Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Karakteristik Pekerja Industri Manufaktur Logam Di Klungkung, Tihingan Provinsi Banten Wahyu Susihono; I Putu Gede Adiatmika
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4093

Abstract

Karakteristik pekerja di tiap wilayah mempunyai pola yang berbeda-beda. Sebagaimana di industri manufaktur logam yang berada di wilayah Klungkung, Provinsi Bali yang telah ada turun temurun sebagai desa wisata penghasil Gamelan. Daerah ini dihunioleh mayoritas pribumi dengan pekerjaan utama adalah penghasil gamelan. Pekerjaan yang ini memerlukan keahlian khusus, tidak sembarang pekerja mampu menyelesaikan produk gamelan dengan kalitas tinggi. Karakteristik pekerja dapat dijadikan sebagai dasar untuk rekaderisasi dan proses intervensi program yang dapat meningkatkan kaualitas kehidupan kerja seiring dengan kemampuan, kebolehan dan keterbatasan yang dimiliki oleh tiap pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini dipilih secara acak dari pekerja yang ada di industri manufaktur logam dengan menggunakan bilangan random, diperoleh jumlah sampel sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur pekerja (n=50) adalah 48,82±9,52 th; IMT 22,60±2,83 kg/m2; Over weigh 9,09%; Under weigh 1,82%; rerata pengalaman kerja 20,18±9,77. Berdasarkan nilai karakteristik yang diperoleh disimpulkan bahwa pekerja tidak lagi mengalami perkembangan otot tubuh, pekerja telah teraklimasi dengan kondisi di lingkungan sekitar, terdapat sebagian kecil konsumsi nutrisi yang memerlukan perhatian khusus agar tubuh berada pada kategori normal, penyelesaian pekerjaan gamelan memerlukan keahlian khusus dan berdasar dari pengalaman kerja yang cukup lama diyakini sebagai usaha warisan. Diperlukan intervensi yang cocok sesuai dengan kondisi dan budaya setempat.
Partisipatori Ergonomi: Redesain Hand Tools Pertanian Menurunkan Kebosanan Kerja Wahyu Susihono; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.316

Abstract

Alat bantu tani sangat bervariatif, namun demikian masih banyak desain alat-alat pertanian yang baru sekedar memperhatikan fungsinya, belum mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan pengguna, sehingga beberapa tools yang belum ergonomis seperti desain arit yang beredar di pasar tradisional pada umumnya. Penggunaan tools yang tidak mempertimbangkan keinginan pengguna berdampak pada kebosanan atau penurunan gairah kerja. dibutuhkan desain yang sesuai dengan keinginan pengguna. Penelitian ini masuk pada kategori penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subject design). Subjek dipilih secara rundom (Random Sampling). Sampel berjumlah 48 orang yang telah dipilih dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perlakuan subjek terdiri dari kondisi sebelum intervensi (Periode I), kemudian subjek menjadi kelompok intervensi (Periode II). Uji Normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk dengan taraf kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kebosanan kerja subjek atau nilai P < 0,05. Rerata skor kebosanan kerja sebelum intervensi sebesar 96,39 ± 5,65 dan setelah intervensi 68,96 ± 3,75. Redesain tools berdasarkan kebutuhan pengguna dapat menurunkan kebosanan pekerja sebesar 28,45 %. 
ANALISIS TINGKAT STRES KERJA DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STRES KERJA PADA PEGAWAI BPBD KOTA CILEGON Lovely Lady; Wahyu Susihono; Ade Muslihati
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.355 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2084

