Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Cooperative Script, Artikulasi dan Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Dasar Fitriyani, Yani; Gunawan, Agus; Lestari, Myrna Apriany
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 7, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v7i2.10971

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Cooperative Script (CS), Artikulasi, and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on understanding the concepts of elementary school students. This study used a quasi-experimental research method with Counterbalance design. This study used sample of 5th grade students in three elementary schools with  total 75 students. The schools are SDN Pakembangan, SDN Kutakembaran 1, and SDN Kutakembaran 2. The instruments used included a concept understanding test, observation sheets, and documentation. Data analysis used was statistical testing with independent t-test which was previously tested for normality, homogeneity, and two mean difference at a significant level of 0.05. The results showed that the understanding of the concept of students who took learning with CS was better than students who took Artikulasi and CIRC. It was reviewed based on the student average score in the study I was 75.0, study II was 75.2 and 76.8 in the study III. The results of the two-difference test mean in study I, II, and III of the CS model obtained a significant value (2-tailed) 0.000 0.05. It means that there is a significant difference between the use of CS, Artikulasi, and CIRC models. Most of the students showed a positive attitude towards learning with CS  model. Based on the findings, social studies learning with CS model can be used as an alternative learning model to improve the concept understanding of elementary students .
KONSELING DALAM WORKSHOP MENJADI IBU BAHAGIA DALAM MENDIDIK ANAK SAAT PANDEMI DI SEKOLAH DASAR NEGERI CIPASUNG, KUNINGAN Sari, Mia Zultrianti; Hermawati, Eli; Lestari, Myrna Apriany; Gunawan, Agus
Empowerment Vol. 3 No. 02 (2020): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v3i02.3721

Abstract

Learning during the Covid19 pandemic is certainly not a condition commonly experienced by the Indonesian people, including in Kuningan Regency. This unusual condition, of course, triggers several problems faced by the learning implementers. The problems that often occur during this pandemic are not only for teachers and students, but also for parents at home. Learning with the online method and home visit certainly makes the intensity of togetherness between students and parents at home during school hours to be more than before. Parents' unpreparedness in accompanying children to learn is a problem that tends to emerge during the COVID-19 pandemic. The unpreparedness of the parents to accompany the child to study at home certainly makes the mental condition of the parents less healthy and will also affect the mental condition of the child. Children do not find comfort and motivation to learn. Pembelajaran di masa pandemi covid19 tentu bukan kondisi yang biasa dialami oleh masyarkat Indonesia termasuk di Kabupaten Kuningan. Kondisi yang tidak biasa dihadapi tersebut tentu memicu adanya beberapa masalah yang dihadapi oleh pelaksana pembelajaran. Masalah yang banyak terjadi saat pandemi ini bukan hanya dari guru dan siswa, tapi juga terjadi pada orang tua siswa di rumah. Pembelajaran dengan metode daring dan home visit tentu menjadikan intensitas kebersamaan siswa dan orang tua dirumah pada jam sekolah menjadi lebih banyak dibanding sebelumnya. Ketidaksiapan orang tua dalam mendampingi anak belajar merupakan masalah yang cendrung muncul di masa pandemi covid19 ini. Ketidaksiapan orang tua mendampingi anak belajar dirumah tentu membuat kondisi mental orang tua kurang sehat dan akan mempengaruhi juga kepada kondisi mental anak. Anak tidak menemukan kenyaman dan motivasi untuk belajar.
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DALAM MEMAHAMI SOAL CERITA MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Yani Fitriyani; Marlina Eliyanti; Myrna Apriany Lestari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i2a5.2021

