Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

Korelasi motivasi dengan kesiapan belajar siswa sekolah dasar Myrna Apriany Lestari; Pajar Anugrah Prasetio; Arini Resmiati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.17752

Abstract

Penelitian ini didasari oleh latar belakang motivasi belajar yang rendah bisa memengaruhi kesiapan belajar siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa dan menjelaskan korelasi antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa kelas V di SD Negeri Sindangpanji III pada tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Sindangpanji III yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen non-tes seperti observasi, wawancara, dan kuesioner. Validitas instrumen diuji menggunakan metode Expert Judgment, sementara reliabilitasnya diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa. Uji korelasi determinasi regresi juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesiapan belajar terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi, yakni sebesar 25,3%. Korelasi antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa sebesar 0,503 dengan rtabel sebesar 0,361. Karena terhitung > rtabel, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa.
Hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa: penelitian korelasional pada siswa di kelas IV SD Negeri 11 Kuningan tahun ajaran 2024/2025 Taufik, Muhamad Tri; Lestari, Myrna Apriany; Nugraha, Febby Fajar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.27252

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa secure attachment yang rendah dapat mempengaruhi rasa percaya diri siswa. Siswa membutuhkan rasa percaya diri tinggi agar siswa tersebut yakin terhadap kemampuan diri sendiri, optimis, sehingga mampu menghadapi situasi dengan sebaik mungkin. Secure attachment atau (kelekatan aman) adalah prilaku kasih sayang dan rasa hangat dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua atau figur lekat lainnya yang secara konsisten dan responsif terhadap kebutuhan siswa, figur lekat dalam konteks pendidikan dalam penelitian ini yaitu guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment. Dari hasil perhitungan uji korelasi pearson product moment diperoleh niai koefisien korelasi untuk hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa adalah sebesar 0,793. Hal ini terbukti dari 0,793 > 0,468 dengan signifikansi 0,5 maka H₁ diterima yang berarti terdapat hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa.
Analisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B studi kasus di kelas 3 dan 4 SDN 2 Kramatmulya tahun ajaran 2024/2025 Ningsih, Sindi Pitria; Lestari, Myrna Apriany; Oktaviani, Ndaru Mukti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.27568

Abstract

Abstract This research is based on the importance of the emotional relationship between teachers and students in supporting learning motivation. Positive attachment is believed to be able to form a sense of security, increase participation, and encourage student achievement in the elementary school environment. This study aims to analyze the pattern of teachers' attachment to the learning motivation of phase B students (grades 3 and 4) at SDN 2 Kramatmulya. The method used is a qualitative approach with observation, interview, questionnaire, and documentation study techniques. The results of the study show that the secure attachment pattern dominates, with the characteristics of a supportive and responsive teacher-student relationship, so that it has a very positive effect on learning motivation. The avoidant attachment pattern was found in small numbers and negatively impacted student enthusiasm. Meanwhile, the pattern of anxious attachment appears non-dominantly, causing students' motivation to learn to be unstable. A pattern of disorganized attachment was not found in this study. This research corroborates Bowlby's theory of attachment that a secure relationship between teacher and student is an important foundation in the development of children's learning motivation. Keywords: Attachment Pattern, Learning Motivation, Phase B, SDN 2 Kramatmulya Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya hubungan emosional antara guru dan siswa dalam menunjang motivasi belajar. Kelekatan yang positif diyakini mampu membentuk rasa aman, meningkatkan partisipasi, dan mendorong prestasi siswa di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B (kelas 3 dan 4) di SDN 2 Kramatmulya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola secure attachment mendominasi, dengan karakteristik hubungan guru-siswa yang suportif dan responsif, sehingga berpengaruh sangat positif terhadap motivasi belajar. Pola avoidant attachment ditemukan dalam jumlah kecil dan berdampak negatif terhadap antusiasme siswa. Sementara itu, pola anxious attachment muncul secara tidak dominan, menyebabkan motivasi belajar siswa cenderung tidak stabil. Pola disorganized attachment tidak ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menguatkan teori kelekatan Bowlby bahwa hubungan aman antara guru dan siswa menjadi fondasi penting dalam perkembangan motivasi belajar anak. Kata kunci: Pola Kelekatan, Motivasi Belajar, Fase B, SDN 2 Kramatmulya