Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : journal of education science

Metode Historical Taxonomy (HT) dalam Pembelajaran PAI di SMA Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.355

Abstract

Urgensi metode dalam suatu proses pembelajaran menjadi demikian penting dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran PAI. Salah satu metode yang dapat ditawarkan adalah metode Historical Taxonomy (HT) guna memenuhi kekosongan lahirnya metode-metode pembelajaran PAI yang inovatif dan variatif, serta sebagai alternatif metode pembelajaran PAI yang menarik khususnya untuk materi sejarah dan kebudayaan (tarikh). Penerapan metode HTmelibatkan lima komponen utama pembelajaran efektif, sehingga dengannya mampu meningkatkan kebermaknaan dalam proses pembelajaran.Ciri khas metode HT ditandai oleh lima komponen utama, meliputi: Category, Period, Points, Sub Point, dan Wisdom. Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode HTdalam pembelajaran PAI, khususnya pada Materi Tarikh/Sejarah Kebudayaan Islam (SKI);peneliti memilih SMA Negeri Modal Bangsa Provinsi Aceh sebagai pilot projek melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), observasi, penyebaran angket dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode HTdapat: (1) meningkatkan hasil belajar, inat, motivasi, kualitas dan keterampilan belajarnya peserta didik; (2) membantu guru dalam menyajikan materi yang menarik, sistematis, kreatif, interaktif dan menyenangkan; dan (3) melatih daya pikir dan kreatifitas peserta didik dalam menelaah materi sejarah yang demikian luas, sehingga menarik untuk dipelajari dan memberi hikmah manfaat dalam meningkatkan keimanan, kepribadian, kecakapan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian ditemukan sejumlah keterbatasan dalam penerapan metode ini, antara lain: (1) hanya dapat dilatihkan pada peserta didik tingkat SMA ke atas;(2) membutuhkan perencanaan yang matang, keterampilan dan kreatifitas guru yang mumpuni; (3) membutuhkan waktu belajar yang lama; dll.Kata Kunci: Historical Taxonomy (HT),Pembelajaran PAI
Mendidik Anak Ala Rasulullah (Propethic Parenting) Herawati Herawati; Kamisah Kamisah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.358

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama dan paling utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Untuk itu, dalam proses mendidik anak kedua orangtua sepatutnya memiliki ilmu dan wawasan terkait berbagai cara terbaik dalam mendidik; terutama metode mendidik yang merujuk pada Rasulullah saw (Prophetic Parenting), karena untuk membentuk generasi muslim yang shalih tidak akan terlepas dari dua pondasi Islam yang utama al-Quran dan al-Hadits. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana mendidik anak ala Rasulullah saw yang dapat mewujudkan generasi muslim yang rabbani. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) konsep pendidikan ala Rasulullah saw adalah konsep pendidikan yang bersumber dari wahyu Allah swt dan dinilai mampu mencetak generasi muslim yang shalih; baik secara individu maupun sosial; (2) Pendidikan ala Rasulullah saw terdiri dari beberapa tahapan yang harus dipenuhi orang seorang pendidik/orangtua. Untuk penentuan keberhasilannya para orangtua/pendidik dituntut agar mendidik anak sesuai dengan perkembangan dan perbedaan karakter yang mereka miliki; dan (3) Pendidikan ala Rasulullah saw merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak. Hal ini dikarenakan kepribadian Rasulullah saw merupakan uswah terbaik dalam segala hal; baik dalam aspek ibadahnya, perkataan (qauliyah) maupun perbuatannya (amaliyah).
DILEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Herawati Herawati; Mutiawati Mutiawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i2.585

