Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI BISOZYME DAN PENGGUNAAN RANSUM BERBASIS PELLET INDIGOFERA PADA KELOMPOK TERNAK BULUK SIBAU DAN HARAPAN JAYA DI KEPULAUAN MENTAWAI Tri Astuti; Evitayani Evitayani; Syahro A. Akbar; Fajri Basyirun; Yulhan Yulhan; Yetty Marlida; Elita Amrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21913

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari wilayah propinsi Sumatera Barat yang dikelilingi oleh Samudera Hindia. Saat ini sebagian besar kebutuhan masyarakat Mentawai masih dipasok dari wilayah lain disekitarnya. Desa Goiso Oinan dan Sido Makmur yang berada di Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai merupakan salah satu Desa Tertinggal, Terbelakang dan Termiskin (3T), yang merupakan salah satu program pemerintah dalam pengembangan wilayah perdesaan dan tujuan utamanya adalah peningkatan status desa tertinggal menjadi desa berkembang, dan mandiri. Pemberdayaan ekonomi Masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjadikan sebagai percontohan dan untuk di replikasi ke daerah lain. Komoditi peternakan yang diusahakan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai cukup beragam, seperti ternak sapi potong, kerbau, kambing, babi dan ternak unggas. Kenyataan yang terlihat dari data statistik, ternak terbanyak di daerah ini adalah ternak babi dengan populasi Secara umum, pada kelompok ternak “Buluk Sibau dan harapan Jaya ” baik usaha pertanian maupun peternakan masih dilaksanakan secara tradisional, sehingga tidak mengherankan apabila hasil yang diperolehpun relatif belum optimal. Ternak sapi hanya dikandangkan atau ditambatkan pada malam hari, sedangkan siang harinya dilepas untuk mencari makanan dipadang. Belum ada upaya untuk memelihara ternak secara intensif denganmengandangkan dan memberikan makanan secara cukup dan teratur. Rendahnya produksi ternak selain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam cara pemeliharaan ternak yang benar, juga karena kurangnya pakan baik hijauan. Pemberian Bisozyme dan Fungi mikoriza arbuskula (FMA) untuk penanaman Indigofera zollingeriana yang akan dibuat pellet. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program KOSABANGSA kolaborasi Dosen- dosen dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Solok sebagai Tim Pelaksana dengan Dosen-dosen Universitas Andalas.
ANALISA KONDISI JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN APAR-JATI HILIR KOTA PARIAMAN Maha Putri Handayani AS; Evitayani, Evitayani; Ridho Ari Putra
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.789

Abstract

Ruas jalan Apar-Jati Hilir Kota Pariaman menggunakan sistem perkerasan lentur (Flexible Pavement). Saat ini kondisi jalan tampak ada yang berlubang, mengalami keretakan dan bekas tambalan. Hal ini dapat menghambat laju dan kenyamanan pengguna jalan jika tidak segera ditangani. Oleh sebab itu peineilitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan apa saja yang terjadi serta berapa besar nilai kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan Apar-Jati Hilir. Metode yang digunakan dalam menganalisa kondisi jalan ini adalah dengan metode Pavement Condition Index (PCI) yaitu sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi. Untuk itu data primer yang diperoleh diantaranya jenis-jenis kerusakan jalan yang terjadi beserta berapa luas kerusakananya. Berdasarkan hasil analisa menjelaskan bahwa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Apar-Jati Hilir Kota Pariaman adalah kerusakan retak kulit buaya (Aligator Cracking), kegemukan (Bleeding), cekungan, amblas (Depression), retak sambung dan tambalan dengan nilai kondisi jalan yang diperoleh sebesar 66,95, yang berarti kondisi jalan masih di kategorikan Baik (Good).
SIDO MAKMUR MENUJU DESA MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI SIDO MAKMUR Evitayani Evitayani; Ferry Lismanto Syaiful
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 1 No. 4 (2018)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/buletin ilmiah nagari membangun.v1i4.55

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia yang bisa dikatakan masih tertinggal. Konsep daerah tertinggal kontras dengan konsep nagari madani. Universitas Andalas untuk tahun 2018 mengangkat tema KKN PPM untuk KKN Tematik NDC. Salah satunya di desa Sido Makmur, kecamatan Sipora Utara, kabupaten Kepulauan Mentawai. Sesuai dengan ketetapan pemerintah tentang otonomi daerah bahwa desa harus bisa mengolah dan mengatur sendiri pemerintahannya. Hal ini juga harus sejalan dengan pelaksaaannya bahwa harus dilaksanakan pemberdyaaan masyarakat yang ada di desa agar bisa mewujudkan program Desa Mandiri. Mahasiswa Universitas Andalas dalam pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) membantu mewujudkan pelaksanaan program tersebut dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Bekerja sama dengan berbagai lapisan elemen di masyarakat desa, seperti pemerintah desa, masyarakat, lembaga adat, kelompok pemuda, karang taruna, lemabaga pemberdayaan masyarakat (LPM), kelompok PKK dan lain sebagainya. Beberapa program kerja yang telah direncanakan berjalan baik dan lancar karena kerja sama yang terjalin. Diantaranya survei penduduk, pelatihan Microsoft Office kepada perangkat desa, penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, sosialiasasi kepada siswa-siswi SMA tentang jurusan dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Agronomi, Produksi, Dan Nilai Kecernaan Leguminosa Indigofera zollingeriana Yang Diberi Pemupukan N, P, dan K Dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula cv. Glomus manihottis Di Lahan Ultisol Kepulauan Mentawai Zakirman, Zakirman; Evitayani, Evitayani; Jamarun, Novirman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan FMA dan pupuk N, P, dan K terhadap agronomi, produksi dan Analisa  kandungan dan kecernaan Bahan Organik, Bahan Kering, Protein Kasar, Indigofera zollingeriana sp. yang ditanam di lahan ultisol. Perlakuan yang diberikan terdiri dari perlakuan P0 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang tanpa FMA), perlakuan P1 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P2 (75% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P3 (50% pupuk N,P, dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), dan perlakuan P4 (25% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, batang, jumlah daun, produksi segar, produksi kering, dan kecernaan zat-zat makanan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P0,05) terhadap agronomi, produksi dan analisa kandungan dan kecernaan zat makanan. Hasil yang terbaik terdapat P1 tinggi tanaman 71,05 cm, panjang daun 6,07 cm, lebar daun 2,48 cm, diameter batang 0,69 cm, namun pada jumlah daun perlakuan P2 terbanyak 356,12 helai, produksi segar 8,96 ton/ha/panen, produksi bahan kering 2,18 ton/ha/panen, KcBK 64,06%, KcBO 69,82%, dan KcPK 70%. Kesimpulan bahwa pemberian dosis pupuk N, P, dan K sebanyak 25 % yang diinokulasi dengan 10 g FMA mampu mempertahankan produktivitas Indigofera zollingeriana sp. di lahan ultisol.
SILASE RUMPUT GAJAH DAN AMONIASI JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG UNTUK MENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KELOMPOK TANI BANDA GADANG , PADANG PARIAMAN Evitayani Evitayani; Novirman Jamarun; Arni Amir; Rusmana Setia Ningrat; Ferry Lismanto; Hajime Kumagai; Tri Astuti; Bela Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42017

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan perekonomian peternak di Kelompok Tani Banda Gadang, Padang Pariaman, melalui inovasi pakan ternak berbasis silase rumput gajah dengan teknologi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan amoniasi jerami padi. Teknologi ini mampu menyediakan pakan berkualitas tinggi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah dijangkau oleh peternak. Melalui program ini, dilakukan berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi teknologi, pelatihan pembuatan silase dan amoniasi, hingga implementasi teknologi secara langsung pada sapi potong. Evaluasi program menunjukkan peningkatan performa ternak, terutama dalam penambahan bobot badan harian yang signifikan. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi potong, sekaligus berkontribusi pada pencapaian program swasembada daging nasional pada tahun 2034. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan pengetahuan peternak dalam manajemen pakan ternak secara efisien.
PROGRAM BERKELANJUTAN MEMBANTU MITRA KELOMPOK TERNAK KUBU SEPAKAT UNTUK TUMBUH KEMBANG USAHA PETERNAKAN KAMBING KACANG Evitayani Evitayani; Lili Warly; Sumaryati Syukur; Busra Azheri; Rahmi Nofita; Cipta Budiman; Tri Astuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50713

