Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan dan implementasi sistem pemantauan serta pengendalian kelembapan pada alat pengering produk pangan berbasis IoT Diano Alfayied Fissabillillah; Harianto Harianto; Pauladie Susanto; Weny Indah Kusumawati
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 6 No 2 (2025): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v6i2.1991

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangun sistem pemantauan dan pengendalian kelembapan pada alat pengering bahan makanan berbasis Internet of Things (IoT) dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengeringan bahan pangan. Fokus pengujian dilakukan pada bahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit (Curcuma longa) dengan tujuan menjaga kualitas bahan serta mempercepat waktu pengeringan. Metode penelitian mencakup tahap perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), yang terdiri atas sensor suhu dan kelembapan (DHT22 dan thermocouple), modul AC Dimmer sebagai pengendali kipas exhaust, serta integrasi komunikasi data melalui protokol MQTT untuk pemantauan jarak jauh menggunakan aplikasi IoT MQTT Panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan suhu ruang pengering pada kisaran 60–63°C dengan kelembapan relatif antara 15–20%. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengeringan rata-rata sebesar 37,4 menit untuk temulawak dan 65,2 menit untuk kunyit, dengan penurunan kadar air hingga di bawah 10%. Sistem pengendalian otomatis berhasil menyesuaikan kecepatan kipas sesuai perubahan kelembapan, sehingga proses pengeringan berlangsung stabil dan efisien. Selain itu, integrasi IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian secara real-time melalui perangkat seluler dengan tingkat keandalan transmisi data mencapai 100% dan rata-rata waktu tunda (delay) kurang dari 400 milidetik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan terbukti efektif, adaptif, dan reliabel dalam menjaga kestabilan suhu serta kelembapan ruang pengering, sekaligus memberikan kemudahan dalam pemantauan jarak jauh. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi pengeringan berbasis IoT. Sistem yang dihasilkan berpotensi diterapkan pada proses pascapanen bahan pangan dan tanaman herbal skala kecil hingga menengah.
Pelatihan IoT Berbasis ESP32 untuk Mendukung P5 Siswa Kelas 8 SMPN 2 Taman Sidoarjo Heri Pratikno; Pauladie Susanto; Harianto Harianto; Weny Indah Kusumawati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rmxrma72

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas 8 SMPN 2 Taman Sidoarjo dalam bidang teknologi Internet of Things (IoT) melalui pelatihan pembuatan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis ESP32 yang dilengkapi dengan fitur alarm otomatis. Permasalahan mitra berupa keterbatasan pengetahuan teknis siswa dalam mengimplementasikan perangkat sensor digital DHT22, pemrograman mikrokontroler, serta pengiriman data real-time ke smartphone melalui protokol MQTT. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap: diskusi kebutuhan mitra, pembuatan perangkat sistem monitoring, pelaksanaan pelatihan, serta serah terima perangkat kepada pihak sekolah. Pelatihan diintegrasikan ke dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema TEBAS (Teknologi Berbasis Aplikasi untuk Sekolah Adiwiyata). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mengoperasikan sistem monitoring suhu dan kelembaban secara mandiri melalui aplikasi IoT MQTT Panel di smartphone, serta sistem alarm buzzer aktif ketika suhu melampaui ambang batas yang ditentukan. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi, dengan mayoritas responden memberikan penilaian Sangat Setuju pada seluruh indikator evaluasi. Keberhasilan program ini diperkuat oleh tersedianya modul panduan pelatihan dan keberlanjutan kerja sama antara SMPN 2 Taman Sidoarjo dengan Universitas Dinamika.  
Perancangan dan implementasi sistem kontrol serta monitoring suhu dan kelembapan pada inkubator fermentasi tempe menggunakan metode PID Weny Indah Kusumawati; Wishnu Haryo Bhimantoro; Harianto; Pauladie Susanto
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 7 No 1 (2026): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v7i1.2387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol serta pemantauan suhu dan kelembapan pada inkubator fermentasi tempe berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan algoritma PID (Proportional Integral Derivative). Masalah utama dalam produksi tempe tradisional adalah durasi fermentasi yang tidak menentu akibat ketergantungan pada fluktuasi suhu lingkungan alami. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sensor DHT22, modul AC dimmer untuk pengaturan daya lampu pijar secara halus, serta mist maker dan kipas DC untuk manajemen kelembapan otomatis. Selain itu, protokol MQTT diaplikasikan untuk memfasilitasi pengawasan kondisi internal secara real-time melalui aplikasi seluler tanpa memerlukan intervensi fisik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa parameter PID optimal (Kp=700, Ki=10, Kd=30) mampu mempertahankan stabilitas suhu pada set point 350C dengan steady-state error yang sangat rendah sebesar 0,2%. Analisis statistik terhadap lima batch eksperimen membuktikan bahwa penggunaan inkubator ini secara signifikan mampu mempercepat durasi fermentasi menjadi rata-rata 20,2 jam, atau 23,5% lebih cepat dibandingkan metode alami yang membutuhkan waktu 26,4 jam. Evaluasi kualitas fisik menunjukkan bahwa tempe yang dihasilkan memiliki kepadatan miselium yang lebih tebal, warna putih cerah yang seragam, serta tekstur yang lebih kokoh. Dengan demikian, integrasi kontrol presisi PID dan teknologi IoT tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu produksi, tetapi juga menjamin konsistensi kualitas hasil fermentasi bagi industri rumah tangga. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan teknologi tepat guna bagi pengrajin tempe untuk menghadapi variasi kondisi lingkungan eksternal yang fluktuatif.
Nutrient Film Hydroponic System Techniques for Pid-Based Strawberry Growth Muhammad Afif Abdullah; Harianto; Musayyana; Pauladie Susanto
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 7 No. 1 (2022): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v7i1.221

Abstract

Surabaya is an urban area with limited land for farming, because there are many buildings. Farming requires a largearea and fertile soil. With the development of agricultural technology today, there is a new method of planting calledHydroponics. There are several types of hydroponic systems, namely Aeroponics (fog system) and Nutrient FilmTechnique (NFT). In this article, the writer uses NFT technique. NFT is a system that has a farming concept bychanneling nutrients to plant roots in a film or thin so that plants get food nutrients, namely water and oxygen. Theadvantage of using this NFT system is that it makes it easier to control plant nutrients and plant growth is fasterbecause plant roots are free to absorb nutrients to the maximum. From the results of the research conducted, the pHsetpoint value was 6.0. From the results of the research conducted, set point pH values of 6.4 and 5.8. From the testresults, the Ziegler Nichols method of type 1 for a setpoint of 6.4 gets a value of L=3 and T=22.44 and a setpoint valueof 5.8 gets a value of L = 3 and T = 23.76. After that, the setpoint 6.4 got the value of Kp = 8.976 Ki = 1.496 Kd =13,464 and the setpoint of 5.8 got the value of Kp = 9.504 Ki = 1.584 Kd = 14,256. 1. The setpoint value of 6.4overshoot is 8.37% rise time 20 s, and settling time is 45 s. The setpoint value of 5.8 overshoot is 6.89% rise time 25s, and settling time is 55 s.
Security System Using Lora Transmission : Applications in Warehouse Charisma Dimas Affandi; Pauladie Susanto; Musayyanah; Yosefine Triwidyastuti
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 6 No. 2 (2021): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v6i2.204