Abstract

AbstrakPenelitian ini berisi tentang kemampuan literasi matematika siswa dalam memahami soal cerita melalui penerapan media pembelajaran komik pada siswa SD Negeri 1 Karangtawang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi matematika siswa dalam memahami soal cerita yang menggunakan media komik dengan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran komik. Subjek penelitian siswa kelas V berjumlah 39 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen (quasi eksperimental design) dengan nonequivalent control grup design (pretest-postets design). Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan media komik dan kelompok kontrol tidak menggunakan media komik. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan tes (pretest-posttest). Hasil analisis menunjukan bahwa: (1) hasil (posttest) kemampuan literasi matematika yang menggunakan media komik lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan media komik, dan (2) peningkatan (gain) kemampuan literasi matematika siswa yang menggunakan media komik lebih tinggi atau lebih unggul dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan media komik. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil (posttest) dan perbedaan peningkatan (gain) dari kedua kelas yang diberi perlakuan berbeda. Siswa dari kelas yang menggunakan media komik dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika lebih baik dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan media komik.Abstract This study discusses the students' mathematical literacy skills in understanding story problems through the application of comic learning media to students of SD Negeri 1 Karangtawang. This study aimed to describe the increase of students' mathematical literacy skills in understanding story problems by using comics media and not using comics learning media. The research subjects of class V consisted of 39 students. The research method used was an experiment (quasi-experimental design) with a nonequivalent control group design (pretest-posttest design). The experimental group was given treatment in the learning by using comic media, and the control group did not use comic media. Data were collected through interviews, documentation, and tests (pretest-posttest). The results of the analysis indicated that: (1) the results (posttest) of the students’ mathematical literacy skills by using comic media were higher than not using comics media, and (2) the increase (gain) of the students' mathematical literacy skills using comic media was higher than not using comic media. From this study, it could be concluded that there were differences in the results (posttest) and in the increase (gain) of the two classes that were given different treatments. The students of the class that used comics media could improve their mathematical literacy skills better than the class that did not use comic media.
Efektivitas Pembelajaran Cooperative Script, Artikulasi dan Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Dasar Yani Fitriyani; Agus Gunawan; Myrna Apriany Lestari
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 7, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v7i2.10971

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Cooperative Script (CS), Artikulasi, and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on understanding the concepts of elementary school students. This study used a quasi-experimental research method with Counterbalance design. This study used sample of 5th grade students in three elementary schools with  total 75 students. The schools are SDN Pakembangan, SDN Kutakembaran 1, and SDN Kutakembaran 2. The instruments used included a concept understanding test, observation sheets, and documentation. Data analysis used was statistical testing with independent t-test which was previously tested for normality, homogeneity, and two mean difference at a significant level of 0.05. The results showed that the understanding of the concept of students who took learning with CS was better than students who took Artikulasi and CIRC. It was reviewed based on the student average score in the study I was 75.0, study II was 75.2 and 76.8 in the study III. The results of the two-difference test mean in study I, II, and III of the CS model obtained a significant value (2-tailed) 0.000 0.05. It means that there is a significant difference between the use of CS, Artikulasi, and CIRC models. Most of the students showed a positive attitude towards learning with CS  model. Based on the findings, social studies learning with CS model can be used as an alternative learning model to improve the concept understanding of elementary students .
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK MENULIS EKSPRESIF DALAM MEREDUKSI STRES SISWA KELAS X SMA Myrna Apriany Lestari; Marlina Erlianti
Pedagogi Vol 3, No 1 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.268 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i1.397

Abstract

Stres merupakan fenomena umum yang biasa ditemukan dalam kehidupan individu, sayangnya stres dapat berubah menjadi negatif. Pada siswa kelas X, stres banyak disebabkan oleh tuntutan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan penyesuaian diri sebagai remaja. Bila tidak ditangani, berbagai macam masalah tersebut akan mengganggu pengembangan potensi siswa. Oleh sebab itu, konselor sekolah perlu merumuskan rencana bantuan bagi siswa untuk dapat mereduksi stres. Salah satu teknik terapi yang dapat digunakan adalah teknik menulis ekspresif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknik menulis ekspresif dalam mereduksi stres siswa kelas X. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Angkasa LANUD Husein Sastranegara  Tahun  Ajaran  2013/2014.  Metode  yang  digunakan  adalah  penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dalam suatu siklus yang terdiri dari observasi awal, rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi.Hasil penelitian menggambarkan bahwa: (1) tingkat stres siswa kelas X dalam satu kelas berbeda-beda sesuai dengan kemampuan penyesuaian diri dan keterampilan coping stresnya. Kategori tingkat stres tinggi pada siswa terlihat dari banyaknya gejala yang dirasakan pada aspek fisik, perilaku, pikiran, dan emosi, (2) teknik menulis ekspresif yang digunakan untuk membantu siswa terbukti efektif dalam mereduksi stres siswa, hal ini terlihat dari penurunan tingkat gejala stres siswa.Kata Kunci : PTK (Penelitian Tindakan kelas), Stress, Penelitian Tindakan, Teknik Menulis Ekspresif
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MAHASISWA PGSD DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MORAL SISWA SD KELAS RENDAH MELALUI METODE MENDONGENG Myrna Apriany Lestari; Eli Hermawati; Panji Rijalul Palah
Pedagogi Vol 3, No 2 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.04 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i2.1229

