4 ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran menggunakan PBL berbantuan Photomath. Setiap kelas terdiri dari 35 siswa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan tes prestasi belajar (posttest), serta didukung observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa yang menggunakan PBL berbantuan Photomath lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan PBL tanpa bantuan Photomath, yaitu  dan rata-rata prestasi belajar siswa yang menggunakan PBL berbantuan Photomath lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan PBL tanpa bantuan Photomath yaitu . Uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi dan prestasi belajar dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa PBL berbantuan Photomath efektif terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Photomath terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Praya Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) melalui desain posttest only control group. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas. Kelas VIII.3 ditetapkan sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran menggunakan PBL tanpa Photomath. Kelas VIII.4 ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran menggunakan PBL berbantuan Photomath. Setiap kelas terdiri dari 35 siswa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan tes prestasi belajar (posttest), serta didukung observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa yang menggunakan PBL berbantuan Photomath lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan PBL tanpa bantuan Photomath, yaitu  dan rata-rata prestasi belajar siswa yang menggunakan PBL berbantuan Photomath lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan PBL tanpa bantuan Photomath yaitu . Uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi dan prestasi belajar dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa PBL berbantuan Photomath efektif terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa.