Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EKSTRAKSI KITOSAN BERBASIS CANGKANG KEONG MAS (Pomacea canaliculata) MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIKASI Nufus Kanani; Endarto Yudo Wardhono; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Mekro Permana Pinem; Wardalia Wardalia; Harly Demustila; Muhamad Farhan; Ropi Anwari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i2.22217

Abstract

Kitosan adalah polisakarida yang berasal dari kitin, suatu zat yang ditemukan dalam cangkang hewan golonagn krustasea. Kitosan memiliki sifat-sifat tertentu yang membuatnya bermanfaat dalam berbagai bidang industri, seperti farmasi, kesehatan, dan pangan. Kitosan merupakan hasil deasetilasi dari kitin. Sumber kitin bisa diperoleh dari jenis hewan arthropoda salah satunya yaitu pada keong mas (Pomacea canaliculata). Keong mas adalah organisme invasif yang dapat merusak tanaman padi dan tanaman air lainnya dan dapat menjadi ancaman serius bagi pertanian. Proses ekstraksi untuk mendapatkan kitosan dari cangkang keong mas melalui tiga tahapan proses yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi menggunakan gelombang ultrasonikasi yang membutuhkan beberapa variasi agar mendapatkan hasil optimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi pengaruh jenis pelarut pada proses demineralisasi (HCl 1M, FeCl3 1%, dan HCl : FeCl3 2:1), konsentrasi NaOH pada proses deasetilasi (20, 30, dan 40%), serta lama waktu ekstraksi terhadap derajat deasetilasi (DD) dari kitosan. Perhitungan DD dilakukan menggunakan metode titrasi. Nilai derajat deasetilasi optimal diperoleh pada penggunaan variasi demineralisasi menggunakan pelarut HCl 1M : FeCl3 1% 2:1, dengan konsentrasi NaOH proses deasetilasi yaitu 40% dan lama waktu deasetilasi selama 60 menit menghasilkan nilai derajat deasetilasi sebesar 88,35%.
PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.  
Optimalisasi Edukasi Pencegahan Stunting melalui Program Sosialisasi Partisipatif di Desa Kemuning, Kabupaten Tangerang Wahyudi, Tri; Ika Arinia Indriyany; Nana Nofianti; Hendrawan Syafrie; Diqbal Satyanegara; Titania Mukti; Nufus Kanani
Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara (JURDIASRA), Januari - Juni 2025
Publisher : Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61754/jurdiasra.v3i1.124

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in rural areas. Desa Kemuning is one of the regions with a high prevalence of stunting that requires special attention. This community service activity aims to optimize stunting prevention education through a participatory socialization program involving various stakeholders, including local communities, health cadres, and village officials. The methods used include community-based active participation and focused discussions to enhance understanding, engagement, and collective commitment to preventing stunting. This activity successfully reached 50 participants, consisting of pregnant women and children in Desa Kemuning. The materials presented covered the importance of balanced nutrition, parenting practices, and environmental sanitation to support optimal child growth. The program demonstrated that a participatory approach in socialization effectively improves community understanding and awareness of stunting prevention. By involving various parties, it is hoped that the sustainability of this effort will have a significant positive impact on reducing stunting rates in Desa Kemuning.