Abstract

Anak adalah aset berharga bagi sebuah bangsa, semakin berkualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa maka semakin maju bangsa tersebut. Oleh sebab itu, seluruh elemen mulai dari keluarga hingga pemerintah perlu menjaga anak-anak dari derasnya pengaruh negatif era globalisasi. Saat ini tidak sedikit anak-anak menunjukkan perilaku negatif yang melanggar norma-norma agama maupun norma sosial yang berlaku di masyakat sehingga munculah istilah dekadensi moral.Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan moral anak, salah satunya adalah interaksi sosial anak dengan keluarga, sekolah dan lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena anak sekolah dasar masih barada di masa transisi dalam perkembangan penalaran moral, anak menilai salah atau benar perilaku berdasarkan konsekuensinya, bukan niat dari pelaku. Oleh sebab itu, orang tua dan guru perlu membimbing anak untuk memperoleh nilai-nilai moral yang baik sehingga anak dapat tumbuh dan memiliki perilaku yang baik.Salah satu metode bimbingan konseling yang menyenangkan serta efektif bagi dalam menanamkan nilai moral anak kelas sekolah dasar adalah mendongeng (story telling). Metode ini dianggap efektif karena dongeng membuat anak merasa nyaman, tenang sekaligus senang dan membantu anak dalam berimajinasi. Dengan mendengarkan dongeng, anak tidak merasa dinasihati oleh orangtua maupun guru sehingga pesan moral yang disampaikan akan kuat terpatri dalam ingatan anak. Kata Kunci : Nilai-Nilai Moral Anak, Metode mendongeng
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL SISWA SD KELAS RENDAH Myrna Apriany Lestari; Marlina Eliyanti; Adi Permana
Pedagogi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.941 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i2.1234

Abstract

Dekadensi moral hari ini banyak melibatkan anak-anak tidak hanya menjadi korban namun juga sebagai pelaku. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar tentang efektivitas penanaman nilai-nilai moral yang diajarkan oleh orang tua di rumah juga guru di sekolah karena nilai-nilai moral dipelajari oleh individu sejak usia dini. Guru dan orang tua perlu membantu anak untuk mengembangkan kata hati dan meningkatkan kendali diri melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu metode yang dapat dipilih adalah mendongeng dengan media buku cerita bergambar.Pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di SDN 2 Sakerta Timur, guru dibekali Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satu contoh media pendamping yang dapat digunakan oleh guru pada subtema 4 pembelajaran 1 adalah buku cerita bergambar yang menceritakan tentang kegiatan sehari-hari siswa di malam hari, dengan buku cerita bergambar sebagai media pendamping guru dapat menanamkan nilai-nilai moral pada siswa kelas rendah dengan metode mendongeng.Hasil uji efektivitas menujukkan t hitung -3,637 dan t tabel 2,365 untuk df 7 dan signifikansi 0,05 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara nilai rata-rata moral siswa kelas 1 SDN Sakerta Timur sebelum menggunakan media buku cerita bergambar sebagai media pendamping Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 dengan nilai rata-rata moral siswa kelas 1 SDN Sakerta Timur sesudah menggunakan media buku cerita bergambar sebagai media pendamping Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Kata Kunci : Penanaman Nilai-Nilai Moral, Buku Cerita Bergambar
TINGKAT KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS KUNINGAN Myrna Apriany Lestari
Pedagogi Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.341 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v6i2.2406