Abstract

 Pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan besar, yakni: tantangan internal dan eksternal. Secara internal, Indonesia dihadapkan pada temuan berbagai hasil studi yang menempatkan Indonesia pada rangking terbawah dalam kualitas pendidikan. Sedangkan tantangan eksternal berasal dari perubahan cepat dan signifikan dari lingkungan strategis di luar Indonesia, seperti tuntutan agar Indonesia siap bersaing ketat mencetak SDM-SDM bangsa yang unggul dan berkompeten; sehingga mampu berkompetisi secara global, baik nasional maupun internasional. Untuk menghadapi kedua tantangan tersebut, perlu adanya  perubahan dan inovasi pendidikan secara massal agar kualitas pendidikan nasional dapat ditingkatkan. Namun kenyataannya, dilema dan berbagai bentuk kegagalan pendidikan dan system pendidikan di Indonesua justru semakin muncul ke permukaan wajah pendidikan Indonesia, antara lain: standar kelulusan UN yang tidak mampu mengakomodasi kemampuan siswa secara nasional, mahalnya biaya pendidikan, adanya kecurangan-kecurangan akademis dengan adanya gerakan menjual kursi kepada calon mahasiswa dengan harga tinggi sehingga hanya dapat dipenuhi oleh masyarakat ekonomi mapan. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana carut marut sistem pendidikan di Indonesia dan apa saja faktor-faktor penyebab dilematika tersebut. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Dimana hasil kajian menunjukkan bahwa: berbagai ketimpangan dalam sistem pendidikan sekolah berdampak signifikan terhadap minimnya kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kurikulum yang kurang matang, kecurangan dalam ujian nasional (UN) dan korupsi anggaran pendidikan. Untuk dapat memperbaiki ketimpangan-ketimpangan tersebut, perlu dilakukan pembenahan pada aspek: desentralisasi kurikulum secara utuh di sekolah, pemberdayaan guru, penghapusan UN dan peningkatan jumlah anggaran pendidikan secara tepat dan berkesinambungan. Kata Kunci: Dilematika, Sistem, Pendidikan
MODEL KOLABORATIF PARENTING ISLAMI DI SEKOLAH DASAR: INTEGRASI PERAN AYAH DAN IBU DALAM PENGASUHAN ANAK Herawati Herawati; Saprina Siregar; Pardi Pardi; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengasuhan islami berbasis sekolah dasar yang berorientasi pada integrasi peran ayah dan ibu secara kolaboratif dalam mendidik anak. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena melemahnya keterlibatan peran ayah dalam pendidikan anak usia sekolah dasar, khususnya di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pengasuhan Islami memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan spiritual, sosial-emosional, dan akademik anak. Model pengasuhan yang dirumuskan menekankan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas berbasis nilai al-Qur’an dan hadits. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program sekolah ramah ayah. Kata kunci: Pengasuhan Islami, Peran Ayah, Anak Sekolah Dasar, Parenting, Sekolah Ramah Ayah. A COLLABORATIVE ISLAMIC PARENTING MODEL IN ELEMENTARY SCHOOLS: INTEGRATING THE ROLES OF FATHERS AND MOTHERS IN CHILD REARING Abstract This study aims to develop a school-based Islamic parenting model at the elementary level that focuses on the collaborative integration of fathers’ and mothers’ roles in child upbringing. The study is motivated by the phenomenon of declining father involvement in the education of elementary school children, particularly in the digital era. This research employs a qualitative approach with a case study design using interviews, observations, and documentation. The findings indicate that involvement in Islamic parenting has a significant impact on children’s spiritual, socio-emotional, and academic development. The proposed parenting model emphasizes collaboration among families, schools, and communities based on the values of the Qur’an and Hadith. This study is expected to serve as a reference for developing father-friendly school programs. Keywords: Islamic Parenting, Father’s Role, Elementary School Children, Parenting, Father-Friendly Schools.
MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.
MODEL CHARACTER-BASED FINANCIAL MANAGEMENT UNTUK SEKOLAH DI ERA KURIKULUM MERDEKA Abdul Mukti; Herawati Herawati; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5557