Abstract

Pemeliharaan ternak kambing terutama kambing kacang masih dilaksanakan secara semi tradisional. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan peternak dan rendahnya motivasi untuk meningkatkan usaha serta kurangnya pakan pada leguminosa. Teknologi pemberian Pupuk Organik Sarana Tani Utama (STU) untuk penanaman leguminosa Indigofera zollingeriana merupakan aternatif pembuatan pakan konsentrat berupa tepung dan pellet. Melalui metode STU untuk pembuatan pellet indigofera diharapkan peternak cepat memahami dan melaksanakan bagaimana menyusun ransum agar performan bobot Kambing kacang meningkat produksinya. Pemanfaatan Teknologi STU bertujuan untuk melihat kemampuan STU untuk meningkatkan solubilitas mineral dan memperbaiki absorbsi nutrisi tanaman (terutama fosfat) melalui perpanjangan hypa akar untuk lebih memanfaatkan pupuk. Kondisi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai lahan yang cocok untuk penanaman Indigofera sehingga dapat menopang peningkatan produktivitas ternak sapi. Hasil pengabdian program berkelanjutan usaaha berkembang ini telah memberikann sumbangan ilmu pengetahuan di bidang Pakan Hijauan. Kelompok ternak Kubu Sepakat sudah mengenal penanaman Indigofera melalui pemanfaatn STU, dan mengetahui cara membuat pellet Indigofera sebagai pengganti pakan konsetrat yang relatif lebih mahal. Melalui aplikasi di lapangan dan metode Discussion group telah membuat hampir 70 persen kelompok ternak memahami bagaimana penyusunan ransum, istilah-istilah peternakan dan membuat tepung dan pellet Indigofera. Sehingga hasil pengabdian ini memperoleh metode terbaik untuk meningkatkan pendapatan peternak dan usaha berkembang yang berkelanjutan.
Agronomi, Produksi, Dan Nilai Kecernaan Leguminosa Indigofera zollingeriana Yang Diberi Pemupukan N, P, dan K Dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula cv. Glomus manihottis Di Lahan Ultisol Kepulauan Mentawai Zakirman Zakirman; Evitayani Evitayani; Novirman Jamarun
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan FMA dan pupuk N, P, dan K terhadap agronomi, produksi dan Analisa  kandungan dan kecernaan Bahan Organik, Bahan Kering, Protein Kasar, Indigofera zollingeriana sp. yang ditanam di lahan ultisol. Perlakuan yang diberikan terdiri dari perlakuan P0 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang tanpa FMA), perlakuan P1 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P2 (75% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P3 (50% pupuk N,P, dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), dan perlakuan P4 (25% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, batang, jumlah daun, produksi segar, produksi kering, dan kecernaan zat-zat makanan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P0,05) terhadap agronomi, produksi dan analisa kandungan dan kecernaan zat makanan. Hasil yang terbaik terdapat P1 tinggi tanaman 71,05 cm, panjang daun 6,07 cm, lebar daun 2,48 cm, diameter batang 0,69 cm, namun pada jumlah daun perlakuan P2 terbanyak 356,12 helai, produksi segar 8,96 ton/ha/panen, produksi bahan kering 2,18 ton/ha/panen, KcBK 64,06%, KcBO 69,82%, dan KcPK 70%. Kesimpulan bahwa pemberian dosis pupuk N, P, dan K sebanyak 25 % yang diinokulasi dengan 10 g FMA mampu mempertahankan produktivitas Indigofera zollingeriana sp. di lahan ultisol.
IPTEK BAGI MASYARAKAT PADA KELOMPOK TANI TERNAK DI SUNGAI PERMAI, LAMBUNG BUKIK Evitayani Evitayani; Yetti Marlida; Ahadiyah Yuniza; James Hellyward; , Suyitman , Suyitman; Harnentis Harnentis
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 1 No. 3.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Sumatra Province has relatively extensive agriculture with feed ingredients such as rice straw, Rumput Gajah and legume groups that can be used for beef cattle needs. The total area of Padang City is 694.96 km², and more than 60% of this area, about ± 434.63 km² is a hilly area covered by protected forests, while the rest is an effective urban area. While the topography of the city varies, 49.48% of the land area of Padang City is in a slope of more than 40% and 23.57% is in the slope of the slope. The eastern region consists of several sub-districts, starting from north to south, respectively from Koto tangah, Pauh, Kuranji, and Lubuk sub-districts. The Pauh region, such as the village of Lambung Bukik, belongs to the Pertides forum program (universities for villages) which collaborates with the 2019 Chancellor's MOU with the Ministry of Education PDTT) to prepare and implement programs to help build villages. Some of their income is obtained from raising livestock and farming. In general, both agricultural and livestock businesses are still carried out traditionally, so it is not surprising that the results obtained are relatively low. Cows are only ground or tethered at night, while in the afternoon they are released to look for food on the grass or in the sleeping area around the village. Only a small amount of effort has been made to raise livestock intensively by supplying and providing sufficient and regular food. The low level of livestock production is caused by the lack of knowledge of farmers in the proper way of raising livestock, also because of the lack of food both forage and the high price of concentrate. With the increase in the livestock population, it certainly requires more and sufficient forage throughout the year. However, the provision of forage has experienced serious obstacles. One of them is the existence of a dry season that causes a decrease in forage production. Therefore, the business of developing beef cattle will be more profitable if you can find alternative substitutes for conventional forage with the use of silos as feed fermentation sites. The use of agricultural products (such as rice straw) and other food crops as animal feed is expected to address the above problems. This is possible because cattle breeding is generally integrated with other farming businesses, especially food crops (rice fields) so that the results of agricultural follow-up will be available throughout the year. Therefore, there is a need for a kind of touch of feed technology with the use of agro-industry by products such as straw which are proven to be available at all times. The implementation of the application of rice straw ammoniation technology in the field with the direct administration of ammonia which has been removed and chicken manure is given. Participation and motivation of farmer groups in participating in a series of service activities is very high. Because all this time there has never been any guidance related to the technical and management aspects in the maintenance of beef cattle. Farmers already know how to manage fattening beef cattle such as giving concentrates such as coconut cake, soybean meal, fish meal, tofu pulp and bran and giving premix minerals.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT UNGGUL MENGGUNAKAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI PARAK KARAKAH KOTA PADANG Ferry Lismanto Syaiful; Suyitman Suyitman; Evitayani Evitayani; Khasrad Khasrad; Endang Purwati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 3.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.a.274