Abstract

Kesalahan individu dalam mengambil keputusan dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupannya karena resiko yang muncul setelahnya. Begitupun yang dialami oleh mahasiswa yang sedang menempuh masa studi di Perguruan Tinggi. Meskipun secara usia, mahasiwa adalah individu yang telah memasuki usia dewasa namun tidak sedikit dari mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masa studi yang telah ditentukan karena kurangnya keterampilan dalam mengambil keputusan, seperti kesulitan yang dialami mahasiswa di awal masa perkuliahan karena program studi tidak sesuai dengan keinginan pribadinya; atau terganggunya masa studi mahasiswa di tingkat 2 karena kesalahan menentukan prioritas antara perkuliahan dengan kegiatan organisasi; dan kesulitan mahasiswa di tingkat akhir untuk menyelesaikan studi di antara tanggung jawab pekerjaan atau mengurus keluarga baru. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan kepada 240 mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Kuningan Angkatan 2016-2019, 240 mahasiswa ini merupakan sampel penelitian yang dipilih secara random dari total 474 mahasiswa PGSD yang terdaftar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa secara umum keterampilan mahasiswa PGSD angkatan 2016-2019 Mayoritas keterampilan pengampilan keputusan mahasiwa PGSD angkatan 2016-2019 telah mencapai kategori yang tinggi meskipun ada beberapa indikator yang masih berada pada kategori sedang, rendah dan rendah sekali. Indikator-indikator tersebut merupakan bagian dari keterampilan menghitung segala aspek pilihan dan keterampilan menghindari jebakan pilihan. Sehingga dibutuhkan sebuah program rencana bantuan pengembangan keterampilan pengambilan keputusan yang diarahkan pada dua keterampilan tersebut.Kata Kunci: keterampilan pengambilan keputusan; mahasiswa PGSD
Pendampingan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Android bagi Guru sebagai Upaya Optimalisasi Pemahaman Siswa dalam Masa Pembatasan Aan Nurhasanah; Myrna Apriany Lestari; Lilis Lismaya; Riki Alfian; Silvi Nabilla Septianti
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini dilatar belakangi oleh kebijakan pembatasan pembelajaran yang dilakukan disekolah, baik waktu maupun kuota siswa. Sementara itu proses pembelajaran pada masa covid-19 dan masa pembatasan disampaiakan melalui aplikasi watshap. Aplikasi tersebut digunakan guru untuk memberikan intruksi penugasan dan belum mengintergrasikan video pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait macam-macam media pembelajaran, serta memberikan pendampingan pembuatan video pembelajaran. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: 1) Perencanaan, 2) Pendidikan dan pendampingan pembuatan video pembelajaran berbasis android, dan 3) Evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya: 1) Guru-guru memiliki wawasan mengenai macam-macam media pembelajaran 2) Guru-guru memiliki pemahaman mengenai media berbentuk video pembelajaran berbasis android, 3) guru-guru dapat membuat media video pembelajaran berbasis android.
Kelayakan Integrasi Penanaman Nilai Karakter Siswa dalam Pengembangan Buku Pedoman di Sekolah Dasar Myrna Apriany Lestari; Yani Fitriyani
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i1.70185

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan kelayakan integrasi penanaman nilai-nilai karakter dalam buku pedoman di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang terdapat sepuluh langkah disederhanakan menjadi tiga langkah, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, (3) pengujian dan diseminasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subjek penelitian guru dan siswa kelas IV SDN Gewok. Keabsahan data diperoleh melalui validitas konstruk menggunakan expert judgement oleh 2 ahli Pendidikan, analisis menggunakan indeks Aiken. Berdasarkan hasil penilaian uji kelayakan menggunakan Aiken’s V yang dilakukan pada setiap indikator didapat rerata skor yaitu 0,87, koefisien yang cukup tinggi untuk setiap indikator dalam integrasi penanaman nilai karakter siswa pada buku pedoman di Sekolah Dasar. Hal ini menunjukan bahwa integrasi penanaman nilai karakter siswa pada buku pedoman yang telah dikembangkan menghasilkan tingkat validitas yang sangat tinggi. Kesimpulannya bahwa produk integrasi penanaman nilai karakter siswa pada buku pedoman yang dikembangkan dikategorikan sangat layak digunakan, sehingga buku pedoman dapat menjadi suplemen dalam penanaman nilai karakter siswa di sekolah dasar. Disarankan buku pedoman ini perlu dilakukan uji coba dalam skala lebih luas supaya mendapat nilai kelayakan yang lebih tinggi untuk menerapkan produk integrasi penanaman nilai karakter siswa pada buku pedoman.