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut sekolah untuk menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi karakter. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen keuangan di sekolah masih menghadapi tantangan integritas, akuntabilitas, literasi finansial, serta lemahnya budaya tata kelola. Artikel ini bertujuan merumuskan Model Manajemen Keuangan Berbasis Karakter (Character-Based Financial Management/CBFM) melalui kajian literatur nasional dan internasional. Menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis, artikel ini mengidentifikasi prinsip, struktur, dan relevansi model tersebut dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) nilai karakter integritas, tanggung jawab, amanah, kejujuran, dan transparansi merupakan fondasi utama tata kelola keuangan sekolah; (2) Kurikulum Merdeka memperkuat otonomi sekolah, pelibatan pemangku kepentingan, dan budaya reflektif yang mendukung tata kelola yang akuntabel; dan (3) penerapan model CBFM meningkatkan kepercayaan publik, efektivitas penggunaan anggaran, dan mutu pembelajaran. Artikel ini menawarkan model CBFM sebagai pendekatan terpadu yang memadukan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila dan budaya sekolah untuk memperkuat tata kelola keuangan yang etis dan berkualitas. Kata kunci: manajemen keuangan sekolah; karakter; Kurikulum Merdeka; akuntabilitas; tata kelola pendidikan; integritas; transparansi. . A MODEL OF CHARACTER-BASED FINANCIAL MANAGEMENT FOR SCHOOLS OF THE KURIKULUM MERDEKA Abstract The implementation of the Kurikulum Merdeka requires schools to adopt financial governance that is transparent, participatory, and character-oriented. However, various studies indicate that school financial management practices continue to face challenges related to integrity, accountability, financial literacy, and weak governance culture. This article aims to formulate a Character-Based Financial Management (CBFM) Model through a review of national and international literature. Using a systematic literature review approach, this study identifies the principles, structural components, and relevance of the model to the implementation of the Kurikulum Merdeka. The results show that (1) character values such as integrity, responsibility, trustworthiness, honesty, and transparency constitute the core foundations of school financial governance; (2) the Kurikulum Merdeka strengthens school autonomy, stakeholder engagement, and reflective culture, all of which support accountable governance; and (3) the application of the CBFM model enhances public trust, budget-use effectiveness, and the quality of learning. This article proposes the CBFM model as an integrated approach that embeds the character values of the Pancasila Student Profile and school culture to reinforce ethical and high-quality financial governance. Keywords: school financial management; character; Kurikulum Merdeka; accountability; educational governance; integrity; transparency.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna; Zawil Fadhli; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6059

Abstract

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan terus mengalami peningkatan dan menjadi ancaman serius terhadap terpenuhinya hak-hak peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menghambat proses pendidikan serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam perspektif hukum Islam, serta mengkaji relevansi antara ketentuan hukum positif di Indonesia dengan prinsip-prinsip perlindungan yang diajarkan dalam Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, Al-Qur'an, hadis, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap korban kekerasan seksual melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa), hifz al-'ird (perlindungan kehormatan), dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai bagian dari maqasid syariah. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan hukum nasional yang menekankan pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta pemulihan hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam penyusunan kebijakan dan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan melalui pendidikan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kekerasan Seksual, Lingkungan Pendidikan, Hukum Islam.
REVITALISASI PENANGANAN BULLYING DI SEKOLAH: MODEL SITARA (SCHOOL INTEGRATED ANTI-BULLING RESPONE APPROACH) Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Sulasmi Sulasmi; Siti Suraida
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5586

Abstract

Bullying di sekolah-sekolah Aceh terus menjadi persoalan serius dan berdampak langsung terhadap kesehatan mental, motivasi belajar, dan relasi sosial siswa. Berbagai penelitian dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa praktik perundungan, baik verbal maupun fisik, masih marak dan memerlukan penanganan sistematis. Artikel ini menawarkan model konseptual SITARA (School Integrated Anti-Bullying Response Approach) sebagai pendekatan komprehensif untuk pencegahan dan intervensi bullying di sekolah Aceh. Model ini disusun melalui telaah kritis terhadap penelitian empiris terkait bullying di Aceh dan Indonesia dalam rentang 2020–2025. SITARA terdiri dari lima pilar: Screening and Mapping, Intervention and Support, Teacher Capacity Building, Awareness and Culture Building, serta Reporting and Accountability System. Model ini diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar aman, inklusif, dan bebas kekerasan. Kata Kunci: bullying, Aceh, sekolah dasar, model intervensi, literatur review. . REVITALIZING BULLYING INTERVENTION IN ACEH SCHOOL: THE SITARA MODEL (SCHOOL INTEGRATED ANTI-BULLYING RESPONSE APPROACH) Abstract Bullying in Aceh’s schools continues to be a serious and persistent issue, directly affecting students’ mental health, learning motivation, and social relationships. Recent studies within the last five years indicate that various forms of verbal and physical bullying remain prevalent and require a systematic and culturally responsive approach. This article proposes the SITARA Model (School Integrated Anti-Bullying Response Approach) as a comprehensive conceptual framework for bullying prevention and intervention in Aceh’s educational context. Developed through a critical review of empirical studies on bullying in Aceh and Indonesia from 2020 to 2025, the model comprises five key pillars: Screening and Mapping, Intervention and Support, Teacher Capacity Building, Awareness and Culture Building, and Reporting and Accountability System. The SITARA model aims to serve as a practical reference for schools in establishing safe, inclusive, and violence-free learning environments. Keywords: bullying, Aceh, elementary schools, intervention model, literature review.
PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5396