Abstract

One of the most critical factors in increasing beef cattle is feed. Besides, breeders also need practical, quality, and continuous cattle feed. We need the development of superior grass technology/king grass using the arbuscular Mycorrhizal fungi to support feed production for beef cattle. The arbuscular mycorrhizal fungi play a role in increasing plant growth and resistance to attack by root pathogens and resistance to stress conditions. The objectives of this activity are: 1. to improve breeders' knowledge and skills in useful and profitable beef cattle cultivation; 2. to increase farmer's knowledge and skills in cultivating superior grass with arbuscular mycorrhizae. The method used is the counseling method, where previously through an approach, counseling, training and coaching, and finally, evaluation and monitoring. While the activities include good and profitable beef cattle cultivation and superior grass cultivation using the arbuscular mycorrhizal fungi. The partners of this activity are the Kubu Sepakat livestock group and the Parak Karakah community, Padang. Partners' problems are 1. breeders have difficulty providing forage feed, 2—lack of knowledge on good and profitable beef cattle cultivation. The activity results found that breeders increased their knowledge about excellent and profitable beef cattle cultivation techniques. From the results of the activity, it can be seen that the livestock's ability to cultivate superior grass using the arbuscular Mycorrhizal fungi has increased so that the nutritional needs of livestock can be met. Based on the results of the statistical tests that the activities carried out have an index value of 90, this indicates that the activities carried out are beneficial or successful in transferring knowledge and skills to breeders.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI KEBUNTING DINI SAPI POTONG PADA KELOMPOK TERNAK DI KOTA PADANG Ferry Lismanto Syaiful; Endang Purwati; Khasrad Khasrad; Suyitman Suyitman; Evitayani Evitayani
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.308

Abstract

Kota Padang sangat berpotensi besar pada usaha peternakan, hal ini disebabkan tingginya kebutuhan daging di kota ini disebabkan peningkatan laju pertambahan penduduk. Selama ini kebutuhan daging masih di suplai dari daerah lain, untuk meminimalisir suplai daging tersebut maka perlu memacu peternak kota Padang dengan sistem peternakan kota. Sistem peternakan ini dapat mengoptimalkan lahan yang sempit. Tujuan kegiatan ini yaitu: 1. meningkatkan keterampilan peternak terhadap budidaya sapi potong yang menguntungkan, 2. peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penerapan teknologi deteksi kebuntingan dini sapi potong. Metode kegiatan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi/pelatihan dan evaluasi terhadap budidaya sapi potong yang baik dan menguntungkan, deteksi kebuntingan dini sapi potong. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok ternak Kubu Sepakat, masyarakat dan Dinas Peternakan dan pertanian Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil kegiatan terlihat meningkatnya pengetahuan peternak dalam budidaya sapi potong yang baik berbasis menguntungkan bahkan peternak juga mampu dalam penerapan teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi potong yang dimiliki. Teknologi ini dapat mendeteksi kebuntingan dini sapi potong dalam waktu relatif singkat, murah, dan massal serta tidak membutuhkan skill bagi peternak. Hal ini tentu dapat meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong serta menyejahterakan petani/peternak dalam rangka mempercepat proses swasembada pangan tahun 2024 di Sumatera Barat. Dari hasil kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan target yang diharapkan. Di samping itu, peserta/peternak bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peternak serta berhasil dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan peningkatan keterampilan peternak dalam penerapan teknologi.