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah merupakan salah satu Perangkat Daerah Kota Cilegon yang mempunyai tugas yaitu usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi. Dalam menjalankan tugasnya untuk membantu masyarakat dalam pencegahan bencana dan penanganan bencana, Pegawai Negeri Sipil rentan terhadap stres karena tuntutan pekerjaan yang berat dan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dalam penanggulangan bencana, pegawai setiap saat harus waspada terhadap bencana yang akan terjadi. Berdasarkan penelitian terdahulu, hasil pengolahan beban kerja pegawai BPBD Kota Cilegon sangat tinggi sebanyak 7 orang, tinggi sebanyak 2 orang, dan sangat rendah 10 orang. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan stres kerja. Tujuan penelitian yaitu mengukur tingkat stres kerja pegawai dan mengetahui faktor-faktor penyebab stres kerja. Penelitian ini menggunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire. Hasil penelitian adalah Pegawai yang mengalami stres kerja sebanyak 9 orang dan tidak stres 10 orang. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur, jumlah anak, masa kerja, kebisingan, suhu, ventilasi, ketidakpastian pekerjaan, tanggung jawab terhadap pekerja lain dan aktivitas di luar pekerjaan dengan stres kerja. Penyebab stress kerja pada karyawan adalah tipe kepribadian kepribadian A, penilaian diri, pencahayaan, konflik peran, ketaksaan peran, konflik interpersonal, kurangnya kontrol, kurangnya kesempatan kerja, jumlah beban kerja, variasi beban kerja, kemampuan yang tidak digunakan, tuntutan mental dan dukungan sosial dengan stres kerja. 
Analisis Postur Kerja Dengan Metode Rappid Upper Limb Assessment (Rula) Sebagai Dasar Rekomendasi Redesign Fasilitas Kerja Wahyu Susihono
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.057 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1617

Abstract

Aktivitas kerja dengan menggunakan tenaga manual manusia (manual material handling) dan dilakukan secara berulang-ulang serta dalam jangka waktu yang lama berdampak pada peningkatan aktivitas otot tubuh statis pekerja. Proses kerja yang tidak mengindahkan kaidah ergonomi atau sikap aman dan nyaman, dapat menimbulkan resiko terjadinya keluhan otot dan rangka terutama pada bagian otot skeletal atau postural stress. Oleh karena itu, untuk meminimalisir terjadinya keluhan postural stress diperlukan analisis postur kerja dengan menggunakan pendekatan metode RULA pada setiap aktivitas kerja operator. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa skor RULA tertinggi pada proses pengelasan sebesar 7, yang artinya postur pekerja beresiko tinggi dan dibutuhkan tindakan perbaikan sesegera mungkin. Hal tersebut dikarenakan sikap kerja operator berjongkok ketika melakukan pengelasan. Kemudian berdasarkan hasil dari skor RULA tersebut diperlukan rancangan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa meja katrol sebagai tempat pengelasan yang disesuaikan dengan antropometri tubuh pekerja dengan ditambahkan dengan nilai perchenthile untuk memberikan kenyamanan saat digunakan
INDONESIAN GINGER YIELD QUALITY AS THE BASIS FOR SALEABILITY OF GINGER OIL ON THE INTERNATIONAL MARKET Wahyu Susihono
Widyariset Vol 14, No 3 (2011): Widyariset
Publisher : Pusbindiklat - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.75 KB) | DOI: 10.14203/widyariset.14.3.2011.579-588

Abstract

Ginger Rhizome is potential to be sold in form of ginger oil. The distillation process was needed to fi nd out the most profi table ginger to be sold in form of ginger oil. The research objectives are to fi nd out comparison of “rendemen” from rind and fl esh of gajah, emprit, and red ginger using water and steam distillation process with capacity: 5000 gram of raw materials. Characteristic test performed to fi nd out the feasibility of sales accordance with Essential Oil Association Standard. Result showed that the highest rendemen is red ginger rind: 1,102%, while the lowest is gajah ginger fl esh: 0,248%. Gajah ginger oil is not feasible to be sold in world market because of it soaping number that reached 25.52%.
Evaluasi Tracer Study Untuk Pembelajaran Di Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dengan Pendekatan Ergonomi Makro Stephanie Mayang P.; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.485 KB)

Abstract

Teknik Industri merupakan salah satu program studi yang ada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Jurusan Teknik Industri memandang perlu untuk melakukan tracer study terhadap para lulusannya sebagai penunjang visi jurusan. Pada penelitian ini dilakukan pelaksanaan tracer study online dengan menggunakan software QTAFI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelusuran lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dan mengevaluasi hasil tracer study lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dengan pendekatan ergonomi makro. Jumlah responden yang mengisi kuisioner sebanyak 38 orang dari 83 orang jumlah lulusan tahun 2011. Dari hasil pengolahan data secara analisis statistik deskriptif diketahui sebanyak 54% lulusan mencari pekerjaan setelah lulus dan 31% diantaranya mencari pekerjaan 1 bulan setelah lulus, 100% lulusan saat ini bekerja. 74% responden bekerja di sektor swasta dan sisanya tersebar di sektor pemerintahan, baik pusat maupun daerah termasuk BUMN sebanyak 22%, dan wiraswasta sebanyak 4%. Memanfaatkan teknologi internet pada pembuatan kuisioner tracer study secara online membuat responden tidak perlu mengisi kuisioner berupa hardcopy, ataupun melakukan wawancara langsung secara tatap muka maupun melalui telepon. Sesuai dengan prinsip ergonomi makro, peran teknologi internet pada pelaksanaan tracer study online memudahkan baik pihak jurusan maupun pihak lulusan dalam pelaksanaan tracer study sehingga proses perbaikan di jurusan Teknik Industri Untirta dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Identifikasi Potensi Bahaya Akibat Pencahayaan Dengan Pendekatan Hazard Identification And Risk Assessment Maesaroh Maesaroh; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.384 KB)