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen melibatkan orangtua dalam program parenting sekolah. Kemitraan orangtua sebagai penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu bermakna antara sekolah dan orangtua bekerjasama sebagai mitra dalam mendidik anak. Namun demikian belum semua SDIT menerapkan program parenting berbasis kemitraan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan terhadap SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan parenting di kedua sekolah tersebut dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; yang dilakukan dua kali per tahun, di antaranya: pertemuan orangtua di awal tahun ajaran baru dan akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; dilaksanakan setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dsb; serta (c) program insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua dalam penyelesaian masalah dan konsultasi terkait anak dengan waktu yang tentatif. Kata kunci: Pelaksanaan Program; Parenting Berbasis Kemitraan; Sekolah Dasar Islam Terpadu Abstract Integrated Islamic Elementry School (SDIT) is an Islamic-based school that is commited to involving parents in the school parenting program. Parental patnership is a determinant of the success of children’s education, because the integrated school system means that schools and parents work together as patners in educating children. However, not all SDITs have implemented this patnership-based parenting program. The purpose of this study was to determine the implementation of the parenting program at SDIT Banda Aceh City. The study was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh using qualitative research methods trough observation, interviewa, and literature studies. The results of the data analysis showed that the implementation of parenting in both schools was categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; which is varried out twice a year, including: parent meeting at the beginning of the new school year and the end of the semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc; (b) Weekly program; carried out every weekend, in the form of activities: tahsin qur’an, islamic studies, connecting books, etc; and (c) Incidental program; specifically for children whi nedd parental assistance in solving problems and consultations related to children with a tentative time. Keywords: Program Implementation; Patnership-Based Parenting; Islamic Integrated Primary Schools.
KAJIAN HUKUM PERDATA ATAS PELANGGARAN HAK-HAK ANAK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DASAR Zawil Fadhli; Herawati Herawati; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Muhammad Nur
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5539

Abstract

Pelanggaran hak-hak anak dalam sistem pendidikan dasar merupakan isu yang sering kali tidak disadari oleh sekolah, guru, maupun orang tua. Dalam perspektif hukum perdata, hubungan hukum antara sekolah dan siswa menciptakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara pendidikan. Wanprestasi, perbuatan melawan hukum, serta kelalaian dalam memenuhi standar perlindungan anak dapat menimbulkan tanggung jawab perdata bagi sekolah. Penelitian ini merupakan literature review yang mengkaji konsep-konsep hukum perdata terkait perlindungan anak, bentuk-bentuk pelanggaran hak anak di sekolah dasar, serta konsekuensi hukumnya. Kajian menunjukkan bahwa pelanggaran dapat berupa kelalaian pengawasan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran privasi anak, hingga tindakan yang menyebabkan kerugian fisik atau psikis. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kata kunci: hukum perdata, hak anak, pendidikan dasar, wanprestasi, perbuatan melawan hukum. Abstract Violations of children's rights within the elementary education system are often overlooked by schools, teachers, and even parents. From a civil law perspective, the legal relationship between the school and its students creates legal obligations that must be fulfilled by the educational provider. Breach of contract, tortious acts, and negligence in meeting child protection standards may give rise to civil liability for the school. This study is a literature review that examines civil law concepts related to child protection, the various forms of children’s rights violations occurring in elementary schools, and their legal consequences. The review indicates that such violations may include supervisory negligence, abuse of authority, violations of children’s privacy, and actions that cause physical or psychological harm. This study affirms that schools bear a legal responsibility to provide a safe, healthy, and supportive educational environment that fosters the optimal growth and development of children. Keywords: civil law, children's rights, elementary education, breach of contract, tort.