Abstract

The widespread theft of storage warehouses, especially in rural areas, rarely supported by communication technology. A system was created to improve the security of storage warehouses with LoRa transmissions capable of sending data remotely. When there is an open warehouse door, this system will send the data to the warehouse owner's house with LoRa transmission in the form of open door information to detect theft early. The LoRa transmission test results in the early morning hours resulted in a success rate of 99.61% at a distance of 1.40 Km and a success percentage of 99.06% at a distance of 2.15 Km. The entire system has been tested at a distance of 1.4 Km, and the early morning hours resulted in a percentage success of 95.15%. An error occurred due to packet loss. As evidenced by the further distance of the test, the percentage of success will be reduced. Besides that, cellular connections around the testing area also affect. Where in the afternoon, cellular network traffic is denser compared to the early morning hours. As evidenced by the results of testing in the afternoon, there was a decrease in the percentage success by 5%. Overall, the security system created and tested resulted in the conclusion that the security system in this study had shown promising results.
Delay Analysis in Zigbee Wireless Communication for Manipulated Data and Finger Clip Sensor Data Using Xbee Pro S2C Musayyanah; Pauladie Susanto; Weny Indah Kusumawati
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 2 No. 2 (2017): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v2i2.149

Abstract

Wireless Personal Area Networks have battery powered, low data rate, and low cost, that have been researched invarious fields, like Xbee Pro S2C. It can build mesh network, consist of Coordinator, Router and End Device. Xbeecan perform point to point and multipoint communication. We evaluate delay performance and data loss for bothcommunication at indoor environment, to get Xbee’s successful transmission rate. This transmission sent themanipulated data and data from sensor finger clip by End Device Node as Tranmitter to Coordinator Node asReceiver. This data is sent with different interval time, 8ms for manipulated data and 500 ms for data finger clipsensor. Definition of Delay is the difference of difference of time between first data sent and first data received.From manipulated data measurement the delay of point to point is 1,17 seconds, whereas multipoint gets 1,332seconds. For delay data finger clip measurement of multipoint is 1,34 seconds. While data loss occur in multipointcommunication, for data finger clip measurement get the loss 53,33 % and 46,67% in random quartile of data, andfor manipulated data get 3,56 % loss.
Co-Authors Abseno, Anan Pepe Achmad Fajar Shodiq Adam Fiqih Ristanto Adamson, David Ahmad Alviand Ilmi Ananta, Syahreza Andy, An Pherta Bimantoro, Mohammad Nur Budi Hari Nugroho Charisma Dimas Affandi Charisma Dimas Affandi Charisma Dimas Affandi Charisma Dimas Affandi Christianto, Edo Dwi Diano Alfayied Fissabillillah Dwi Wahyu Saputra Ebiet van Heriyanto Ernawati, Fifin Fahmi, Mukhamad Awaludin Fandi Surya Permana Febriansyah, Rizky Alief Fifin Ernawati Fifin Ernawati Fikri Santoso Harjowinoto Galih Kusuma Wardana Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Helmy Widyantara Hendra Daniswara Heri Pratikno Hidayat, Rendi Arief I Dewa Gede Rai Mardiana Ihyaudin Ihyaudin Indra Maya Ira Puspasari Ira Puspasari Ira Puspasari Jimmy Rosandy Jusak Jusak Kristin Lebdaningrum Kusbiono Wisnu Pambudi M. Yogi Riyantama Isjoni Mahathir, Andi Muhammad Malik, Alief Nurul Mandaru, Michael Andriano Mochammad Zen Samsono Hadi Muhammad Afif Abdullah Muhammad Syakir Kautsar Musayyana Musayyanah Musayyanah Musayyanah Musayyanah Musayyanah Pradita Maulidya Efendi Praktikno, Heri Prayogo, Tangguh Susilo Prima Kristalina Rachman, Farid Nur Raga Permana, Zendi Zakaria Rendi Haris Nofianto Reza Alauddin Albanna Rizky Alief Febriansyah Rosidi, Dzikri Fahmi Siahaan, Aron Octavianus Stefanus Ardyanto Tandra, Stefanus Ardyanto Suchinda, Rahmawan Sukamto, Ika Sumiyarsi Susijanto Tri Rasmana Theodorus Visser Inulima Therzian Richard Perkasa Ulum, Mambaul Weny Indah Kusumawati Widiyanatha, Heddy Wishnu Haryo Bhimantoro Yanuhar Prabowo Yazid, Abdul Yosefine Triwidyastuti Yosefine Triwidyastuti Yosefine Triwidyastuti