Abstract

Workshop PT Krakatau Engineering (KE) merupakan area untuk memproduksi produk dari bahan baja, dimana bahan baku baja yang digunakan di supply dari PT Krakatau Stell. Fungsi utama dari workshop PT Krakatau Engineering adalah memproduksi produk baru yang dipesan oleh customer sesuai dengan spesifikasi dan waktu pemesanan tertentu. Berdasarkan observasi diketahui intensitas pencahayaan workshop pada area fabrikasi sebesar 37,07 lux dan area machining sebesar  26,12 lux, kedua area tersebut memiliki nilai pencahayaan yang kurang dari nilai ambang batas pencahayaan yaitu 500 lux berdasarkan peraturan Kepmenkes RI No.1405/MENKES/SK/X1/2002. Selain kondisi lingkungan fisik, pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja juga diikuti oleh kesadaran setiap pekerja untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh perusahaan. Kurangnya komitmen karyawan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Penggunaan APD merupakan salah satu cara untuk menghindari bahaya kerja yang akan berdampak pada berkurangnya efisiensi dan produktivitas kerja pekerja dan diketahui bahwa jumlah kecelakaan yang terjadi selama tahun 2012 adalah 8 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya akibat pencahayaan dan mengetahui kategori resiko untuk potensi bahaya yang terdapat di workshop PT Karatau Engineering. Metode yang digunakan untuk menentukan titik pengukuran pencahayaan dilakukan berdasarkan SNI 16-7062-2004 dengan jarak interval 6 meter untuk setiap titik pengukuran, sedangkan identifikasi potensi bahaya dan penilaian kategori resiko menggunakan pendekatan HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment). Kategori resiko didapat dari matrik penilaian resiko yang merupakan perkalian antara tingkat peluang dan tingkat keparahan. Hasil dari penelitian adalah diketahui kategori resiko pada area fabrikasi di staisun pemotongan adalah medium, stasiun gerinda dengan kategori high dan medium, stasiun pengelasan dengan kategori medium, inspeksi dengan kategoru medium, dan material handling dengan kategori medium. Pada area machining, kategori resiko stasiun pembubutan adalah high, stasiun milling dengan kategori medium, dan material handling dengan kategori medium.
Evaluasi Potensi Bahaya dan Risiko Kerja pada Aktivitas Cleaning Tanki Fazrul Syalam Chusada; wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.815 KB)

Abstract

PT. VTM merupakan salah satu perusahaan jasa yang penyedia tanki storage asal Belanda. Aktivitas cleaning tanki merupakan salah satu aktivitas yang ada di PT VTM yang memilikipotensi bahaya dan tingkat risiko yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya apa saja yang ada dalam aktivitas cleaning tanki,menilai risiko yang terjadi dari potensi bahaya yang ada dan mengetahui akar penyebab dari risiko yang ada. Pada penelitian ini menggunkan JSA, HIRA dan FTA. Pada analisa dengan menggunakan JSA di dapatkan bahwa banyak sekali potensi bahaya yang mungkin terjadi pada aktivitas cleaning tanki ini,dan berdasarkan hasil penilaian dengan menggunakan HIRA didapat bahwa tingkat risiko masuk kedalam kategori trivial sampai dengan moderate, dimana kategori moderate tersebut terdapat pada risiko keracunan pada aktivitas pencucian awal, tertimpa material pada aktivitas pemasangan scaffolding, dan tertimpa material pada aktivitas pembongkaran scaffolding. Kemudian dilakukan analisa kembali terhadap ketiga risiko tersebut dengan menggunakan FTA dengan maksud untuk mengetahui akar penyebab dari ketiga risiko tersebut. Pada risiko keracunan diketahui bahwa penyebab utamanya yaitu kurang perawatan, masker bukan untuk pekerjaan confined space, kabel ada yang terputus, blower tidak berputar, kabel tidak terhubung dengan sumber listrik, inspeksi tidak menyeluruh dan tidak ada informasi. Pada risiko tertimpa material pada aktivitas pemasangan scaffolding maupun pembongkaran scaffolding diketahui akar penyebabnya yaitu tidak ada display, spesifikasi tali pengangkat material tidak sesuai, pekerja ingin cepat selsai, pekerja melamun atau tidak konsentrasi, dan pekerja tidak fit.
Analisis Display Sinyal Kereta Api di Stasiun Langen Anggo Hapsoro Pambudy; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.156 KB)

Abstract

Transportasi Kereta Api (KA) merupakan alat angkut yang efisien, cepat, relatif aman dan adaptif terhadap perkembangan jaman. Tujuan penelitian ini menganalisa display persinyalan KA dan semboyan 8 di Stasiun Langen meliputi dimensi, jarak visual, sudut pandang, warna, jarak dan letak sinyal serta papan semboyan 8. Metode yang digunakan adalah analisis display, yaitu dengan membandingkan tebal dan tinggi simbol angka batas kecepatan, kemudian menentukan jarak visual yang optimal bagi masinis untuk melihat sinyal, berdasarkan jarak visual dan tinggi sinyal, kemudian dihitung sudut visual yang terbentuk antara sinyal, mata masinis dengan garis pandang normal standar apakah melebihi sudut batas pembedaan warna atau tidak serta analisis warna sinyal. Selain display, hal-hal yang mendukung keamanan terhadap display sinyal juga diperhitungkan, seperti jarak papan semboyan 8 yang disesuaikan dengan waktu respon manusia standar dan  jarak antar sinyal yang disesuaikan dengan jarak pengereman Kereta Api rangkaian terpanjang yang melintas di Langen. Jarak pengereman tersebut dihitung dengan menggunakan rumus Minden dan Simulasi.
Perancangan Inkubator untuk Bayi Prematur dengan Metode Rasional Usman Ady Santoso; Wahyu Susihono; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.108 KB)

Abstract

Bayi yang lahir secara prematur belum dapat beradaptasi dengan suhu dan temperatur secara normal ketika berada di rumah, sehingga dibutuhkan sebuah alat penghangat atau penstabil suhu bagi bayi prematur yang sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Masalah yang ada pada inkubator saat ini adalah mahalnya harga inkubator untuk inkubator impor namun dilengkapi berbagai keunggulan teknologi yang dibutuhkan dalam perawatan bayi prematur Oleh karena itu tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk merancang inkubator untuk perawatan bayi prematur yang khusus bagi bayi prematur di rumah atau yang telah selesai masa pemulihan di rumah sakit. Inkubator digunakan untuk perawatan bayi prematur di rumah agar membantu para orang tua yang mengalami kesulitan dalam merawat bayi prematur di rumah. Inkubator didesain dengan menggunakan metode rasional. Metode rasional menitikberatkan sebuah perancangan terstruktur berdasarkan customer needs, sehingga diharapkan inkubator ini memenuhi kebutuhan akan inkubator untuk perawatan bayi prematur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai perancangan inkubator untuk perawatan bayi prematur di rumah, diperoleh kesimpulan bahwa inkubator dibutuhkan oleh bayi prematur untuk mempertahankan suhu tubuhnya agar tidak kedinginan. Berdasarkan kuisioner yang telah disebar, kenyamanan serta keamanan bagi bayi prematur menjadi prioritas yang utama yang dipilih oleh para responden. Hasil perancangan inkubator untuk perawatan bayi prematur menggunakan metode rasional adalah memiliki tinggi sebesar 102 cm, lebar 65 cm, panjang 100 cm. Inkubator juga memiliki panjang pegangan (handle) 8 cm dan diameter 6 cm. Sumber energi utama utuk memanaskan inkubator berasal dari lampu pijar. Keunggulan inkubator untuk perawatan bayi prematur di rumah yakni dimensi yang sesuai dengan anthropometri manusia, permukaan inkubator tidak memiliki siku sehingga dapat mengurangi potensi cedera bagi pengguna, kaki inkubator dapat dilipat sehingga memudahkan untuk disimpan ketika tidak digunakan, serta terdapat sumber energi alternatif untuk menyalakan inkubator menggunakan baterai.